Sebuah Perjalanan Panjang

An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang…

Hari ini Minggu, tanggal 5 September 2010 atau merupakan hari ke 26 dari bulan Ramadlan 1431 H. Bulan yang sangat istimewa, karena dibulan itulah saya dilahirkan sehingga namanyapun Ahmad Ramadlan.

Pada hari ini saya mencoba membuat Blog, sebuah niatan lama yang baru terealisasi sekarang. Dulu pernah register untuk sebuah akun Blog, yang karena saking lamanya, nama website-nyapun lupa. Kasihan website-nya, sudah disampahi dengan akun yang gak bermanfaat, hehehe…

Waktu bikin Blog ini di Google, pada tahap ‘Beri Nama Blog Anda’, saya agak tertegun lama, bingung atas pertanyaan ini, karena harus memberi nama atas Blog saya. Saya tinggalkan taraweh dulu, dan pada saat Shalat Taraweh (yang berarti Shalat Tarawehnya kurang khusuk nih, maafkan ya Allah!) saya teringat untuk memberi nama Odyssey, perjalanan panjang, dan biar rada sastra dikit diberi label An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Sengaja pakai bahasa Inggris, karena lebih representatif. Representatif maksudnya, cukup dengan satu kata mempunyai makna yang lebih.

Nama Odyssey awalnya saya tidak tahu artinya. Pertama melihat dari sebuah seri mobil buatan Honda; Odyssey. Karena bentuknya pas dihati, tergelitik untuk mencari apa artinya, saya coba buka di kamus dan artinya adalah: Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Saya kagum pada orang Honda yang telah memberi nama mobil itu dengan Odyssey, karena bentuk mobil itu yang panjang (tetapi tidak terlalu panjang juga), kokoh dan stabil yang sengaja diciptakan untuk  siap  menempuh sebuah perjalanan panjang penuh makna dengan kenyamanan dan rasa aman.

Dan, demikianlah maksud dan keinginan Blog ini dibuat. Blog ini akan bercerita ‘ngalor-ngidul’ gak tentu arah yang merupakan mosaik dari perjalanan saya. Perjalanan yang perlu saya tuliskan karena saya rasa sangat bermanfaat, utamanya untuk saya sendiri. Kalaupun kemudian ada yang mengambil manfaat dari Blog ini, Alhamdulillah!

Ini alamat email saya: ahmadramadlan@yahoo.com

Selamat menikmati Blog saya!

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | 7 Komentar

Ramadhan Bulan Tarbiyah….

Masih dalam rangkaian Ramadhan 1440 H di Masjid Riyadhus Shalihin Kebun Raya Residence, Pasir Kuda – Bogor, komplek dimana saya tinggal.

Kalo sebelumnya mengisi Hikmah Taraweh, sekarang Hikmah Subuh. Ini dia materi yang saya sampaikan. Alhamdulillah, dengan mengisi tausyiah baik Hikmah Taraweh dan Hikmah Subuh, ‘terpaksa’saya banyak belajar agama, ngumpulin materi dari berbagai sumber, dan kadang ditambah pengetahuan yang saya miliki.

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil alaminwassholatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du.

Robbis rohli shodri wayassirli amri wahlul uqdatan mil lisani yafqohu qawli

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin,

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadlirat Allah SWT karena atas ijin dan karunianya kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama menjalankan shalat Subuh berjamaah pada hari ke-9 di bulan Ramadhan ini.

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan juga kepada para pengikutnya hingga akhir jaman nanti. 

Jamaah masjid Riyadhus Shalihin yang berbahagia

Hikmah Subuh yang saya bawakan mengambil thema ‘Ramadhan Bulan Tarbiyah’. Semoga apa yang saya sampaikan, dapat memberi manfaat, khususnya kepada saya pribadi dan kepada para jamaah semuanya

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin

Firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183 yang menjadi landasan kita berpuasa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Puasa yang wajib dilaksanakan oleh seorang mukmin adalah puasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh. Dan selama kurun waktu tersebut, bulan Ramadhan menjadi bulan tarbiyah, atau bulan pendidikan.

Ada beberapa alasan mengapa Ramadhan disebut sebagai bulan tarbiyah.

Pertama, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan lebih lama dibandingkan amalan ibadah lain, seperti shalat, zakat, dan haji. Shalat dapat diselesaikan dengan waktu yang cukup singkat, demikian juga dengan zakat.

Ibadah haji, sebenarnya bisa selesai dalam waktu lima atau enam hari, 8-13 Dzulhijjah.

Sementara, Ramadhan men-tarbiyah seorang mukmin sebulan penuh, rentang waktu yang cukup panjang dan lama.

Secara umum, ada 3 tujuan dalam suatu pendidikan, yaitu:

  1. Pembentukan Aspek Pengetahuan
  2. Pembentukan Aspek Keterampilan dan
  3. Pembentukan Aspek Sikap atau Perilaku.

Untuk membentuk aspek pengetahuan, proses pendidikan yang ditempuh waktunya biasanya sebentar, bisa lewat ceramah, pelajaran di sekolah ataupun mungkin seminar sehari.

Pendidikan untuk membentuk aspek keterampilan akan lebih lama daripada membentuk aspek pengetahuan, karena harus latihan berkali-kali sehingga menjadi ahli atau terampil.

Dan untuk pendidikan yang diarahkan bagi pembentukan sikap atau perilaku, akan memakan waktu lebih lama lagi. Pengetahuan akan melahirkan tindakan, tindakan akan melahirkan kebiasaan, dan kebiasaan melahirkan sikap atau perilaku.

Demikian juga puasa Ramadhan, bahwa aspek yang ingin dicapai selama kita mendapat pelajaran sebulan penuh adalah perubahan sikap atau perilaku yang lebih bertakwa.

Kedua, Pendidikan di Bulan Ramadhan adalah Pendidikan yang holistic atau menyeluruh.

Banyak ibadah lain juga dihadirkan pada bulan mulia ini,  sebagai pendukung terbentuknya pribadi yang bertakwa.

Selain puasa yang merupakan ibadah wajib juga ada shalat tarawih, tadarus, itikaf, ada juga sedekah dan zakat serta ada pula umrah yang memperoleh keutamaan jika dilakukan di Bulan Ramadhan.

Semua ibadah yang wajib dan sunah yang dikaitkan dengan puasa Ramadhan membentuk suatu pendidikan yang holistic atau menyeluruh.

Ketiga, Bahwa pahala yang dilipatgandakan menjadi bukti kehadiran Ramadhan ditujukan untuk mendidik seorang hamba untuk menjaga motivasi semua amal kebaikannya.

Dalam bulan Ramadhan, amal sunah diganjar pahala wajib. Amal wajib dilipatgandakan dengan kelipatan yang tak terhingga.

Bahkan, pahala puasa begitu spesial karena Allah yang menetapkan nilainya.

Sebagaimana dalam hadist qudsi

“Puasa adalah untuk-Ku. Dan, hanya Aku yang membalasnya.” (HR Buhari)

Keempat adalah Berkelanjutan. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berkelanjutan. Dalam istilah pendidikan modern dikenal dengan istilah ‘Long life education’ atau pendidikan sepanjang hayat, mulai dari buaian sampai ke liang lahat.

Bisa dikatakan bahwa  tarbiyah Puasa Ramadhan selama satu bulan, tidak berhenti ketika Bulan Ramadhan berakhir, tetapi diharapkan terus berlanjut dengan puasa-puasa sunah yang dilakukan diluar bulan Ramadhan, ada puasa syawal, puasa ayyamul bidh, puasa senin kamis, puasa Daud dan sebagainya, sehingga ketakwaan kita dapat terus terjaga.

Terakhir, kita sebagai siswa dari sekolah pendidikan yang bernama ‘Bulan Ramadhan’harus berusaha menjadi siswa yang terbaik untuk mendapatkan balasan yang terbaik langsung dari Allah SWT dan kita berharap dapat dipertemukan pada bulan Ramadhan yang akan datang.

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan…

Untuk pertama kalinya saya diminta memberi tausiah dalam rangkaian acara Hikmah Taraweh yang diadakan setiap selesai shalat Isya dan menjelang shalat Taraweh.

Lumayan bikin grogi, maklum pertama kali, dan cari materi dari berbagai sumber. Akhirnya, hari H tiba, dan inilah isi Hikmah Taraweh yang saya bawakan:

(Hikmah Taraweh, tanggal 10 Mei 2019 di Masjid Riyadhus Shalihin, Kebun Raya Residence – Bogor)

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil alaminwassholatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du.

Robbis rohli shodri wayassirli amri wahlul uqdatan mil lisani yafqohu qawli

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin,

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadlirat Allah SWT karena atas ijin dan karunianya kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama menjalankan shalat isya berjamaah dan dilanjutkan dengan shalat taraweh yang telah memasuki malam ke enam di bulan ramadhan ini.

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan juga kepada para pengikutnya hingga akhir jaman nanti.  

Jamaah masjid Riyadhus Shalihin yang berbahagia

Ijinkan saya berdiri dihadapan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, jamaah masjid riyadhus shalihin, untuk menyampaikan hikmah taraweh pada malam ini dengan tema ‘Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan’. Semoga apa yang saya sampaikan, dapat memberi manfaat, khususnya kepada saya pribadi yang masih fakir ilmu ini dan kepada para jamaah semuanya

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin

Sejatinya, berpuasa pada bulan Ramadhan tidaklah menjadikan aktivitas umat Islam berkurang, apalagi larut dalam kemalasan. Justru pada saat melaksanakan puasa, umat harus lebih produktif, bersemangat, dan bertenaga. Sebab, tidak sedikit peristiwa penting dan bersejarah dalam dunia Islam terjadi pada bulan Ramadhan.

Seperti kita ketahui bersama, turunnya ayat suci Alquran atau nuzulul quran, pertama kali terjadi pada bulan Ramadhan.

Kemenangan pasukan Rasulullah SAW dalam Perang Badar, juga pada bulan Ramadhan, tepatnya 17 Ramadhan tahun 7 Hijriah.

Pembebasan kota Mekkah juga terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 hijriah,

Pada saat itu Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun,  sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

Tariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia pada Ramadhan tahun 92 Hijriah.

Pendirian Universitas al-Azhar di Kairo, Mesir, yang merupakan salah satu universitas tertua didunia, berlangsung pada bulan Ramadhan 361 Hijriah.

Salah satu pemimpin perang umat Islam, Salahuddin al-Ayyubi, dapat mengalahkan tentara Salib pada bulan Ramadhan 584 Hijriah. Salahuddin Al Ayyubi didunia barat dikenal dengan Saladin. Sifat penyayang dan belas kasihan Salahuddin ketika peperangan sangat jauh berbeda dibanding kekejaman tentara Perang Salib. Ahli sejarah Kristiani pun mengakui mengenai hal itu.

Bahkan, proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 9 Ramadhan 1334 Hijriah.

Serangkaian peristiwa penting pada bulan Ramadhan ini, menggambarkan bahwa Ramadhan tidak hanya menjadi sarana penempaan jiwa dan spiritual, tetapi juga menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan produktivitas fisiknya.

Rasulullah SAW lebih menghargai umatnya yang produktif daripada yang bermalas-malasan. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya, andaikan ada di antara kalian yang berusaha membawa seutas tali dan pergi ke sebuah bukit untuk mencari kayu bakar. Kemudian, kayu bakar itu dipikul di punggungnya untuk dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tentunya, tindakan itu jauh lebih terhormat, ketimbang ia meminta-minta kepada orang lain” (HR Bukhari).

Semangat yang ingin dibangun Rasulullah melalui hadis tersebut, umat Islam harus menjadi umat yang produktif untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun, harus bekerja kasar mengambil kayu bakar di hutan kemudian menjualnya, itu lebih mulya daripada terlena dalam kemalasan dan meminta-minta.

Terkait dengan hal tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar umatnya terhindar dari kebingungan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, dan lilitan utang.

Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabatid daini waqahrirrijal.”

(Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan sifat kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan orang lain.)

Oleh karena itu, setiap aktivitas umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan haruslah dilakukan dengan kegembiraan, kesenangan, kekuatan, dan semangat mengharap ridha Allah.

Sebab, nilai ibadah puasa seorang Muslim bergantung pada seberapa maksimal dan produktif dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Ahqaf ayat 19, yang saya bacakan terjemahannya saja:

“Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan”.

Akhirul kata, demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila ada kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharieq

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Dan ini rekaman suara audio-nya:

Sayang, kayaknya WordPress tidak mengijinkan file MP3 untuk disisipkan. Semoga memberi manfaat bagi pembaca, Hikmah Tarawehnya…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Masjid Ramlie Musofa…

Ada kebiasaan saya untuk keliling Masjid jika Jumatan. Sering ngajak teman, buat teman diskusi dan sekalian silaturahmi ngobrol bertukar kabar.

Jumat, 8 February yang lalu, bertiga dengan tetangga dan jamaah Masjid kompleks, kita mengunjungi Masjid Ramlie Musofa. Inget ya, MUSOFA, bukan MUSTOFA, hehehe. Nama Musofa sangat jarang, yang sering Mustofa, nah Musofa itu merupakan singkatan dari nama-nama keluarga Pak Ramlie. Muallaf keturunan Tionghoa.

Yang membuat saya suka dari Masjid ini arsitektur-nya yang detail, tidak terlalu besar, pemandangan didepannya yang langsung menghadap danau, dan ramah difabel. Ada toilet khusus difabel, ada lift untuk difabel dan jalan masuk masjid yang juga dirancang ramah difabel.

Sudah banyak cerita mengenai Masjid ini, termasuk keluarga pendirinya.
Cara menuju Masjid ini juga sudah ada artikel yang mengulasnya. Ada juga video dari drone utk melihat Masjid dan lingkungan sekitarnya dari atas. Nah saya hanya mau pasang foto-foto yang saya jepret dan membuat saya kagum saja ya….

Bagian Depan dari Masjid Ramlie Musofa

Keren yah…. Semoga Masjid ini membawa kejayaan islam khususnya untuk lingkungan sekitarnya…

Dipublikasi di Fotografi, Perjalanan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Hari Kiamat…

https://www.liputan6.com/global/read/3352190/7-skenario-kiamat-manusia-yang-masuk-akal-secara-ilmiah

Semua orang harusnya tahu dan menyadari bahwa kiamat akan tiba!

Para ilmuwan, secara aklamasi menyatakan bahwa kiamat akan tiba, tidak ada satupun ilmuwan yang menyangkalnya. Planet bumi berada dalam angkasa raya diantara triliunan benda langit lainnya seperti halnya bumi. Ada yang bersinar, ada yang sinarnya sudah mati, ada yang lebih besar dari bumi dan ada juga yang lebih kecil dari bumi. Semuanya bergerak, dan kadang dalam pergerakannya mereka bertabrakan.

Didalam perputarannya, masing-masing benda dilangit mempunyai daya tarik – menarik. Dan daya itu bisa hilang, habis! Akibatnya, apabila sudah kehilangan daya tarik menariknya, benda yang kekuatan daya tariknya sudah hilang, akan terhisap oleh benda lain yang kekuatan daya tariknya lebih besar, dilumat!

Atau matahari yang sinarnya padam, akibatnya bumi tidak lagi tersinari matahari, tidak ada siang dan malam di bumi, kehidupan akan punah dengan sendirinya. Matahari adalah bintang dilangit, dan bintang dilangit cahayanya tidak abadi, banyak yang telah padam. Banyak teori lainnya tentang cara berakhirnya bumi ini.

Dari dalam bumi sendiri, tanah yang kita pijak ini bukanlah tempat yang aman. Ada ribuan gunung api yang siap meletus, ada perubahan cuaca yang sepenuhnya diluar kuasa kita, angin topan, halilintar ataupun hujan lebatyang bisa jadi senjata pembunuh bagi kehidupan dimuka bumi ini. Atau bisa saja terjadi wabah penyakit yang mematikan, perubahan iklim yang sangat ekstrim, ketidakseimbangan ekosistem yang parah, bencana nuklir dan lainnya. Intinya adalah, akhir dari dunia bisa dengan beragam cara!

Banyak teori-teori ilmiah yang mengupas bagaimana caranya bumi ini berakhir, kiamat! Yang belum diketahui oleh ilmuwan adalah, kapan hal itu akan terjadi? Sebuah tanda tanya besar.

Sadar bahwa kiamat akan terjadi, mereka mulai mempersiapkan bagaimana agar kehidupan tidak berakhir. Kiamat bisa terjadi, tapi kehidupan harus tetap jalan, begitu pemikiran mereka!

Ilmuwan berpikir bagaimana mempersiapkan planet  yang lain sebagai pengganti bumi. Planet-planet tetangga terdekat diteliti, bagaimana bisa bertahan hidup didalamnya seperti di planet Mars. Juga dipersiapkan pesawat luar angkasa yang bisa menampung banyak manusia. Bibit-bibit tanaman yang merupakan pendukung kehidupan dimuka bumi juga didata dan dikumpulkan, siapa tahu suatu saat dibutuhkan!

Bagaimana dengan kiamat menurut agama?!?

Banyak ayat-ayat di dalam Al Quran yang menerangkan tentang hari kiamat. Yang membedakan dengan ilmu pengetahuan, bahwa ternyata tidak hanya kiamat, ada konsekwensi setelah itu, sehingga penyebutan kiamat menjadi beragam bukan hanya  disebut sebagai ‘hari akhir’. 

Salah satu nama lain dari hari kiamat adalah hari penyesalan, sebagaimana disebutkan dalam AL Quran:

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الأمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam keadaan lalai dan tidak beriman.” (QS. Maryam: 39).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/25424-19-nama-hari-kiamat.html

Dan disebutkan juga hari pembalasan. Semuanya mengisyaratkan bahwa kiamat adalah suatu akhir dari kehidupan tetapi juga merupakan suatu awal dari ‘kehidupan yang lain’. itulah yang membedakan dengan kiamat menurut ilmu pengetahuan.

Bagi orang beriman, kewajibannya adalah mempersiapkan kehidupan sesudah hari kiamat itu, menyiapkan bekalnya. Sudahkah kita mempersiapkannya?!?

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

10 Menit yang Menakutkan…

Video yang saya unggah ini sungguh sangat menggugah saya. Ada perasaan ketakutan yang sangat,sekaligus juga dorongan agar hal yang saya takutkan tidak terjadi.

Unggahan video itu dari youtube, video ilmiah unggahan dari Hashem Al Ghaili, seorang ilmuwan keturunan Yaman, lulusan universitas di Inggris. Saya sering mengikuti unggahan video-nya, dan banyak mengungkap ilmu pengetahuan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Pada unggahan di video ini, disebutkan bahwa otak manusia masih hidup sampai kurang lebih 10 menit setelah kita dinyatakan mati. Pengertian mati disini, jantung tidak bekerja! Jantung tidak bekerja membuat pasokan oksigen ke seluruh organ tubuh berhenti, dan secara perlahan, karena tidak ada pasokan oksigen, organ-organ tubuh vital melayu, berhenti bekerja juga. Dan, ajaibnya, otak tetap hidup walau tanpa pasokan oksigen, sampai kurang lebih 10 menit!

Apa yang terjadi selama otak masih ‘hidup 10 menit’ sementara organ vital yang lain sudah mati?

Inilah yang mencekam dalam pikiran saya, apakah ini yang disebut didalam dalil-dalil agama bahwa inilah ‘pergumulan kita yang sangat menentukan’ menjelang kita benar-benar mati?

 Pernahkah anda bermimpi yang tidak nyaman dan membuat kita merasa seolah-olah mengalami kejadian sebenarnya? Misalnya, kita mimpi dikejar anjing, kita lari terbirit-birit secepat-cepatnya, nafas sampai ngos-ngosan dan badan berkeringat. Kita kemudian bangun, tersadar, dan dalam keadaan berkeringat dengan nafas yang tidak teratur juga, benar-benar seperti mengalaminya sendiri, sesudah terbangun biasanya kita langsung lega, keringat berangsur berhenti, dan menarik nafas lega karena itu semua hanya mimpi.

Tahukah anda, berapa lama waktu mimpi kita itu terjadi? Kita merasa seolah lama, mungkin merasa seperti mengalaminya sendiri, berjam-jam atau bermenit-menit, tergantung dari alur cerita dalam mimpi kita. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa mimpi kita hanya berlangsung beberapa detik saja.

Nah sekarang, disebutkan dalam video itu bahwa kita mengalami kesadaran otak selama 10 menit saat semua organ tubuh sudah dinyatakan mati. Jika dibandingkan bahwa mimpi beberapa detik aja seolah-olah sangat lama, betapa panjang waktu yang akan kita alami dalam ’10 menit kehidupan’ itu?

Saya pernah merasakan mimpi yang seolah nyata. Tidur siang, bermimpi berada disuatu tempat yang pengap, dikejar-kejar, saya berlarian, tersengal-sengal nafas gak beraturan, udaranya panas, dan masuk ke suatu rongga, saya tidak bisa bergerak, badan mau digerakkan tapi tidak bisa, dan sekujur badan terasa sakit karena terhimpit. Kaget saya terbangun, sesak nafas, dan keringat bercucuran. Semua kejadian dalam mimpi itu terasa lama.

Saya kemudianmembayangkan jika mimpi buruk itu terjadi dalam ’10 menit kehidupan’ itu, kita mengalaminya terasa lama, padahal itu hanya dalam hitungan beberapa detik, bagaimana kalo mimpi buruk itu selama 10 menit?

Itu baru dari segi waktu, sekarang bagaimana dengan isi dari ’10 menit kehidupan’ itu sendiri?

Isi mimpi kita tergantung dari berbagai faktor, ada faktor dalam diri kita ada faktor yang ada diluar diri kita.

Faktor dalam diri misalnya karena ingatan-ingatan kita ataupun karena emosi kita seperti harapan, ketakutan, rasa senang dan sebagainya. Sedang faktor eksternal misalnya aktifitas yang ada disekitar kita, kadang kita mimpi seolah ada memanggil, kita dalam keadaan tertidur, tapi ternyata memang benar ada yang sedang memanggil kita, ada juga faktor luar yang seolah kita mengalami sesuatu yang semuanya ada diluar pengalaman kita dan emosi kita.

Kita akan mengalami hal sesuai dengan pengalaman hidup kita. Jika hidup kita penuh dengan intrik-intrik untuk menipu, berbuat kekerasan, menyakiti hati orang lain, merampas hak orang lain, berprasangka buruk kepada sesama, mengurangi timbangan, korupsi dan berbagai kejahatan lainnya, saya tidak bisa membayangkan betapa sangat menyiksanya ’10 menit kehidupan itu’, dan dalam durasi yang lama.

Tetapi, sebaliknya, bila hidup kita memberi manfaat kepada yang lain, membuat orang lain terpecahkan masalahnya, membuat orang lain harapannya jadi kenyataan, membuat orang lain merasa nyaman, senyum-senyum dan doa orang-orang itu akan menjadi mimpi indah didalam ’10 menit kehidupan’-nya.

Salah satu yang bertahan ‘hidup dalam 10 menit’ dalam otak disebut Cerebral Cortex, bagian ini yang akan mati terakhir. Cerebral Cortex juga berfungsi untuk mengumpulkan informasi dari indra kita, menganalisanya dan mengambil keputusan dengan perbuatan.

Dalam Islam dikatakan bahwa setan akan gencar menggoda disaat kita akan meninggalkan dunia ini. Setan berjuang sebagai titik penghabisan, untuk mendapatkan pengikutnya. Dia akan muncul menawarkan berbagai janji-janji indah yang semu atau juga argumentargumen yang melemahkan keimanan kita, tujuannya adalah, agar kita berakhir ‘tanpa keimanan’.

وَأَعُوذُ بِكَ أَن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيطَانُ عِندَ المَوتِ

Aku berlindung kepada-Mu agar tidak disesatkan setan ketika kematian. (HR. Ahmad 8667, Abu Daud 1554 dan dishahihkan al-Albani)

Read more https://konsultasisyariah.com/26531-setan-menggoda-manusia-ketika-sakaratul-maut.html

Sudah menjadi tujuan akhir dari umat Islam, untuk berada pada saat akhir yang baik (husnul khatimah), berada pada kondisi kita meyakini keberadaan-Nya dan keesaan-Nya.

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

“Nilai amal, dintentukan keadaan akhirnya.” (HR. Bukhari, Turmudzi dan yang lainnya)

Read more https://konsultasisyariah.com/11177-setan-datang-menggoda-saat-menjelang-ajal.html

Bisa dibayangkan, pertarungan-pertarungan itu kita hadapi sendirian, dan menurut saya, pertarungan itu berada pada ’10 menit kehidupan’ itu. Saat dimana kita masih ‘hidup’, sementara orang lain meyakini kita sudah mati!

Dipublikasi di Renungan | Tag , , | Meninggalkan komentar

‘Kepleset’ Pesen Kitchen Set…

KLARIFIKASI

Alhamdulillah permasalahan mengenai pemesanan Kitchen Set ini sudah selesai dengan baik. Dari keluarga Pak Hendri, dengan itikad baik, telah menyelesaikan semua permsalahan dengan klien-nya.

Beberapa nama ‘korban’ yang telah menghubungi saya karena adanya permasalahan yang sama dengan saya, kemudian membentuk satu WA Group. Dari WA Group itulah kami berkomunikasi dengan keluarga Pak Hendri.

Dan hari ini, tanggal 9 Mei 2019, semua yang telah tergabung dalam WA Group itu permasalahannya sudah diselesaikan oleh Keluarga Pak Hendri, tidak ada lagi piutang yang tersisa. Terakhir, punya saya pribadi, Salah satu anggota WA Group juga telah menyampaikan klarifikasinya di bagian komen bawah ini.

Manusia adalah tempat salah, dan yang paling utama dari kita adalah bagaimana dapat memperbaiki kesalahan itu dan bangkit untuk menjadi manusia yang lebih baik. Semoga Pak Hendri dapat berkarya lagi, karena terus terang ini merupakan pemesanan yang ke-2 dengan Pak Hendri karena puas pada pemesanan sebelumnya.

Terima kasih dan salam….


Nah ini dia tulisan saya sebelumnya:

Sebelum bercerita kilas balik ke belakang, catat ya: JANGAN SEKALI-KALI PESAN KITCHEN SET DI KITCHEN WORKSHOP JL SHOLEH ISKANDAR (JALAN BARU), PEMILIKNYA NAMANYA HENDRI PANTOW (0878-7007-0700).

Kitchen Workshop di Jalan Sholeh Iskandar (Jalan Baru), masih terima order,padahal bakal gak dikerjain, kan penipuan…

Awalnya karena merasa puas dengan pesanan saya sebelumnya, kitchen set dirumah masih tetap bagus walau sudah bertahun-tahun. Saya pesan lagi ke pembuatnya, namanya Hendri  Pantow, usahanya Kitchen Workshop, ada ruang pamer di jalan Sholeh Iskandar (Jalan Baru) Bogor.

Hendri Pantow lagi umrah…

Hendri Pantow lagi memandang apa gitu….

Saya WA beliau, malam-malam  (saking ngebetnya, hehehe), tanggal 20 Juli 2018 yang lalu. Direspon paginya, dan janji akan disurvei siang tanggal 21 Juli 2018, okay, sippp…

Siang, sekitar jam satuan, Pak Hendri datang, pake mobil Mercedes tua, Mercy Boxer 300E, transmisi manual buatan tahun 1988, warna hitam, plat nomer F 1627 AM. Seperti pengakuannya, ia memang pecinta mobil Eropa. Waktu dia datang untuk survey pesanan pertama saya, dia juga pake mobil BMW yang sudah berumur juga, tetapi masih terlihat bagus dan terawat.

Singkat kata dia survey dan ukur-ukur area yang akan dipasang Kitchen Set. Bagusnya dengan dia, saran-sarannya banyak, diskusi nya juga hangat, kelihatannya dia memang berpengalaman dibidang Kitchen Set. Dia juga kasih saran mengenai keramik yang akan dipasang di dinding kitchen set-nya. Dia kasih perkiraan harga Rp 18 juta sekian. Dan minta down payment 50% didepan sebelum memulai pekerjaan.

Saya tanya, kapan kira-kira akan selesai, dia kasih estimasi sekitar 7 minggu, saya minta lebih cepat, dia jawab, untuk pemesanan bahan aja perlu 5 minggu, jadi waktu 7 minggu sudah bagus, terang dia, okay, deal!

Saya transfer Rp 9 juta, dengan 2 kali transfer, terakhir saya transfer tanggal 22 Juli di Terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng.

Sabar menunggu sampai 7 minggu, meski rasanya pengin cepat, karena saya dan istri udah kebayang dapur yang lebih nyaman. Utamanya lagi di kitchen set yang baru itu, peralatan kopi saya akan dipajang disitu. Saya bayangin ntar ada saringan V60, Aeropress, Vietnam Drip, Timbangan, Clever Dripper, Grinder, teko leher angsa,  sampai server aneka bentuk akan saya pajang disitu, aseek nih.

Keramik juga buru-buru beli, karena pas lagi ada diskonan di Toko Mitra Bangunan…

Akhirnya 7 minggu lewatlah, saya mulai rajin-rajin nanya ke Pak Hendri lewat WA. Responnya sungguh mengecewakan, gak responsif banget, WA saya gak dijawab, telpon gak diangkat, saya udah mulai curiga. Tapi isteri saya selalu menenangkan saya, sabar, mungkin dia lagi banyak orderan.

Pernah juga nelpon ke nomer showroom-nya di Jalan Baru, diangkat oleh yang jagain showroom, namanya Adi, ya jawabnya datar-datar aja, akan di-cek, akan disampaikan ke Pak Hendri, nanti akan diinfo kalo sudah ada kabar  bla bla bla…

Foto Adi, yang jagain showroom Kitchen Workshop

Akhirnya, nanya-nanya lewat telpon dan WA respon minim, kenapa gak kita datangi aja showroom-nya!!!

Tanggal 13 Oktober pun kami kesana, hari Sabtu. Waktu itu siang sekitar jam 12-an. Showroom terkunci, tapi ada motor diluar dan pintu harmonica (pintu dari besi yang buka tutup kayak harmonica itu lho) juga terbuka, menandakan ada orangnya, mungkin lagi keluar.

Nah, pas lagi nungguin orang yang jaga workshop itu, ada orang datang dengan maksud yang sama, mencari Pak Hendri! Dia nanyain kesaya, cari siapa dan apa maksudnya kesini? Saya bilang saya pesan kitchen set yang tak kunjung jadi, dan saya nyariin yang jaga atau kalo ada Pak Hendri sang pemilik showroom.

Kasihannya, ternyata dia juga korban ‘kejahatan’ Hendri, ada bisnis diantara mereka dan berakhir dengan si Hendri mempunyai hutang sejumlah sekian (wow, kasian, 2 kali lipat lebih nilainya daripada punya saya!). Wah ada yang lebih parah dari saya nih, sudah kronis si Hendri.

Bukan Pertuni, ini Ois Iskandar, tangan kanan Hendri…

Saking seringnya nagih dan tanpa hasil, si A korban Hendri ini tahu tempat workshop-nya ‘Kitchen Workshop’ , yang ada di dekat komplek Bogor Raya Permai dekat Yasmin.

Saya datangi workshop-nya, dan keadaannya memang parah separah-parahnya (pe-lebay-an, tapi emang parah gaesss…!).

Disana ada dua orang yang lagi nungguin gak jelas. Gak jelas karena emang nungguin doang, gak ada kerjaan, sambil nonton TV tabung yang sudah menuju kepunahan dari dunia ini.

Namanya Ihsan dan Faruq. Mereka bercerita emang gak ada lagi yang dikerjakan, karena gak ada orderan dari Pak Ois (ini orang yang katanya masih bisa ketemu dengan Hendri). Orderan dari Hendri ke workshop atau bagian produksi melalui Ois. Saya nanya apa ada orderan atas nama saya, katanya juga gak ada. Wah bener, ketipu, dah ditungguin sambil ngebayang-bayangin rumah yang makin apik dengan kitchen set baru, ini malah belum ada order sepatah katapun dari si Hendri ke bagian produksi. Tiga bulan menunggu tapi tanpa hasil. Akhirnya dari sini saya berhasil mendapatkan telpon Ois, tangan kanan Hendri, mereka waktu ditelpon lagi survey kerumah pelanggan dengan Adi. Whattss, survey?!?, orderan lama belum dikerjakan ini malah survei orderan baru, berarti bakalan ada korban baru nih…

Disela-sela pembicaraan saya dengar suara tiit…tiit…tiit, saya kira suara apa, ternyata suara alarm dari meteran listrik, menandakan kalo udah perlu diisi token-nya. Wah, buat beli token listrik aja gak mampu!!

Dari workshop saya kembali lagi ke showroom yang di Jalan Baru. Disana sudah ada Adi. Saya datangi dia, dan saya tanyakan pesanan saya. Kemudian Adi nelpon Ois, minta Ois datang ke showroom karena ada saya.

Ois, yang konon masih bisa ketemu dengan Hendri. Saya tanya ke Ois dimana alamat Hendri, Ois bilang gak tahu (entah jujur ato untuk melindungi tuannya…) dan kalo ketemuan pasti bukan dirumahnya, biasa disuatu tempat gitu. Setahu Ois, dia dengar kalo rumahnya Hendri ada di Bogor Baru.

Dicoba telpon berkali-kali si Hendri pada saat itu gak diangkat-angkat. Yah, saya pikir juga percuma nekan anak buahnya, kasian juga mereka, bisa aja gaji udah lama gak dibayar. Liat wajah Adi yang kurus kering dan gemetar saya datangi jadi gak tega juga sih.

Pada saat saya menemui mereka, ada beberapa pengunjung yang datang, kelihatannya mereka mau mesan kitchen set juga, tapi mendengar pembicaraan saya yang sedang complain dan suara agak keras, akhirnya mereka mundur juga, sepertinya tidak jadi pesan. Saya berpikir, wah banyak juga mereka yang datang ya, belum sampai 1 jam aja ada sekitar 3 orang yang datang. Jangan sampai mereka tertipu seperti saya!

Workshop gak ada kegiatan…

Workshop kacau balau dan kotor…

Bisa saja Adi dan Ois itu operator atau kaki tangan dari penipuan ini, sedangkan Hendri bagian terima hasilnya, segala kemungkinan bisa terjadi. Yang jelas, mereka jelas-jelas melakukan penipuan, karena masih terima order, sedang order lama masih banyak yang gak dikerjakan, dan di workshop-nya juga gak ada kegiatan produksi sama sekali.

Saya juga berpikir untuk mengajukan kasus ini ke ranah hukum, tapi dengan kerugian hanya Rp 9 juta, kalo menggugat sendirian malah tekor, nah, dengan adanya informasi ini dari saya, kalo anda korban penipuan Hendri, silahkan hubungi saya ya, dan bagi yang membaca artikel ini dan berniat untuk mesan Kitchen Set, jangan sekali-kali pesan di KITCHEN WORKSHOP.

Oh ya, saya juga dapat informasi banyak tentang Hendri, mulai dari keluarganya, anak-anaknya kuliah dimana dan kerja dimana, orang-orang dekatnya, kegiatan istrinya dan lainnya. Informasi ini akan berguna pada saatnya.

Kadang saya merasa kasihan, bisa jadi anak istrinya tidak tahu kelakuan Hendri ini, jadi sejauh mungkin saya tidak ingin melibatkan secara langsung. Terutama anak-anaknya, biarlah mereka mempunyai dunia sendiri dan tidak terbebani dengan kejahatan orang-tuanya.

Kadang penampilan memang sangat menipu, atau bisa juga memang dipakai buat menipu, penampilan Hendri di profil WA-nya agamis banget, dengan latar belakang Masjid Nabawi, foto umrah waktu akhir tahun 2017 yang lalu.

Yang jelas, proyek Kitchen Set dirumah saya jadi terbengkalai, mau pesen lagi kudu nganggarin lagi nih, hadehhhh, Hendriiiiiiiiii….., b*ngs*t kau ya !@#$%

Dipublikasi di Sekelebatan | Tag , , , , , | 5 Komentar

Antisipasi

Antisipasi adalah kata serapan dari bahasa Inggris, Anticipation, dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti: perhitungan tentang hal-hal yang akan (belum) terjadi; bayangan; ramalan.

Hal-hal seperti apa yang misalnya akan terjadi? Banyak dan sangat luas. Bisa mengenai cuaca, perjalanan, rencana kegiatan, kondisi rumah dan yang lebih luas lagi perekonomian di masa depan, pergeseran sosial budaya yang akan terjadi seiring waktu di masa yang akan datang, perkembangan teknologi, pergeseran politik dan lain sebagainya.

Semua hal didunia ini berubah, tidak ada yang abadi. Yang abadi adalah ketidakabadian itu sendiri.

Karena semua hal berubah, kita harus mengantisipasinya, melakukan perhitungan tentang hal-hal yang kemungkinan akan terjadi, dan yang paling penting adalah mempersiapkannya sehingga kita tetap hidup, berkembang dan lebih unggul dari yang lain.

Kalo anda mau mengendarai mobil dan melihat mendung pada arah yang akan kita tuju, maka kita mengantisipasinya dengan membawa payung. Jika tidak, maka kita akan basah kuyup begitu keluar dari mobil. Baju, celana dan sepatu basah semua. Akibatnya kita bisa sakit atau kita gak bisa datang ke ruangan acara karena basah. Mengantisipasi hujan dengan menyediakan payung memberikan kelancaran kepada tujuan perjalanan kita dan menghindari hal yang tidak nyaman terjadi.

Jika besok kita akan menghadapi ujian di kelas, maka hari ini (dan baiknya jauh hari sebelumnya) maka kita mempersiapkannya, membayangkan apa yang akan keluar didalam ujian, mencari soal-soal dan jawaban dari ujian-ujian terdahulu dan mengumpulkan pelajaran-pelajaran yang telah diberikan sebelumnya untuk dipelajari. Semua dilakukan untuk mengantisipasi ujian tersebut, kita mengetahui akan terjadi ujian dan kita mempersiapkannya.

Dari mana kita tahu akan terjadinya sesuatu dimasa depan? Panca indera, akal dan perasaan kita adalah karunia Allah yang dilekatkan pada manusia sebagai alat untuk mengetahui sesuatu yang akan terjadi di masa depan.

Pada waktu kita mengendarai mobil, mata kita melihat kondisi yang ada di depan, apakah jalannya lurus atau berbelok, ada mobil lain atau tidak, jalannya rata atau berlubang dan cuaca cerah, hujan, berangin atau lainnya. Dari pandangan mata, kemudian akal dan perasaan kita mengantisipasinya dengan melakukan perhitungan, apakah sudah aman untuk menyalib, perlukah memperlambat kendaraan, atau berhati-hati karena didepan ada jurang yang curam.

Semakin jauh rentang waktu yang akan datang yang kita antisipasi akan semakin baik.

Antisipasi waktu yang akan datang tersingkat yang kita lakukan adalah sesuai dengan perjalanan waktu. Jika kita berkendara, maka apa yang kita lihat didepan kita langsung mengantisipasinya, melihat jalan yang berbelok, kita akan memutar kemudi mengikuti belokan.

Tetapi apabila kita mengantisipasi perjalanan itu dengan rentang waktu yang lebih lama lagi akan lebih baik. Kita mengantisipasi bahwa pada jam tertentu di satu titik lokasi akan ada kemacetan, kita mencari informasi dan kemudian mengantisipasi bahwa ada titik rawan longsor yang akan kita lewati, kita juga mendengarkan prediksi cuaca yang akan terjadi di lokasi tujuan, kita mendapatkan berita-berita terkini mengenai lokasi yang akan kita kunjungi yang mungkin berpengaruh pada misi perjalanan kita. Semuanya kita antisipasi, sehingga pada saatnya kejadian itu tiba, kita akan mudah mengatasinya.

Semakin jauh kita melihat kedepan, membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan, membayangkan apa yang kita harapkan di masa depan, kemudian kita mengantisipasi dan mempersiapkannya, maka masa depan kita akan jauh lebih baik.

Bapakku seorang anak desa. Pada waktu kecil ia sering lewat pematang sawah dan kebun di desa Madura yang tidak subur dan kering. Ia tidak melihat ada ‘kehidupan’ disitu, jika melihat orang-orang sekitarnya yang petani, Bapakku melihat wajah-wajah kemiskinan.

Satu ketakutan yang ada pada dirinya, suatu saat ia akan besar dan suatu saat ia akan menjadi petani juga, dan pikiran kecilnya waktu itu mengatakan ‘Saya tidak ingin menjadi petani, Ini bukan sesuatu yang enak!’.

Ia menjadi giat belajar, waktu itu pemerintah memang giat ‘menangkapi’ anak-anak untuk sekolah, sekolah setingkat SMP dikota, meski harus berpisah dengan orang tua, dan karena kemampuan ekonomi keluarga yang pas-pasan, ketika sudah setingkat SMA, ia juga harus mencari sekolah yang memberikan beasiswa, dan akhirnya dapat! Cita-citanya juga terwujud ‘Tidak menjadi Petani!’.

Antisipasi yang lain, ada orang tua yang benar-benar berupaya agar anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, mendorongnya untuk belajar giat dan mengusahakan segala kebutuhan yang sifatnya untuk pendidikan terpenuhi, padahal ia hanya kuli di pasar, dan ketika ditanya orang lain kenapa ia lakukan semua, dijawabnya ‘Agar anak saya tidak seperti saya, hanya seorang kuli pasar!’

Orang tua tersebut telah melakukan antisipasi, mempersiapkan masa depan anaknya, karena ia telah merasakan sendiri, penderitaan yang ia alami karena lalai dalam hidupnya, dan ia ingin hal itu tidak terjadi pada anaknya!

Panca indera, akal dan perasaan adalah alat untuk mengantisipasi. Hal-hal yang belum (akan) terjadi, bayangan ataupun ramalan adalah informasi. Semakin akurat informasi yang kita terima, semakin baik kita mengantisipasinya dan tidak akan salah sasaran.

Jika ada ramalan cuaca bahwa besok akan hujan, kemudian kita mengantisipasinya dengan membawa payung dan jas hujan, tapi ternyata kemudian ramalan cuacanya tidak benar maka payung dan jas hujan yang kita bawa tidak terpakai.

Bagi umat Islam, yang meyakini Al Quran adalah informasi yang paling akurat didunia, tentu kita harus mengimaninya, melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi larangannya.

Didalam Al Quran juga ada informasi mengenai kehidupan sesudah mati, yang harus kita imani. Kehidupan sesudah mati, pada akhirnya mempunyai 2 konsekwensi, surga atau neraka!

Dan kehidupan sesudah mati adalah rentang waktu terpanjang kita yang ada di masa depan, bukan hanya di dunia tetapi juga melampaui dunia, akhirat!

Semakin jauh rentang waktu masa depan yang kita antisipasi, maka akan semakin baik!

Siapakah orang yang paling cerdas menurut Islam? Ada kaum Anshar yang menanyakan hal serupa kepada Rasulullah:

Ya Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya”. Kemudian ia bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas“.

-HR. Ibnu Majah-

Cara terbaik meramal masa depan adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri!

-Abraham Lincoln-

Kita bisa meramal masa depan kehidupan kita sendiri di akhirat berdasarkan persiapan yang telah kita lakukan selama didunia. Sesungguhnya, ‘Surga’ atau ‘Neraka’, kita sendirilah yang ‘menciptakannya’…

 

Catatan:

Kehidupan petani di desa Bapakku, di Madura, banyak yang masih prasejahtera. Sawah di Madura rata-rata tadah hujan, hanya ditanami waktu musim hujan, sesudahnya kering kerontang. Jenis tanaman yang dapat tumbuhpun juga terbatas, tidak terlalu subur!

Dipublikasi di Renungan | Tag , | Meninggalkan komentar

Penitipan Barang di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta – Jakarta…

Kebayang gak gimana rempongnya, barang bawaan banyak, ada waktu transit sekitar 5 jam dan waktu itu saya ada perlu untuk keluar sebentar di seputaran Bandara?  Masak harus barang bawaan kemana-mana? Capek, merepotkan belum kemungkinan rusak dan hilang selama dibawa-bawa.

Adakah tempat penitipan barang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang masih baru ini?

Saya tanya-tanya ke petugas, akhirnya dapat juga!

Yang pertama ada di Gedung Parkir Lantai 3. Dikelola sendiri oleh PT Angkasa Pura 2 yang merupakan otoritas bandara ini. Ada di lobby tempat tunggu penjemput. Di lobby gedung parkir ini juga ada beragam fasilitas seperti toko kelontong, gerai makanan minuman, coffee shop, toilet dan naik keatas lagi satu tingkat, ada masjid yang digunakan untuk jumatan. Waktu itu hari Jumat dan saya juga shalat Jumat di lantai 4 gedung parkir tersebut. Yang jumatan, banyak!!!

Istilah umum untuk tempat penitipan barang ini yaitu ‘Left Baggage Service’, nah PT Angkasa Pura 2 menamakan fasilitas layanannya ini dengan ‘Baggage Solution’. Fasilitas layanan sekaligus motonya adalah: Packing / Shipping / Storage. Fasilitas ini terletak bersebelahan dengan Indomaret. Kalo anda masuk ke area lobby gedung parkir dari arah gedung terminal, terletak disebelah kiri.

Akhirnya saya tinggalkan 2 buah barang bawaan saya, hhmmm lega, hehehe. Dan dimulailah jalan-jalan saya.

Yang kedua ada di gedung utama terminal di lantai I kedatangan di Gerbang 3. Posisinya dekat gerai makanan ‘Solaria’. Yang ini dikelola oleh swasta, namanya ‘.box # left baggage services’. Motonya trust/safe/reliable.

Tarifnya hampir sama sih. Yang di Baggage Solution saya bayar Rp 50.000,- untuk kategori barang kecil dan dibawah 11 kg. Yang di .box saya lihat di daftar tarifnya Rp 45.000,- sepertinya belum termasuk PPN.

Jadi bagi anda yang bepergian atau transit dan membutuhkan fasilitas tempat penitipan barang di Bandara Terminal 3 Ultimate, dua tempat tersebut bisa anda datangi!

Sekalian mau majang foto-foto Masjid saat Jumatan di Lantai 4 Gedung Parkir nih! Tempatnya luas, buat ambil wudhu juga banyak dan karena ada di lantai atas dengan bangunan terbuka, semilir angin membuat masjid ini tidak gerah.

 

Dipublikasi di Perjalanan, Tips dan Trik | Tag , , , , , | 9 Komentar

Wiraswastawan, orang-orang yang hebat!

Pengusaha

Kecenderungan dari manusia untuk selalu melihat kekurangan yang ada pada dirinya, dan kemudian menganggapnya sebagai hal yang harus diperbaiki. Dia tidak melihat bahwa ‘kelebihan’ sudah ada pada dirinya, dengan penciptaan yang berbeda-beda pada setiap orang, sehingga harusnya malah berpikir bagaimana memanfaatkan ‘kelebihan’ tersebut untuk mendapatkan keuntungan berlipat!

Jika ditanya kepada setiap orang, maukah anda menjadi seorang Wiraswasta? Kebanyakan orang akan menjawab IYA dengan bulat dan tegas. Yang terbayang dari seorang ‘Wiraswasta’ adalah pedagang, sodagar kaya, bisnisman, punya property banyak dan tunggangan mobil yang mewah!

Dan ketika ditelisik dengan pertanyaan yang lebih jauh lagi ‘Kenapa anda tidak menjadi seorang wiraswastawan kalau anda menginginkannya?’ Maka jawabannya sudah mulai ‘tidak yang sebenarnya’ dan mencari-cari alasan. Jawaban yang umum: situasi ekonomi lagi sulit, persaingan sangat ketat, infrastruktur tidak memadai sehingga sulit bersaing, pendidikan kurang, modal terbatas dan sebagainya.

Padahal, kalo dibilang ekonomi lagi sulit, rasanya malah banyak tumbuh jenis bisnis baru dengan wiraswastawan yang baru pula. Dulu pasti tidak ditemukan pedagang pulsa, token listrik, sekarang menjamur. Pedagang coffe shop yang dulu terbatas, sekarang disetiap sudut kota ada. Belum lagi usaha-usaha yang tidak terbayangkan sebelumnya, usaha cuci sepatu, cuci helm, karpet dan yang paling umum laundry kiloan. Semua tumbuh dan bisa bertahan!

Persaingan sangat ketat, juga jadi alasan klasik. Sebenarnya alasan ‘persaingan sangat ketat’ termasuk alasan yang jujur, karena berarti yang beralasan mengakui kalau ia ‘tidak mampu bersaing’. Kalo memang alasan persaingan sangat ketat, kenapa lebih banyak merk barang yang tumbuh daripada yang hilang? Merk hape dulu hanya beberapa, sekarang sudah jauh lebih banyak. Merk sepatu, pun juga demikian, lebih banyak pilihan daripada jaman dulu. Merk-merk barang elektronik lebih banyak yang baru daripada yang hilang tenggelam.

Alasan yang lain, karena infrastruktur yang tidak memadai sehingga sulit bersaing. Kalo misalkan China sekarang merajai pasaran dunia, apakah itu terjadi tiba-tiba? Apakah pemerintah Negara Cina ujug-ujug membangun banyak infrastruktur dengan biaya besar yang memperolehnya dari langit? Tentu tidak, China juga mengalami masa yang suram, infrastruktur yang terbatas, bahkan cenderung diisolasi dari pergaulan dunia, tapi semuanya tidak membuat China menjadi tidak produktif dan putus asa, secara perlahan-lahan dan pasti melangkah maju, membuat beragam produk dan akhirnya menguasai pasaran dunia. Secara perlahan, kekayaannya semakin berlimpah, mampu membuat beragam infrastruktur, yang semakin meningkatkan produktifitasnya.

Ada juga yang mengatakan, pendidikan saya tidak memadai, saya belum mempunyai keterampilan yang cukup atau saya hanya lulusan SD dan sebagainya. Haruskah disebutkan contohnya betapa banyak sodagar kaya yang tidak mengenyam sekolah yang memadai! Kalau memang tidak mempunyai keterampilan, punyalah kemauan untuk mempelajarinya, dengan berbagai cara!

Alasan yang paling umum adalah: modal terbatas!! Bob Sadino, yang dikenal sebagai pengusaha nyentrik, semasa hidupnya pernah bertanya dalam suatu forum kepada orang yang mengemukakan alasan modal sebagai hambatan memulai usahanya. Ia bertanya ‘Maukah kakimu saya amputasi satu buah dan akan saya beri kamu uang satu miliar?’, kemudian dijawabnya sama orang tersebut ‘Tentu saya tidak mau!, dan Bob Sadino-pun dengan enteng menimpali ‘Nah sekarang kamu sudah punya uang 2 miliar, karena kamu mempunyai 2 kaki yang sempurna sebagai modal!. Rata-rata pengusaha tangguh dengan konglomerasi bisnis yang besar dan telah berjalan puluhan tahun, dimulai dari modal yang pas-pasan. Karena dengan modal yang pas-pasan itulah ia akan ditempa suatu proses yang semakin memperkaya pengalamannya untuk menjadi wirasasta yang sukses!

Wiraswastawan adalah sebuah mindset, bukan hanya sekedar profesi. Seorang wiraswasta akan mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan berusaha memanfaatkannya untuk keuntungan dirinya. Mungkin banyak orang mengeluh terhadap situasi politik, lingkungan sekitar atau tingkat perekonomian yang lagi turun, nah seorang wiraswastawan memandang bahwa apa yang terjadi diluar, itulah kebenarannya, dia tidak akan mengutak-atiknya, tetapi dia memikirkan bagaimana cara memanfaatkan situasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Bila orang masih berpikir bahwa pemasaran susah, ia akan mengalihkannya dengan pemasaran digital atau cara lain yang lebih praktis, bila orang mungkin mengeluh bahwa dulu waktu si A memimpin enak, sekarang giliran si B jadi pimpinan keadaannya berubah. Nah kalo seorang wiraswastawan dia akan berpikir bagaimana cara mendekati pemimpin siapapun dia baik si A maupun si B.

Wiraswastawan adalah sebiah mindset, bukan hanya sekedar profesi. Jika orang kantoran terbiasa dengan urutan tata kerja yang baku, pola pikir wiraswastawan berbeda. Urutan tata kerja itu sangat dinamis, mengikuti kebutuhan pada saat itu, semua bisa diubah kecuali kitab suci! Dan tata kerja yang diambil adalah yang paling singkat, karena waktu sangat berharga bagi seorang wiraswastawan.

Tidak ada alasan bagi wiraswastawan atau pengusaha untuk berhenti berinisiatif, selagi ada celah, ia akan berusaha mengejarnya. Pola pikir seorang pengusaha sangat dibutuhkan didalam suatu Negara, karena mereka orang-orang hebat yang tidak tergantung pada suatu keadaan. Semakin banyak jumlah pengusaha yang ada pada suatu Negara, maka akan semakin maju Negara tersebut!

Dipublikasi di Opini | Tag , , | Meninggalkan komentar

Game changer, ikut atau tersikut!!

GameChanger_logo

Sekitar tahun 1980 – 1990 an, di komplek perumahan saya di Madura, masih ada Delman (kami menyebutnya Dokar, kendaraan yang ditarik oleh kuda yang terkenal sampai ada lagunya, … naik delman istimewa kududuk didepan…, hehehe) sebagai transportasi umum yang biasanya digunakan untuk ke pasar, sekolah ataupun tempat lain dalam jarak dekat. Pada saat itu, kehadiran Angkot (Angkutan Kota, berupa mobil penumpang umum) sudah mulai ada, dan secara perlahan Dokar menjadi tersisih. Di komplek saya, Angkot dan Delman sama-sama hadir sebagai pilihan, tidak ribut, meski Delman mulai mengeluh, karena pendapatannya turun sejak kehadiran Angkot.

Disaat yang sama, di daerah sekitar rumah teman saya, rupanya kehadiran Angkot tidak diterima oleh Dokar. Daerah teman saya memang lebih masuk tempatnya, walaupun jalan juga sudah mulus. Hanya boleh Dokar yang mangkal di ujung gang, untuk mengantar penumpang yang baru turun dari bis ataupun mobil penumpang umum ke jalan didalam area yang lebih jauh. Jangan coba-coba Angkot yang mengambil penumpang untuk masuk ke daerah tersebut, bisa dikeroyok oleh pengemudi Dokar yang mangkal!

Melihat fenomena ojek online sekarang, saya kemudian ingat kejadian di tahun 1980-an tersebut! Sama, kehadiran ojek online di komplek perumahan saya di Bogor ditolak oleh ojek pangkalan. Di ujung jalan perumahan terpampang spanduk ‘Ojek Online Dilarang Masuk Komplek Kebun Raya Residence’, dan ini membuat ngeri para ojek online, mereka gak mau ambil resiko meski ada juga yang nyuri-nyuri.

Dalam hati, saya sebagai penghuni komplek jengkel juga ke ojek pangkalan, bukankah kita penumpangnya, ya suka-suka kita dong mau milih ojek apa, rasanya gak rela kita ditekan untuk naik ojek pangkalan yang harganya jelas lebih mahal dengan bau jaket pengemudinya yang biasanya lebih bau!

Seiring waktu (dan seiring spanduknya yang semakin kusam dan robek, hehehe), kehadiran ojek online sudah mulai diterima. Ojek pangkalan mungkin capek juga bersitegang tiap hari dengan ojek online yang armadanya sudah seperti air bah.

Dulu Blackberry merajai pasar smartphone. Smartphone ya Blackberry!! Jika kita menenteng Blackberry, rasanya status kelas kita jadi terangkat, buka hape di tempat umum lebih pede, sering dibuka walau gak ada pesan baru, hehehe.

Pada jamannya, memang Blackberry sangat membantu untuk bisnis dan tidak ada yang menandingi kepraktisannya dalam hal komunikasi email. Semua platform email bisa diterima di Blackberry, membaca email seperti membaca SMS saja. Belum lagi BlackBerry Messenger, dimana kita bebas berkomunikasi dengan pemilik BlackBerry lainnya asal kita tahu nomer PIN-nya.

Email kantor yang biasanya berbasis windows MS Outlook juga dengan mudah terbaca di BlackBerry. Semua alamat yang ada di MS Outlook kita dikantor juga langsung terkonek ke BlackBerry, demikian juga dengan notifikasi calendar seperti untuk meeting dapat dibaca di BlackBerry.

Untuk alasan itu, kantor saya pada tahun 2007 membekali saya dengan BlackBerry, wow, gratisan ya pasti mau dong, hehehe. Kantor saya dulu, memang IT-minded, mengelola puluhan ribu part number pesawat terbang tentu diperlukan teknologi IT yang mumpuni. Dengan customer yang tersebar di berbagai benua, komunikasi real time manjadi suatu keharusan.

Seiring waktu, smartphone android mulai masuk. BlackBerry secara perlahan tenggelam, yang dulunya hanya dipegang orang kantoran tertentu, mulai dipegang oleh semua kalangan, dan harganya semakin turun. Sementara smartphone Android secara perlahan semakin berjaya.

Hape BlackBerry seperti terlihat jadul dengan isi program yang tertatih-tatih bila dibandingkan dengan smartphone Android.

Handphone membuat telepon rumah jadi mangkrak, dan pada waktu hape ada feature SMS-nya, surat dan telegram langsung tenggelam. Ketika handphone semakin canggih dan pintar, yang tenggelam semakin banyak lagi, facsimile, pemutar lagu, kamera, radio, beragam game dan belum lagi aplikasi lainnya dengan ribuan fungsi yang secara substitutive menggantikan peralatan yang dibuat khusus terpisah.

Internet juga mengubah pola hidup dunia secara drastis. Dulu pengeluaran terbanyak untuk komunikasi adalah pulsa, baik pulsa telpon rumah kemudian berubah menjadi pulsa handphone. Sekarang berubah menjadi layanan data, internet! Bukan lagi durasi yang dihitung dan dijual, tetapi berapa byte data yang terpakai yang kemudian dibebankan kepada pemakai. Sekarang, pengeluaran untuk volume data jauh lebih banyak daripada pulsa.

Internet membuat smartphone menjadi perangkat yang tidak boleh tertinggal dirumah, selalu ada didalam kantong, selalu yang ditengok pertama kali waktu bangun tidur, dan selalu yang dibuka jika kita lagi senggang.

Internet berkontribusi mengubah perilaku sosial dalam hal berbelanja. Sekarang keluhan mall dan pusat perbelanjaan yang mulai sepi sudah sering didengar. Kalopun ada pengunjungnya, kebanyakan para Rojali alias Rombongan Jarang Beli. Disatu sisi, belanja online mulai melonjak naik.

Media sosial membanjiri halamannya dengan katalog produk, siapa yang gak tergiur?!? Hanya dengan sentuhan jari, semua bisa terwujud, produk yang diinginkan ada dalam hitungan jam ataupun hari.

Pengalaman pribadi, tak terasa, frekwensi belanja online makin meningkat, pertamanya coba-coba, barang yang dibeli datang dengan lancar. Sekali, dua kali dan akhirnya berkali-kali, alhamdulillah semua pembelian online yang saya lakukan tidak ada masalah yang berarti. Akhirnya, setiap cari barang, yang dituju pertama mencari online dahulu, kecuali untuk barang keperluan sehari-hari.

Bukan hanya karena ada penemuan baru, sebuah situasi berubah drastis mengubah peta permainan dan strategi. Bisa saja karena sebuah ide atau cara kerja yang brillian, yang kemudian peta permainan jadi berubah.

Sebelum adanya low cost carrier seperti Air Asia, Easy Jet, Tiger Air dan lainnya, dunia penerbangan adalah dunia transportasi kelas elit, hanya orang tertentu yang bisa membayar mahal untuk mendapatkan layanannya.

Tetapi low cost carrier membalik semua situasi ini, now, everybody can fly, itu moto dari Lion Air, salah satu low cost carrier Indonesia.

Bagaimana mereka bisa menjual dengan harga murah, sementara alat angkut atau pesawat yang digunakan sama?!?

Low cost carrier memangkas semua biaya yang sifatnya ‘kemewahan’ tetapi tetap menawarkan inti dari bisnis transportasi udara: kecepatan! Hidangan di pesawat dihapus, malah diganti dengan pramugari yang jualan makanan dan minuman. Kursi pesawat juga ada harganya, bila ingin memilih seat tertentu, maka ada ongkos tambahan. Jatah bagasi dipangkas. Reservasi memakai system sendiri yang lebih sederhana. Penjualan tiket online, sehingga mengurangi biaya kantor perwakilan atau cabang. Menghindari parkir pesawat yang lama, untuk menekan biaya parkir. Dan banyak lagi yang diubah dengan satu tujuan, pangkas biaya!!

Hasilnya terasa, tiket pesawat jadi murah, terlalu murah malah, sehingga ancamannya juga ke moda transportasi yang lain seperti kapal laut (PELNI yang sebelumnya berjaya menjadi rugi!), kereta api dan bis antar kota antar propinsi. Sedangkan airline lain yang tidak efisien, terpaksa harus gulung tikar.

Itulah Game Changer, semua hal yang sifatnya penemuan, ide, kejadian ataupun prosedur yang mengubah secara drastis kebiasaan yang telah berjalan selama ini.

Anda boleh terkaget-kaget, terutama bagi pelaku usaha yang terlibat didalamnya, jangan anda lawan, karena pilihannya ikut atau tersikut!

Bagi pengojek konvensional, lambat laun mereka juga harus pasrah, setangguh apapun perlawanannya, akhirnya akan dilibas, sama seperti cerita tukang delman yang tersingkir.

Nokia, contoh yang bagus untuk sebuah die harder, keras kepala, yang akhirnya juga tersingkir. Siapa yang tidak mengenal Nokia pada waktu awal-awal handphone booming? Nokia sebuah merk yang membuat banyak orang terobsesi memilikinya. Harganya mahal, modelnya selalu menjadi trendsetter. Waktu itu, merk Samsung kwalitas produknya masih seperti baru belajar bikin hape, jelek dan tidak dilirik orang. Dan datanglah system Android, sang Game Changer, yang membalikkan semua keadaan.

Nokia bersikeras tidak mau memakai Android, dia menawarkan platform berbeda, Windows! Walaupun sudah terbukti handphone Android semakin merajai, Nokia tetap bergeming, dan akhirnya tersungkur!

Yang harus kita sadari, kepekaan pada sekitar, tidak selamanya kebiasaan kita atau bisnis kita akan berada pada zona nyaman, selalu melakukan evaluasi dan beradaptasi pada perkembangan sekitar!

Mobil berbahan bakar minyak mungkin akan segera berakhir, diganti dengan mobil listrik. Bisnis minyak sendiripun sepertinya kejayaannya mulai pudar, diganti dengan energy alternative yang lebih ramah lingkungan. Sepertinya, sekolah klasikal dengan pola yang tidak berubah setelah ratusan tahun, juga akan berubah, diganti dengan homeschooling  atau e-learning yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak didik. Semua berubah, tidak ada yang abadi!

 

Dipublikasi di Opini | Tag , , | Meninggalkan komentar