Wisata Kuliner di Madura II

Bagian II: Bangkalan

(Tulisan ini bagian II dari tulisan yang sama sebelumnya mengenai Wisata Kuliner di madura)

Bangkalan merupakan kota yang terletak di bagian paling barat pulau Madura. Jembatan Suramadu sisi Madura terletak di Kabupaten Bangkalan, tak heran jika setelah peresmian Jembatan Suramadu, daerah sekitarnya menjadi ramai karena menjadi objek wisata dadakan.

Banyak kemudian bermunculan warung dan restaurant, tetapi seperti saya tulis pada bagian awal, blog ini hanya menampilkan Rumah Makan yang menyajikan makanan khas Madura. Only authentic cuisine shows in this Blog, the others, get out!!! Hehehehe…

    

Warung Nasi Bebek Sinjay

Lokasinya strategis dan sangat mudah dijangkau. Setelah Suramadu, kita melintasi jalan akses Suramadu kurang lebih sepanjang 11 KM, dan kemudian ada simpang tiga, dimana ke arah kiri menuju Bangkalan, dan ke kanan menuju Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Dari simpang tiga tersebut, kurang lebih berjarak 4 KM yang menuju arah Bangkalan. Ada tulisan besar ‘Warung Special Nasi Bebek Sinjay’, dan hanpir dipastikan banyak mobil dan motor yang parkir didepannya karena memang selalu ramai pengunjung. Tepatnya, Sinjay ada di Jl Raya Ketengan no 45 Telpon 031-3099574 Bangkalan.

Hanya satu menu ‘Nasi Bebek’, kalaupun ada pilihan mau ‘bebek’ atau ‘jerohan’-nya saja. Harganya relatif, tidak terlalu murah ataupun mahal, Rp. 12.000,- per porsi. Rasanya emang special (saya hanya mengenal enak dan sangat enak, nih kategori special berarti lumayan tinggi ratingnya, hehehe). Daging bebeknya empuk, nasinya tuh pulen dan yang paling utama dan khas adalah sambelnya, sambel mangga!! Sambel mangga emang khas Madura, sederhana aja bikinnya: cabe, garam dan mangga.

Oya, kalau pengin makan di Sinjay, jangan langsung duduk manis menunggu pelayan datang sambil bawa menu dan menanyakan apa pesanannya. Di Sinjay, pesan dulu, kemudian langsung bayar, diberi nomer dan tunggu sampai pesanannya datang sesuai nomer. Dan seperti umumnya tempat tradisional, pada waktu pesan, kita menyemut sambil ngomongin apa pesanan kita, tidak ada antrian berbaris yang tertib, jadi lebih kenceng berteriak lebih cepat dilayani, hehehe, kalau perlu bawa megaphone, hahaha…

Warung Nasi Bebek Sinjay menjadi ikon wisata kuliner baru di Madura, selalu ramai dikunjungi. Buka waktu siang, dan sekitar jam 3 sore sering sudah habis. Konon, di Sinjay sehari antara 300 – 500 ekor bebek meregang nyawa untuk disajikan bagi pengunjungnya, hhmmmmm, kebayang deh berapa omsetnya tiap hari, hehehe…

    

Rumah Makan Tera’ Bulan

Rumah Makan ini termasuk baru, belum genap 2 tahun usianya. Tera’ Bulan adalah bahasa Madura yang berarti ‘bulan purnama’. Arah menuju Rumah Makan ini sama seperti menuju ke Sinjay, dan hanya berjarak kurang dari 1 KM sebelum Warung Nasi Bebek Sinjay. Terletak disebelah kanan, dan dibagian depan tertulis ‘Rumah Makan Tera’ Bulan, Masakan Indonesia dan Khas Madura’. Lokasi persisnya, beralamat di Jl Raya Ketengan No 69 Bangkalan, kalau mau reservasi dulu bisa di 031-3090095.

Pertama datang ke rumah ini, sebenarnya saya coba-coba aja, karena ada RM baru waktu itu, apa salahnya trial, eh ternyata ketagihan, dan sering datang ke Tera’ Bulan kalau pas dinas dan berada di area Bangkalan, apalagi setelah sempat ngobrol dengan pemiliknya, Bp Gunawan seorang Mualaf keturunan Tionghoa, yang ternyata merupakan kakak kelas saya alumni SMA Negeri 1 Bangkalan.

Pada waktu ngobrol dengan Bp Gunawan, beliau banyak menceritakan ‘rahasia dapur’nya. Resepnya bener-bener asli turun temurun dari Madura, karena beliau sudah sangat lama tinggal di Madura. Beberapa makanan yang khas Madura diantaranya adalah Bebek Bengal, Soto Madura (terus terang, Soto-nya benar-benar beda dengan Soto Madura yang pasaran, tidak terlalu berlemak dan kaya bumbu) juga Topa’ Ladha.

Mengenai Topa’ Ladha saya teringat masakan ibu saya. Topa’ Ladha jelas genuine masakan Madura. Topa’ artinya ketupat dan ladha, nah ini saya gak tahu artinya karena ladha tidak berarti lada, sebab tidak ada sama sekali unsur lada dalam masakan itu. Topa’ Ladha biasanya dimasak pada hari-hari besar seperti lebaran dan Idul Adha. Ada ketupat, terus ada kuah yang mirip rawon tapi berwarna coklat, ada sayur kacang panjang, dan irisan daging seperti empal. Ditaburin juga dengan parutan kelapa dan jagung (?), mirip-mirip srundeng. Rasanya mantap, dan cocok buat sarapan ataupun makan siang.

Menu lainnya kalau saya lihat bukan asli Madura, seperti Sop Gurami, Sate Gurami, Nasi Goreng dan lainnya.

Dari segi tempat, Rumah Makan ini sangat nyaman karena ber-AC, dan juga ada smoking room. Saya biasanya suka berlama-lama di ruangan sebelahnya yang tempat duduknya berupa sofa-sofa panjang dan lebih privacy. Musholla dan toiletnya juga bersih. Enak dan nyaman untuk disinggahi. Buat tempat makan, ada acara ataupun cuman pengin rendezvous, Tera’ Bulan patut dipertimbangkan.

   

Warung Amboina

(Sayang nih, waktu ngambil gambar, Warungnya lagi tutup)

Sebelum ada Bebek Sinjay, dan jauh hari sebelum ada Suramadu, Warung Amboina sangat kesohor di Bangkalan. Warung ini terletak di pusat kota Bangkalan, bersebelahan dengan Masjid Agung Bangkalan. Sangat mudah untuk mencarinya, hanya menuju pusat kota Bangkalan, ke arah Masjid Agung Bangkalan, dan kurang lebih 20 M ke utara dari Masjid Agung Bangkalan, disitulah tempatnya.

Saya mengenalnya sejak waktu SD, hampir 30 tahun yang silam, dan Warung Amboina sangatlah konsisten. Warungnya sama sekali tidak ada perubahan, kursi jadul, meja-meja yang juga jadul, kasir dan dan bagian pesan yang sama orangnya (saya heran juga, perasaan wajahnya dari dulu juga ya udah kayak gitu!, hehehe), juga menunya. Rasanyapun sama sekali tidak berubah, nyaman onggu, alias maknyus, hehehe..

Menu andalan Amboina adalah Nasi Petis, atau nasi Campur. Kemudian ada menu lain yaitu Soto Madura dan Rawon. Semua masakan serba daging, tidak ada selembarpun sayuran, hehehe.

Saya biasanya pesan menu andalannya, Nasi Petis. Gak tahu kenapa dinamakan nasi petis, mungkin ada unsur petis yang dimasukkan dalam bumbunya. Daging yang dibumbu kayak opor, terus kemudian ada jerohan limpa atau hati, dan telor. Masing-masing ada kuah bumbunya, hampir sama seperti masakan Padang yang memadukan banyak kuah bumbu.

Kalau Soto Maduranya, lebih ngeri lagi, full jerohan dan lemak. Bagi penggila jerohan, disinilah tempatnya, tapi bagi yang menghindari makanan kolesterol, Rumah Makan ini lebih baik dijauhi, hehehe.

Oya, sama seperti di Sinjay, begitu datang kita langsung pesan kepada seorang pria berpeci, kemudian dia menuliskannya dengan kapur di meja depannya, sambil berteriak kepada bagian dapur menyampaikan pesanan kita. Setelah pesanan datang, kita makan dan baru bayar, ke pria berpeci tadi. So unique and traditional.

Harga perporsi untuk Nasi Petis, Soto maupun Rawon sama, yaitu Rp. 12.000,- (mudah-mudahan belum naik!), kalau masalah rasa, saya jamin deh!

Nasi Bebek Pedas Paterongan

Tempatnya agak jauh, tapi juga tidak mengurangi banyak pengunjung untuk datang ke tempat ini. Letaknya di desa Paterongan Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Kurang lebih 20 KM setelah pertigaan dari jalan akses Suramadu yang menuju ke arah Sampang – Pamekasan (kearah timur). Kecamatan pertama setelah Suramadu pada arah Sampang – Pamekasan adalah Kecamatan Tanah Merah, dan kemudian Kecamatan Galis. Setelah keluar dari pasar Galis, dan jalan mulai menanjak, kurang lebih 20 KM setelah pertigaan Suramadu tersebut, ada warung disebelah kiri dengan kusen-kusen berwarna hijau dan tertulis Nasi Bebek Pedas.

Menu yang disajikan menu tunggal Nasi Bebek, dan pasti rasanya Pedas. Dibandingkan dengan Sinjay, porsi nasi bebek di Paterongan ini lebih banyak. Biasanya kita mendapatkan 2 potong bebek, dan juga dengan porsi nasi yang sedikit lebih banyak. Tidak ada sambal mangga. Tapi yang pasti, meskipun tidak ada sambal tambahan, bumbu yang ada dalam potongan bebek itu sudah sangat pedas.

Karena letaknya yang cukup jauh dari Suramadu, biasanya pengunjung warung ini adalah orang-orang yang singgah dalam perjalanan menuju ke Sampang, Pamekasan ataupun Sumenep. Walaupun begitu, bagi para food lover, tempat ini tidak akan membuat menyesal untuk dikunjungi.

Bagian I dari tulisan ini, dapat dibaca di blog ini juga di link ini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Perjalanan dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Wisata Kuliner di Madura II

  1. Ping balik: Wisata Kuliner di Madura I | An Odyssey

  2. Puspa Madani berkata:

    Terima kasih untuk tulisan mengenai tempat makan di Bangkalan, Madura. Sebagai orang yang tidak menyukai makanan pedas,ulasan mengenai RM Tera Bulan bermanfaat bagi saya.

  3. Ping balik: wisata kuliner rawon | Info Wisata

  4. arifin berkata:

    Mantap…..dan bangga jadi orang Madura.jangan lupa untuk berkunjung di http://myfincatering.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s