Sebuah Perjalanan Panjang

An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang…

Hari ini Minggu, tanggal 5 September 2010 atau merupakan hari ke 26 dari bulan Ramadlan 1431 H. Bulan yang sangat istimewa, karena dibulan itulah saya dilahirkan sehingga namanyapun Ahmad Ramadlan.

Pada hari ini saya mencoba membuat Blog, sebuah niatan lama yang baru terealisasi sekarang. Dulu pernah register untuk sebuah akun Blog, yang karena saking lamanya, nama website-nyapun lupa. Kasihan website-nya, sudah disampahi dengan akun yang gak bermanfaat, hehehe…

Waktu bikin Blog ini di Google, pada tahap ‘Beri Nama Blog Anda’, saya agak tertegun lama, bingung atas pertanyaan ini, karena harus memberi nama atas Blog saya. Saya tinggalkan taraweh dulu, dan pada saat Shalat Taraweh (yang berarti Shalat Tarawehnya kurang khusuk nih, maafkan ya Allah!) saya teringat untuk memberi nama Odyssey, perjalanan panjang, dan biar rada sastra dikit diberi label An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Sengaja pakai bahasa Inggris, karena lebih representatif. Representatif maksudnya, cukup dengan satu kata mempunyai makna yang lebih.

Nama Odyssey awalnya saya tidak tahu artinya. Pertama melihat dari sebuah seri mobil buatan Honda; Odyssey. Karena bentuknya pas dihati, tergelitik untuk mencari apa artinya, saya coba buka di kamus dan artinya adalah: Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Saya kagum pada orang Honda yang telah memberi nama mobil itu dengan Odyssey, karena bentuk mobil itu yang panjang (tetapi tidak terlalu panjang juga), kokoh dan stabil yang sengaja diciptakan untuk  siap  menempuh sebuah perjalanan panjang penuh makna dengan kenyamanan dan rasa aman.

Dan, demikianlah maksud dan keinginan Blog ini dibuat. Blog ini akan bercerita ‘ngalor-ngidul’ gak tentu arah yang merupakan mosaik dari perjalanan saya. Perjalanan yang perlu saya tuliskan karena saya rasa sangat bermanfaat, utamanya untuk saya sendiri. Kalaupun kemudian ada yang mengambil manfaat dari Blog ini, Alhamdulillah!

Ini alamat email saya: ahmadramadlan@yahoo.com

Selamat menikmati Blog saya!

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | 7 Komentar

Kopi Ma’il, Kuala Tungkal – Jambi.

Kunjungan pertama ke Kopi Ma’il tahun 2016 yang lalu, ngopi di berandanya…

Bagi yang suka ngopi dan lagi mengunjungi Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat – Jambi, pastikan mengunjungi Warung Kopi H Ismail, ato orang lebih mengenalnya dengan Kopi Ma’il.

Terletak di Pasar Parit I Kuala Tungkal, semua orang kalo ditanya pasti tahu tempatnya. Kuala Tungkal kota kecil, jadi kalo masuk kota dari arah Jambi, terus lurus, nanti akan mentok dan bertemu pertigaan. Kalo kea rah kanan ke Kantor Pemkab dan kita ke arah kiri untuk menuju Kopi Ma’il. Kemudian, silahkan bertanya ya, atau pake google maps, hehehe, karena saya meski sudah sering ke Kuala Tungkal, pun juga ini kota kecil, saya gak hafal-hafal jalannya.

Jalan tempat Kopi Ma’il berada terkenal dengan Pasar BJ (entah apa singkatannya). Konon, katanya dulu penyelundupan barang ex Singapore marak terjadi di Kuala Tungkal. Nah, banyak toko-toko di sekitar jalan Pasar Parit I ini yang jualan barang ex-Singapore itu. Barangnya beragam ada sepeda, kasur lipat, perabot, sepatu, karpet dan lain-lain. Kok malah bahas barang BJ, hehehe…

Senengnya ngopi di Kopi Ma’il karena suasananya. Sangat proletar banget, dan khas. Kopinya bener-bener warung kopi jalanan, makanan kecil yang dihidangkan juga makanan rakyat khas Tungkal. Ada Roti Canai, roti Anim (khas Tungkal nih), Ketan kelapa, bolu dan makanan lainnya.

Pilihan kopinya ada kopi tubruk dan kopi saring. Mau ditambah susu bisa, atau tambah kuning telur (terus terang sampe sekarang saya belum pernah coba kopi telur, perpaduan yang gak jelas menurut saya, belum berani coba, hehehe).

Saya berempat dengan teman ketika berkunjung ke Ma’il hari ini. Pesen kopi tubruk 1, kopi saring 2 dan ada milo 1. Makan bolu 2 buah dan roti 2 buah. Tahu berapa habisnya? Sangat murah, hanya Rp 27.000,-.

Oh ya, Kopi Ma’il terkenal sebagai tempat tongkrongannya untuk bicara politik. Entah politik lokal atau nasional. Waktu pertama saya berkunjung tahun 2016 yang lalu, pas janjian ketemuan dengan teman-teman LSM, nah pas saya berkunjung hari ini, eh ketemu dengan wartawan media lokal. Pantesan Rocky Gerung pernah kesini!

Tapi gak selalu politik sih, karena pengunjung sini sangat beragam, mulai dari millenials sampai bapak-bapak tua. Nah yang jarang cewek-cewek, gak seperti di café-café kekinian. Mungkin karena jarang cewek ya, makanya yang diomongin politik.

Oya mengenai rasa kopinya? Hhhmmm, bagi yang penikmat kopi serius mungkin Kopi Ma’il kurang tepat ya. Saya coba kopi saring, rasanya tidak terlalu pahit, ringan dan after taste kurang ya. Yang saya suka malah bolu-nya. Bolu yang seperti bentuk buah coklat itu umum ada dimana-mana, tapi yang ini manisnya pas, tidak terlalu manis, dan ditengahnya kayak ada isi kejunya dikit, terus tidak terlalu kering seperti bolu umumnya.

Okay, nih dia foto-fotonya selama kita ke Kopi Ma’il.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar

Politik emak-emak…

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, memeluk keluarga korban teroris penembakan 2 Masjid di Chistchurch pada tanggal 15 Maret 2019 lalu.

Setelah berdiskusi panjang akhirnya diputuskan, mudik kali ini ke Jawa Timur, dan bawa mobil sendiri dari rumah di Bogor.

Istriku langsung bilang ‘Tapi jangan naik tol Jokowi!!’, tampangnya serius, ngomongnya rada berteriak lagi.

Giliran saya yang kaget ‘Loh…?!?, kok bisa?, kaget bercampur geli dan akhirnya saya ngakak guling-guling.

Saya bilang ‘Emangnya duit Jokowi yang bangun, enak aja, ya kita harus ngejar waktu, walau emang mbosenin kalo naik tol, gak bisa mampir – mampir!’.

Isteriku tetap gak terima, ngeluh, utamanya karena bayar tol-nya yang mahal, ratusan ribu rupiah, melebihi harga untuk konsumsi bensin selama perjalanan menuju Surabaya, dan kayaknya kita ‘dipaksa’untuk memakai tol, karena diberlakukan one way, sedang naik pesawat juga harganya melambung tinggi.

Saya dan isteri bukan pemilih Jokowi, sejak 2014 yang lalu. Di tahun 2014, meski bukan pemilih Jokowi, dia biasa aja  pilih Prabowo, bukan dengan ‘dendam’ yang membara seperti sekarang, kayaknya sakit hati dia, soalnya listrik naik 3 kali lipat, bensin naik dan sering complaint kalo belanja di tukang sayur yang keliling kompleks harganya pada mahal semua, atau ukurannya yang semakin kecil meski harganya tetap.

Bukan hanya itu, tetiba disela waktu buka puasa istriku bilang ‘Bang, nih gak bener pemerintahan sekarang, apa-apa mahal, semua duit rakyat dikurasin, BPJS diembat, sampe gak bisa bayar tagihan rumah sakit, udah kita gak usah ikut BPJS sekarang, ntar kalo sakit juga gak ditanggung, kita tabung aja duitnya!

‘Salah tu, yang diambil buat infrastruktur itu BPJS Ketenagakerjaan, kalo yang gak mampu bayar itu BPJS Kesehatan. Tapi emang kebangetan juga pemerintah, ini namanya komersialisasi pelayanan publik, ya namanya untuk kesehatan warganya, ya harus ada subsidi-lah, masak pemerintah maunya untung dari BPJS kesehatan!, kali ini saya membenarkan juga ucapan istriku, ‘Malas juga bayar BPJS kalo kayak gini caranya, tapi sialnya preminya dah dipotong duluan, kita kan diwajibkan!

‘Kita gak usah bayar pajak, kita tahan dulu duitnya, situasi gak menentu nih!, kemudian dia menambahkan.

Kaget saya berkata, ‘Emang semua pajak kan udah ditarikin, tiap bulan ditarikin pajak penghasilan, apa lagi?

‘PBB kan kita belum bayar!!

Dalam hati ‘Ingat juga ya dia, kalo kudu bayar PBB, biasanya saya bayarnya pasti telat, langsung 2 atau 3 tahun sekaligus, hehehe’, saya gak terlalu menanggapinya.

‘Kita tarikin juga uang kita di Bank, entar lagi rush lho, kayak dulu di tahun 98!

‘Whattt, ditarikin duit, emangnya seberapa banyak sih duit kita di Bank, kita kan bukan nasabah premium yang punya duit ratusan milyar, yang kalo ditarikin duit bisa sekarat tuh Bank’, saya membatin, kemudian ngomong ke istriku ‘Ah, jangan ikut-ikutan ajakan yang banyak di medsos tuh!.

Pilpres 2019 fenomena tersendiri, bangkitnya militansi emak-emak! Kalau dalam lingkungan dekat, bukan isteri saya saja yang begitu, keluarga saya yang ‘emak-emak’, omongannya ngeri-ngeri, hehehe, pokoknya no excuse untuk Jokowi. Ngomongnya lebih banyak pakai perasaan saja, curhat atas semua kondisi sekarang.

Yang saya salut dari mereka militansi-nya yang luar biasaaa!

Kalo udah gak suka kepada sesuatu, dengan segala cara ia akan melampiaskan ketidak-sukaannya, tapi sebaliknya, kalo sudah suka sama sesuatu, segala cara juga akan ditempuh untuk menunjukkan aspirasi pilihannya! Waktu dan uang juga rela mereka korbankan.

Dan payahnya, kalo udah benci sama seseorang, bawaannya curigaan terus sama apapun yang dilakukan orang tersebut. Sebaliknya kalo udah suka, dia cenderung akan nurutin apa yang dikatakan idolanya.

Keluargaku yang lain, yang sebelumnya jarang ngomongin politik, tiba-tiba pamer foto dengan Rocky Gerung dan Haikal Hassan dalam suatu forum. Waduh, kalah juga nih saya, hahaha, batin saya.

Itulah emak-emak kalo udah terjun berpolitik, lebih memakai perasaan, tidak mau kompromi, rela berkorban, dan sangat peduli!

Saya kemudian mempunyai jawaban atas beberapa fenomena politik emak-emak:

Pantaslah Megawati cuekin SBY meski dia Presiden selama 10 tahun, karena Megawati merasa dikhianati ketika SBY mundur dari kabinetnya waktu ia jadi presiden,

Megawati dan Rachmawati yang berseberangan dan bak musuh bebuyutan meski mereka bersaudara,

Theresa May, yang dengan berurai air mata menyatakan akan mundur menjadi Perdana Menteri Inggris sejak 7 Juni 2019 karena merasa gagal membawa Inggris untuk keluar dari Uni Eropa dalam kesepakatan Brexit,

Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru, dengan langkahnya yang sangat simpatik dan penuh kasih kepada para keluarga korban teroris di dua masjid di Christchurch pada tanggal 15 Maret 2019 lalu. Bahkan, ia tidak mau menyebut nama teroris itu saking bencinya, dan memeluk dengan penuh kasih para keluarga korban perempuan. Sangat menyentuh dan menuai simpati dunia,

Dan Angela Markel, Perdana Menteri Jerman yang mempunyai kebijakan ‘Satu Juta Imigran’untuk membuka pintu negaranya bagi imigran Suriah, Afghanistan dan Irak meski ditentang oleh banyak pihak di negaranya yang mengkhawatirkan ancaman keamanan dalam negeri Jerman. Kebijakan ini lebih kepada rasa kemanusiaan daripada politik.

Itulah politik emak-emak, perasaan yang berbicara!

Dipublikasi di Opini | Tag , | Meninggalkan komentar

NKRI Harga Mati *

*Syarat dan Ketentuan Berlaku…

Api dalam sekam akhirnya terbuka juga, rakyat Aceh ingin merdeka. Akumulasi dari berbagai kekecewaan, karena harapan yang tak kunjung menjadi kenyataan sementara kedaulatan dan harga diri dengan bergabung ke Indonesia malah semakin tercabik.

Aceh mempunyai kearifan lokal dengan suasana islam yang kuat, sebagai bentuk keistimewaan, Aceh menjalankan syariah islam secara formal yang difasilitasi oleh pemerintah. Peraturan Daerah-nya (dikenal dengan nama Qanun) mengakomodasi adanya hukuman cambuk, ada razia pacaran, tidak ada bioskop di Aceh, hukuman bagi zina dengan cara islam dan lainnya.

Sayangnya, meski menjadi bagian dari Negara Indonesia yang mayoritas muslim, kearifan local tersebut bukannya mendapat dukungan sebagaimana layaknya dari keluarga besarnya, tetapi malah mendapat cibiran.

Penerapan Perda Syariat Islam di Aceh Diminta Dikaji Ulang

Begini Tanggapan WNA Terhadap Hukum Cambuk di Aceh

Padahal Aceh dari dulu sudah bersikeras dengan Gerakan Aceh Merdeka-nya, ingin lepas dan mandiri dari Indonesia, tetapi Indonesia yang bersikeras agar Aceh tetap menjadi bagian dari Indonesia.

Aceh merasa sendiri, harga diri dilecehkan, dan akhirnya Muzakir Manaf, ex Panglima GAM harus mengatakan dalam sebuah acara resmi,tanggal 29 Mei 2019 lalu, dihadapan panglima wilayah tertinggi TNI di Aceh (Pangdam) dan disambut tepukan riuh menyetujui dari peserta yang hadir, bahwa Aceh ingin ada referendum, jajak pendapat dari rakyat Aceh, Merdeka atau tetap menjadi bagian dari NKRI.

Lain lagi dengan Yogyakarta, yang juga merupakan Daerah Istimewa. Keistimewaan Yogyakarta salah satunya Gubernur yang akan selalu dijabat oleh Sultan Hamengkubuwono dan Wakil Gubernur diduduki oleh Adipati Paku Alam. Sebelum disahkan dalam Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta, pemerintah sempat mengutak-atik agar 2 jabatan itu dipilih secara demokratis, dan itu membuat Sultan Hamengkubuwono berang.

Mengapa Sri Sultan Mengusulkan Referendum?

Salah satu keistimewaan Yogyakarta karena ia berdiri lebih lama dari Republik Indonesia ini. Dan banyak peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan tiba-tiba, ketika bergabung dengan Indonesia, semua aturan seperti mau diutak-atik lagi, dan hal itu membikin gerah bagi elit Yogyakarta. Di Yogyakarta non pribumi tidak diperkenankan memiliki tanah hak milik, aturan yang sudah berjalan puluhan tahun, tiba-tiba digugat dengan alasan diskriminasi dan sebagainya. Apa gak bikin jengkel ya, Yogyakarta yang sudah menjadi Negara sejak lama yang menyatakan ingin bergabung dengan Indonesia yang masih Negara baru waktu itu, tapi kemudian diutak-atik oleh oknum-oknum yang tidak tahu sejarah.

Mengapa Warga Negara Non Pribumi Tidak Boleh Mempunyai Tanah di Jogja?

Kontroversi Larangan Tionghoa Miliki Tanah di Yogya

Indonesia itu super kaya, sumber daya alam dan sumber daya manusianya sangat melimpah, tetapi semua di eksploitasi dan dijual mentahnya saja.

Minyak dan gas di Jambi dialirkan ke Singapura, padahal Jambi sendiri sering byar pet. Dengan adanya migas yang dialirkan ke Singapura, orang Singapura bisa bikin pabrik dan berproduksi untuk dijual ke negara lain, sedangkan Jambi ya jangankan untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik, untuk rumah tangga aja masih suka byar pet.

Di Jambi banyak hasil perkebunan berupa Pinang, hasilnya banyak diekspor ke India, pinang mentah saja, dan di India dibuat bahan dasar kosmetik dan obat. Pelepah pinang yang sudah sampah, di ekspor ke Malaysia, dan di Malaysia dibikin piring organik pengganti styrofoam. Kalo pelepah pinang harganya Rp 500 perlembar, piring organik bisa mencapai Rp 5.000 perbuah. Satu pelepah pinang bisa buat 3 -4 piring.

Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan mineral, termasuk bauksit. Biji bauksit adalah bahan mentah untuk aluminium. Tapi meski kaya akan bauksit, PT Inalum (Persero), induk holding BUMN pertambangan yang memproduksi aluminium, terpaksa harus mengimpor bahan baku.

Sebab, bauksit harus diolah dulu menjadi alumina, baru setelah itu bisa diolah menjadi aluminium batangan. Masalahnya, Indonesia belum memiliki fasilitas pengolahan (smelter) untuk mengkonversi bauksit menjadi alumina.

Akibatnya, Inalum bergantung pada pasokan alumina impor dari Australia, yang sebenarnya membeli bauksit dari Indonesia. Ironisnya, bauksit diekspor dengan harga hanya USD 25-30  per ton. Lalu diimpor lagi oleh Indonesia dalam bentuk alumina dengan harga USD 300-350 per ton.

Bahkan untuk tenaga kerja saja kita ekspor ‘mentah’ itupun tenaga kerja kasar, bayangkan jika TKW dan TKI yang ada diluar negeri itu tersedia lapangan pekerjaan di Indonesia, betapa produktifnya negara ini.

Pemerintah lagi masif mendengungkan Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati! Bagi warga Negara Indonesia kebanyakan, justru hal itu menjadi tanda-tanya besar, rasanya baik-baik saja keadaan Negara ini, tapi kenapa ramai dipermasalahkan.

Karena ramai dipermasalahkan, malah membuka kesadaran sebagian besar masyarakat, memang apa ya untungnya NKRI harus harga mati. Apakah memang NKRI yang harus harga mati, tidakkah lebih penting keadilan dan kemakmuran yang harga mati?

Ingin Indonesia tetap menjadi Negara kesatuan tapi nyinyir pada perbedaan, merasa golongannya sendiri yang punya negeri ini menafikan kelompok masyarakat lain.

Ingin Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan tapi malah menodai perasaan bangsa Indonesia dengan memasukkan banyak tenaga kerja asing ke Indonesia.

Ingin Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan tapi malah tidak menghargai kerja bangsa sendiri, impor beras waktu lagi panen, impor gula sementara gula produksi petani sendiri tidak dihargai.

Ingin Indonesia tatap menjadi Negara Kesatuan, tapi membuat rakyatnya seolah tikus yang mati di lumbung padi, kekayaan melimpah tetapi rakyatnya miskin, sementara pemerintahnya malah tertangkap banyak yang korupsi.

Ingin Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan, tapi jalan mulus hanya di Jawa saja, sementara di banyak tempat di luar Jawa, jalan mulus adalah suatu kemewahan.

Ingin Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan, tetapi rakyatnya ditodong senjata, dihujani gas air mata, diburu kayak tikus sawah dan dipukul didepan ribuan mata.

Ingin Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan tapi malah tidak melindungi warga negaranya sendiri, dipenjara orang-orang yang berbeda pendapat.

Ingin Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan tapi malah membagi-bagi jabatan kepada golongannya sendiri, seakan yang lain tidak boleh berkontribusi karena kalah dalam kompetisi demokrasi.

‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’ bukanlah slogan yang harus diperdengarkan di banyak media, ditulis besar di jutaan spanduk dan baliho seantero negeri yang seakan-akan menakut-nakuti. ‘Negara Kesatuan Republik Indonesia’ adalah rasa yang akan mempersatukan segenap bangsa Indonesia tanpa disuruh apabila syarat dan ketentuannya berlaku!

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

Jika akhirnya Jokowi lagi…

Apapun cara yang dilakukan Jokowi untuk melanggengkan kekuasaan seperti money politic, pengerahan ASN, Polisi yang tidak netral, media yang tidak imbang dan dikuasai pemodal, penangkapan lawan-lawan politiknya dll, dengan seijin-Nya ia berkuasa, kita bisa apa lagi?

Semua usaha sudah kita lakukan, sekuat tenaga kita berteriak kecurangan, dengan bukti yang nyata, melapor ke yang berwenang menanganinya, viral di medsos dan ‘terpaksa’ Jokowi juga menang, kita bisa apa lagi?

Kadang ada hikmah dibalik itu semua, karena kita harus yakin bahwa Allah memberi kita sesuai dengan apa yang ‘dibutuhkan’ bukan yang ‘diinginkan’.

Sejarah peradaban itu ribuan tahun, dan usia kita yang hanya puluhan tahun bagian dari perjalanan peradaban manusia. Islam pernah mengalami masa kejayaan, alangkah enaknya manusia yang hidup pada jaman itu. Selama ratusan tahun mengalami kejayaan, kita membayangkan suatu peradaban yang ideal, adil, makmur dan kehidupan sosial budaya yang sehat. 

Kemudian jaman berganti, kejayaan ada masanya, redup, dan islam mengalami kemunduran. Banyak konflik di Timur Tengah. Irak, Libya, Suriah porak poranda. Konflik Palestina tak kunjung selesai. Di Myanmar islam ditekan dan di China, suku Uighur mengalami penyiksaan fisik dan mental.

Hidup di Negara konflik pasti tidak akan senyaman di Negara yang aman-aman saja. Beribadah tidak leluasa, lingkungan sosial tidak mendukung segala aktifitas berdasarkan keyakinan islam. Cari makan susah, berpakaian muslim terlihat aneh, masjid terbatas, berpuasa pasti akan lebih banyak godaannya dan seterusnya.

Tapi Allah Maha Adil, kompensasi pahala bagi orang yang melaksanakan ibadah di daerah yang sulit pasti akan lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang melakukan ibadah di daerah yang mudah dan datar-datar saja.

Seorang mukmin akan beruntung disegala situasi. Pada saat mudah, bersyukur dan pada saat sulit, bersabar. Pahala sabar sangatlah besar.

Saya tidak memilih Jokowi sejak awal dia nyapres. Padahal saya termasuk pemujanya ketika dia masuk Jakarta sebagai Gubernur. Kriteria saya tidak memilih dia hanya satu, ingkar janji!

Dan akhirnya, ketika ia terpilih, dan memerintah 2014 – 2019, alasan untuk tidak memilih dia semakin bertambah, membenarkan alasan saya tidak memilihnya di tahun 2014.

Kembali ke Jokowi, jika akhirnya harus ‘menang’. The life must go on, harus cepat move on dan adaptif dengan situasi kedepan yang bisa dibaca berdasarkan cacatan (tidak salah ketik) di masa pemerintahan sebelumnya.

Waktu awal Jokowi jadi presiden, kurs dollar di kisaran Rp 11.200,- dan sekarang, tahun 2019 di kisaran Rp 14.500,-, ada penurunan nilai 30%.

Sekarang utang semakin banyak, tidak ada ceritanya negara yang hutangnya semakin banyak, nilai mata uangnya akan menguat, karena kebutuhan mata uang asing yang semakin banyak untuk bayar hutang. Kalo sekarang 2019 kurs dollar Rp 14.500,- selama 5 tahun kedepan kemungkinan besar akan semakin kuat bisa mencapai Rp 19.000-an.

Bisa saja para pemuja Jokowinomic mengatakan, besar kemungkinan rupiah akan menguat karena produksi meningkat, sebab proyek infrastruktur sudah menunjukkan pengaruh dan manfaatnya. Hhhmmm, kayaknya gak gitu deh, semua proyek infrastrukturnya Jokowi kemahalan, sehingga harus ditebus mahal bila kita akan memanfaatkannya, dan hal itu tidak mendorong pertumbuhan produksi.

Menyimpan kekayaan dalam bentuk uang, sama saja dengan membiarkan nilainya tergerus. Usahakan tidak menyimpan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk lain seperti logam mulia, dinar, perak, tanah, property dan saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI juga memberikan return yang bagus dari tahun ke tahun, secara fundamental tidak terpengaruh dengan sentimen pilpres yang sesaat. Ada beberapa saham yang terkait dengan figur politikus, yang timbul dan tenggelam bersama situasi politik, kadang berpengaruh turun apabila ada sentimen negatif, tapi bila memang fundamental usahanya kuat, biasanya hanya sebentar saja. Pilihlah saham dengan fundamental usaha yang kuat.

Jokowi juga sangat welcome kepada investor asing (gak hanya investor, malah impor barang dan tenaga asing juga sangat meningkat luar biasa). Apa yang harus kita lakukan?

Kran impor dibuka deras membuat pilihan produk semakin banyak, dengan harga yang bersaing. Kalau untuk hal ini, saya sama sekali tidak menyarankan untuk mengikuti arus membeli barang impor.

Membeli barang impor berarti ada komponen tenaga kerja asing pada barang yang kita pakai. Usahakan tetap belanja produk dalam negeri, mempekerjakan tenaga kerja dalam negeri dan belanja di warung tetangga. Walaupun lebih mahal, kita telah membantu mereka, memelihara harapannya, untuk tetap berproduksi. Kita harus mempunyai patriotisme ekonomi.

Belilah barang-barang UMKM walau sedikit mahal. Kelihatan kontradiksi dengan himbauan Jangan Boros ya? Gak juga, anggap selisih kemahalan itu sebagai sedekah, tidak akan membuatmu miskin, justru itulah harta sebenarnya..

Jangan boros! Tekan pengeluaran hanya untuk membeli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan, dan simpan kelebihan uang dalam bentuk investasi lain. Anggaplah kita ‘berpuasa’ selama lima tahun kedepan, mengetatkan ikat pinggang yang sudah ketat.

Nabi Yusuf, sesuai dengan mimpinya, menabung selama 7 tahun untuk masa jaya, untuk menghadapi 7 tahun masa suram kedepannya. Kalo Nabi Yusuf diberikan anugerah untuk mengetahui hal tersebut lebih dini, sedangkan kita, ambil moral story-nya saja, bahwa kita harus menghemat untuk menghadapi masa yang semakin sulit dan kompetitif.

Hemat dalam segala hal. Kalo sebelumnya mau ganti mobil, sebaiknya ditunda saja kalo mobilnya masih cukup baik, maksimalkan naik angkutan umum atau Grab dan Gojek, sekaligus membuka lapangan kerja. Anggaran jalan-jalan dikurangi, makan diluar dikurangi, pengeluaran yang bersifat hobby dikurangi, hemat listrik dan air. Untuk barang-barang yang kita miliki, pake system 3R, re-use, reduce dan re-cycle.

Semua dengan asumsi bahwa Jokowi memerintah aman-aman saja, bisa saja dia turun dipertengahan jalan karena perekonomian semakin memburuk, disisi lain ia juga dituding tidak bisa memberikan keadilan pada semua golongan, tebang pilih kasus dan membuat penjara menjadi tempat untuk membungkam lawan politiknya.

Pesimis?!? Boleh jadi, karena saya oposisi dengan dia, tetapi didalam perencanaan memang harus ditekankan pada sisi pesimis agar langkah kita lebih hati-hati…

Dipublikasi di Opini | Meninggalkan komentar

Ramadhan Bulan Tarbiyah….

Masih dalam rangkaian Ramadhan 1440 H di Masjid Riyadhus Shalihin Kebun Raya Residence, Pasir Kuda – Bogor, komplek dimana saya tinggal.

Kalo sebelumnya mengisi Hikmah Taraweh, sekarang Hikmah Subuh. Ini dia materi yang saya sampaikan. Alhamdulillah, dengan mengisi tausyiah baik Hikmah Taraweh dan Hikmah Subuh, ‘terpaksa’saya banyak belajar agama, ngumpulin materi dari berbagai sumber, dan kadang ditambah pengetahuan yang saya miliki.

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil alaminwassholatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du.

Robbis rohli shodri wayassirli amri wahlul uqdatan mil lisani yafqohu qawli

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin,

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadlirat Allah SWT karena atas ijin dan karunianya kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama menjalankan shalat Subuh berjamaah pada hari ke-9 di bulan Ramadhan ini.

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan juga kepada para pengikutnya hingga akhir jaman nanti. 

Jamaah masjid Riyadhus Shalihin yang berbahagia

Hikmah Subuh yang saya bawakan mengambil thema ‘Ramadhan Bulan Tarbiyah’. Semoga apa yang saya sampaikan, dapat memberi manfaat, khususnya kepada saya pribadi dan kepada para jamaah semuanya

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin

Firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183 yang menjadi landasan kita berpuasa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Puasa yang wajib dilaksanakan oleh seorang mukmin adalah puasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh. Dan selama kurun waktu tersebut, bulan Ramadhan menjadi bulan tarbiyah, atau bulan pendidikan.

Ada beberapa alasan mengapa Ramadhan disebut sebagai bulan tarbiyah.

Pertama, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan lebih lama dibandingkan amalan ibadah lain, seperti shalat, zakat, dan haji. Shalat dapat diselesaikan dengan waktu yang cukup singkat, demikian juga dengan zakat.

Ibadah haji, sebenarnya bisa selesai dalam waktu lima atau enam hari, 8-13 Dzulhijjah.

Sementara, Ramadhan men-tarbiyah seorang mukmin sebulan penuh, rentang waktu yang cukup panjang dan lama.

Secara umum, ada 3 tujuan dalam suatu pendidikan, yaitu:

  1. Pembentukan Aspek Pengetahuan
  2. Pembentukan Aspek Keterampilan dan
  3. Pembentukan Aspek Sikap atau Perilaku.

Untuk membentuk aspek pengetahuan, proses pendidikan yang ditempuh waktunya biasanya sebentar, bisa lewat ceramah, pelajaran di sekolah ataupun mungkin seminar sehari.

Pendidikan untuk membentuk aspek keterampilan akan lebih lama daripada membentuk aspek pengetahuan, karena harus latihan berkali-kali sehingga menjadi ahli atau terampil.

Dan untuk pendidikan yang diarahkan bagi pembentukan sikap atau perilaku, akan memakan waktu lebih lama lagi. Pengetahuan akan melahirkan tindakan, tindakan akan melahirkan kebiasaan, dan kebiasaan melahirkan sikap atau perilaku.

Demikian juga puasa Ramadhan, bahwa aspek yang ingin dicapai selama kita mendapat pelajaran sebulan penuh adalah perubahan sikap atau perilaku yang lebih bertakwa.

Kedua, Pendidikan di Bulan Ramadhan adalah Pendidikan yang holistic atau menyeluruh.

Banyak ibadah lain juga dihadirkan pada bulan mulia ini,  sebagai pendukung terbentuknya pribadi yang bertakwa.

Selain puasa yang merupakan ibadah wajib juga ada shalat tarawih, tadarus, itikaf, ada juga sedekah dan zakat serta ada pula umrah yang memperoleh keutamaan jika dilakukan di Bulan Ramadhan.

Semua ibadah yang wajib dan sunah yang dikaitkan dengan puasa Ramadhan membentuk suatu pendidikan yang holistic atau menyeluruh.

Ketiga, Bahwa pahala yang dilipatgandakan menjadi bukti kehadiran Ramadhan ditujukan untuk mendidik seorang hamba untuk menjaga motivasi semua amal kebaikannya.

Dalam bulan Ramadhan, amal sunah diganjar pahala wajib. Amal wajib dilipatgandakan dengan kelipatan yang tak terhingga.

Bahkan, pahala puasa begitu spesial karena Allah yang menetapkan nilainya.

Sebagaimana dalam hadist qudsi

“Puasa adalah untuk-Ku. Dan, hanya Aku yang membalasnya.” (HR Buhari)

Keempat adalah Berkelanjutan. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berkelanjutan. Dalam istilah pendidikan modern dikenal dengan istilah ‘Long life education’ atau pendidikan sepanjang hayat, mulai dari buaian sampai ke liang lahat.

Bisa dikatakan bahwa  tarbiyah Puasa Ramadhan selama satu bulan, tidak berhenti ketika Bulan Ramadhan berakhir, tetapi diharapkan terus berlanjut dengan puasa-puasa sunah yang dilakukan diluar bulan Ramadhan, ada puasa syawal, puasa ayyamul bidh, puasa senin kamis, puasa Daud dan sebagainya, sehingga ketakwaan kita dapat terus terjaga.

Terakhir, kita sebagai siswa dari sekolah pendidikan yang bernama ‘Bulan Ramadhan’harus berusaha menjadi siswa yang terbaik untuk mendapatkan balasan yang terbaik langsung dari Allah SWT dan kita berharap dapat dipertemukan pada bulan Ramadhan yang akan datang.

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan…

Untuk pertama kalinya saya diminta memberi tausiah dalam rangkaian acara Hikmah Taraweh yang diadakan setiap selesai shalat Isya dan menjelang shalat Taraweh.

Lumayan bikin grogi, maklum pertama kali, dan cari materi dari berbagai sumber. Akhirnya, hari H tiba, dan inilah isi Hikmah Taraweh yang saya bawakan:

(Hikmah Taraweh, tanggal 10 Mei 2019 di Masjid Riyadhus Shalihin, Kebun Raya Residence – Bogor)

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil alaminwassholatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du.

Robbis rohli shodri wayassirli amri wahlul uqdatan mil lisani yafqohu qawli

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin,

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadlirat Allah SWT karena atas ijin dan karunianya kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama menjalankan shalat isya berjamaah dan dilanjutkan dengan shalat taraweh yang telah memasuki malam ke enam di bulan ramadhan ini.

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan juga kepada para pengikutnya hingga akhir jaman nanti.  

Jamaah masjid Riyadhus Shalihin yang berbahagia

Ijinkan saya berdiri dihadapan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, jamaah masjid riyadhus shalihin, untuk menyampaikan hikmah taraweh pada malam ini dengan tema ‘Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan’. Semoga apa yang saya sampaikan, dapat memberi manfaat, khususnya kepada saya pribadi yang masih fakir ilmu ini dan kepada para jamaah semuanya

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin

Sejatinya, berpuasa pada bulan Ramadhan tidaklah menjadikan aktivitas umat Islam berkurang, apalagi larut dalam kemalasan. Justru pada saat melaksanakan puasa, umat harus lebih produktif, bersemangat, dan bertenaga. Sebab, tidak sedikit peristiwa penting dan bersejarah dalam dunia Islam terjadi pada bulan Ramadhan.

Seperti kita ketahui bersama, turunnya ayat suci Alquran atau nuzulul quran, pertama kali terjadi pada bulan Ramadhan.

Kemenangan pasukan Rasulullah SAW dalam Perang Badar, juga pada bulan Ramadhan, tepatnya 17 Ramadhan tahun 7 Hijriah.

Pembebasan kota Mekkah juga terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 hijriah,

Pada saat itu Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun,  sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

Tariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia pada Ramadhan tahun 92 Hijriah.

Pendirian Universitas al-Azhar di Kairo, Mesir, yang merupakan salah satu universitas tertua didunia, berlangsung pada bulan Ramadhan 361 Hijriah.

Salah satu pemimpin perang umat Islam, Salahuddin al-Ayyubi, dapat mengalahkan tentara Salib pada bulan Ramadhan 584 Hijriah. Salahuddin Al Ayyubi didunia barat dikenal dengan Saladin. Sifat penyayang dan belas kasihan Salahuddin ketika peperangan sangat jauh berbeda dibanding kekejaman tentara Perang Salib. Ahli sejarah Kristiani pun mengakui mengenai hal itu.

Bahkan, proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 9 Ramadhan 1334 Hijriah.

Serangkaian peristiwa penting pada bulan Ramadhan ini, menggambarkan bahwa Ramadhan tidak hanya menjadi sarana penempaan jiwa dan spiritual, tetapi juga menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan produktivitas fisiknya.

Rasulullah SAW lebih menghargai umatnya yang produktif daripada yang bermalas-malasan. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya, andaikan ada di antara kalian yang berusaha membawa seutas tali dan pergi ke sebuah bukit untuk mencari kayu bakar. Kemudian, kayu bakar itu dipikul di punggungnya untuk dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tentunya, tindakan itu jauh lebih terhormat, ketimbang ia meminta-minta kepada orang lain” (HR Bukhari).

Semangat yang ingin dibangun Rasulullah melalui hadis tersebut, umat Islam harus menjadi umat yang produktif untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun, harus bekerja kasar mengambil kayu bakar di hutan kemudian menjualnya, itu lebih mulya daripada terlena dalam kemalasan dan meminta-minta.

Terkait dengan hal tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar umatnya terhindar dari kebingungan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, dan lilitan utang.

Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabatid daini waqahrirrijal.”

(Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan sifat kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan orang lain.)

Oleh karena itu, setiap aktivitas umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan haruslah dilakukan dengan kegembiraan, kesenangan, kekuatan, dan semangat mengharap ridha Allah.

Sebab, nilai ibadah puasa seorang Muslim bergantung pada seberapa maksimal dan produktif dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Ahqaf ayat 19, yang saya bacakan terjemahannya saja:

“Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan”.

Akhirul kata, demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila ada kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharieq

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Dan ini rekaman suara audio-nya:

Sayang, kayaknya WordPress tidak mengijinkan file MP3 untuk disisipkan. Semoga memberi manfaat bagi pembaca, Hikmah Tarawehnya…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Masjid Ramlie Musofa…

Ada kebiasaan saya untuk keliling Masjid jika Jumatan. Sering ngajak teman, buat teman diskusi dan sekalian silaturahmi ngobrol bertukar kabar.

Jumat, 8 February yang lalu, bertiga dengan tetangga dan jamaah Masjid kompleks, kita mengunjungi Masjid Ramlie Musofa. Inget ya, MUSOFA, bukan MUSTOFA, hehehe. Nama Musofa sangat jarang, yang sering Mustofa, nah Musofa itu merupakan singkatan dari nama-nama keluarga Pak Ramlie. Muallaf keturunan Tionghoa.

Yang membuat saya suka dari Masjid ini arsitektur-nya yang detail, tidak terlalu besar, pemandangan didepannya yang langsung menghadap danau, dan ramah difabel. Ada toilet khusus difabel, ada lift untuk difabel dan jalan masuk masjid yang juga dirancang ramah difabel.

Sudah banyak cerita mengenai Masjid ini, termasuk keluarga pendirinya.
Cara menuju Masjid ini juga sudah ada artikel yang mengulasnya. Ada juga video dari drone utk melihat Masjid dan lingkungan sekitarnya dari atas. Nah saya hanya mau pasang foto-foto yang saya jepret dan membuat saya kagum saja ya….

Bagian Depan dari Masjid Ramlie Musofa

Keren yah…. Semoga Masjid ini membawa kejayaan islam khususnya untuk lingkungan sekitarnya…

Dipublikasi di Fotografi, Perjalanan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Hari Kiamat…

https://www.liputan6.com/global/read/3352190/7-skenario-kiamat-manusia-yang-masuk-akal-secara-ilmiah

Semua orang harusnya tahu dan menyadari bahwa kiamat akan tiba!

Para ilmuwan, secara aklamasi menyatakan bahwa kiamat akan tiba, tidak ada satupun ilmuwan yang menyangkalnya. Planet bumi berada dalam angkasa raya diantara triliunan benda langit lainnya seperti halnya bumi. Ada yang bersinar, ada yang sinarnya sudah mati, ada yang lebih besar dari bumi dan ada juga yang lebih kecil dari bumi. Semuanya bergerak, dan kadang dalam pergerakannya mereka bertabrakan.

Didalam perputarannya, masing-masing benda dilangit mempunyai daya tarik – menarik. Dan daya itu bisa hilang, habis! Akibatnya, apabila sudah kehilangan daya tarik menariknya, benda yang kekuatan daya tariknya sudah hilang, akan terhisap oleh benda lain yang kekuatan daya tariknya lebih besar, dilumat!

Atau matahari yang sinarnya padam, akibatnya bumi tidak lagi tersinari matahari, tidak ada siang dan malam di bumi, kehidupan akan punah dengan sendirinya. Matahari adalah bintang dilangit, dan bintang dilangit cahayanya tidak abadi, banyak yang telah padam. Banyak teori lainnya tentang cara berakhirnya bumi ini.

Dari dalam bumi sendiri, tanah yang kita pijak ini bukanlah tempat yang aman. Ada ribuan gunung api yang siap meletus, ada perubahan cuaca yang sepenuhnya diluar kuasa kita, angin topan, halilintar ataupun hujan lebatyang bisa jadi senjata pembunuh bagi kehidupan dimuka bumi ini. Atau bisa saja terjadi wabah penyakit yang mematikan, perubahan iklim yang sangat ekstrim, ketidakseimbangan ekosistem yang parah, bencana nuklir dan lainnya. Intinya adalah, akhir dari dunia bisa dengan beragam cara!

Banyak teori-teori ilmiah yang mengupas bagaimana caranya bumi ini berakhir, kiamat! Yang belum diketahui oleh ilmuwan adalah, kapan hal itu akan terjadi? Sebuah tanda tanya besar.

Sadar bahwa kiamat akan terjadi, mereka mulai mempersiapkan bagaimana agar kehidupan tidak berakhir. Kiamat bisa terjadi, tapi kehidupan harus tetap jalan, begitu pemikiran mereka!

Ilmuwan berpikir bagaimana mempersiapkan planet  yang lain sebagai pengganti bumi. Planet-planet tetangga terdekat diteliti, bagaimana bisa bertahan hidup didalamnya seperti di planet Mars. Juga dipersiapkan pesawat luar angkasa yang bisa menampung banyak manusia. Bibit-bibit tanaman yang merupakan pendukung kehidupan dimuka bumi juga didata dan dikumpulkan, siapa tahu suatu saat dibutuhkan!

Bagaimana dengan kiamat menurut agama?!?

Banyak ayat-ayat di dalam Al Quran yang menerangkan tentang hari kiamat. Yang membedakan dengan ilmu pengetahuan, bahwa ternyata tidak hanya kiamat, ada konsekwensi setelah itu, sehingga penyebutan kiamat menjadi beragam bukan hanya  disebut sebagai ‘hari akhir’. 

Salah satu nama lain dari hari kiamat adalah hari penyesalan, sebagaimana disebutkan dalam AL Quran:

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الأمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam keadaan lalai dan tidak beriman.” (QS. Maryam: 39).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/25424-19-nama-hari-kiamat.html

Dan disebutkan juga hari pembalasan. Semuanya mengisyaratkan bahwa kiamat adalah suatu akhir dari kehidupan tetapi juga merupakan suatu awal dari ‘kehidupan yang lain’. itulah yang membedakan dengan kiamat menurut ilmu pengetahuan.

Bagi orang beriman, kewajibannya adalah mempersiapkan kehidupan sesudah hari kiamat itu, menyiapkan bekalnya. Sudahkah kita mempersiapkannya?!?

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

10 Menit yang Menakutkan…

Video yang saya unggah ini sungguh sangat menggugah saya. Ada perasaan ketakutan yang sangat,sekaligus juga dorongan agar hal yang saya takutkan tidak terjadi.

Unggahan video itu dari youtube, video ilmiah unggahan dari Hashem Al Ghaili, seorang ilmuwan keturunan Yaman, lulusan universitas di Inggris. Saya sering mengikuti unggahan video-nya, dan banyak mengungkap ilmu pengetahuan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Pada unggahan di video ini, disebutkan bahwa otak manusia masih hidup sampai kurang lebih 10 menit setelah kita dinyatakan mati. Pengertian mati disini, jantung tidak bekerja! Jantung tidak bekerja membuat pasokan oksigen ke seluruh organ tubuh berhenti, dan secara perlahan, karena tidak ada pasokan oksigen, organ-organ tubuh vital melayu, berhenti bekerja juga. Dan, ajaibnya, otak tetap hidup walau tanpa pasokan oksigen, sampai kurang lebih 10 menit!

Apa yang terjadi selama otak masih ‘hidup 10 menit’ sementara organ vital yang lain sudah mati?

Inilah yang mencekam dalam pikiran saya, apakah ini yang disebut didalam dalil-dalil agama bahwa inilah ‘pergumulan kita yang sangat menentukan’ menjelang kita benar-benar mati?

 Pernahkah anda bermimpi yang tidak nyaman dan membuat kita merasa seolah-olah mengalami kejadian sebenarnya? Misalnya, kita mimpi dikejar anjing, kita lari terbirit-birit secepat-cepatnya, nafas sampai ngos-ngosan dan badan berkeringat. Kita kemudian bangun, tersadar, dan dalam keadaan berkeringat dengan nafas yang tidak teratur juga, benar-benar seperti mengalaminya sendiri, sesudah terbangun biasanya kita langsung lega, keringat berangsur berhenti, dan menarik nafas lega karena itu semua hanya mimpi.

Tahukah anda, berapa lama waktu mimpi kita itu terjadi? Kita merasa seolah lama, mungkin merasa seperti mengalaminya sendiri, berjam-jam atau bermenit-menit, tergantung dari alur cerita dalam mimpi kita. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa mimpi kita hanya berlangsung beberapa detik saja.

Nah sekarang, disebutkan dalam video itu bahwa kita mengalami kesadaran otak selama 10 menit saat semua organ tubuh sudah dinyatakan mati. Jika dibandingkan bahwa mimpi beberapa detik aja seolah-olah sangat lama, betapa panjang waktu yang akan kita alami dalam ’10 menit kehidupan’ itu?

Saya pernah merasakan mimpi yang seolah nyata. Tidur siang, bermimpi berada disuatu tempat yang pengap, dikejar-kejar, saya berlarian, tersengal-sengal nafas gak beraturan, udaranya panas, dan masuk ke suatu rongga, saya tidak bisa bergerak, badan mau digerakkan tapi tidak bisa, dan sekujur badan terasa sakit karena terhimpit. Kaget saya terbangun, sesak nafas, dan keringat bercucuran. Semua kejadian dalam mimpi itu terasa lama.

Saya kemudianmembayangkan jika mimpi buruk itu terjadi dalam ’10 menit kehidupan’ itu, kita mengalaminya terasa lama, padahal itu hanya dalam hitungan beberapa detik, bagaimana kalo mimpi buruk itu selama 10 menit?

Itu baru dari segi waktu, sekarang bagaimana dengan isi dari ’10 menit kehidupan’ itu sendiri?

Isi mimpi kita tergantung dari berbagai faktor, ada faktor dalam diri kita ada faktor yang ada diluar diri kita.

Faktor dalam diri misalnya karena ingatan-ingatan kita ataupun karena emosi kita seperti harapan, ketakutan, rasa senang dan sebagainya. Sedang faktor eksternal misalnya aktifitas yang ada disekitar kita, kadang kita mimpi seolah ada memanggil, kita dalam keadaan tertidur, tapi ternyata memang benar ada yang sedang memanggil kita, ada juga faktor luar yang seolah kita mengalami sesuatu yang semuanya ada diluar pengalaman kita dan emosi kita.

Kita akan mengalami hal sesuai dengan pengalaman hidup kita. Jika hidup kita penuh dengan intrik-intrik untuk menipu, berbuat kekerasan, menyakiti hati orang lain, merampas hak orang lain, berprasangka buruk kepada sesama, mengurangi timbangan, korupsi dan berbagai kejahatan lainnya, saya tidak bisa membayangkan betapa sangat menyiksanya ’10 menit kehidupan itu’, dan dalam durasi yang lama.

Tetapi, sebaliknya, bila hidup kita memberi manfaat kepada yang lain, membuat orang lain terpecahkan masalahnya, membuat orang lain harapannya jadi kenyataan, membuat orang lain merasa nyaman, senyum-senyum dan doa orang-orang itu akan menjadi mimpi indah didalam ’10 menit kehidupan’-nya.

Salah satu yang bertahan ‘hidup dalam 10 menit’ dalam otak disebut Cerebral Cortex, bagian ini yang akan mati terakhir. Cerebral Cortex juga berfungsi untuk mengumpulkan informasi dari indra kita, menganalisanya dan mengambil keputusan dengan perbuatan.

Dalam Islam dikatakan bahwa setan akan gencar menggoda disaat kita akan meninggalkan dunia ini. Setan berjuang sebagai titik penghabisan, untuk mendapatkan pengikutnya. Dia akan muncul menawarkan berbagai janji-janji indah yang semu atau juga argumentargumen yang melemahkan keimanan kita, tujuannya adalah, agar kita berakhir ‘tanpa keimanan’.

وَأَعُوذُ بِكَ أَن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيطَانُ عِندَ المَوتِ

Aku berlindung kepada-Mu agar tidak disesatkan setan ketika kematian. (HR. Ahmad 8667, Abu Daud 1554 dan dishahihkan al-Albani)

Read more https://konsultasisyariah.com/26531-setan-menggoda-manusia-ketika-sakaratul-maut.html

Sudah menjadi tujuan akhir dari umat Islam, untuk berada pada saat akhir yang baik (husnul khatimah), berada pada kondisi kita meyakini keberadaan-Nya dan keesaan-Nya.

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

“Nilai amal, dintentukan keadaan akhirnya.” (HR. Bukhari, Turmudzi dan yang lainnya)

Read more https://konsultasisyariah.com/11177-setan-datang-menggoda-saat-menjelang-ajal.html

Bisa dibayangkan, pertarungan-pertarungan itu kita hadapi sendirian, dan menurut saya, pertarungan itu berada pada ’10 menit kehidupan’ itu. Saat dimana kita masih ‘hidup’, sementara orang lain meyakini kita sudah mati!

Dipublikasi di Renungan | Tag , , | Meninggalkan komentar

‘Kepleset’ Pesen Kitchen Set…

KLARIFIKASI

Alhamdulillah permasalahan mengenai pemesanan Kitchen Set ini sudah selesai dengan baik. Dari keluarga Pak Hendri, dengan itikad baik, telah menyelesaikan semua permsalahan dengan klien-nya.

Beberapa nama ‘korban’ yang telah menghubungi saya karena adanya permasalahan yang sama dengan saya, kemudian membentuk satu WA Group. Dari WA Group itulah kami berkomunikasi dengan keluarga Pak Hendri.

Dan hari ini, tanggal 9 Mei 2019, semua yang telah tergabung dalam WA Group itu permasalahannya sudah diselesaikan oleh Keluarga Pak Hendri, tidak ada lagi piutang yang tersisa. Terakhir, punya saya pribadi, Salah satu anggota WA Group juga telah menyampaikan klarifikasinya di bagian komen bawah ini.

Manusia adalah tempat salah, dan yang paling utama dari kita adalah bagaimana dapat memperbaiki kesalahan itu dan bangkit untuk menjadi manusia yang lebih baik. Semoga Pak Hendri dapat berkarya lagi, karena terus terang ini merupakan pemesanan yang ke-2 dengan Pak Hendri karena puas pada pemesanan sebelumnya.

Terima kasih dan salam….


Nah ini dia tulisan saya sebelumnya:

Sebelum bercerita kilas balik ke belakang, catat ya: JANGAN SEKALI-KALI PESAN KITCHEN SET DI KITCHEN WORKSHOP JL SHOLEH ISKANDAR (JALAN BARU), PEMILIKNYA NAMANYA HENDRI PANTOW (0878-7007-0700).

Kitchen Workshop di Jalan Sholeh Iskandar (Jalan Baru), masih terima order,padahal bakal gak dikerjain, kan penipuan…

Awalnya karena merasa puas dengan pesanan saya sebelumnya, kitchen set dirumah masih tetap bagus walau sudah bertahun-tahun. Saya pesan lagi ke pembuatnya, namanya Hendri  Pantow, usahanya Kitchen Workshop, ada ruang pamer di jalan Sholeh Iskandar (Jalan Baru) Bogor.

Hendri Pantow lagi umrah…

Hendri Pantow lagi memandang apa gitu….

Saya WA beliau, malam-malam  (saking ngebetnya, hehehe), tanggal 20 Juli 2018 yang lalu. Direspon paginya, dan janji akan disurvei siang tanggal 21 Juli 2018, okay, sippp…

Siang, sekitar jam satuan, Pak Hendri datang, pake mobil Mercedes tua, Mercy Boxer 300E, transmisi manual buatan tahun 1988, warna hitam, plat nomer F 1627 AM. Seperti pengakuannya, ia memang pecinta mobil Eropa. Waktu dia datang untuk survey pesanan pertama saya, dia juga pake mobil BMW yang sudah berumur juga, tetapi masih terlihat bagus dan terawat.

Singkat kata dia survey dan ukur-ukur area yang akan dipasang Kitchen Set. Bagusnya dengan dia, saran-sarannya banyak, diskusi nya juga hangat, kelihatannya dia memang berpengalaman dibidang Kitchen Set. Dia juga kasih saran mengenai keramik yang akan dipasang di dinding kitchen set-nya. Dia kasih perkiraan harga Rp 18 juta sekian. Dan minta down payment 50% didepan sebelum memulai pekerjaan.

Saya tanya, kapan kira-kira akan selesai, dia kasih estimasi sekitar 7 minggu, saya minta lebih cepat, dia jawab, untuk pemesanan bahan aja perlu 5 minggu, jadi waktu 7 minggu sudah bagus, terang dia, okay, deal!

Saya transfer Rp 9 juta, dengan 2 kali transfer, terakhir saya transfer tanggal 22 Juli di Terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng.

Sabar menunggu sampai 7 minggu, meski rasanya pengin cepat, karena saya dan istri udah kebayang dapur yang lebih nyaman. Utamanya lagi di kitchen set yang baru itu, peralatan kopi saya akan dipajang disitu. Saya bayangin ntar ada saringan V60, Aeropress, Vietnam Drip, Timbangan, Clever Dripper, Grinder, teko leher angsa,  sampai server aneka bentuk akan saya pajang disitu, aseek nih.

Keramik juga buru-buru beli, karena pas lagi ada diskonan di Toko Mitra Bangunan…

Akhirnya 7 minggu lewatlah, saya mulai rajin-rajin nanya ke Pak Hendri lewat WA. Responnya sungguh mengecewakan, gak responsif banget, WA saya gak dijawab, telpon gak diangkat, saya udah mulai curiga. Tapi isteri saya selalu menenangkan saya, sabar, mungkin dia lagi banyak orderan.

Pernah juga nelpon ke nomer showroom-nya di Jalan Baru, diangkat oleh yang jagain showroom, namanya Adi, ya jawabnya datar-datar aja, akan di-cek, akan disampaikan ke Pak Hendri, nanti akan diinfo kalo sudah ada kabar  bla bla bla…

Foto Adi, yang jagain showroom Kitchen Workshop

Akhirnya, nanya-nanya lewat telpon dan WA respon minim, kenapa gak kita datangi aja showroom-nya!!!

Tanggal 13 Oktober pun kami kesana, hari Sabtu. Waktu itu siang sekitar jam 12-an. Showroom terkunci, tapi ada motor diluar dan pintu harmonica (pintu dari besi yang buka tutup kayak harmonica itu lho) juga terbuka, menandakan ada orangnya, mungkin lagi keluar.

Nah, pas lagi nungguin orang yang jaga workshop itu, ada orang datang dengan maksud yang sama, mencari Pak Hendri! Dia nanyain kesaya, cari siapa dan apa maksudnya kesini? Saya bilang saya pesan kitchen set yang tak kunjung jadi, dan saya nyariin yang jaga atau kalo ada Pak Hendri sang pemilik showroom.

Kasihannya, ternyata dia juga korban ‘kejahatan’ Hendri, ada bisnis diantara mereka dan berakhir dengan si Hendri mempunyai hutang sejumlah sekian (wow, kasian, 2 kali lipat lebih nilainya daripada punya saya!). Wah ada yang lebih parah dari saya nih, sudah kronis si Hendri.

Bukan Pertuni, ini Ois Iskandar, tangan kanan Hendri…

Saking seringnya nagih dan tanpa hasil, si A korban Hendri ini tahu tempat workshop-nya ‘Kitchen Workshop’ , yang ada di dekat komplek Bogor Raya Permai dekat Yasmin.

Saya datangi workshop-nya, dan keadaannya memang parah separah-parahnya (pe-lebay-an, tapi emang parah gaesss…!).

Disana ada dua orang yang lagi nungguin gak jelas. Gak jelas karena emang nungguin doang, gak ada kerjaan, sambil nonton TV tabung yang sudah menuju kepunahan dari dunia ini.

Namanya Ihsan dan Faruq. Mereka bercerita emang gak ada lagi yang dikerjakan, karena gak ada orderan dari Pak Ois (ini orang yang katanya masih bisa ketemu dengan Hendri). Orderan dari Hendri ke workshop atau bagian produksi melalui Ois. Saya nanya apa ada orderan atas nama saya, katanya juga gak ada. Wah bener, ketipu, dah ditungguin sambil ngebayang-bayangin rumah yang makin apik dengan kitchen set baru, ini malah belum ada order sepatah katapun dari si Hendri ke bagian produksi. Tiga bulan menunggu tapi tanpa hasil. Akhirnya dari sini saya berhasil mendapatkan telpon Ois, tangan kanan Hendri, mereka waktu ditelpon lagi survey kerumah pelanggan dengan Adi. Whattss, survey?!?, orderan lama belum dikerjakan ini malah survei orderan baru, berarti bakalan ada korban baru nih…

Disela-sela pembicaraan saya dengar suara tiit…tiit…tiit, saya kira suara apa, ternyata suara alarm dari meteran listrik, menandakan kalo udah perlu diisi token-nya. Wah, buat beli token listrik aja gak mampu!!

Dari workshop saya kembali lagi ke showroom yang di Jalan Baru. Disana sudah ada Adi. Saya datangi dia, dan saya tanyakan pesanan saya. Kemudian Adi nelpon Ois, minta Ois datang ke showroom karena ada saya.

Ois, yang konon masih bisa ketemu dengan Hendri. Saya tanya ke Ois dimana alamat Hendri, Ois bilang gak tahu (entah jujur ato untuk melindungi tuannya…) dan kalo ketemuan pasti bukan dirumahnya, biasa disuatu tempat gitu. Setahu Ois, dia dengar kalo rumahnya Hendri ada di Bogor Baru.

Dicoba telpon berkali-kali si Hendri pada saat itu gak diangkat-angkat. Yah, saya pikir juga percuma nekan anak buahnya, kasian juga mereka, bisa aja gaji udah lama gak dibayar. Liat wajah Adi yang kurus kering dan gemetar saya datangi jadi gak tega juga sih.

Pada saat saya menemui mereka, ada beberapa pengunjung yang datang, kelihatannya mereka mau mesan kitchen set juga, tapi mendengar pembicaraan saya yang sedang complain dan suara agak keras, akhirnya mereka mundur juga, sepertinya tidak jadi pesan. Saya berpikir, wah banyak juga mereka yang datang ya, belum sampai 1 jam aja ada sekitar 3 orang yang datang. Jangan sampai mereka tertipu seperti saya!

Workshop gak ada kegiatan…

Workshop kacau balau dan kotor…

Bisa saja Adi dan Ois itu operator atau kaki tangan dari penipuan ini, sedangkan Hendri bagian terima hasilnya, segala kemungkinan bisa terjadi. Yang jelas, mereka jelas-jelas melakukan penipuan, karena masih terima order, sedang order lama masih banyak yang gak dikerjakan, dan di workshop-nya juga gak ada kegiatan produksi sama sekali.

Saya juga berpikir untuk mengajukan kasus ini ke ranah hukum, tapi dengan kerugian hanya Rp 9 juta, kalo menggugat sendirian malah tekor, nah, dengan adanya informasi ini dari saya, kalo anda korban penipuan Hendri, silahkan hubungi saya ya, dan bagi yang membaca artikel ini dan berniat untuk mesan Kitchen Set, jangan sekali-kali pesan di KITCHEN WORKSHOP.

Oh ya, saya juga dapat informasi banyak tentang Hendri, mulai dari keluarganya, anak-anaknya kuliah dimana dan kerja dimana, orang-orang dekatnya, kegiatan istrinya dan lainnya. Informasi ini akan berguna pada saatnya.

Kadang saya merasa kasihan, bisa jadi anak istrinya tidak tahu kelakuan Hendri ini, jadi sejauh mungkin saya tidak ingin melibatkan secara langsung. Terutama anak-anaknya, biarlah mereka mempunyai dunia sendiri dan tidak terbebani dengan kejahatan orang-tuanya.

Kadang penampilan memang sangat menipu, atau bisa juga memang dipakai buat menipu, penampilan Hendri di profil WA-nya agamis banget, dengan latar belakang Masjid Nabawi, foto umrah waktu akhir tahun 2017 yang lalu.

Yang jelas, proyek Kitchen Set dirumah saya jadi terbengkalai, mau pesen lagi kudu nganggarin lagi nih, hadehhhh, Hendriiiiiiiiii….., b*ngs*t kau ya !@#$%

Dipublikasi di Sekelebatan | Tag , , , , , | 5 Komentar