Sebuah Perjalanan Panjang

An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang…

Hari ini Minggu, tanggal 5 September 2010 atau merupakan hari ke 26 dari bulan Ramadlan 1431 H. Bulan yang sangat istimewa, karena dibulan itulah saya dilahirkan sehingga namanyapun Ahmad Ramadlan.

Pada hari ini saya mencoba membuat Blog, sebuah niatan lama yang baru terealisasi sekarang. Dulu pernah register untuk sebuah akun Blog, yang karena saking lamanya, nama website-nyapun lupa. Kasihan website-nya, sudah disampahi dengan akun yang gak bermanfaat, hehehe…

Waktu bikin Blog ini di Google, pada tahap ‘Beri Nama Blog Anda’, saya agak tertegun lama, bingung atas pertanyaan ini, karena harus memberi nama atas Blog saya. Saya tinggalkan taraweh dulu, dan pada saat Shalat Taraweh (yang berarti Shalat Tarawehnya kurang khusuk nih, maafkan ya Allah!) saya teringat untuk memberi nama Odyssey, perjalanan panjang, dan biar rada sastra dikit diberi label An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Sengaja pakai bahasa Inggris, karena lebih representatif. Representatif maksudnya, cukup dengan satu kata mempunyai makna yang lebih.

Nama Odyssey awalnya saya tidak tahu artinya. Pertama melihat dari sebuah seri mobil buatan Honda; Odyssey. Karena bentuknya pas dihati, tergelitik untuk mencari apa artinya, saya coba buka di kamus dan artinya adalah: Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Saya kagum pada orang Honda yang telah memberi nama mobil itu dengan Odyssey, karena bentuk mobil itu yang panjang (tetapi tidak terlalu panjang juga), kokoh dan stabil yang sengaja diciptakan untuk  siap  menempuh sebuah perjalanan panjang penuh makna dengan kenyamanan dan rasa aman.

Dan, demikianlah maksud dan keinginan Blog ini dibuat. Blog ini akan bercerita ‘ngalor-ngidul’ gak tentu arah yang merupakan mosaik dari perjalanan saya. Perjalanan yang perlu saya tuliskan karena saya rasa sangat bermanfaat, utamanya untuk saya sendiri. Kalaupun kemudian ada yang mengambil manfaat dari Blog ini, Alhamdulillah!

Ini alamat email saya: ahmadramadlan@yahoo.com

Selamat menikmati Blog saya!

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | 5 Komentar

Sial, membeli power bank abal-abal!!

Teknologi batere hape sepertinya masih terengah-engah dan belum bisa memenuhi kebutuhan smartphone yang multifungsi. Akibatnya, sampai sekarang, tidak ada smartphone yang bisa ON terus seharian penuh apabila kita pakai dalam keadaan normal sekalipun.

Kebanyakan smartphone, batere-nya akan habis sekitar 8 jam untuk pemakaian normal, seperti nelpon, chating dan browsing. Apabila ‘data selular’ dimatikan, dan hanya untuk terima telpon dan sms-an aja, maka bisa seharian penuh. Karenanya power bank menjadi jawabannya…

Suatu hari, tanpa direncanakan sebelumnya, saya membeli power bank merk ASUS, dengan harga Rp 130.000,- Pada waktu beli, penjaga tokonya sudah menyampaikan bahwa merk ASUS tersebut bukan merk original. Saya berpikir, OK-lah, meski gak original, karena harganya yang murah, saya beli saja, dan saya berpikir, ya bisa-lah untuk nge-charge batere hape minimal 1 kali sampai penuh.

Tapi ternyata memang benar-benar mengecewakan, jangankan mengisi 1 kali penuh batere hape, saya coba ternyata hanya bisa meningkatkan kapasitas batere sekitar 20-30%. Kebangetan!

Agar pembaca tidak tertipu –seperti saya-, ini saya beri tipsnya untuk memilih power bank yang bagus:

  1. Power bank yang baik itu tidak ringan, harus berat. Sebagai perbandingan, berat dari smartphone itu sekitar 40 – 60%-nya adalah berat dari batere-nya. Jadi bila batere kita mempunyai kapasitas sekitar 2000 mAH, dan jika kita membeli power bank dengan kapasitas 6000 mAH, maka beratnya sekitar 1.5 kali berat hape kita.
  2. Beli yang ber-merk dan bergaransi. Rata-rata merk bagus ada garansinya. Merk-merk bagus yang sudah terkenal seperti ASUS Zen Power, Sony, Panasonic ataupun Energizer memang bagus, tapi harganya lumayan mahal. Merk yang bagus dengan harga menengah yaitu: Hippo, Yoobao, Vivan, wellcome dan Advance juga memberikan garansi (kebanyakan 1 tahun) yang artinya mereka pede dengan produknya, dan harganya juga gak mahal-mahal amat. Saya membeli salah satu dari merk tersebut, dan kwalitasnya cukup bagus, harganya juga beda tipis dengan merk abal-abal yang saya beli itu.
  3. Harganya diatas Rp 100.000,-. Untuk tipe kecil dengan kapasitas 3000 mAH dijual sekitar Rp. 100.000,- dan apabila untuk 6000 mAH kisaran Rp. 150.000,- keatas. Bila kurang dari itu, rasanya harus dipertimbangkan kembali, kecuali memang lagi ada diskon besar-besaran atau bundling dengan pembelian lain. Setidaknya harga patokan ini untuk saat ini, ada kemungkinan memang harga batere semakin murah, seperti kecenderungan harga elekronik lainnya.

Sekedar tips memilih power bank, dan tidak tertipu seperti saya, hehehe…

Berikut gambar dari power bank abal-abal saya, jangan beli yang seperti ini ya, bentuknya sih stylish dan tipis, juga sangat ringan. Saya bongkar dan saya bandingkan isinya dengan batere Samsung Grand Duos 2100 mAH. Bagaimana mungkin, power bank yang tipis bisa nge-charge batere sampai penuh yang ukurannya lebih besar dan berat….

Power Bank 2Power Bank 1

Dipublikasi di Tips dan Trik, Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Semua ditundukkan oleh Allah untuk manusia…

Lukisan Gua 2

Pernahkah anda membayangkan, awal kehidupan manusia ketika pertama kali kita diciptakan? Saya membayangkan yang ada hanyalah daratan dengan hutan yang masih perawan. Ada beragam jenis hewan yang tumbuh didalamnya. Juga ada lautan yang membentang luas, yang didalamnya terdapat ikan dan binatang lainnya. Kemudian udara segar, dengan ragam burung beterbangan bebas di angkasa. Tidak lebih dari itu!

Saya membayangkan pakaian yang saya kenakan hanyalah dari kulit binatang yang berhasil saya buru. Dagingnya untuk dimakan, dan kulitnya untuk dibuat pakaian. Saya juga makan buah-buahan dari tanaman yang tumbuh subur. Minum dengan mengambil air disungai, dan juga mandi di sungai. Rumah dari kayu, dengan atap dari daun-daun yang disusun. Jika saya bepergian, tidak ada kendaraan lain, selain dengan jalan kaki, atau naik kuda. Peralatan untuk berburu juga sangat sederhana, langsung dari alam, mengambil berbagai macam bentuk batu untuk kemudian menjadi senjata.

Kemudian diwahyukan kepada manusia, agar manusia membuat api. Api adalah salah satu penemuan manusia yang sangat revolusioner. Nyala api yang berasal dari tumpukan kayu-kayu kering yang dinyalakan dengan percikan api dari dua batu yang bertumbukan, membuat nyala api  yang bisa dimanfaatkan. Dengan api daging bisa dilunakkan untuk kemudian dimakan, api juga membuat penerangan dimalam hari, dan api juga banyak mengubah bentuk benda menjadi benda yang lain, yang padat menjadi cair dan yang cair menjadi uap, semua karena api.

Beribu tahun kemudian, kehidupan kita berubah drastis. Pagi kita dibangunkan oleh jam weker yang kita set sebelumnya. Kemudian kita masuk kekamar mandi, memutar kran air dan memilih untuk mandi dengan air hangat yang dihasilkan dari waterheater yang kita pasang. Kemudian kita mengusap seluruh tubuh dengan sabun, juga shampoo untuk rambut dan menggosok gigi.

Selesai mandi kemudian shalat, dan bersiap-siap untuk kekantor. Kita kenakan baju dan celana dengan mode dan warna yang terang. Melilitkan sabuk ke pinggang, mengenakan arloji, mamakai parfum dan deodorant dan gak lupa bawa handphone dan tablet.

Sarapan dengan nasi yang diambil dari Rice Cooker, dengan daging atau ikan yang diawetkan di lemari es dan dimasak dengan menggunakan kompor gas.  Dan kemudian berangkatlah kita menuju kekantor. Berkendaraan dengan mobil, sambil mendengarkan informasi lalulintas dari radio, dan juga memantau kemacetan dari GPS yang terpasang di dashboard.

Di kantor kita masuk ke dalam ruangan melalui lift, kemudian ke ruangan kerja, duduk  dan berhadapan dengan komputer yang sudah ada jaringan internet, menerima telpon ataupun rapat internal maupun dengan klien. Demikian terus berjalan, kehidupan yang ada disekeliling kita saat ini.

Bandingkan antara kehidupan kita dijaman purba dengan kehidupan jaman modern sekarang!

kehidupan desa

Lalu dari manakah datangnya semua yang ada di jaman sekarang dan gak ada di jaman dulu seperti: jam, kran air, water heater, sabun, shampoo, pasta gigi, baju, celana, ikat pinggang, handphone, rice cooker, dispenser, lemari es, mobil, radio, GPS, lift, komputer dan lainnya?

Bukankah kita, manusia, saat ini hanya ‘sendiri’ di jagat ruang angkasa yang sangat luas dan kita tidak punya saudara lain yang tinggal di planet lain? Tidak pernah kita mendapatkan kiriman dari planet lain berupa barang-barang yang kemudian kita pakai. Kiriman dari ruang angkasa, sesekali berupa meteorit yang masih berupa bahan baku.

Bahkan, tidak pernah ada setetes airpun kiriman dari planet lain. Air yang kita pakai sekarang, adalah air yang dipakai oleh nabi Adam dan leluhur-leluhur kita sebelumnya, tidak berkurang dan juga tidak bertambah.

Semua sudah tersedia di bumi, Allah sudah menyediakan semuanya didalam bumi ini!

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya).

Qs An Nahl (16) : 12

Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.

Qs An Nahl (16) : 13

Didalam bumi sudah ada minyak, besi, baja, aluminium, kaca, nikel, perunggu, emas dan plastik. Kemudian dari tumbuhan kita bisa dapatkan kayu, kapas, karet, minyak goreng, kertas, bedak, obat, juga kita mendapatkan bahan-bahan lainnya dari hewan.

Tetapi semuanya masih berupa bahan baku semua. Allah tidak memberikan besi langsung berupa batangan, tidak juga memberikan kaca yang sudah siap pakai, atau juga karet yang sudah jadi ban mobil. Tetapi semuanya harus melalui proses.

Proses itu adalah usaha dan akal untuk berpikir menciptakan sesuatu dari bahan baku yang sudah disediakan oleh Allah.

Dulu komunikasi hanya bisa dilakukan ketika kita berhadap-hadapan dan berbicara langsung, kemudian berevolusi komunikasi jarak jauh melalui perantara alat seperti kentongan dengan kode-kode tertentu. Kemudian diciptakan telegram dan morse, karena waktu itu suara belum bisa dikirimkan, dengan kode tertentu ditransmisikan kemudian diubah menjadi kata kata. Kemudian ditemukan telepon dan suarapun bisa ditransmisikan sehingga komunikasi bisa jarak jauh. Berkembang, bukan hanya suara yang bisa ditrasnmisikan, tetapi juga data yang bisa berupa gambar ataupun video.  Dan teknologi-pun semakin canggih, karena keinginan untuk menuju sempurna sehingga data yang dikirim bisa cepat dan jelas. Dan berkembanglah teknologi, dari semula yang tidak bisa mengirimkan data, kemudian bisa, lalu dengan pesat berkembang teknologi GSM, EDGE, 2G, 3G dan 4G LTE dan sebagainya.

Dengan perkembangan teknologi tersebut seperti GSM, EDGE, 2G, 3G, 4G LTE dan entah apa lagi nanti, apakah ada udara atau susunan atmosfir yang menjadi media dari transmisi data tersebut ada yang berubah? Tidak sama sekali, semua persis seperti jaman dahulu. Atmosfir jaman dulu sama seperti sekarang, tetapi dulu belum ada teknologi pengiriman transmisi data lewat udara. Dan kita tidak tahu teknologi transmisi data apalagi yang bisa dikembangkan dengan atmosfir yang seperti sekarang. Artinya, Allah telah menyediakan semuanya melebihi apa yang diketahui manusia saat ini.

inside-dubai-international-airport

Dulu waktu jaman purba tidak ada handphone canggih, tetapi ternyata Allah telah menyediakan handphone canggih tersebut tetapi kita belum menemukannya. Allah selalu menantang manusia untuk berpikir, dan Allah sangat menghargai orang yang berilmu dengan menempatkannya pada posisi yang lebih tinggi derajatnya.

Dulu waktu jaman purba tidak ada mobil, kapal selam, pesawat terbang, satelit, kapal induk, smartphone, komputer, kamera, listrik dan lainnya, tetapi ternyata Allah telah menyediakan semua bahan bakunya sejak dari dulu untuk kita semua, dan kita baru menemukannya pada jaman sekarang, dan kita tidak tahu potensi apa lagi yang terus bisa dikembangkan dari bahan baku yang disediakan dimuka bumi ini dan telah ditundukkan oleh Allah SWT untuk kepentingan manusia.

Untuk hal yang sederhana, tapi sering membikin saya takjub, bagaimana Allah memberikan kecukupan makanan kepada manusia. Allah menciptakan beragam bibit tanaman yang kemudian menghasilkan beragam buah-buahan untuk dimakan. Tanaman pepaya menghasilkan buah pepaya, dan dari biji pepaya dapat dibuat tanaman pepaya lagi sehingga menghasilkan banyak buah pepaya.

Hanya dengan satu biji kecil buah pepaya yang ditanam ditanah, kemudian tumbuhlah pohon pepaya. Biji kecil tersebut seolah-olah suatu pabrik yang mengubah kandungan nutrisi dalam tanah menjadi sebuah tanaman pepaya yang kemudian bekerja untuk menghasilkan buah pepaya yang dimakan untuk manusia. Ditempat yang sama, apabila kita menanam biji yang lain, seperti misalkan biji tomat, akan menghasilkan tanaman tomat yang bekerja untuk menghasilkan buah tomat. Dari tanah yang sama kandungannya, tetapi karena bijinya berbeda, maka akan menghasilkan tanaman yang berbeda dengan buah yang berbeda. Subhanallah!!

Dipublikasi di Renungan, Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Teladan…

teladan

Kadang, kita terlalu melambung tinggi, mencari teladan dari orang terkenal, sosialita, selebriti atau pesohor yang namanya selalu menghiasi jagad informasi. Dan kemudian kita hanya kecewa, karena orang-orang yang kita kagumi jauh dari sikap teladan. Mungkin kita pernah ngotot mati-matian membela seorang calon Kepala Daerah pada waktu Pilkada, tapi ternyata setelah terpilih, Kepala Daerah yang mati-matian untuk diusung, seorang yang ingkar janji. Atau kita kagum pada seorang selebritis yang pemberitaannya hampir tanpa cela, tetapi kemudian suatu hari ditangkap karena skandal seks yang gak wajar, dan sebagainya…

Sesungguhnya, sering sosok teladan ada di sekitar kita! Hanya kita tidak memperhatikannya.

Ada seorang sopir yang sering melayani saya pada waktu saya bekerja disebuah kantor disuatu daerah. Dari sopir tersebut saya mendapatkan teladan: selalu mengucapkan ‘Terima Kasih’ atas pemberian atau ketika ia habis diajak makan. Sebenarnya, suatu ‘kewajiban’ dari pengguna mobil untuk memberi atau mengajak sopirnya makan jika sudah waktunya. Dan sah-sah aja apabila menganggap hal ini sebagai suatu kebiasaan dan tidak perlu ‘berterima-kasih’ dengan diucapkan.

Tapi sopir yang satu ini sangatlah istimewa!

Rasanya tak satupun luput ia untuk mengucapkan ‘Terima Kasih’ sesudah makan selama sekitar 4 tahun ia bersama saya! Setiap habis dari Restoran besar, makan di Hotel, di Rumah Makan, Warung pinggir jalan ataupun dari rumah orang-tua saya, ia akan bilang ‘Terima kasih boss!’.

Satu teladan lain yang ia tunjukkan lagi adalah bagaimana caranya ‘mengisi waktu luang’. Sopir bisa dikatakan adalah pekerjaan yang mempunyai ‘waktu luang’ atau ‘waktu tunggu’ yang lumayan banyak.  Biasanya, kebanyakan sopir akan memanfaatkan waktu luangnya dengan merokok, ngobrol ngalor-ngidul, tiduran atau kegiatan tidak produktif lainnya.

Dan, sopir yang satu ini beda, disela ‘waktu tunggu’-nya untuk menyupiri mobil dinas saya, sangatlah produktif. Ia menanami halaman di sekitar kantor dengan tanaman cabe, pepaya dan lainnya. Ia membuat bangku yang dipakai duduk-duduk oleh Sekuriti, ada kalanya ia memangkas rambut temannya. Kalo waktu luangnya banyak, ia pergi memancing dibelakang kantor, ikannya buat tambahan lauk. Pernah juga ia saya lihat memijat anak sekuriti yang terkilir jatuh, dan kelihatannya cukup berhasil karena kemudian pasiennya juga bertambah, hehehe. Mencuci mobil bila terlihat berdebu, atau terlihat sedang membaca koran dan yang paling luar biasa adalah kebiasaan membaca Al Quran disela-sela waktunya.

Orang seperti dia, adalah teladan buat saya!

Dipublikasi di Renungan | Tag , , | 5 Komentar

Dananya ada, uangnya ada, tinggal kita mau bekerja apa gak…

Jokowi_MPR

Masih ingat kata-kata itu kan. Jawaban dari Jokowi ketika ditanya oleh Prabowo mengenai dana-dana yang akan dia pakai buat merealisasikan janji-janji kampanyenya. Waktu itu di acara Debat Calon Presiden, dan Prabowo menanyakan ‘Pak Jokowi mengatakan akan buat kartu ini, kartu itu, tetapi apakah dananya ada? Memang dananya turun dari langit!’, dan Jokowi-pun menjawab ‘Dananya ada, uangnya ada, tinggal kita mau bekerja apa gak?’

Entah apa yang terlintas dipikiran Jokowi waktu itu, hanya Tuhan dan Jokowi-lah yang tahu. Mungkin ia berpikiran, bahwa jika didalam sebuah rancangan APBN dituliskan bahwa pendapatan adalah Rp. 2.000,- Trilyun misalnya, kemudian dia menganggap uang itu ada didepan mata?

Kenyataannya, setelah menjadi Presiden, dengan mudahnya Jokowi menaikkan harga BBM yang kemudian menghapus sama sekali subsidinya. Itupun ditambah dengan hutang sana-sini, yang mencatat rekor terbesar dalam waktu singkat sebuah rejim kepresidenan. Lalu dimanakah yang disebut ‘Dananya ada, uangnya ada…’.

Seperti halnya anggaran sebuah rumah tangga, demikian jugalah dengan APBN.

Bagi orang yang berkecukupan dan kelas menengah, misalnya seorang karyawan dengan gaji yang lumayan, didalam satu bulan kedepan, untuk pengeluaran-pengeluaran rutin yang akan dihadapinya dalam satu bulan kedepan, dia tidak merasa khawatir, karena sudah tercukupi dari penghasilannya bahkan ia bisa menabung sedikit.

Dalam daftar pengeluarannya, sudah tertulis biaya transportasi, biaya untuk rumah, biaya makan, jalan-jalan, pendidikan, hobi olahraganya, mengirim buat ortu dan kemudian yang perlu disisihkan untuk ditabung. Jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan pendapatannya turun drastis, ia masih mempunyai tabungan untuk membiayai pengeluarannya beberapa bulan kedepan.  Ini gambaran kehidupan pekerja kelas menengah.

Orang yang dengan kehidupan yang mapan juga akan berbeda, didalam mengatur anggaran keluarganya. Untuk semua pengeluaran primer dan sekunder telah terpenuhi, bahkan dengan kualitas kehidupan yang lebih baik. Rumahnya berada dikawasan yang baik dan terjaga keamanannya, mobilnya bukan mobil yang umum terlihat di jalan raya, karena mahal dan bergengsi, anak-anaknya sekolah ditempat yang mahal. Makan dan berliburpun juga harus mengeluarkan kocek yang lebih dalam, karena memang tempatnya memang mewah. Itupun penghasilannya masih berlebih, dan kemudian dia menyimpannya di Bank, yang oleh Bank dicatat sebagai customer Prioritas, Platinum, Gold atau apapun namanya.

Angan-angan orang dengan kemampuan beli yang tinggi  juga lebih panjang. Dia ingin investasi disegala macam. Yang berteman dengan diapun juga banyak dan menawarin kerjasama. Jangankan untuk pengeluaran satu bulan kedepan, untuk pengeluaran bertahun-tahun kedepan pun bisa ia cukupi. Ada ungkapan, tidak akan habis dimakan oleh tujuh turunan.

Lalu bagaimana dengan keluarga yang pas-pasan? Katakanlah buruh pabrik dengan upah setara UMR. Karena pendapatan yang setara UMR, otomatis dia tidak bisa ngapa-ngapain. Didalam komponen UMR, semua detil biaya seperti transportasi, makan, pendidikan, komunikasi, kesehatan dibuat dalam dana minimum. Artinya, apabila ada goncangan sedikit saja, ya harus cari tambahan dana untuk menutupi kekurangannya. Cari tambahan dana, artinya bekerja lagi ekstra keras, ngais-ngais kira-kira apa yang bisa dijadikan uang. Kalo tenaganya masih kuat dan masih punya waktu, ia akan jualan sebisanya atau misalnya ngojek. Kalopun jualan dan ngojek juga gak bisa nutupin, ya kadang harus jual propertinya, motor yang sudah butut dijual, sawah warisan orang tua dijual dan lainnya. Dan kadang hal itu juga masih tidak mencukupi, ya terpaksa harus cari utangan ke orang lain.

Orang lainpun yang mau ngasih utang ke dia-nya juga masih mikir-mikir. ‘Nih orang kalau saya kasih utangan kuat bayar gak ya?!?’. Karena itu ‘privacy’ orang pas-pasaan diobrak-abrik, istilah kerennya diaudit, dinilai oleh calon pemberi utang. Ditanyain, penghasilannya berapa, property apa yang masih dimiliki, pengeluarannya untuk apa saja, kira-kira aman gak ditempat kerjanya yang jadi sumber penghasilannya, bagaimana keluarganya. Masih disuruh juga ngelengkapin data-data pendukung seperti sertifikat tanah, BPKB motor kalo ada, bahkan kadang tagihan PBB dan rekening listrik juga diajukan. Setelah itu baru diputusin kalo dia dikasih utang dengan jumlah tertentu yang ada itung-itungannya.

Kalo dia dikasih utang, maka si pemberi utang harus punya jaminan kalo utangnya gak bakalan bad debt atau kredit macet. Makanya si pemberi utang nanya-nanya pendapatan yang mau dikasih utangan, dan masih dikonfirmasi lagi kepada atasannya benar tidaknya besar pendapatannya itu.  Yah, dalam taraf aman jika rasio antara utang dengan pendapatan sekitar 30-40%. Artinya, maksimal si pengutang harus menyisihkan 30-40% dari pendapatannya untuk cicilan hutang, sedangkan sisanya untuk biaya kehidupan sehari-harinya. Dengan catatan pula, ada jaminan yang diagunkan untuk hutang tersebut, sertifikat atau BPKB ditahan oleh pemberi hutang.

Sekarang bagaimana dengan anggaran untuk negara? Prinsipnya hampir sama, tergantung kita berada pada posisi negara yang mana? Negara miskin, menengah atau kaya?

Dalam APBN dituliskan rancangan untuk besaran perkiraan pendapatan dan juga pengeluaran. Disebutkan detail misal untuk pendapatan berasal dari migas, pajak, pariwisata dan pendapatan lainnya. Demikian juga untuk pengeluaran, dirinci dengan belanja-belanja yang akan dilakukan pada tahun yang akan datang.

Jangan dibayangkan uangnya sudah ada duluan untuk satu tahun kedepan baru kita belanja!!

Semuanya masih bersifat ‘Anggaran’, juga untuk yang pendapatan. Untuk pendapatan, uangnya akan datang sesuai dengan waktu yang berjalan. Misal untuk pendapatan dari pajak, maka misal pada bulan Januari menghasilkan beberapa trilyun, itu langsung dibelanjakan. Ibaratnya, bagi keluarga pas-pasan, begitu gajian langsung dimasukkan ke dalam posnya masing-masing.

Kadang belanja sudah harus dilakukan, tetapi uang belum datang. Itulah yang kemudian menimbulkan defisit, sehingga pemerintah sering mengeluarkan Surat Utang Negara (SUN) atau Obligasi Republik Indonesia (ORI). Kadang juga mencari pinjaman keluar negeri.

Bagi negara yang sudah kaya, anggaran belanja untuk satu tahun kedepan sudah ada, bahkan masih ada sisa sehingga bisa diberikan pinjaman kepada negara lain. Sama persis seperti keuangan orang kaya, disamping belanja terjamin, masih bisa nabung dan ada dana lebih untuk memberikan pinjaman kepada negara lain.

Suatu hari saya berdiskusi dengan seseorang dari Pemda penghasil migas. Beliau adalah seorang pejabat Pemkab. Dia mengeluhkan turunnya secara drastis APBD daerahnya karena berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari pusat. Bayangkan, rancangan APBD-nya sebesar Rp 1.6 Trilyun, tetapi realisasinya hanya Rp 900 Milyar. Berkurang Rp 700 Milyar, dan kebanyakan berasal dari berkurangnya pendapatan dari sektor migas karena harga minyak yang melorot drastis. Kalo misalkan uangnya sudah ada, gak perlu terjadi seperti ini kan?!?

Apa yang terjadi dengan berkurangnya pendapatan itu? Banyak proyek infrastruktur pembangunan yang dibatalkan. Karena didalam APBD, yang diutamakan adalah belanja rutin, yang kebanyakan adalah belanja rutin pegawai seperti gaji-gaji para pegawai.

Jadi, saya tidak mengerti apa yang ada di bayangan Jokowi ketika mengatakan ‘Dananya ada, uangnya ada, tinggal kita mau bekerja apa tidak!’ disisi lain pemerintahan Jokowi menghilangkan banyak subsidi (BBM, Listrik dan Transportasi) dan juga masih menambah utangan dari luar negeri…

Dipublikasi di Opini, Uncategorized | 2 Komentar

Penghematan rupiah dengan berkendara secara hemat BBM…

Tol Cipularang 2

Sumber Gambar: http://iwing.wordpress.com

Dalam suatu kesempatan pergi ke Bandung mengendarai mobil sendiri, dan kebetulan tidak ada acara yang mendesak, karena hanya pergi jalan-jalan saja, saya ingin test drive dengan cara berkendara yang hemat BBM.

Cara berkendara yang hemat BBM banyak ditulis di media otomotif. Yang paling utama, cara gas kendaraan yang pelan dan tidak tiba-tiba, kemudian putaran mesin dipertahankan pada kisaran 2000 – 3000 RPM, dan tidak berhenti atau berangkat dengan tiba-tiba.

Gampang kan caranya, yang sulit untuk dipraktekkan langsung, karena ‘berkendara’ adalah karakter kita. Apabila kita suka ngebut, pasti tips-tips itu bakalan lewat begitu saja, tidak diindahkan!

Saya juga tipe pengendara yang ‘tidak suka berlama-lama’ di jalan apalagi dengan mengekor kendaraan yang berjalan lambat didepan. Walau juga tidak dibilang ngebut, kalo saya berkendara, minimal kecepatan 100 KPJ, dan apabila terus tidak dikontrol, biasanya sampai sekitar 130 – 160 KPJ. Tentu, apabila kita ikutan tips-tips berkendara hemat BBM, ada hasrat yang harus dikorbankan oleh saya, kecepatan harus lebih lambat, dan woles bro, hehehe, nah sekarang apakah penghematan yang saya lakukan memberikan penghematan uang yang sesuai dengan hasrat yang saya korbankan, mari kita lihat.

Berangkat dari Bogor, mobil saya ini bensin premium full tank! Kemudian tripmeter saya reset ke posisi 0 (nol). Tujuan ke arah bandung, rute melalui Tol Cipularang. Waktu itu, pagi, 17 Juli 2015, adalah lebaran hari pertama, suasana di tol ramai lancar, tidak ada kemacetan panjang, hanya sedikit waktu mau masuk Bandung di Pintu Tol Pasteur. Kalau saya lihat, meski ini lebaran hari pertama, lalu lintas juga normal, tidak terlalu sepi, tidak seperti dugaan saya yang mengira jalanan bakal lengang.

Di Bandung kemudian check in di Citarum Hotel, hotelnya bagus dan bersih, breakfastnya juga lumayan. Beruntung dapat hotel ini, karena dalam perjalanan waktu saya telpon beberapa hotel, semuanya penuh. Hotel yang saya telpon: Amaris, Fave, Whiz dan Rumah Tawa (ini hotel saya iseng nelpon karena namanya yang aneh, hehehe, juga hotel syariah dan di trip advisor comment-nya lumayan bagus!).

Habis check in gak keluar-keluar lagi, sampai keesokan harinya, keliling-keliling kota Bandung, kearah Cibaduyut, Cihampelas dan Jalan Juanda.

Nginap hanya 2 malam, pada hari ketiga keluar ke arah Cileunyi, kemudian balik lagi ke arah Pasteur untuk masuk tol menuju arah pulang, Bogor!!

Di Tol Cipularang arah Jakarta, lalu-lintas ramai lancar, lebih padat sedikit dibandingkan dengan waktu berangkatnya, dari arah Jakarta – Bandung.

Seperti di tips-tips yang biasa kita baca di media otomotif, saya atur agar RPM berkisar antara 2000 -3000 RPM. Berarti kecepatan saya konstan sekitar 80 – 100 KPJ. Pada waktu pulang di Tol Cipularang arah Jakarta, jalanan menurun, sehingga sering gas tidak saya injak, saya biarkan saja, dan itu juga sudah memberikan putaran mesin sekitar 2500 RPM pada kecepatan sekitar 90 KPJ.

Nah tibalah saat pembuktian, moment of the truth. Begitu di Bogor, bensin saya isi penuh lagi, dan waktu itu diisi sebanyak 30.8 Liter dengan tripmeter menunjukkan di angka 438.8 KM.

Berarti perhitungannya:

Konsumsi BBM dengan Fuel Saving Mode = Jarak tempuh / Konsumsi BBM = 438.8 KM / 30.8 Liter, atau sekitar 14.247 KM per Liter BBM.

Apabila saya berkendara dengan cara yang biasa, biasanya untuk luar kota, konsumsi BBM saya berkisar 11 – 12 KM per Liter. Anggaplah, 12 KM/Liter, maka konsumsi BBM untuk jarak 438.8 KM, adalah: 438.8 KM/12 KM per Liter = 36.57 Liter.

Jika berkendaraan biasa = 36.57 Liter untuk jarak 438.8 KM dan,

Jika berkendaraan dengan cara hemat BBM = 30.8 Liter untuk jarak yang sama 438.8 KM.

Diperoleh penghematan sebanyak = 36.57 – 30.80 = 5.77 Liter atau 15.8% dari pemakaian normal.

Bila diuangkan, harga premium saat ini Rp. 7.400,- sehingga total penghematan Rp. 42.698,-. Hhmmm sebuah angka yang lumayan hanya untuk satu trip perjalanan, apabila kita melakukan sehari-hari, dalam setahun lumayan juga kan angkanya. Hehehe…

Kesimpulan saya, dengan berkendara cara hemat BBM, penghematan yang diperoleh lumayan menguntungkan, ditambah lagi dengan penghematan yang lain seperti umur mesin dan spare part lain yang lebih panjang. Nah, apabila ini menjadi suatu gerakan nasional, hasil penghematan yang diperoleh lumayan juga kan!!
Sepertinya, saya akan berkendara dengan cara hemat BBM setelah menghitung sendiri penghematan yang bisa kita peroleh!

Oya, kendaraan yang dipakai adalah Grand Livina 1500 CC, Type Ultimate, Transmisi Matic, tahun pembuatan Desember 2011.

Dipublikasi di Tips dan Trik | Tag , , , , , | 2 Komentar

Mobil berkelambu, agar tidur tak terganggu…

Berawal dari saya yang harus nungguin Ibu waktu dirawat inap di sebuah Rumah Sakit di Surabaya. Jarak yang cukup jauh dari rumah dengan Rumah Sakit, membuat mobil menjadi posko, tempat segala macam barang keperluan dan juga untuk tidur.

Tidur di mobil, harus menghidupkan AC mobil biar nyaman, tapi tentunya tidak bisa terus menerus berjam-jam, karena berada dalam mobil dengan mesin yang hidup tetapi dalam keadaan tidak berjalan, terasa kurang aman. Jika jendela dibuka, agar tidak terasa panas dan udara tetap masuk, tapi jadinya nyamuk dan serangga lainnya akan masuk dengan leluasa, tahu sendiri Surabaya kan, nyamuknya ganas-ganas!!

Akhirnya terpikir untuk membuat kelambu mobil, ide sederhana, murah tetapi sangat efektif untuk membuat tidur nyenyak tanpa gangguan nyamuk!

Biayanya sekitar Rp. 20.000,- saja, beli kain brokat, yang biasanya buat kebaya atau pakaian buat ibu-ibu, terus kemudian dijahit atau dineci berbentuk kantong yang ukurannya menyesuaikan dengan pintu mobil. Sesudah jadi, bisa langsung dipasangkan pada pintu mobil (lebih baik pada pintu penumpang), dan kemudian kaca mobil bisa diturunkan untuk membuat udara leluasa masuk. Usahakan agar kaca mobil jangan terlalu turun untuk menjaga keamanan. Dan tidurpun tidak terganggu!!

Bagi anda yang lagi mudik atau suka bepergian dengan mobil dan sering menginap, kelambu ini wajib dimiliki, hehehe, murah meriah!!

Cara Kelambu Modil     Cara Kelambu Modil2

Dipublikasi di Tips dan Trik | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Amal yang Saleh, Bukan Amal yang Salah!

Malam di Hongkong

Saya pernah tinggal di Denpasar Bali selama hampir setahun. Dibandingkan dengan kebanyakan daerah lain di Indonesia, tinggal di Bali sangatlah berbeda suasananya. Bali dikenal sebagai tempat tujuan wisata internasional, dan penduduk Bali juga mayoritas adalah Hindu yang berbeda dengan mayoritas agama penduduk Indonesia. Itulah yang membuat suasananya sangat berbeda.

Jika orang Minang mempunyai peribahasa ‘Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah’ yang artinya bahwa setiap aktifitas hidup dari orang Minang harus berdasarkan atas tuntunan dan syariat agama Islam, menandakan bahwa suku Minang identik dengan Islam, atau (dulunya) orang Minang 100% menganut agama Islam. Demikian juga dengan orang Bali dengan Hindu-nya, bisa dikatakan bahwa (dulunya) orang Bali 100% menganut agama Hindu. Semua aktifitas hidup dari orang Bali kebanyakan berdasarkan atas tuntunan agama Hindu.

Yang saya kagumi selama saya tinggal di Denpasar adalah banyaknya perayaan adat yang harus mereka jalankan sesuai dengan ajaran Hindu. Dan kebanyakan dari perayaan itu sifatnya adalah berjemaah atau kolosal. Teman-teman kantor yang di Bali bercerita, betapa mereka menghargai setiap perayaan hari besar agamanya, tidak ingin melewatkan, dan seakan mendapat ‘hukuman sosial’ dari warga bila tidak menghadirinya.

Banyaknya perayaan itu mengharuskan mereka saling bertemu. Dalam persiapan perayaan, biasanya mereka akan membuat hidangan atau persiapan acara lainnya berupa tarian dan budaya lainnya yang dilakukan bersama-sama. Banjar, atau semacam balai RW akan sering menjadi media untuk bertemu. Untuk kota besar seperti Denpasar, banyaknya aktifitas di Banjar atau Balai RW yang merupakan ruang publik mungkin akan jarang ditemui di kota besar lainnya di Indonesia.

Dengan seringnya mereka bertemu antar warga, efek positifpun mulai mengalir.

Sering bertemu akan membuat mereka saling mengenal, sehingga orang Bali sangat percaya dengan keamanan lingkungannya, sampai dulu ada kepercayaan diantara mereka bahwa jika ada pencurian atau kejahatan lainnya, pasti dilakukan oleh orang luar Bali. Yang saya rasakan pada waktu itu, memang Bali relatif aman dengan tingkat kejahatan yang rendah meski menampung jutaan turis dari luar dan dalam Indonesia.

Dengan sering bertemu, saling mengenal maka komunikasi bisnis juga terjalin diantara mereka. Semua orang di Bali seakan menjadi ‘calo’ atau ‘makelar’. Jika kita butuh sewa mobil, sepeda motor ataupun hotel, orang Bali pasti akan bisa menunjukkannya. Jika misal mobil yang ditempat sewanya habis, segera mereka akan menghubungi temannya untuk memenuhi orderan itu. Mereka juga tidak terlalu banyak mengambil untung, meski udah lewat makelar, sehingga tidak memberatkan pada konsumen. Rejekipun mengalir, karena pesanan akan berulang oleh pelanggan yang puas yang kemudian akan bercerita kepada lainnya dan akan memberikan pelanggan baru.

Kehidupan di Bali

Saya juga pernah tinggal sekitar 2 tahun di daerah pinggiran timur Jakarta. Yang saya rasakan adalah keamanan yang semakin tidak terjamin dibandingkan antara pada saat saya masuk dengan pada saat saya mau pindah dari daerah tersebut. Beberapa hari sebelum pindah, saya dikejutkan dengan penjambretan dijalan umum yang dilakukan pada pagi hari sekitar jam 6. Malamnya saya ikutan ngumpul-ngumpul dengan warga dan membicarakan penjambretan tersebut. Pada waktu itu kita berkesimpulan bahwa semakin banyaknya warga pendatang yang membuat mereka saling tidak mengenal lagi sehingga keamanan menjadi lebih rawan. Awalnya mereka adalah warga yang guyub, tetapi semakin lama semakin menjadi terasa asing di kampung sendiri, ketika semakin banyak warga luar yang kost atau membangun rumah dan pindah kesitu dan mereka saling hidup sendiri-sendiri.

Dari dua fenomena tersebut, saya merasakan besarnya manfaat silaturahmi. Silaturahmi sangat dianjurkan dalam Islam. Fenomena pertama menunjukkan kerukunan warga dan seringnya mereka saling bertemu bersilaturahmi berpengaruh terhadap keamanan dan masalah sosial lainnya, sedangkan fenomena kedua memberikan gambaran hilangnya tali silaturahmi yang tergerus oleh arus urbanisasi berdampak negatif pada lingkungan tersebut.

Islam sangat memperhatikan hubungan sosial, seperti penghormatan kepada tetangga dan tamu, yang merupakan bagian dari silaturahmi.

Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi. (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yg baik atau diam. Dan barangsiapa yg beriman kepada Allah & hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah & hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya. (HR. Muslim No.67).

Dalam Islam, pelaksanaan ibadah sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berjemaah atau bersama-sama. Ibadah shalat dianjurkan untuk berjemaah, dan bagi laki-laki disunahkan untuk dilaksanakan berjemaah di Masjid.

Apabila sunah untuk melaksanakan shalat berjemaah di Masjid banyak yang melaksanakan, dengan sendirinya silaturahmi akan berjalan, sehingga manfaatpun akan banyak dirasakan, warga saling mengenal, dengan mengenal mereka akan saling menjaga sehingga keamanan lebih terjamin, dan dengan seringnya berkomunikasi manfaat sosial lainpun akan dipetik, kesalahpahaman antar warga bisa dihindari, masalah bersama bisa segera dipecahkan, kebersamaan dalam membangun lingkungan dan insya Allah rejeki akan lebih berkah dan mengalir.

Apabila kita perhatikan, didalam Rukun Islam, pelaksanaan ibadah agama Islam mengalir dari dalam ke luar. Dimulai dari membaca kalimah syahadah, yang merupakan kalimat persaksian dan komitmen diri untuk mempercayai Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian setelahnya adalah kewajiban melaksanakan Shalat lima waktu. Didalam pelaksanaan ibadah shalat ini, bisa dilaksanakan sendiri tetapi lebih dianjurkan atau disunahkan untuk dilaksanakan berjemaah di Masjid. Dari yang semula persaksian diri, sekarang sudah melebar ke sosial dengan melibatkan orang sekitar untuk melaksanakan ibadah bersama.

Setelah shalat lima waktu, muslim diwajibkan untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan. Kalau pada waktu shalat, pelibatan ibadahnya hanya dengan masyarakat sekitar dan dengan waktu yang berbeda-beda, pada ibadah puasa lebih membesar lagi, melibatkan seluruh muslim di penjuru dunia dalam waktu yang relatif bersamaan.

Setelah puasa penuh selama bulan Ramadhan, kemudian muslim diwajibkan untuk membayar zakat yang merupakan bentuk kepedulian sosial.

Dan terakhir adalah kewajiban untuk beribadah haji bagi muslim yang mampu melaksanakannya. Haji hanya diadakan bulan tertentu, dan pada saat itu, muslim seluruh dunia berkumpul pada saat dan tempat yang sama, untuk menjalankan ibadah Allah, dan pada waktu itu kesempatan bagi muslim seluruh dunia untuk bertatap muka dan bersilaturahmi.

Semua pelaksanaan ibadah dalam agama Islam, sarat dengan nuansa sosial dan silaturahmi. Silaturahmi didalam Islam merupakan salah satu amal saleh yang sangat dianjurkan.

Panorama SZGM

Didalam Al Quran, kerap disebutkan berdampingan antara Iman dan Amal Saleh:

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. QS Al Baqarah 2 : 82

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. QS Ali Imran 3 : 57

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, QS Al Kahfi 18 : 107

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. QS Ar Ra’d 13 : 29

Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. QS Al Hajj 23 : 50

Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), QS Thaha 20 : 75

Selain ayat-ayat tersebut diatas, masih ada puluhan ayat lagi firman Allah SWT yang menyebutkan Iman dan Amal Saleh secara berdampingan. Memakai kata penghubung ‘dan’ yang berarti bahwa bukan hanya Iman yang diperlukan untuk beribadah kepada Allah SWT tetapi mempunyai persyaratan lain yaitu Amal Saleh.

Amal saleh adalah perbuatan yang mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara, baik berupa perbuatan, ucapan maupun sikap. Disebutkan berdampingan dengan Iman, berarti amal saleh tersebut didasarkan kepada Iman dengan tuntunan syariah Islam.

Banyak sekali contoh dari perbuatan amal saleh. Kepada diri sendiri, contoh amal saleh adalah tidak merokok, tidak minum minuman keras, memakan makanan yang baik dan halal, berolah-raga, istirahat yang cukup dan tidak tidur larut malam bila tidak memberikan manfaat, disiplin pribadi, menjaga kebersihan badan, rajin, tekun, hemat dan tidak berlebihan dan sebagainya.

Perbuatan amal saleh kepada lingkungan sekitar dan tetangga contohnya: tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon di rumah dan lingkungan kita, pengaturan septic tank dengan sumur di lingkungan tetangga, menjaga hak-hak tetangga, tidak berbuat gaduh di lingkungan, ikut berpartisipasi di kegiatan lingkungan, dan sebagainya.

Sedangkan perbuatan amal saleh untuk tempat kerja, bangsa dan negara misalnya: tidak korupsi di tempat kerja, tidak mengurangi timbangan, tidak menggelembungkan harga, membayar pajak-pajak dengan baik seperti pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, pajak kendaraan bermotor dan lainnya, memiliki identitas penduduk KTP, memiliki SIM bila diperlukan, mematuhi peraturan lalu lintas, disiplin,  antri ditempat umum, dan sebagainya.

Banyak orang yang telah beriman, tetapi perbuatan amalnya salah. Banyak juga orang yang beramal yang saleh, meski ia tidak beriman.

Tempat kerja saya yang dulu mempunyai beberapa cabang dikawasan Asia Pasifik dengan pusat komando di Hongkong.  Beberapa kali saya perjalanan dinas ke Hongkong dan sebaliknya seringkali juga mereka berkunjung ke kantor Jakarta.

Kolega saya di Hongkong, kebanyakan mereka mengaku bukan orang yang beragama, tidak seperti dugaan saya yang menduga mereka menganut agama Budha.

Walaupun mereka mengaku tidak beragama ataupun beragama non Islam, saya lebih banyak melihat amal yang saleh dalam keseharian mereka di kota Hongkong. Waktu saya berjalan di area pedagang kaki lima di Hongkong, suasananya bersih, banyak pedagang makanan yang menggelar dagangan disana, dan kita tidak merasa jijik untuk makan disitu. Saya juga ke Toilet Umum yang ada disekitar area itu, bersih dan wangi, dan selalu terlihat petugas yang membersihkannya, dan yang penting tidak perlu bayar. Lalu lintasnya lancar dan pengemudinya disiplin, di kereta Mass Rapid Transport (MRT) atau tempat umum, antrian terlihat tertib mengular dan tidak menggerombol.

Di escalator atau tangga berjalan, yang banyak sekali terdapat disana, terutama didaerah stasiun MRT, aliran manusia yang menggunakan escalator itu terlihat lancar. Ternyata disana ada semacam peraturan tidak tertulis, waktu kita di escalator apabila kita ingin diam saja dan tidak berjalan, maka kita diam di sisi kiri, tetapi apabila kita di escalator sambil terus berjalan, maka kita berjalan di sisi kanan. Dengan demikian, orang yang diam di escalator tidak akan mengganggu arus orang yang berjalan di escalator itu. Perbuatan atau amal saleh yang sederhana, tetapi banyak mendatangkan manfaat untuk kepentingan bersama.

Lain di Hongkong lain di Jakarta. Pada waktu atasan saya yang dari Hongkong datang ke  kantor kami di Jakarta, atasan saya mengeluhkan adanya pengeluaran ekstra dibawah meja untuk mengeluarkan barang kami yang ada di Bea dan Cukai Bandara. Perusahaan kami sering berhubungan dengan pelayanan Bea dan Cukai, kecepatan untuk mengeluarkan barang kami sesingkat mungkin dan mengantarkannya ke pelanggan menjadi parameter kinerja kami. Dan untuk hal tersebut, kami dikondisikan oleh keadaan untuk membayar biaya tambahan. Yang membuat saya merasa malu, atasan saya tersebut membandingkannya dengan kondisi Bea dan Cukai bandara Hongkong yang cepat dan tanpa mengeluarkan biaya tambahan lagi! Ia juga membandingkan, kalo biaya operasional kantor di Hongkong lebih mahal seperti biaya sewa ruangan, listrik, air dan telpon dibandingkan dengan di Jakarta, tetapi di Hongkong tidak ada pengeluaran biaya tambahan lagi yang setelah dihitung secara keseluruhan biaya operasional di Hongkong bisa lebih murah dibandingkan di Jakarta.

Mungkin, petugas Bea dan Cukai di bandara Jakarta itu beriman, tetapi mereka melakukan perbuatan atau amal yang salah.

Suatu kali saat teman saya dari Hongkong saya ajak keliling kota Jakarta, banyak hal yang membuat mereka terperangah, ada metro mini yang berhenti sembarangan, bis yang isinya penuh sesak dengan penumpang dan tanpa AC, sepeda motor yang dengan bebas berseliweran disela-sela kendaraan lainnya dan nggak jelas jalurnya, pejalan kaki yang menyeberang sembarangan belum lagi ketika melewati daerah aliran sungai yang kebanyakan keruh, ada sampahnya dan banyak ditempati gubug-gubug kumuh. Semua amal yang salah itu terpampang nyata didepan mata temanku itu, yang membuat saya harus banyak bicara untuk sekedar mengalihkan perhatiannya.

Jika seorang kontraktor bangunan, mendapatkan proyek untuk membangun sebuah gedung perkantoran, maka amal saleh yang bisa dilakukan adalah: dirancang dan telah diperhitungkan sebelumnya dengan baik, menggunakan baja yang dimasukkan dalam beton sesuai dengan ketentuan, campuran semen yang digunakan sesuai tidak dikurangi, peralatan kamar mandi yang digunakan berkualitas dan sesuai dengan perjanjian, peralatan listriknya yang dipasang bukan yang abal-abal, pekerjaan dilaksanakan sesuai dan tepat waktu, tidak menyuap dan kongkalikong dengan pimpinan pemilik proyek untuk mengurangi mutu bangunan, dan segala amal saleh yang lainnya.

Apabila telah melaksanakan hal tersebut, dijamin bangunan akan menghasilkan bangunan yang baik pula, walaupun yang membuat bangunan itu seorang yang tidak percaya kepada Tuhan. Allah SWT menjamin hal tersebut:

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. QS Huud 11 : 15

Lalu apa yang membedakan amal saleh yang dilakukan oleh orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman, dijelaskan lebih lanjut dalam ayat berikutnya:

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. QS Huud 11 : 16

Seharusnya, apabila amal saleh dikerjakan oleh orang yang beriman, akan lebih dahsyat hasilnya. Amal saleh yang dikerjakan dengan keimanan tidak akan perlu pengawasan dari orang tua, atasan, polisi, calon mertua ataupun karena ada CCTV, tetapi semua ditujukan karena Allah SWT, dan balasannya di akhirat nanti.

Amal saleh yang dikerjakan oleh orang beriman juga tidak akan rapuh ataupun hampa.

Sering kita menyaksikan suatu bangsa yang maju, semua fasilitas dunia ada dengan teknologi terkini, bangunannya megah, kotanya bersih, semuanya serba modern, tetapi diisi oleh orang-orang yang rapuh: perzinahan merajalela, rumah tangga yang berantakan, orang-orang yang sibuk bagaikan robot, anak-anak muda yang mencari pelarian ke narkoba dan minuman keras, penduduk yang dihitung sebagai angka bukan sebagai manusia, orang tua yang telantar di akhir usianya dan berbagai macam permasalahan sosial lainnya. Semua itu tidak akan terjadi, jika kemajuannya dicapai oleh amal saleh yang berdasarkan keimanan.

Dan untuk bangsa Indonesia, yang sebagian besar sudah beriman, alhamdulillah, yang harus kita lakukan sekarang adalah, perbanyaklah berbuat amal saleh dalam perbuatan sosial kita!

Insya Allah, kemajuan pembangunan bangsa ini akan lebih cepat dan berkah!

Dipublikasi di Renungan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Cashless…

EMoney

Ini gue banget. Boros, itu alasannya kenapa jarang ada banyak uang tunai di dompet saya. Paling banyak sekitar Rp 200.000,-, selebihnya saya lebih suka menggunakan transaksi non tunai.

Dan bersyukur, karena sekarang semakin banyak transaksi tanpa menggunakan uang tunai. Dulunya non tunai hanya berarti memakai Kartu Kredit, sekarang sudah ada debit card yang merupakan kartu tabungan multi fungsi yang tidak hanya untuk ATM saja. Debit card-pun semakin meluas penggunaannya, dengan memanfaatkan jaringan Visa dan Master yang sebelumnya telah ada untuk Kartu Kredit.

Yang terbaru adalah Uang Elektronik atau e-money (dan di adopt menjadi brand uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank Mandiri). Uang elektronik adalah segala jenis uang yang tersimpan didalam sebuah sistem seperti server ataupun chip. Yang terbanyak penggunanya dalam bentuk kartu dengan chip didalamnya. Nilai nominal uangnya diisi melalui Bank penyedia layanan melalui ATM ataupun tempat tertentu.

Saya sering menggunakan KRL Jabodetabek, sudah setahun belakangan ini semua transaksinya cashless. Sangat menyenangkan, tidak perlu antre di loket, tidak perlu struk ataupun tiket dan tidak ada lagi pemeriksaan tiket waktu berangkat maupun datang, cukup hanya menempelkan kartu e-money semuanya beres.

Banyak hal yang bisa dihemat jika transasksi dilakukan tanpa menggunakan uang tunai. Misal saya mau bepergian dengan KRL, maka perjalanan ‘fisik uang’ saya sangat panjang. Pertama saya akan ambil uang saya di ATM, saya hitung uang saya dan saya masukkan kedalam dompet saya. Sampai didepan loket tiket, saya mengeluarkan uang untuk membeli tiket, saya dapat tiket dan kasir mendapatkan uang saya. Uang saya oleh kasir dihitung kembali kemudian ditaruh dan dikumpulkan. Saat kasirnya pergantian petugas, uangnya diserahkan ke kasir pengganti, dihitung kembali dan kasir pengganti akan menghitung ulang. Setelah selesai jam operasi KRL, kasir menyerahkan kepada atasannya, setelah dihitung lagi, dan atasannya akan menghitungnya ulang. Pada setiap hari tertentu, uangnya dikumpulkan untuk disetor ke Bank, bagian petugas keuangan akan menghitungnya kembali. Sampai di Bank, uang diserahkan kepada Teller, dan sudah menjadi prosedur, Teller pasti akan menghitungnya lagi. Ingin cerita ini dilanjutkan? Gak bakalan selesai selesai sampai akhirnya uangnya lecek dan dimusnahkan, hehehe.

Jika uangnya dari Bank dan akhirnya kembali juga ke Bank, lalu kenapa tidak menggunakan uang elektronik saja? Dengan memakai uang elektronik, jika saya menggunakan KRL, saya cukup menempelkan ke gerbang masuk untuk membuka pintunya. Saldo uang elektronik saya berkurang, pindah ke rekening PT KAI sebagai penyelenggara KRL, titik! Praktis dan efisien!

Tidak perlu lagi membuat fisik dari uangnya dalam bentuk logam dan kertas, tidak ada biaya untuk pencetakan tiket, tidak perlu ada petugas yang memeriksa tiket waktu masuk, di kereta ataupun waktu kedatangan. Tidak perlu banyak petugas yang menghitung uang berkali-kali dan sangat riskan terjadi kesalahan dan pencurian. Tidak ada penyebaran penyakit melalui fisik uang yang berpindah tangan berkali-kali.

Disamping keuntungan diatas, karena lagi digalakkan penggunaannya, menggunakan uang elektronik lebih dimanjakan. Banyak promosi dan diskon jika menggunakan uang elektronik, tempat yang dipisahkan dan dikhususkan, seperti jika kita membayar di Tol yang ada gerbang khusus untuk pembayaran dengan uang elektronik.

Sekarang banyak Bank yang menyediakan Uang Elektronik. Persaingannya juga lumayan ketat, dengan memberikan diskon dan memperbanyak gerai yang bisa menerima uang elektronik. Yang terbesar dan paling awal sepertinya BCA dengan brand Flazz-nya, kemudian Bank Mandiri dengan ragam brand Uang Elektronik. Yang lainnya, masih menjadi figuran, pemain tidak penting!

Susahnya, kadang Uang Elektronik bekerjasama dengan suatu penyedia jasa yang memberikan hak eksklusif hanya menerima Uang Elektronik tertentu. Seperti jalan Tol di Lingkar Luar, Lingkar Dalam, Cikampek, Jagorawi dan Merak yang hanya khusus menerima uang elektronik dari Bank Mandiri. Ini membuat kita terpaksa membeli Uang Elektronik dari Bank itu jika sering menggunakan tol tersebut. Itu yang membuat Bank Mandiri uang elektronik pertamanya dinamai E-toll Card.

Kalo KRL Jabodetabek lebih fleksibel, dia memberikan banyak keleluasaan bagi pelanggannya untuk menggunakan beragam Uang Elektronik, bisa dari BCA, Bank Mandiri, Bank BRI ataupun Bank BNI.

Sejauh ini, yang pertama, yang paling agresif, yang paling banyak menawarkan diskon dan promosi, dan paling banyak bisa diterima di berbagai tempat adalah Flazz dari BCA. Dan, sampai saat ini, sepertinya hanya BCA yang bekerja sama dengan Secure Parking, sehingga memudahkan pelanggan tidak perlu mencari uang recehan untuk bayar parkir. Membayar uang parkir termasuk transaksi yang paling sering kita lakukan.

Uang Elektronik, pasarnya memang diarahkan untuk menggantikan transaksi dengan ‘uang recehan’. Tapi siapa sangka, volumenya terus menggelembung. Jika di tahun 2007 volume uang elektronik hanya Rp 5 Milyar, sekarang sudah tembus angka Rp 30 Trilyun di tahun 2013.

Oya, jika kita kehilangan Uang elektronik kita, sisa saldo yang ada di Uang Elektronik tersebut tidak bisa kita klaim lagi ke Bank. Artinya, jika kita kehilangan Uang Elektronik kita, orang lain dapat menggunakannya untuk dibelanjakan, karena itu, hati-hatilah dalam menyimpannya!

Mungkin karena faktor keamanan dan memang diarahkan untuk transaksi recehan, saldo uang elektronik juga dibatasi oleh Bank, saat ini untuk Bank Mandiri dan BCA hanya memberikan batas saldo maksimal Rp 1 juta.

Dipublikasi di Tips dan Trik | Tag , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Service plus plus..

Tiba-tiba indikator bensin mobil Nissan Grand Livina saya ngadat. Jarumnya sama sekali tidak bergerak, selalu dibawah dengan lampu indikator kuning yang menyala menandakan bensin sudah habis walau tangki sudah diisi penuh. Harus dibawa ke bengkel nih…

Ke bengkel Nissan harus janjian dulu, kalo go show sering telantar karena antriannya yang panjang. Setelah janjian dua hari sebelumnya tibalah hari H-nya. Saya ke bengkel Nissan di Jalan Pajajaran Bogor.

Sebenarnya sudah berkali-kali saya ke bengkel Nissan untuk pemeliharaan rutin, dan jika ke bengkel Nissan ada satu yang sangat saya suka, ruang tunggunya!!

Wah, gedung khusus service-nya sekarang baru, berdiri disebelah gedung lama. Setelah diterima oleh Service Advisor-nya saya dipersilahkan menunggu. Saya pun ke lantai atas ke ruang tunggu.

Dibandingkan dengan merk ATPM lain yang saya kenal dan pernah ke bengkelnya (yang otomatis menunggu), ruang tunggu Nissan-lah yang saya ketahui paling bagus, sangat memanjakan pelanggannya. Bahkan, dibandingkan dengan Executive Lounge di Bandara yang berbayar-pun, ruang tunggu Nissan jauh lebih baik.

Semua fasilitas ada, saya tulis satu persatu ya biar komplit:

  1. Ruang shalat atau mushalla (saya salut nih, jadi gak usah keluar cari tempat shalat selagi nunggu),
  2. Wifi dan TV Cable (sebelumnya ada internet dengan computer station, tetapi mungkin karena sekarang kebanyakan bawa sendiri gadget-nya akhirnya ditiadakan),
  3. Area bermain anak (nih baru, sebelumnya di gedung lama gak ada),
  4. Koran dan majalah terbaru (saya pernah di ruang tunggu suatu bengkel ATPM, majalahnya lama-lama dan ditumpuk gitu aja),
  5. Kursi pijat (nih yang paling favorit buat saya, hehehe),
  6. Charger box dan colokan listrik yang tersebar dimana-mana,
  7. Makanan kecil beberapa jenis (saya lihat waktu itu ada 3 jenis kue basah dan 1 jenis kue kering),
  8. Dispenser Aqua dan juga dispenser minuman untuk kopi, capucino dan lainnya, selain itu ada teh, kopi dan gulanya,
  9. Makan siang dalam kotakan (saya gak tahu yah nih insidentil apa memang standarnya begitu, kunjungan saya sebelumnya sepertinya gak ada, atau mungkin waktu itu pas bukan waktunya makan siang, hebat juga kalo memang standarnya disediakan makan siang!).

Satu lagi, Office Boy-nya selalu dalam keadaan stand by untuk memeriksa ketersediaan makanan, membersihkan bekas-bekas makanan di meja dan juga menjaga kebersihan ruangan.

Oh ya, kalo di bengkel Nissan, biasanya pada waktu daftar juga dikasih welcome drink berupa juice atau lainnya. Sekarang welcome drink-nya ditaruh di dispenser berupa Milo dan Juice Blueberry, lumayan bisa sampai mabuk ngambilnya, hehehe.

Selain itu, setelah mobil selesai di-service, kita bisa milih apakah mau dicuci sekalian atau gak, tentunya gratis!!

Dijamin gak mati gaya jika kita menunggu kendaraan kita yang diservice di bengkel Nissan.

Tidak terasa menunggu 3 jam (dengan 1 jam waktu istirahat), akhirnya mobil selesai dalam keadaan sudah kinclong!

Biayanya? Cukup Rp 142.500,- saja untuk ongkos memperbaiki indikator bensin saya. Sudah sama dicuciin, dapet makan siang dan badan seger setelah dipijat di kursi pijat, hehehe!

Nissan Waiting 3

Nissan Waiting 2

Nissan Waiting Room 4

Dipublikasi di Opini | Tag , , , , | 3 Komentar

Membuka dan Membungkus Mobil…

Dulu waktu saya mau membungkus atau membuka bungkus mobil sedikit merepotkan. Kalau kita membuka bungkus mobil dengan sembarangan, biasanya kita susah untuk menaruhnya dalam tas, itu terjadi karena ada udara yang terperangkap dalam bungkus mobil. Juga, jika kita membuka bungkus mobil dengan sembarangan, pada waktu mau membungkus lagi akan kesulitan, karena bentuk cover yang terlipat sembarangan dan juga susah untuk menemukan bagian depan bungkus mobil yang dijadikan patokan. Pada waktu membungkus mobil, pastikan mobil telah dicuci dahulu. Lebih baik mobil tidak dibungkus apabila mobil belum dicuci bersih, ini karena debu yang ada di mobil juga akan menempel di bungkus mobil dan akan mengotori badan mobil jika kita memakai bungkus tersebut nantinya. Selain itu, bagian luar dan dalam bungkus mobil tidak boleh bertemu. Bagian luar dari bungkus mobil tentu lebih kotor dari bagian dalam bungkus mobil. Apabila membungkus sembarangan, bagian luar dan dalam bungkus mobil akan bertemu dan tentunya kotoran akan saling menempel. Pada gambar, bagian dalam bungkus mobil berwarna hitam, dan bagian luar bungkus mobil berwarna silver. Sebelum membuka bungkus mobil, sebaiknya bungkus mobil dibersihkan dahulu dari debu dengan sulak atau kemoceng. Mobil yang telah terbungkus berhari-hari akan membuat bagian luar bungkus mobil menjadi berdebu, karena itu bersihkanlah. Nah berikut cara membuka bungkus mobil.


Slide1 Slide2 Slide3 Untuk cara menutup atau membungkus mobil, maka kebalikannya. Cari terlebih dahulu tanda bagian depan mobil kemudian bungkus mobil dibuka dengan mengikuti arah belakang mobil, dan seterusnya.

Dipublikasi di Tips dan Trik | Tag , | Meninggalkan komentar