Trik Menulis Keluhan di Surat Pembaca

Ketika saudaraku mengeluh atas pelayanan manajemen sebuah developer dan ingin memasukkannya di koran, saya jadi inget peristiwa hampir 3 tahun yang lalu ketika menulis ke Surat Pembaca Kompas dan dimuat tanggal 18 September 2008, mengenai keluhan layanan BlackBerry Indosat.

Surat Pembaca (SP) di media (apalagi Kompas, yang merupakan koran dengan tiras tertinggi di Indonesia) memang sangat ampuh sebagai tempat untuk curhat ketika semua pintu pengaduan sudah tersumbat.

     

Ingat kasus SP Kompas mengenai patwal iring-iringan SBY yang arogan? Kasus itu bermula ketika seorang warga Cibubur, Bpk Hendra NS mengeluh di Kompas tanggal 16 juli 2010 dengan judul ‘Trauma oleh Patwal Presiden’. Isinya mengenai perlakuan patwal presiden yang arogan dan betapa banyak warga yang terganggu oleh iring-iringan SBY ketika berangkat dari Cikeas menuju Istana Merdeka, yang membuat banyak pengguna jalan terganggu karena tertahan, dan terakhir, closing statement dari pembaca tersebut sangat menggugah, meminta agar SBY pindah ke Istana Negara sebagai kediaman resmi Presiden, daripada ‘mengganggu’ kelancaran kebanyakan warga ketika iring-iringan presiden lewat.

Tidak menunggu lama, dalam hitungan jam reaksipun bermunculan. Patwal yang bersikap arogan diselidiki, iring-iringan patwal dievaluasi, Presiden SBY memerintahkan pemangkasan jumlah iring-iringan, dan bermunculan wacana agar presiden menggunakan helikopter ketika berangkat kerja ke Istana. Yang jelas, SBY pasti akan lebih rikuh, karena seharusnya Presiden tinggal di Istana sehingga pemerintahan lebih efektif.

Itulah kekuatan media!

Kembali ke keluhan yang pernah saya alamatkan ke SP Kompas 18 September 2008 mengenai Layanan BlackBerry Indosat. Kompas sebagai media dengan magnitude yang besar tidak mudah memasukkan suatu keluhan di SP-nya. Ada ratusan surat dan email  yang terkirim ke SP Kompas setiap harinya, dan pasti hanya sedikit yang terpilih. Inilah tip dan trik agar dapat diterbitkan dikoran:

  1. Masalah harus teridentifikasi dengan jelas. Ada tanggal dan peristiwa, juga nama dan tempat dari orang yang mungkin akan kita keluhkan. Sampaikan secara kronologis. Hal itu untuk menghindari fitnah dan keotentikan dari suatu keluhan.
  2. Jangan bertele-tele, straight to the point, sampaikan dengan kalimat yang menggugah tapi tidak sentimentil.
  3. Lengkapi dengan data diri yang jelas dan data pendukung lainnya. Apabila komplain mengenai BlackBerry seperti yang saya lakukan, maka tanpa dimintapun saya menyertakan billing terakhir abonemen BB saya.
  4. Kirim lewat email dan pos!
  5. (Dan ini yang paling penting, seperti yang saya dapat bocoran dari orang Kompas sendiri, hehehe) Dimonitor! Kompas adalah media dengan teknologi infomasi yang sudah bagus. Sehari setelah email dikirim dan surat diposkan, telponlah redaksinya, tanyakan apakah surat yang kita kirimkan sudah diterima.
  6. Telponlah lagi pada keesokan harinya, belagak pilon, menanyakan ‘kok belum terbit?’, sampaikan juga bahwa secara paralel kita sudah berusaha menghubungi langsung ke perusahaan yang kita komplain, tapi hasilnya nihil.
  7. Apabila masih belum, selang berapa hari kemudian, hubungi lagi ke redaksinya, dan sampaikan bahwa benar-benar mengharapkan bantuan dari media untuk diterbitkan, karena ternyata (yang ini bumbu-bumbunya ya, hehehe) banyak korban lain yang bermunculan. Hal ini akan membawa redaksi dari personal interest ke public interest, sehingga lebih tergugah.
  8. Insya Allah, apabila memang topik yang anda sampaikan bagus, dan dengan dimonitor seperti itu, akan dimuat di Kompas. Pengalaman saya butuh seminggu dan 4 kali telepon sejak email ke SP dilayangkan.
  9. Sebenarnya ada trik yang paling jitu, kalo bisa kenal dengan orang dalam Kompas-nya, apalagi jika kenal dengan Jacob Oetama, pasti deh langsung dimuat, hahaha…

     

Apa reaksi Indosat setelah membaca keluhan saya di SP Kompas 18 September 2008? Sangat luar biasa! Apalagi pas pada waktu keluhan saya dimuat di SP, pada saat yang bersamaan dan di halaman yang sama, Telkomsel sedang pasang iklan setengah halaman mengenai layanan BlackBerry-nya. Keluhan saya mengenai Indosat sama seperti menempelkan tahi di jidatnya Indosat, dan membuat ia malu dihadapan Telkomsel.

Pagi itu juga, saya langsung ditelpon oleh Manager Customer Service dengan suara yang lembut dan menghiba untuk minta jadwal pertemuan dengan saya. Mereka datang dengan membawa langsung team teknis, tak lupa juga membawa merchandise sebagai buah tangan, beughhh… Dengan berbasa-basi mereka juga menyampaikan permintaan maaf atas nama manajemen. Mereka kemudian memberikan hotline number khusus buat saya, bayangkan, padahal biasanya hanya dikasih nomer Customer Service doang. Setelah mereka menyelesaikan masalahnya, mereka minta, kalau bisa menyampaikan dikoran juga kalau masalahnya udah selesai. Hhhmmm, dengan sok jual mahal saya menjawab ‘akan saya pikirkan!’, hehehe…

Keluhan saya di Kompas merupakan kali kedua saya menyampaikan hal yang sama di Media. Pada waktu tahun 1995, saya juga pernah menyampaikan keluhan di Jawa Pos mengenai pelayanan garansi perbaikan rumah dari sebuah developer perumahan di Kota Malang. Keluhan saya adalah banyaknya kekurangan yang harus dibenahi atas rumah yang kakak saya beli di Malang. Developer sudah didatangi berkali-kali, tetapi tindakan yang diambil benar-benar kurang memuaskan.

Dan begitu keluhan saya dimuat di koran. Pagi-pagi sekali, ketika koran yang memuat keluhan sayapun belum sempat saya terima, saya didatangi 2 (dua) orang petugas dari developer. Mereka menyampaikan bahwa mereka ditegor oleh manajemen pusat atas lalainya developer Malang menangani kasus saya. Manajemen minta agar mereka menyelesaikan kasus saya segera, dan jangan ke Surabaya sebelum kasus ini selesai (padahal pada waktu itu mereka diundang meeting ke Surabaya).

Wkwkwkwk, saya tertawa penuh kemenangan dalam hati, saya melihat petugas customer service yang biasa saya temui wajahnya kuyu seakan penuh dosa, dia didampingi langsung oleh atasannya.

Dan hari itu juga perbaikan langsung dilakukan, semuanya dikerjakan tanpa babibu lagi, sempat saya hitung kalau mereka telah keluar berjuta-juta rupiah untuk menyelesaikan keluhan saya. Sebuah pelajaran buat mereka!

Oh ya, bagi yang belum baca SP Kompas yang mengenai patwal SBY, nih selengkapnya:

Sebagai tetangga dekat Pak SBY, hampir saban hari saya menyaksikan arogansi Patroli dan Pengawalan (Patwal) iring-iringan Presiden di jalur Cikeas-Cibubur sampai Tol Jagorawi. Karena itu, saya –juga mayoritas pengguna jalan itu– memilih menghindar dan menjauh bila terdengar sirene Patwal.

Namun, kejadian Jumat (9/7) sekitar pukul 13.00 di Pintu Tol Cililitan (antara Tol Jagorawi dan tol dalam kota) sungguh menyisakan pengalaman traumatik, khususnya bagi anak perempuan saya. Setelah membayar tarif tol dalam kota, terdengar sirene dan hardikan petugas lewat mikrofon untuk segera menyingkir. Saya pun sadar, pak SBY atau keluarganya akan lewat. Saya dan pengguna jalan lain memperlambat kendaraan, mencari posisi berhenti paling aman.

Tiba-tiba muncul belasan mobil Patwal membuat barisan penutup semua jalur, kira-kira 100 meter setelah Pintu Tol Cililitan. Mobil kami paling depan. Mobil Patwal yang tepat di depan saya dengan isyarat tangan memerintahkan untuk bergerak ke kiri. Secara perlahan, saya membelokkan setir ke kiri.

Namun, muncul perintah lain lewat pelantam suara untuk menepi ke kanan dengan menyebut merek dan tipe mobil saya secara jelas. Saat saya ke kanan, Patwal di depan murka bilang ke kiri. Saya ke kiri, suara dari pelantam membentak ke kanan. Bingung dan panik, saya pun diam menunggu perintah mana yang saya laksanakan.

Patwal di depan turun dan menghajar kap mobil sang wartawan, memukul spion mobil saya dan memukul spion kanan sampai terlipat. Dari mulutnya terdengar ancaman,”Apa mau Anda saya bedil?”

Setelah menepi di sisi paling kiri, polisi itu menghampiri saya. Makian dan umpatan meluncur tanpa memberi saya kesempatan bicara. Melihat putri saya ketakutan, saya akhirnya mendebatnya. Saya jelaskan situasi tadi. Amarahya tak mereda, malah terucap alasan konyol tak masuk akal seperti “dari mana sumber suara speaker itu?”, atau “mestinya kamu ikuti saya saja”, atau “tangan saya sudah mau patah gara-gara memberi tanda ke kiri”.

Permintaan saya dipertemukan dengan oknum pemberi perintah dari pelantam tak digubris. Intimidasi hampir 10 menit yang berlangsung tepat didepan Kantor Jasa Marga itu tak mengetuk hati satu pun dari anggota Patwal lain yang menyaksikan kejadian itu. Paling tidak, menunjukkan diri sebagai pelayan pelindung masyarakat.

Karena dialog tak kondusif, saya buka identitas saya sebagai wartawan untuk mencegah oknum melakukan tindak kekerasan. Ia malah melecehkan profesi wartawan dan tak mengakui perbuatannya merusak mobil saya. Identitasnya tertutup rompi. Oknum ini malah mengeluarkan ocehan, “Kami ini tiap hari kepanasan dengan gaji kecil. Emangnya saya mau kerjaan ini?”

Saat rombongan SBY lewat, ia segera berlari menuju mobil PJR-nya, mengikuti belasan temannya meninggalkan saya dan putri saya yang  terbengong-bengong.

Pak SBY yang kami hormati, mohon pindah ke Istana Negara sebagai tempat  kediaman resmi presiden. Betapa kami saban hari sengsara setiap Anda dan  keluarga keluar dari rumah di Cikeas. Cibubur hanya lancar buat Presiden  dan keluarga, tidak untuk kebanyakan warga.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Tips dan Trik dan tag , , , , , . Tandai permalink.

94 Balasan ke Trik Menulis Keluhan di Surat Pembaca

  1. Fajar berkata:

    Thank tas inponya, sukses slalu

  2. slamet mulyono berkata:

    makasih infox bro, aq skrg jga mengalami keluhan dengan bank mandiri, tp abnk mandiri kayakx “lelet” banget dengan masalah sepeleh, apalagi di era IT sekarang

  3. Ping balik: Memberdayakan Publik Lewat “Surat Pembaca” « BINCANG MEDIA

  4. Budi Siswanto berkata:

    Tgl.11 April 2012 JP memuat cover story mengenai perahu pinisi, pada hlm.8 dan 9 tergambar sketsa perahu pinisi dipinggir pantai, nampak terlihat cara pembuatan perahu pinisi dan terlihat 4 ekor gambar binatang babi dipojok kiri gambar, apakah memang masyarakat pesisir pantai Bulukumba memelihara babi, seingat saya mayoritas beragama Islam, suatu gambar bisa menimbulkan persepsi. Terima kasih.

  5. Andry Yuliyanto berkata:

    wah detail juga yaa penjelasannya, makasih buat infonya dan jangan lupa kunjungi

  6. tuti astuti berkata:

    setelah membaca tulisan anda, sy jadi semangat untuk menuangkan permasalahan sy dgn bank mandiri. tapi sy bingung bagaimana menuangkan permasalahannya.. karna sy bukan tipe orang yg pandai menuangkan uneg2 ke bhs tulisan, bukti pengaduan tertulis ke mandiri sy ada, intinya tgl 07 mei 2012 sy melakukan setoran tunai melalui mesin CDM mandiri sebesar rp. 500 rb, kemudian muncul tulisan ” silahkan ambil uang anda” tetapi mulut mesin tidak membuka dan mesin langsung tidak berfungsi, saat itu juga sy melaporkan ke kantor cabang mandiri dan uang sy terkredit 200 rb (setelah 2 minggu melapor ) sisa rp 300 rb yg tertahan di mesin CDM dan sy kembali lagi ke mandiri menanyakan sisa uang tersbt,dan jawabannya sy diminta menunggu lg selama 14 hari kerja mandiri. tetapi sampai sekarang uang sy belm dikembalikan…. lalu bagaimana caranya supaya bank mandiri segera menanggapi permasalahann saya.? sy sudah berkali2 ke kantor mandiri.. tp jawabannya tetap sama.. tunggu 14 hari kerja..

    • ahmadramadlan berkata:

      Nah itu ibu sudah menuliskannya, hehehe. Tulis saja Bu seperti yang ibu sampaikan disini, hanya mungkin perlu ditambahkan tanggal kejadian, nama petugas yang dilapori oleh Ibu, tanggal ibu menerima yang Rp 200.000,- tanggal melaporkannya kembali dan sampai sekarang sudah berapa lama.

      Jangan khawatir mengenai gaya bahasa, nanti dari pihak redaksi korannya akan mengeditnya kembali. Yang paling penting adalah kronologis dan data kejadian, dengan bahasa yang to the point saja dan mudah dimengerti. Selamat mencoba Bu!

      • tuti astuti berkata:

        trima kasih atas masukannya, sangat bermanfaat sekali tulisan anda untuk orang awam seperti saya

  7. Bagaiman cara memasang surat pembaca di Kompas pak ?

    • ahmadramadlan berkata:

      Utk persiapan dan menulis materinya, seperti yang telah sampaikan di blog ini. Kalau menulis di SP Kompas, Bapak alamatkan ke redaksi Kompas, kemudian monitor dengan langkah-langlkah yg seperti saya sampaikan.

      Kalau ada pertanyaan lain yang belum dimengerti bisa Bapak sampaikan..

  8. Yohanes berkata:

    kalo pengaduan tentang kesalahan polisi sektor bisa gak pak? saya sedikit keluh kesal dengan pembuatan Surat Kehilangan Motor saya yang salah ketik, sehingga mengharuskan saya mondar-mandir dari depok-pulogadung untuk mengkoreksi kesalahan ketiknya. ketika saya meminta untuk mengetik ulang ternyata sudah ganti orang/ ganti shift jaga, jadi harus menunggu keesokan harinya. mohon info pak. terima kasih atas bocorannya menulis di surat kabar.

    • ahmadramadlan berkata:

      Kalo permasalahannya udah selesai, sebaiknya bersifat saran saja. Yah begitulah memang Pak, kalo kita berurusan dengan aparat pemerintah, karena dia satu-satunya, dan tidak ada persaingan, sehingga kita bergantung kepadanya. Bapak bisa menuliskannya dengan saran agar di masa depan lebih efektif, tentu hal itu akan lebih mengena dan dapat diterima oleh pihal polsek.

  9. Lia berkata:

    Terimakasih atas sharingnya. Saya termasuk tukang komplain dan biasanya saya akan langsung cari managernya. Syukurlah selama ini komplain selalu didengarkan dan belum perlu dituliskan di koran. Semoga tidak akan perlu.

  10. novie berkata:

    apa suara pembaca bisa membantu untukpermasalahan kasus penipuan berantai ya mas???apa saja yg harus disertakan dalam isi surat pembaca??terimakasih

    • ahmadramadlan berkata:

      Surat Pembaca membantu untuk ‘membangunkan’ dan ‘membuat bergerak lebih cepat’ instansi atau perusahaan yang berwenang. Apabila Mba, menyampaikan secara kronologis penipuan berantai ini, harapannya agar menjadi catatan dan prioritas bagi polisi untuk mengungkap kasus ini, apalagi kalo jumlah yang tertipu banyak.
      Sampaikan secara kronologis, mulai dari awal cerita penipuan itu, sebutkan secara detail nama PT dan alamat serta modus operandi-nya. Sampaikan juga apa yang telah ibu lakukan, dan terakhir, perlu diberikan himbauan agar masyarakat mengetahui modus operandi dari penipuan ini dan jangan sampai menimbulkan korban lagi. Dengan demikian, ibu telah berpartisipasi agar penipuan ini tidak meluas.

      • novie berkata:

        penipuannya dilakukan oleh seorang mahasiswi mas, modus operandi nya menipu para buyer online shop di situs jejaring sosial F***B**K, juga mencatut rekening2 orang lain dan diakui sebagai rekeningnya, agar mendapatkan baju gratis. sampai saat ini korban yg telah ditemukan sangat banyak dan total keseluruhan sampai saat ini sampai 11 juta.. smalam saya meng-email salah satu media L*MP*NGPOST dan RA**RL*MP*NG, tp belum ada respon

      • ahmadramadlan berkata:

        Wah, informasi mba akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Terus tanyakan ke korannya untuk dimuat mba, semoga dalam waktu dekat.
        Btw, kalo gak salah, kita bisa juga sampaikan ke Facebook apabila ada akun yang mengadakan penipuan atau tindakan illegal seperti pornografi dan lainnya. Bukankah ada fitur ‘Laporkan orang/halaman ini?’, saya sendiri belum pernah menggunakannya, tapi mungkin maksudnya untuk hal seperti yang mba alami.

  11. ranna berkata:

    infonya lengkap..
    saya juga sedang mengalami keluhan dengan layanan service blackberry comtech. saya dijanjikan 3 minggu selesai, tapi sebulan lebih, hampir 2 bulan juga belum selesai, kalau di follow up juga bilangnya nanti kami sampaikan di pusat, tetapi sampai sekarang juga tdk ada konfirmasi lagi. apakah solusi yang tepat dimasukkan ke surat pembaca saja yaa?

    • ahmadramadlan berkata:

      Bagus untuk dimasukkan di Surat Pembaca koran. Jangan lupa data yang komplit, seperti surat pengaduan, kartu garansi dan lainnya, sehingga akan meyakinkan redaksi dari surat kabarnya…

      • ranna berkata:

        setelah saya tlp ke customer service dan mengancam untuk memasukkannya kedalam surap pembaca, pihak global teleshop menelpon saya dan mengatakan bahwa blackberry saya sudah selesai, dan dapat diambil. setelah saya ambil dan saya pakai belum sehari, ternyata kerusakannya pun juga masih sama, tidak ada yang berubah. saya menelpon kembali kepada global teleshop surabaya untuk menindaklanjuti kasus saya ini, tetapi jawaban yang diberikan “dibawa kembali saja mbak ke sini, nanti saya lihatnya lagi. kalau tidak dibawa ketempat yang terdekat dengan rumahnya mba saja, nanti masuknya juga sama” saya pribadi benar2 kecewa dengan pelayanan yang diberikan dengan blackberry service comtech / global teleshop. pelayanan yang diberikan benar2 buruk.

      • ahmadramadlan berkata:

        Sebaiknya dibawa lagi saja mba, kemudian tunggu reaksinya, apakah mereka benar-benar akan menindaklanjuti. Sebab kalau tidak dibawa lagi, mereka akan berada pada posisi yang benar, karena barang sudah diambil dan tidak ada keluhan lanjut dari pelanggan, kalaupun ada keluhan dari mba, itu hanya pertelepon dan mereka tidak melihat langsung barangnya, sehingga mereka masih bisa berkelit.

        Saya ikut prihatain mba, tapi mba harus tetap berusaha, kalau bisa minta one to one replacement, alias ganti baru. Temen saya punya masalah Blackberry dengan T*M, langsung dapat ganti baru.

  12. ninik berkata:

    Saya benar2 kecewa dengan perlakuan supir bis OKE EXPRESS dg no pol DK 9095 JE ….bagaimana bisa barang2 sudah diatas bis padahal penumpangnya belum naik ..kok ditinggal pergi ngacir begitu saja….tolong donk untuk P.O nya ditindak lanjuti jangan diabaykan begitu saja

    • ahmadramadlan berkata:

      Mba, mungkin diteliti dulu, apakah ngacirnya itu suatu kesengajaan apa tidak. Dilihat juga, apakah kasus ini sering berulang atau hanya sekali itu saja. Itu saran saya, sebelum dimasukkan ke Surat Pembaca…

      • ninik berkata:

        saya waktu itu berdua dg ibu saya dan kedua anak perempuan saya yang masih kecil2, saya ditawari angkot untuk mengejar bis tersebut …ahirnya bis tersebut saya kejar dengan angkot dan diatas angkot kata sisopir dan kerneknya kejadian seperti saya ini sudah sering terjadi….ahirnya bis berhasil saya kejar dan ngk habis pikir diatas bis saya malah ditertawakan oleh para kru bis dan menyalahkan saya yang katanya kenapa saya ngk cepat2 naik,,,lah kan barang saya ada diatas kursi penumpang no 2 dibelakang sopir….saya harus meneliti bagaimana…

      • ahmadramadlan berkata:

        Tindakan dari sopir tersebut sudah termasuk kriminal Mba, sengaja melalaikan penumpang yang menjadi kewajibannya. Sebaiknya dimasukkan ke Surat Pembaca, agar calon penumpang lebih hati-hati memilih bis dan juga agar manajemen dari bis itu mendapat pelajaran. Usahakan agar disampaikan secara detail, termasuk plat nomer, tanggal kejadian, nama sopir, nama bis dan lainnya.

  13. rizqi fitriana berkata:

    mas,kasus saya…..tgl 1 juni 2012 sy indent Ertiga dengan memberikan uang indent sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) pada salesman Sandy, ditindaklanjuti dg pemberian nota pembayaran uang indent. Tanpa sy tanya, waktu itu salesman menjelaskan bahwa jika terjadi pembatalan ertiga sebelum terjadi perikatan dg pihak leasing maka uang indent bisa dikembalikan 100%, namun jika sudah terjadi perikatan dengan pihak leasing maka uang indent hangus. Akhirnya karena suatu hal sy berniat untuk membatalkan indent ertiga sy pada akhir agustus, yg mana pembatalan tersebut sy sampaikan pada salesman via SMS dan telphone pada tgl 27 Agustus 2012, karena tidak ada respon dr salesman, maka sy mengambil inisiatif utk menelpon dealer Suzuki Perdana Malang di Jl. Letjen Sutoyo dengan no.telp. 0341-494332 dengan penerima telphone mbk Nia, namun sy dijanjikan akan dtelphone pada esok hari krn supervisor yg membawahi salesman Sandy belum masuk kantor dan salesman Sandy sendiri sedang keluar kantor.
    Esoknya, tgl 28 Agustus 2012 sy mengambil inisiatif utk telphone dealer Suzuki terlebih dahulu, selanjutnya oleh mbk Nia dihubungkan dengan supervisor salesman Sandy yakni Bpk. Heri.
    Menurut Bpk. Heri uang indent akan hangus manakala terjadi pembatalan indent baik sebelum maupun sesudah terjadinya perikatan dg pihak leasing, keterangan tersebut tentu sangat membuat saya kaget dan kecewa, kok bisa keterangannya berbeda-beda? sy jelaskan kpd Bpk. heri bahwa sy mendapat penjelasan lain dr salesman Sandy, kemudian Bpk. heri memberikan solusi bahwa sy sebaiknya mengontak salesman Sandy sendiri (tanpa bantuan dr pihak dealer Suzuki Jl. letjen Sutoyo Malang).
    Pada hari yg sama pukul 13.29 WIB salesman Sandy menelpon saya meminta maaf atas pemberian keterangan yang berbeda, dan yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang indent sy tetapi dengan catatan harus menunggu ada pembeli terlebih dahulu untuk mengoper unit tersebut. Ketika sy minta semacam perikatan untuk meyakinkan sy atas keterangan yg dia berikan, dia hanya menjawab “sy pasti kembalikan bu,tp sy butuh waktu”.
    Keingintahuan sy tdk cukup berhenti sampai dsitu, sy lanjutkan dg menelpon Halo Suzuki di nomor 08001100800 pada tanggal 29 Agustus 2012 pukul 08.13 WIB, keterangan dr Halo Suzuki ternyata sama dengan keterangan yg diberikan oleh Bpk. Heri, namun ada sedikit tambahan keterangan lain yaitu semuanya akan dikembalikan lagi pada kebijakan dealer Suzuki di masing2 area.
    Pada tanggal 29 Agustus 2012 sy SMS salesman Sandy untuk memberikan tempo 1 bulan perihal pengembalian uang indent. Pada pukul 10.00 WIB hari yg sama ybs menelpon sy, lagi2 meminta pengertian dr saya agar bersabar menunggu unit terjual, pun sy lagi2 juga meminta semacam perikatan hitam di atas putih, atau minimal bertemu tatap muka agar sy yakin dengan janji yg diberikan oleh salesman Sandy, tetapi ybs Cuma menjawab “sy pasti kembalikan bu, sy tidak akan lari dr tanggung jwb ini”.
    Sampai pd tanggal 3 September 2012 sy SMS salesman Sandy lagi, tetapi tidak ada respon.

    • ahmadramadlan berkata:

      Kalau berdasar pengalaman inden mobil yang saya alami, secara kontrak tertulis (biasanya ada di bagian belakang SUrat Pesanan Kendaraan, yang merupakan bukti inden), apabila keputusan untuk tidak jadi dari pihak pembeli, maka uang indent akan hangus. Kalau saya lihat, atasan dari Sandy dan Halo Suzuki juga memberikan jawaban yang sama. Sehingga, sepertinya, sales Sandy itu hanya ‘promosi’ dari dia agar calon pembeli cepat-cepat untuk memberikan uang indent.

      Mungkin bisa diperiksa Bu, di SPPK-nya, apakah ada keterangan mengenai pengembalian uang indent tersebut. Kalau didalam SPPK benar seperti yang disampaikan oleh Supervisor Heri dan Halo Suzuki, berarti secara tertulis, sebenarnya Ibu berada dipihak yang lemah. Kekuatan Ibu adalah, karena dijanjikan secara lisan oleh salesman Sandy.

      Kalo menurut saya, diselesaikan secara musyawarah, win-win solution, bisa aja Ibu memberikan sekedar tips untuk salesman Sandy.

      Kalaopun akan disampaikan ke Surat Pembaca, tujuan dari Ibu yang utama adalah mendapatkan uang indentnya dengan jumlah yang maksimal. Pertimbangkan jika pihak Suzuki akan memberikan jawaban yang secara normatif dan tertulis dikontrak, maka Ibu akan berada dipihak yang kalah, tapi dengan demikian, akan membuat ‘takut’ Salesman Sandy, sehingga ia akan lebih cepat untuk mengembalikan.

      Kalo alasan untuk menunggu unit yang laku seperti yang disampaikan oleh Sandy, sepengetahuan saya, Ertiga termasuk produk laris yang harus antre berbulan-bulan untuk mendapatkan unitnya, sehingga rasanya agak janggal.

  14. rizqi fitriana berkata:

    SPPK hanya menyantumkan perihal hangusnya down payment jika terjadi pembatalan baik sebelum maupun sesudah terjadinya perikatan dg pihak leasing, bukan perihal hangusnya uang indent, ada saran dr mas ahmad?

  15. cahayaratna berkata:

    mas, coba ya menempatkan diri di posisi customer service yang juga manusia, terus harus dipecat gara gara pelanggan yang tidak ngerti prosedur atau yang sok kuasa dan egois. tiap lembaga punya yang namanya prosedur kerja. kecuali kalo bersikap kurang ramah ya okelah tapi kalo gara gara aturan kerja di perusahaan trs anda mengadu lalu si customer service yang diberhentikan. itu namanya mencelakakan orang

    • ahmadramadlan berkata:

      Saya pernah bekerja di perusahaan jasa, dan di slip gaji saya tertulis ‘My Salary Comes from Customer’, maksudnya dari manajemen agar kita selalu memperlakukan customer dengan baik. Selain itu, selalu dikatakan, bahwa complaint dari Customer adalah bukti cinta customer kepada perusahaan kita. Bapak bisa bayangkan, apabila ada customer yang tidak puas, tetapi dia diam saja tidak complaint, tapi malah menyebarkannya ke teman-temannya ato orang lain untuk tidak memakai produk itu, justru kita tidak mengetahui ‘kelemahan’ kita dan malah perusahaan tersebut pelan-pelan mati dengan sendirinya. Berapa banyak orang yang menjadi tidak mempunyai pekerjaan karena hal tersebut.

      The right man on the right place. Bisa saja sang Customer Service tersebut tidak cocok bekerja dibidang tersebut, dan mungkin malah akan jauh lebih berkembang bila ada di bidang yang lain.

  16. lucia berkata:

    Mas, thanks sharingnya. Kebetulan saya niat nulis SP Kompas dan sedang mikir2 gimana memulainya. Mohon masukannya mas. Surat yg akan saya tulis ada kaitannya dgn iklan baris di harian Kompas tentang lowker sebagaii Data Entry dgn gaji jutaan dan bs dilakukan dirumah. Untuk orang yg memang sedang butuh, tentu hal itu menarik. Setelah wawancara, saya diminta ikut training selama 3 hari dan ternyata bergabung dengan sekitar. 20 orang lainnya. Hari pertama training, tdk ada masalah, isinya company profile dan sedikit menyinggung ttg kerja sebagai Data Entry, tetap dgn iming2 gaji besar. Hari kedua mulai janggal, karena materi training seperti mengarahkan untuk menjadi pialang. Tahu2 teman yg duduk disebelah memberitahukan ada SMS dari temannya yg merujuk pada berita2 di internet tentang perusahaan tersebut. Akhirnya saya search dan benar, posisi Data Entry itu sebenarnya adalah fiktif, karena pada akhirnya pelamar hanya akan diarahkan untuk menjadi investor atau mencari calon investor. Maka saya memutuskan utk tidak datang di hari ketiga tapi tetap memantau dari teman yg memutuskan utk tetap datang. Kesimpulannya sama, tidak akan pernah ada posisi Data Entry tersebut. Sebetulnya secara logika memang tak masuk akal : perusahaan akan mengirim file PDF kpd Data Entry yg akan mengetik ulang dalam bentuk Excel untuk dikirim ke KBI. Bagaimana mungkin file yg katanya confidential harus dikirim dalam format excel yg notabene bisa dirubah2 oleh orang lain. Bukankah seharusnya dengan format PDF ?
    Nah mas, masalahnya PT tersebut tidak fiktif alias resmi, terdaftar dan memiiliki akreditasi bagus. Bagaimana bisa mereka berlaku seperti itu? Tak ada kerugian materi disini, kecuali terlanjur termakan iming2 gaji besar sebagai Data Entry dan waktu dan ongkos kesana yg harus dikeluarkan. Saya hanya tak rela lebih banyak org yg tertipu juga. Walau kalau di internet sudah banyak sekali yg merasa tertipu. Bagaimana menurut mas, cara saya memberi peringatan pada pembaca Kompas yg pasti juga akan membaca iklan baris PT tersebut yg sangat gencar.
    Thanks a head ya mas…

    • ahmadramadlan berkata:

      Saya sangat setuju agar mba menuliskannya di Kompas. Isinya bukan komplain, tetapi paparan objektif terhadap isi iklan yang sering saya lihat seperti itu, sehingga pembaca dapat menarik kesimpulannya sendiri.
      Awali dengan informasi bahwa mba membaca dari Kompas tanggal sekian yang berisi iklan tersebut. Terus kronologisnya, kalau kemudian mba mengikuti training tersebut dan seterusnya. Sampaikan kesimpulan bahwa isi dari training sama sekali tidak sesuai dengan iklan dan itulah yang dirasakan oleh sebagian peserta training yang merasa ‘tertipu’, dan sampaikan agar pembaca hati-hati apabila membaca iklan yang seperti itu.
      Usahakan agar tidak muncul kesimpulan atau kata-kata ‘tertipu’ dari mba, karena itu sudah bersifat ‘menghakimi’ dan mungkin bisa timbul permasalahan hukum, tetapi agar pembaca yang bisa mengambil kesimpulan sendiri dari SP mba.
      Saya rasa, Kompas seharusnya memuat SP mba..

  17. Siauw Ling berkata:

    minta email nya sp kompas donk / jw pos

  18. ifa berkata:

    tapi skrg indonsat paling laku lohh, mereka bangkit karena kegagalan dan keluhan dari orang2 seperti anda :D

  19. ifa berkata:

    tapi skrg indosat paling laku lohh, mereka bangkit karena kegagalan dan keluhan dari orang2 seperti anda :D

    • ahmadramadlan berkata:

      Alhamdulillah kalo begitu. Memang komplain dr customer itu modal yg baik dan justtu sebanarnya customer yg suka komplain adalah customer yg peduli, coba kalo misalkan customer itu tidak komplain tp lebih suka mutusin untuk tidak berlangganan lagi dan juga. Customer tersebut bercerita ke yg lain kan malah lebih berbahaya buat perusahaan. Alhamdulillah. Kalo Indosat semakin maju.

  20. aryana berkata:

    Maaf mau tau email kmana atau nomor telpon kompas nya jika ingin memasukkan surat pembaca.saya ada masalah dengan axa mandiri..via telemarketing seenaknya membuatkan asuransi tanpa seijin saya..

  21. fika berkata:

    apa dengan melontarkan kejadian-kejadian itu melalui surat pembaca, tidak di tuntut ??

    • ahmadramadlan berkata:

      Saya sebutkan didalam artikel untuk menuliskan sesuatu yang ingin kita keluhkan harus detail, seperti nama, tanggal kejadian dan permasalahannya apa, untuk menghindari fitnah. Selain itu, pihak redaksi akan menyeleksi surat yang masuk dan mengubah redaksinya, yang berarti berlaku juga sebagai filter. Saya rasa apabila kita sudah memenuhi prosedur, tidak akan dituntut oleh pihak yang kita komplain, karena dia juga mempunyai hak untuk menjawabnya…

  22. alam berkata:

    tgl 30/9/12 saya beli cas battre porteble di toko orion tekno zone galaxy mall surabaya dengan garansi jika ada kerusakan dlm satu bln ganti baru enam bulan sprepart n perbaikan… akan tetapi tgl (-+)2/11/12 barang tsb rusak tdk bisa di pakai dan tgl(-+)10/11/12 barang tsb saya bawah ke toko orion di terima oleh spg amel. Dgn meninggalkan no tlp nanti saya akan di tlp janjinya. Saya menunggu lama hingga tgl 26/11/12 saya coba tlp contak person ibu serly tetapi bliau bilang bawah brng saya tsb tdk bisa di perbaiki hingga saya dpt sms akan di kenakan biaya 200rb tetapi saya menolak karna saya pikir brng tsb masih bergaransi. Dan tgl 29/11/12 barang tsb diberikan ke saya dlm keadaan semula tanpa adanya perbaikan. Di mohon untuk pembaca hati2 beli gaget di orion teknozone galaxy mall sby.

    setelah yg saya tulis itu gmn lanjutanya gan….. blz ke email ya gan… thx

  23. alex berkata:

    Ada yg tau email kompas untuk surat pembaca?

  24. yenny berkata:

    saya sangat kecewa dengan pelayanan my salon premiere di TP, tgl 06/01/13 kemarin saya mengantarkan pacar saya potong rambut karena bingung akhirnya di dpn salon ditawari tukang potongnya sebut saja mas A, selesai potong kita msh jalan2 dulu waktu makan di KFC ada kaca besar di situ tampaklah potongan rambut yang tdk sama akhirnya kita memutuskan kembali di salon tsb. sesampainya di salon kita berkeluh kesah bahwa potongannya tebal sebelah tp pegawainya yg ada bilang kita tidak bisa membantu karena transaksinya bukan sama kita, tukang potongnya mas A sudah pulang besok off jadi hari selasa situ kembali lagi, sampe saya gregetan saya pjm gunting saya betulkan sendiri juga tdk blh katanya tidak bisa membantu krn ada cctv nya diatas. ke salon malah bukan baik tambah parah, kapok deh potong di sana lagi

  25. suyan berkata:

    bagusan mana ya pake inisial atau sebut langsung nama tokonya?
    saya beli ponsel di salah satu dealer resmi ternama beberapa bulan lalu tapi ternyata saat saya ke servis centre ponsel saya, dengan maksud ingin meng-upgrade software, saya dapat info klo ponsel saya sudah out of warranty (padahal ponsel tsb baru berumur 7 bulan). usut punya usut ternyata data ponsel saya yang ada d servis centre tersebut, ponsel saya itu pernah d servis 2x.dan nama pembelinya bukan nama saya, dan tanggal pembeliannya 13 bulan yang lalu. dengan niat untuk mengajukan komplain k toko tempat saya membeli ponsel untuk mengubah tanggal pembelian, pihak servis centre akhirnya bersedia mengeluarkan printed-out warranty claim tersebut.
    dan ketika saya ke toko tersebut dengan membawa bukti printed-out, pihak toko pun mengganti ponsel saya dengan yang baru dengan tipe yang sama. meski tanpa permintaan maaf dan tidak diterima dengan baik d toko tersebut, saya terima ponsel tersebut tanpa banyak komplain.
    10 hari kemudian saya pun kembali k servis centre untuk meng-upgrade software. tapi ternyata saya kembali menemukan hal yang sama. ponsel baru itu ternyata pernah ganti mesin. dan tgl pembelian yg ada d servis centre adalah 6 bulan lalu padahal ponsel baru itu baru saya terima dan buka pada 10 hari yg lalu di toko tempat saya beli. tapi saat saya meminta bukti printed-out, mereka tdk bersedia memberikannya dengan alasan rahasia perusahaan. dan karena kwitansi pembelian saya d ambil oleh pihak toko dan diganti dengan struk retur penjualan akhirnya saya pun hanya bisa gigit jari.
    saya ga minta banyak koq saya cuma minta hak saya karena saya beli dengan harga baru ya saya berharap barang yang saya beli itu baru bukan barang second. klopun ya barang second ya juallah dengan harga second.
    apa dengan tanpa bukti konkrit, saya bisa mengeluhkan peristiwa yang saya alami ini ke surat pembaca? saya masih punya kertas warranty claim pertama c.. (ponsel yang lama). apa sebaiknya menggunakan inisial atau langsung sebut saja.
    mengingat kasus prita, jujur saya takut akan dikenai kasus pencemaran nama baik.

    • ahmadramadlan berkata:

      Saran saya, kalau bisa diselesaikan melalui tokonya, selesaikan saja. Tapi apabila gak bisa, dapat melalui surat pembaca. Sebutkan saja langsung merk, toko dan nama petugasnya. Berikan data sedetail mungkin untuk menghindari fitnah dengan menyampaikan bukti yang ada. Kalau saya lihat dari kronologis tersebut, penyampaian kronologis sudah baik disampaikan juga detail penerimanya, tanggal peristiwa masing-masing kejadian dan lainnya. Kekhawatiran saya, kejadian yang saudara alami merupakan modus operandi penjualan barang-barang kanibal yang kelihatannya baru, tetapi didalamnya adalah barang lama.

      Ikut prihatin atas kejadian yang menimpa saudara!

  26. molsini galsia berkata:

    saya baru saja mengirim keluhan saya by email..besok akan saya kirim via pos,isinya kekecewaan saya terhadap BII,.mudah2an cepat dimuat…thanks masukannya.

  27. dyana berkata:

    Saya beli hp beyond tanggal 23-12-2012 pada hari sabtu 2 maret saya bawa hp beyond ke service center karena tidak bisa di charge dengan estimasi perbaikan selesai hari senin tgl 4 maret. ditunggu2 sampai hari jum’at tidak ada kabar padahal saya menyimpan nomer yg bisa dihubungi.esok harinya saya datang lgsg menanyakan hp saya, cs nya bilang tetep tidak bisa dicharge walaupun ganti batere baru..nah loh 1 minggu ini emg ga diperbaiki hanya dicoba pakai batere baru? csnya bilang coba dulu pake batere baru yang saat itu batere keadaan full. karena lagi butuh untuk sarana informasi juga saya bawa pulang hp.

    setelah batere habis memang tidak bisa dicharge karena belum diperbaiki, lalu saya kirimkan saran untuk lebih memperhatikan layanannya melalui email ke service beyond dan ditanggapi dengan baik. hari senin saya ditelepon pihak CS untuk membawa kembali Hp saya, hari rabu 13 maret saya masukan kembali hp saya. dan hp saya harus dikirim kejakarta untuk diperbaiki dengan estimasi perbaikan tidak ditentukan walaupun saya tanya. selang 2 minggu suami saya telepon ke cs untuk menanyakan hp cs bilang tgl 15 maret sudah beres dan sudah ada di bandung tapi rusak lagi sehinnga tanggal 20 dikirim lagi ke jakarta. saya kirim email lagi ke jakarta untuk menanyakan estimasi perbaikan, hanya ingin tahu sampai kapan saya harus menunggu sampai hp selesai tapi tidak ditanggapi.

    kasus seperti ini apa bisa dikirim ke surat pembaca? soalnya kalau tidak komplain takutnya masalah serupa terjadi pada sepupu saya, selama 3 bulan tidak diperbaiki dan tidak ada kabar tentang hp ( merk HT ) yg di service. akhirnya dibawa pulang karna kesal dan jadi pajangan dirumah

    • ahmadramadlan berkata:

      Kalo segala cara sudah dilakukan agar kita mendapatkan haknya, maka menulis di surat pembaca bisa menjadi alternatif agar mempunyai efek ‘gedor’ bagi penjual untuk lebih memperhatikan customernya.

  28. wahyu berkata:

    selamat siang semua nya

  29. wahyu berkata:

    Selamat siang semua nya….a

    salam sejahtera bagi kita semua…

    ass. wr. wb..

    Saya adalah salah satu konsumen pengguna mobil produk TOYOTA untuk type AVANZA ALL NEW….. Saya mengambil unit avanza ini di Dealer Selamat Lestari Mandir Kota Sukabumi, dimana pada saat pemesanan unit banyak sekali yang di janjikan bonus nya oleh Sales counter di dealer tersebut, dan pada saat unit sudah di terima, ternyata janji tersebut hanyalah isapan jempol belaka. data kendaraan saya AVANZA NEW, SILVER, 1300 cc,TYPE G No.Pol : F 1881 TU dimana 1 bulan kemudian kendaraan saya mengalami kecelakaan, tepat nya tanggal 3 januari 2013, setelah itu saya coba hubungi ke pihak asuransi dimana yang saya tahu pihak asuransi nya adalah ACC yang berada di kota sukabumi, tapi sangat di sayangkan ternyata dari pihak ACC tidak mau membantu dengan alasan bahwa kendaraaan saya untuk asuransi nya itu di tangani oleh Asuransi Ramayana yang terletak di kota bogor, dengan sangat kecewa saya hanya ingin kendaraan saya selesai perbaikan cepat. alhasil saya membawa kendaraan saya ke bengkel rekanan toyota sukabumi yaitu di RMK sukabumi, cikondang, kota sukabumi. setelah melakukan contact dengan pihak ramayana dan setelah saya melaporkan kejadian kecelakaan yang di alamai kendaraan saya, maka di ambil jalan tengah dengan memperbaiki dulu kendaraan saya dan kemudian di ganti oloeh asuransi.. yang sangat saya kecewakan dari asuransi RAMAYANA ini adalah

    1. Pada saat kejadian TIDAK ADA orang dari Pihak asuransi RAMAYANA untuk mengecek kendaraan saya setelah kecelakaan yang meninmpa saya…..

    2. Sangat di sayangkan sekali bahwa Pihak Asuransi RAMAYANA tidak memberitahukan kepada saya kelanjutan dalam proses asuransi saya.

    3. Terhitung mulai tanggal 3 januari 2013 sampai sekarang bulan Mei 2013 belum sama sekali ada penggantian untuk claim asuran nya….

    Sungguh sangat mengecewakan sekali pihak asuransi ramayana inio tidak bisa menyelesaikan masalah yang sampai berlarut-larut seperti ini,….

  30. Erza Nabila Achdiar berkata:

    Maaf, saya ingin sharing tentang pengalaman saya naik Kereta kemarin.
    Saya akan pulang ke Bandung dari Jogja bersama teman saya. Namun, saya harus turun di stasiun Kutoarjo pada sekitar pukul 21.30 karena ada kesalahan tanggal pada tiket. Saya membeli tiket KA Malabar Jogja-Bandung pada 25 Maret 2013. Seingat saya, saya menulis tanggal perjalanan pada formulir pembelian tiket KA di stasiun Kiaracondong untuk 26-MAY-2013. Namun, ternyata tanggal keberangkatan yang tercetak adalah 26-MAR-2013.
    Saya ingin melakukan kroscek untuk memastikan, namun tiket saya dibawa petugas stasiun Kutoarjo dan saya hanya mempunyai foto tiket perjalanan saya. Apakah saya bisa mengecek kembali formulir yang sudah saya tulis ke stasiun Kiaracondong?
    Dan ternyata, kesalahan seperti ini bukan yang pertama dari pihak KAI (ada penumpang KA Malabar kemarin yang pernah mengalami hal serupa). Saya sudah kontak PT. KAI via twitter, namun KAI belum lagi merespon keluhan saya.
    Apakah keluhan ini bisa dikirim ke media cetak? Atau saya harus melakukan kroscek ke stasiun Kiaracondong terlebih dahulu? Karena jujur, saya takut mendapat tuntutan seperti kasus Prita sebelumnya. Saya mengeluhkan ini bukan untuk mendapat ganti rugi materi. Saya hanya ingin berbagi dengan pengguna KA lainnya agar lebih berhati-hati jika melakukan pembelian tiket di stasiun. Terimakasih sebelumnya

    • ahmadramadlan berkata:

      Bisa saja mba, dimasukin ke Surat Pembaca, dengan tujuan utama, agar pembaca lebih berhati-hati apabila membeli tiket KA. Secara paralel, sebaiknya mba juga terus menghubungi pihak PT KAI untuk mendapatkan penyelesaian. Btw, akhirnya bagaimana? Soalnya kalo saya lihat kan tiket sudah tercetak untuk tanggal 26 Maret 2013, artinya sudah terlewat kan?

      • Erza Nabila Achdiar berkata:

        Rencananya saya akan ke stasiun Kiaracondong besok karena sampai skrg belum mendapat konfirmasi lagi dari twitter KAI.
        Tapi, menurut penumpang KA Malabar yg menceritakan pengalamannya kepada saya, pihak KAI tidak mau bertanggungjawab dan menyerahkan tanggungjawab tersebut pada staffnya. Jadi agak malas mengurusnya sih setelah dengar kejadian itu hehehe
        Iya, sudah terlewat 2 bulan dari tanggal yg tercetak di tiket. Akhirnya saya turun di stasiun Kutoarjo karena dan melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan bis karena semua tiket KA menuju Bandung sudah habis untuk malam itu.

  31. devi berkata:

    Mas, saya kecewa dengan nexmedia. Pada bulan MAret 2013 saya berlangganan ketika ada pameran di Kalibata Mall, marketing yang bertugas saat itu menginformasikan kalau di daerah rumah saya (Bekasi) bisa terjangkau mereka, namun saya masih ragu, akhirnya saya bilang kalau saya mau berlangganan satu bulan dulu kalau bagus akan saya pindah ke satu tahun (karena lebih murah 1 tahun). Marketing infokan kalau saya pindah jadi 1 tahun biaya 1 tahun dapat langsung dikurangin biaya deposit karena kalau berlangganan 1 tahun gratis deposit. Setelah saya coba, walaupun terkadang putus-putus dan banyak channel yang tidak ada, saya pikir itu resiko karena lebih murah dari TV berbayar lainnya. Akhirnya saya putuskan berlangganan 1 tahun dengan telp dan kirim email ke cs dan akhirnya dihubungi bahwa saya bisa berlangganan 1 tahun dan bayaran dikurangi biaya deposit seperti yang dijanjikan marketing yang di Kalibata Mall. Tapi bulan depannya saya ditagih namun saya diamkan saja karena saya merasa sudah bayar, akhirnya tayangan diputus, saya kaget dan menghubungi cs, ternyata saya dikira kurang bayar padahal sudah saya jelaskan itu dikurangi deposit. Untungnya saya dibantu cs nexmedia yang di facebook, akhirnya tersambung kembali, tapi kemudian bulan depannya saya kembali menerima tagihan dan kali ini jumlahnya berbeda… Saya sangat bingung dengan administrasi Nexmedia yang tidak profesional dan saya sangat tidak nyaman saya beri kesempatan kepada cs nexmedia yang di facebook untuk mengurus itu, kalau tidak bisa juga terpaksa saya hentikan berlangganan walaupun saya baru berlangganan beberapa bulan dengan biaya tahunan…

  32. abdul rohim berkata:

    Thanks untk infony bro…saya jg mengalami kekecawaan yang SANGAT terhadap TV berlangganan NEXMEDIA,smua tdk semanis janji awal,hampir sudah 2 bln uang Deposit saya bagaikan lenyap ditelan NEXMEDIA…sudah berbagai cara sy lakukan tp sampai detik ini tidak ada pertanggung jwb PT NEXMEDIA.padahal tepatny 1 Juni 2013 customer care ny lngs yg menghub saya akan dikembalikan uang deposite yg saya jaminkan pada pemasangan awal.Tetapi sungguh ironis PT NEXMEDIA yg sudah sngt dikenal itu hanya dapat MENIPU customerny…Sungguh ironis…dr mulai email telp ke oprt smpai akhrny sy sudah muak dgn waktu yg hny sekedar janji…So untuk teman2 smua pikir berkali2 klo mau menjadi member TV BERLANGANAN NEXMEDIA.

    • ahmadramadlan berkata:

      Silahkan dimasukkan dimedia aja Bro, dengan harapan agar ada pemecahan masalah, perbaikan internal ubtuk NEXMEDIA dan juga menghindari adanya korban lain selain mas Bro. Tinggal dipertajam aja datanya dengan tanggal kejadian,kapan menghubungi Nexmedia, siapa yangmenerima dan lainnya, sehingga apa yg disampaukan bener2 bersifat fakta.

  33. bebta berkata:

    Mas, apabila saya hendak menyampaikan apresiasi kepada 2 restoran yang dengan cepat menanggapi keluhan saya apakah akan dimuat ya? Terus terang saya senang dengan respon mereka, dan saya menulis ini tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Saya ingin penyedia jasa lainnya, terutama jasa makanan dan minuman, bisa lebih terpacu dalam meningkatkan kualitasnya, baik kualitas makan dan minuman maupun kualitas jasanya.

    • ahmadramadlan berkata:

      Seharusnya memang harus beimbang, tidak hanya memberikan punishment, tetapi juga reward apa memang memberikan servis yang luar biasa. Saya pernah membaca di harian Kompas (kalo gak salah) pada suatu hari diterbitkan Surat Pembaca yang isinya berupa apresiasi.
      Untuk memberikan apresiasi, sebaiknya disampaikan secara spesifik apa yang telah dilakukan oleh pemberi jasa tersebut. Saya rasa Kompas akan menerbitkannya. Sebagaimana sifat jelek, sifat baik itu juga menular. Alangkah baiknya apabila kita menularkan sesuatu yang baik dan positif! :-)

  34. siwa berkata:

    salam kenal mas
    Mas saya ada keluhan pada Bank mandiri, kronologisnya saya ada mendapat dana cash yang diambil dari kartu kredit mandiri platinum yang dicicil selama 1 tahun. saya medapatkan dana itu dalam 2 tahap tapi saya lupa bulannya, selain itu sebelumnya saya juga sudah punya pinjaman dari kartu kredit mandiri titanium. Karena rentang waktu pembayaran cicilan pertama dari kartu kredit platinum ada 1 bulan lebih saya lupa membayarnya, yang saya tetap bayarkan cicilan dari kartu kredit titanium. Pada tanggal 12 agustus 2013 pihak mandiri menelepon saya dan menyatakan saya udah terlambat membayar cicilan selama 2 bulan , saya kaget dan bingung ini pinjaman yang mana? akhirnya saya telpon balik ke mandiri call pada tanggal yang sama untuk menanyakan hal ini, kemudian setelah mendapat penjelasan dari personil yang bernama Kaila saya bertanya balik mengenai lembar tagihan yang belum pernah saya terima sekalipun, personil mandiri call menyatakan sudah saya terima yang pertama tgl 21 juni 2013 yang menerima saya langsung, kemudian tagihan yang kedua diterima pada 24 juli 2013 oleh rekan saya/satpam di kantor saya. Karena saya sama sekali belum pernah menerimanya saya ajukan komplain dan minta dikirimkan bukti penerimaan lembar tagihan yang pertama, dari pihak mandiri call membuat laporan komplain oleh personil yang bernama kaila dan berjanji akan mengirimkan bukti tersebut melalui email saya dalam waktu 3 sampai 5 hari kerja, kemudian pada hari yang sama saya membayarkan tagihan yang tertunggak tersebut. yang membuat saya kecewa sampai tanggal 2 September 2013 saya tidak ada menerima email tersebut dan juga tidak menerima lembar tagihan untuk pembayaran bulan September dan atas inisiatif sendiri saya membayarkan tagihan yang bisa diliat di mesin atm. Pada tanggal 3 september 2013 saya telpon kembali ke mandiri call diterima oleh personil yang bernama Jingga untuk menanyakan mengapa tagihan saya belum sampe dan bagaimana tindak lanjut komplain saya tersebut, dari personil menjelaskan sudah di teruskan laporan komplain ke bagian terkait dan sudah di email ke kurir agar mengirimkan bukti penerimaan melalui email. Namun sampai tanggal 3 september dari pihak kurir tidak ada mengonfirmasikan kalau email tersebut sudah dikirim atau tidak dan dari pihak mandiri juga tidak ada melakukan follow up. Kemudian personil tersebut menjelaskan akan ditindak lanjuti hal ini segera dan menyuruh saya menunggu dalam 3 sampai 5 hari kerja lagi dan bila tidak ada kelanjutannya, saya harus menghubungi mandiri call lagi dan akan disuruh menunggu lagi 3 sampai 5 hari kerja. Menurut saya akan terus seperti ini tunggu telpon tunggu telpon. Menurut mas bisa tidak saya masukan ke surat pembaca dan gaya bahasanya perlu diperbaiki dimana?

    terima kasih mas

  35. momod2509 berkata:

    mas, saya ingin bertanya, saya ada permasalahan dengan sertifikat rumah di Griya permata 2 Medan yang saya KPR, saya mengambil KPR di bank BTN Syariah, pada saat akad kredit bulan November 2011 pihak bank dan notaris yang ditunjuk bank mengatakan 6 bulan dari tanggal akad saya disuruh datang ke bank untuk melihat dan memfoto copy sertifikat rumah saya (sebagai bukti rumah tersebut sudah atas nama saya). Enam bulan kemudian saya datang ke bank namun pihak bank mengatakan belum siap. Selanjutnya dalam beberapa bulan sekali saya telpon ke petugas bank yang bernama pak Baskoro , namun jawaban yang saya terima tetap belum siap dari BPN, saya telpon lagi beberapa kali akhirnya masalah tersebut diserahkan ke personil yang bernama Bapak Olmo. Selanjutnya saya berhubungan dengan bapak Olmo dari bapak ini saya mendapat jawaban yang sama yaitu belum siap dan pihak bank telah follow up ke Notaris yang bersangkutan, beberapa bulan kemudian saya telpon lagi dan mendapat jawaban yang sama dan mereka terus push ke notaris. terakhir saya telpon bulan September 2013 ini dan mendapat jawaban yang sama, kemudian saya mencoba memberikan sedikit shock terapi saya bilang ke Bapak Olomoan itu saya akan komplain notaris itu ini ke surat pembaca, lantas respon dari personil tersebut bilang sabar dulu akan di push agar punya saya diprioritaskan. menurut mas apa yang harus saya lakukan sekarang?. terima kasih

    • ahmadramadlan berkata:

      Kalo menurut saya sebaiknya menyampaikan protes dulu secara tertulis dan formal kepada pihak notarisnya. Dengan secara formal, disertai kronologis dan tanggal-tanggal tersebut terlihat bahwa Notaris tersebut tidak menepati janji dan sudah berjalan hampir 2 tahun. Apabila secara formal dan tertulis belum juga dapat tanggapan, maka dapat menulis di surat pembaca, disampaikan juga dalam surat pembaca tersebut kalo agan udah melakukan usaha berkali-kali termasuk langsung memberikan surat tertulis dan formal kepada notarisnya tetapi belum dapat tanggapan yang memuaskan, lampirkan juga surat keluhan tersebut ke redaksi Surat Pembaca. ini saran dari saya.

  36. bambang berkata:

    PERMISI SAYA MAU BERTANX DAN SAYA MENGALAMI MASALAH DGN TAGIHAN PDAM SAYA
    begini mas tagihan PAM saya membengkak sampai 4 kali lipat dari biasanx
    SAYA sdh adukan ke kantor PDAM surabaya
    dan pihak PDAM mlh bilang memang gak da petugas yg meyatat meteran PAM saya
    dan saya tanxkan ke pihak terkait kata dia hanya memakai rata2 dari jumlah pemakaian sebulumnx
    dan tu trs d tambahkan ma pihak PDAM
    dan kata pihak terkait bulan depan br ada petugas yg datang tuk meyatat meteran pam saya
    da petugas yg lama d pindahkan
    dan petugas PDAM d ktr bilang bahwa yg mencatat meteran saya loh gak tau rmh saya dan alamat saya
    tu jawaban yg q terima dari pihak dan KANTOR PADAM SURABAYA
    yg membuat bingung saya gak da petugas kok bs meyatat hsl meteran d rmh saya
    mkasih sebelumnx tlg d infokan lbh lanjut

    • ahmadramadlan berkata:

      Saya pernah mengalami hal serupa, tapi kasusnya salah mencatat, sehingga tagihan berkali lipat membengkaknya. Biasanya kita membayar dulu, atau tetap mencicil selama proses investigasi dilakukan. Dan apabila terbukti bahwa catatan dari PSAM yang salah, uang biasanya dikembalikan atau dijadikan deposit pembayaran kita.

  37. Shirley berkata:

    Bagus banget tuh.. Bisa minta tolong kasih info cara Kirim keluhan ke suara pembaca jawa pos gimana caranya ya? Soalnya saya Mau Kirim ttg kekecewaan saya terhadap tempat belanja care4.. Thanks

    • ahmadramadlan berkata:

      Sama saja Bu caranya, bisa lewat email dan surat atau dua-duanya. Isi surat atau email Ibu harus jelas dan kronologis sehingga tidak terkesan fitnah. Masalah bahasa, biasanya nanti diperbaiki oleh tim redaksi. Dan jangan lupa menyertakan semua dokumen pendukung untuk lebih meyakinkan pihak JP.

  38. ihda berkata:

    saya sudah kirim pengaduan ke surat pembaca kompas, apa saya bisa mengirimnya juga sekalian ke surat kabar lain ke jawa pos. Menyalahi aturan apa tidak?

  39. trianggono berkata:

    terima kasih infonya. saya juga ada kasus dengan bank mandiri/mikro mandiri. jadi saya belum pernah berurusan dengan bank mandiri/mikro. dari sejak saya buka rekening. namun saya masuk daftar hitam.sedangkan hasil ceking bi saya bersih. anehnya kenapa di mandiri saya di blaclist. tapi di bank indonesia saya bersih. setiap utang saya di bank lain lunas. kalo saya lapor ke sp melalui telpon bisa ga..?
    masalahnya saya kerja. dan saya sudah banyak cuti gara2 ngurusin mandiri tapi ga selesai permasalahan saya. saya sangat di rugikan sekali dengan adanya kejadian ini. kalaupun nantinya saya di minta data2 bekas kejadian ini saya siap.

    • ahmadramadlan berkata:

      Kalo pertelepon sepertinya gak bisa Bro :-) Namanya aja Surat Pembaca, ya melalui surat-lah atau e-mail. Sperti diketahui, koran sekarang kan menjadi media untuk komplain, jadi banyak sekali orang yang mengirim surat keluhan melalui SP. Dan disinilah SP akan menseleksinya.

  40. Gelora bungtomo melakukan pemutusan kontrak besar besaran.yg bikin janggal.pemutusan gk berdasarkan pada aturan.anak gk pernah masuk kerja.tapi masih saudara dewan dr parpol PDI P. Tetap d perpanjang sedangkan klo d luar parpol hengkang semua.EDI SANTOSO selaku PLT jg gk mau tau asal jabatan aman.dia juga gk memperdulikan nasib gedung semega itu hancur tanpa ad tindakan.dan juga semua karyawan d minta bayar agar aman gk d putus kontrak.ad yg 10jt,20jt.gelora bung tomo
    Jadi ajang bisnis para pejabat untuk memperkaya.klo mau aman harus merapat ke SAIPUDIN YUHRI.anggota dewan PDIP.memang gelora bungtomo milik anggota dewan.EDI SANTOSO memang gk pantas jadi pimpinan.waktu pemafingan sertu gelora bungtomo malah d keruk d bawah keluar Lebih dari 20 damtruck .sekarang bekas pengerukan itu bagai tambak.

    • ahmadramadlan berkata:

      Kalau ada bukti-bukti yang kuat seperti tanda terima, kesaksian dari korban, foto-foto atau dokumen lain bisa dilaporkan Gan, sepertinya termasuk penyalahgunaan wewenang dan korupsi.

  41. wandi berkata:

    Klo dikirimnya cuma lewat email tanpa disertai surat pos gmn ya mas? Atau harus dgn surat pos juga? Makasih

    • ahmadramadlan berkata:

      Seperti kompas, dia tidak mempersyaratkan dengan surat pos. Tapi kalo menurut saya ada baiknya dengan pos juga sebagai back up dan untuk menunjukkan keseriusan kita dan juga sebagai tanda urgensi dari isi surat pembaca kita.

  42. assalamualaykum….
    menyikapi ucapan bupati kab. bogor dalam acara boling di kec. jonggol kemarin,rabu (19/02) ” bahwa pembuatan akte keahiran gratis” ternyata tidak ada tindak lanjut dari pihak kecamatan.
    yang ada malah warga dipersulit dan dibuat tidak nyaman atas pelayanan desa dan kecamatan hari ini kamis,(20/02) dan ada bebrapa oknum atau calo yang meminta kepada warga untuk pembuatan akte kelahiran dengan biaya tertentu, salah satu petugas kecamatan bilang bahwa ” hari ini sudah ditutup, dan petugas menyarankan langsung ke pemda kab. bogor di cibinong, kalau kemarin, rabu (19/02) masih bisa sampai jam 3 sore,” yang dipertanyakan warga jonggol adalah “ko’ karak ge kamari, ayeuna geus kudu mayar dei” (baru kemarin juga, sekarang sudah bayar lagi).
    mohon bagaimana seharusnya apa perlu lewat media nasional.

  43. Ina berkata:

    lam kenal. Nemu postingan ini karena lagi pengen nulis di SP japos gegara pesen kusenan tapi kaca dipasang nggak pas. Huh, marah deh

  44. htiduy berkata:

    Salam Kenal Mas,
    Dibawah ini surat pengaduan saya ke pihak BTN atas permasalahan saya dengan developer. perumahan yang saya ambil.
    Minggu kmaren perihal ini sy sdh sampaikan ke BTN KCP Bojong Gede, dikarenakan Rekening saya di terbitkan di cabang tersebut. Setelah ketemu dengan Kepala Cabang, beliau menyarankan saya untuk mengirimnya ke Cabang Bogor, namun beliau menerima surat saya untuk diteruskan ke Cabang Bogor. untuk awal saya mencoba email ke webadmin@btn.co.id dan kc.bogor@btn.co.id beserta gambar bukti surat komplain maupun keadaan rumah saya.

    Apakah surat yang saya buat dibawah ini sesuai ya mas? Dan apakah saya benar untuk mengadukan permasalahan ini ke pemberi kredit ( BTN ).

    CONTOH SURAT

    Saya salah satu nasabah bank BTN yang mempunyai Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) dengan no. kontrak ****************** atas nama *****************

    Bersama dengan surat ini kami bermaksud untuk menyampaikan keluhan kami mengenai TIDAK DISELESAIKANNYA atau belum adanya SERAH TERIMA unit perumahan kami di CLUSTER RIVERA HILL BLOK C* NO ** CINANGKA, SAWANGAN, DEPOK, JAWA BARAT oleh PT. PERMATA BANGUN ADIPRAJA
    Saat ini cicilan untuk KPR sudah memasuki tahun ke -2
    Sejak 2 bulan yang lalu ( Januari 2014 ) kami sudah berkoordinasi dengan pihak developer tentang jadwal ataupun schedule untuk penyelesaiannya rumah kami melalui Ibu Novi sebagai bagian keuangan maupun Pak Nandar. NAMUN BELUM TEREALISASIKAN

    Terlampir juga bukti complain pekerjaan ke pihak developer sejak 2 bulan lalu. tetapi pihak PT. PERMATA BANGUN ADIPRAJA sepertinya sama sekali tidak ada itikad baik untuk mulai menyelesaikan baikpun serah terima untuk unit rumah kami
    Kami Lampirkan juga foto keadaan rumah kami per bulan Februari 2014. Kami harapkan bantuan dari pihak Bank BTN sebagai pemberi kredit membantu kami untuk menyelesaikan masalah yang kami hadapi.

    Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

    • ahmadramadlan berkata:

      Apakah ada perjanjian antara Mas dengan Developer yang harus menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumahnya dalam waktu tertentu? Kalo tidak disebutkan secara spesifik, sebenarnya kedudukan Mas Yudith sangat lemah. Memang, peraturan sekarang sangat menguntungkan developer. Debitur sudah mencicil ke Bank meski bangunan belum selesai, padahal sebenarnya bangunan tersebut adalah ‘milik Bank’ sampai cicilan debitur lunas. Kalo dulu, kita baru mencicil setelah rumah selesai dibangun.

  45. Azhar Riffai berkata:

    Assalamu’alaikum mas..
    Saya telah menyampaikan keluhan ke SP Kompas dan dimuat pada anggal 2 Juni 2014 yg lalu tentang layanan PT best buy home shoping indonesia yg sangat mengecewakan saya. Namun hingga hari ini saya belum mendapatkan tanggapan atau respon untuk penyelesaian masalah tersebut. Kohon bantuan saran dari mas gimana tindakan saya selanjutnya. Terima kasih.

    Salam,

    Azhar Rifai

  46. Sutarsono Musi berkata:

    Kecewa saya dengan Asia Finance
    Saya sangat kecewa mengambil kendaraan dengan leasing asia finance.
    Saya hanya terlambat belum juga satu bulan tapi asia finance sudah mengirimkan surat tarikan dan mendatangkan depkolektor untuk menarik kendaraan saya dan keterlambatan saya itu karena saya kerja diluar negeri dan juga gaji saya kena tahan perusahaan sampai 1 bulan. Setahu saya penarikan itu kalau sudah terlambat 3 bulan, tapi ini 1 bulan aja juga belum. Seharusnya saya harus bayar tgl 30 Juni untuk pembayaran bulan Juli, tapi tgl 24 juli saya sudah menerima surat penarikan dan dikenakan biaya penarikan sebesar 1.5 juta, dan tanggal 2 agustus sudah dateng 3 orang untuk menarik kendaraan saya. Saya sangat kecewa sekali sama lesing asia finance, dan saya pernah kredit kendaraan lewat oto mobil maupun Mandiri Finance tidak begitu baru kali ini saya menumui lesing yang sangat keterlalun. Dengan keluhan saya ini semoga pembaca pikir pikir dulu kalau mau ambil kendaraan lewat lesing asia finance lebih baik pakai lesing yang lain. Dari pada nanti dikejar kejar sama depkolektor.

    • ahmadramadlan berkata:

      Sebelum memgirim ke surat pembaca ada baiknya dipelajari perjanjiannya. Apabila pihak leasing tidak sesuai dg perjanjian, ada baiknya complaint dulu kepihak leasing, dan bila gak ditanggapi bisa layangkan surat pembaca ke koran.

  47. dwi berkata:

    Mas, saya boleh mnta alamat email mas ahmad ?
    Saya ingin menceritakan masalah pribadi, kekecewaan saya atas dekan kampus ugm.
    Saya sudah sampai meminta bantuan pihak polisi tapi tetap tdk ada jalan keluar nya. Kalau boleh saya akan ceritakan lwt email.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s