Curug Seribu, Curug Sawer dan Curug Ngumpet…

Minggu, 5 Juni 2011, ikutan ‘Photo Tour’ yang diadakan oleh Galeri Bogor. Saya bareng keponakanku Alvin Aulia Fardana, yang lagi liburan menjelang kuliah di ITB Bandung. Tujuannya adalah: Curug Seribu, Curug Sawer dan Curug Ngumpet. Ketiga lokasi Curug berada di kawasan yang sama: Kawasan Wisata Gunung Salak Endah yang pengelolaannya dibawah Perhutani dalam Balai Konservasi Taman Nasional Halimun Salak.

Petunjuk arahnya, kalau dari Bogor, menuju ke arah Kampus IPB Dramaga. Sekitar 4 KM dari kampus IPB, ada pertigaan dengan petunjuk menuju Gunung Salak Endah. Ya udah, mentok terus akan ketemu loket tiket untuk menuju kawasan ini. Jarak persisnya gak tahu, kalau dari pertigaan tadi kira-kira 30 menit untuk mencapainya. Sebenarnya tidak terlalu jauh, kalo ditotal dari arah Bogor, sekitar 30 KM, tapi ramai dan jalan yang tidak terlalu lebar untuk menuju kawasan ini, membuat perjalanan lebih lama.

Ada banyak Curug dikawasan Gunung Salak. Yang paling banyak dikunjungi adalah Curug Nangka, Luhur, Kawung, Cigamea, Ngumpet, Daon, Seribu dan Sawer.

Yang paling terjal dan menantang adalah Curug Seribu. Dan dalam perjalanan menuju Curug Seribu terdapat Curug Sawer. Kurang lebih 30 menit dengan jalan menurun untuk menuju lokasi Curug, jalannya sangat curam dengan banyak belokan yang ekstrim. Tetapi apabila telah sampai di Curug Seribu, kelelahan seperti terbayar impas dengan keindahan alamnya dari Curug setinggi 70 Meteran ini.

Setelah dari Curug Seribu dan Curug Sawer, kita menuju ke Curug Ngumpet. Kalau Curug ini, jalannya jauh lebih bersahabat. Untuk wisata keluarga, Curug ini layak dipertimbangkan, karena Curugnya mudah dijangkau (400 M dari gerbang) dan juga aliran sungainya yang bening panjang mengalir.

Inilah foto-fotonya:

    

Foto Bareng sebelum menuju Curug Seribu dan Curug Sawer. Curug Sawer dari rerimbunan (Kanan)

  

Persinggahan sebelum menuju Curug Seribu dan Curug Sawer. Curug Sawer dari depan (Kanan)

 

Aliran Curug Seribu dengan batu merahnya. Papan Peringatan Curug Seribu (Kanan).

    

Cari angle yang tepat untuk memotret pesona Curug Seribu. Aliran Curug Seribu-Alvin (Kanan).

    

Aliran Curug Seribu. Hulu Curug Ngumpet (Kanan).

    

Aliran Curug Ngumpet yang landai dan tidak terlalu deras (foto by Alvin).

Santai dulu Ah… (By Alvin).

Tentang penamaan Curug Seribu. Curug artinya air terjun. Curug Seribu yang merupakan curug tertinggi, didalam areanya terdapat beberapa aliran-aliran kecil atau curug-curug kecil yang jumlahnya cukup banyak, sehingga dinamakan Curug Seribu.

Curug Sawer, sawer berarti nyumbang dalam bahasa Sunda dan Jawa. Mungkin karena curugnya yang kecil dan jadi bagian dari aliran sungai Curug Seribu.

Curug Ngumpet. Ngumpet berarti sembunyi. Tidak jelas, apakah karena letaknya yang tersembunyi, atau karena banyak tempat yang dijadikan per’sembunyi’an untuk pacaran, hehehe…

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Fotografi, Perjalanan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Curug Seribu, Curug Sawer dan Curug Ngumpet…

  1. haris fauzi berkata:

    patut dipertimbangkan nih…. kapan2 mo kesono bareng bocah2….

  2. alphin23 berkata:

    Oomm… itu kan ada yang fotoku…. dicantumin sumbernya doong…. hehehe :)

    • ahmadramadlan berkata:

      Hehehe, sbnrnya udah sih, kalau didragging, akan muncul by Alvin.. Juga krn post-nya lebih bnyk bercerita tentang Curug-nya daripada teknis fotonya, tapi Okay deh, tenang, ntar saya edit yah…

  3. jaya wijaya bejo berkata:

    sayang biaya Loket y mahal dr pintu gerbang prtama kita sdh d mintai biaya loket yg agak dlm. Dn stiap mw k area curug kita d mintai biaya lg.
    untuk biaya gw gk stuju.
    tp Alam y gw stuju bngt
    gw sungguh trpesona d saat gw liat curug seribu waah..
    takjub gw bru itu gw liat curug besar bngt.
    dahsyatt.. !!
    medan y terjal dn msh horor..

    • ahmadramadlan berkata:

      Memang Pak. Masalah HTM ( Harga Tanda Masuk) di banyak tempat wisata di Indonesia masih banyak kendala. Kadang bukan masalah besarnya nilai HTM, tetapi kepada manajemennya. Sering kita sudah bayar tiket tanda masuk, tetapi masih banyak pungutan yang bersifat liar, seperti parkir, toilet, penyewaan tikar, penyewaan alat atau lainnya yang kadang besarnya gak standar. Hal ini membuat kita enggan untuk berkunjung, disamping kita menjadi was-was karena selalu mikir, wah pungutan apalagi nih.
      Ini yang membuat kita tidak nyaman untuk berkunjung ketempat wisata di daerah.

  4. Winggit berkata:

    Ijin kasih info, mungkin perlu mencoba Curug Sawer Yang Lain..? Masih di daerah G. Salak, tepatnya 1,5 km dari Curug Nangka namanya Curug Sawer – Global Edu Camp…tempatnya syik…coba deh…
    Link FB : http://www.facebook.com/profile.php?id=100001861765520
    Link Web: http://blog.globaleducamp.co.id/

  5. qnuy berkata:

    curug yang g akn prnh trlupkn…
    tp syangny saia lum sempat k tmpat kawahny..

  6. yasmine berkata:

    kalau buat ngecamp disana biayanya berapa ya ?

  7. damae wardani berkata:

    wah, jadi destinasi selanjutnya nih untuk DTV. :) Nice sharing, nice traveling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s