Sejarah Ditulis oleh Para Pemenang (Perang)…

Sejarah ditulis oleh para pemenang (perang) – Alex Haley – penulis Amerika Serikat 1921-1992 –

Sejarah adalah politik yang diproyeksikan ke masa lalu – MN Pokrovsky – sejarahwan Rusia 1868-1932 –

      

Obama sedang bergembira. Pekerjaan rumah (PR) yang ditinggalkan presiden pendahulunya untuk menangkap Osama selesai sudah. Buru-buru ia berpidato ke seluruh dunia (1/5/2011), mengungkapkan kisah sukses perburuan Osama yang berjalan hampir 10 tahun (dimulai sejak peristiwa 911 tahun 2001).

Dan meskipun kelihatan belepotan dengan data yang simpang siur kebenarannya, Obama sebagai pemenang perang, dengan bebas membeberkan kisah suksesnya dengan bumbu-bumbu yang tentunya untuk tujuan pencitraan kesuksesan dirinya dan sebaliknya untuk menjatuhkan lawannya. Diceritakan bahwa Osama hidup dalam kemewahan di persembunyian, isteri yang dijadikan tameng hidup, Osama yang ternyata suka dengan Pepsi dan Coca Cola dan sebagainya. Dan, pastinya, Osama dengan Al Qaeda-nya juga tidak bisa memberikan sanggahan atau perimbangan. Kalaupun ada, orang akan mencibirnya, tidak mendengarkannya, memandang sebagai pembelaan dan bahkan sudah di-cap sebagai kebohongan terlebih dahulu.

Yang disampaikan Obama kepada seluruh dunia adalah permukaannya saja, sebuah kemenangan! Tidak disebutkan bahwa sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah negara adidaya untuk membekuk seorang ‘teroris’. Berapa waktu, tenaga, milyaran dollar, juga darah manusia dan segala cara yang digunakan termasuk melanggar HAM hanya untuk menangkap seorang Osama. Kita tidak tahu cerita dibaliknya, apakah Osama memang seorang yang benar-benar ‘teroris’ atau tokoh yang sengaja diciptakan oleh Amerika untuk menggiring opini dunia. Amerika menjual ‘kecemasan’ kepada seluruh dunia dengan memakai merk ‘Osama’, sehingga dengannya Amerika mempunyai legitimasi menyerang banyak negara, mengontrol harga minyak, menjual persenjataan ke negara lain dan dapat tetap tampil sebagai polisi dunia dengan cerita-cerit kpahlawanannya. Bukankah dulu Osama bermain mata dengan  Amerika untuk melawan Uni Soviet di Afghanistan?

Ada banyak misteri yang tak terungkap. Tetapi sebagai pemenang perang, Obama dapat dengan bebas menuliskan sebuah sejarah kemenangan dengan pesan yang sangat jelas: Obama dengan Amerika adalah ‘putih’ sedangkan ‘Osama’ dengan ‘Al Qaeda’-nya adalah Hitam.

Terhadap sejarah Indonesia, dulu waktu jaman Orde Baru, begitu mendengar kata GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang terbayang adalah segerombolan teroris yang kejam yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. GAM disebut dengan GPK yang merupakan singkatan dari Gerakan Pengacau Keamanan. Dalam aksinya, selalu disebutkan GAM selalu menyengsarakan rakyat, mengambil harta rakyat dan memperlakukan rakyat Aceh dengan semena-mena. Itulah yang didoktrinkan orde baru terhadap cara pandang kita melihat GAM.

Keadaan jadi berbalik, ketika NKRI berdamai dengan GAM. Nyatanya mereka dapat membentuk partai sendiri, yang dalam Pilkada dapat mendudukkan seorang Gubernur. Bukankah itu berarti pilihan rakyat Aceh?

Pada waktu jaman Orde Baru juga, sejarah tentang Gerakan 30 September adalah sejarah tentang kepahlawanan Soeharto. Supersemar seperti terjadi ‘dengan sendirinya’, dan tiba-tiba saja Soekarno yang seorang founding fathers telah melakukan sebuah kesalahan besar yang tidak terampuni.

Penggambaran ‘komunis’ yang merupakan paham sosialis dari Karl Marx juga terlalu sarkastik. Tahu bahwa bangsa Indonesia adalah pemeluk agama Islam terbesar, komunis hanya melulu digambarkan sebagai ‘anti Tuhan’. Padahal Sosialis, sama halnya kedudukannya dengan Liberalis dan Kapitalis, bahkan Pancasila, yang semuanya merupakan ideologi politik. Suatu kenyataan, bahwa Indonesia yang menganut ideologi Pancasila, toh tidak lebih sejahtera dari China dan Rusia yang menganut paham Sosialis.

Dan ketika Orde Baru-pun tumbang, sejarah kemudian digugat. Supersemar dipertanyakan, pembebasan Timor Timur yang dulu merupakan kisah kepahlawanan, sekarang dianggap pelanggaran HAM berat.  Pelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) yang dulu diajarkan pada tingkat SD – SMA, sekarang dihapuskan, malah diplesetkan menjadi Penipuan Sejarah Paling Besar. Hhmmm…

      

Sampai sekarang, gerakan perlawanan ataupun organisasi stereotip seperti OPM (Organisasi Papua Merdeka), perlawanan suku Kurdi di Irak, Macan Tamil Eelam (perlawanan suku Tamil di Sri Lanka), perlawanan suku bangsa Moro di Filipina, bahkan juga NII dan Al Qaeda menempatkan mereka pada saat ini sebagai pecundang, teroris, diluar sistem kemapanan (outsider) dan terpinggirkan (marjinal). Disisi mereka, seperti halnya mereka menanamkan doktrin mereka kepada pengikut dan anak cucunya, gerakan mereka adalah gerakan kepahlawanan. Dan ingat, perjalanan waktu bisa membalik keadaan.

Pesan moral yang ingin disampaikan dari tulisan ini adalah, ada baiknya kita melihat dan mendengarkan juga sisi pandang mereka yang saat ini dianggap teroris, anti kemapanan, pecundang dan terpinggirkan. Sama halnya apabila kita akan melawan ‘kebodohan’, kita juga harus mendengarkan jeritan dan kebutuhan dari orang-orang yang dikatakan ‘bodoh’. Apabila kita akan melawan ‘kemiskinan’, maka kita juga harus mendengan jeritan, kebutuhan dan hambatan dari orang-orang yang dikatakan ‘miskin’. Dengan bersikap empati seperti itu, kita akan lebih arif, tidak hantam kromo dan dapat menyelesaikan permasalahan lebih komprehensif.

Apa yg terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga, terkadang hanyalah fatamorgana yg tak nyata…

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Sejarah Ditulis oleh Para Pemenang (Perang)…

  1. Ita berkata:

    tulisannya bagus dan mengena banget, dan cukup setuju dengan pendapatnya (kalo ga dibilang hampir sama hehehe)

  2. Ahmad Ramadlan berkata:

    Thanks Mba.. Terorisme memang tidak dapat ditolerir, pendekatan seharusnya lebih komprehensif, pemberantasan terorisme dengan cara yg serampangan dan mengabaikan prinsip keadilan hanya akan menimbulkan terorisme dan radikalisme baru saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s