Sisi Pandang…

Ketika kita disuruh melihat gelas yang berisi air setengah, sebagian orang akan mengatakan setengah penuh, dan sebagian lain setengah kosong. Dua-duanya sama sama benar, yang satu melihat bagian yang berisi airnya sehingga mengatakan setengah penuh, dan sebagian lain mengatakan bagian yang kosongnya atau tidak terisi air. Kedua-duanya sama benar, perbedaan sisi pandang saja yang membuat beberapa orang berpendapat yang berbeda terhadap situasi yang sama.

Kemudian ditampakkan lagi sebuah gambar yang ‘multi tafsir’, gambar seorang pria muda bercambang. Sebagian orang mengatakan bahwa pria itu menghadap kedepan, sebagian yang lain mengatakan bahwa pria itu menghadap kedepan, tetapi foto hanya terlihat sebagian saja. Hhhmmm, apakah jawaban yang benar? Kedua-duanya bisa saja benar, karena kedua-duanya mempunyai alasan yang sama kuat. Apabila kita menghabiskan waktu untuk berdebat ‘siapa yang paling benar’, itu suatu kesia-siaan. Kedua-duanya benar, karena tidak ada patokan dan standar dari arah mana mereka harus melihat, dan juga kedua kelompok yang menjawab pertanyaan itu sama-sama tidak mengetahui jawabannya, alias hanya menebak saja.

Contoh yang lain adalah gambar berikutnya. Beberapa orang mengatakan bahwa gambar tersebut sebuah grafis balok-balok dengan beragam bentuk, tetapi beberapa orang ternyata bisa menemukan, bahwa didalam grafis-grafis tersebut, tersembul sebuah tulisan ‘FLY’. Orang yang mengatakan bahwa gambar itu adalah grafis dengan beragam bentuk tidak salah, yang menemukan bahwa gambar itu membentuk tulisan FLY juga bukan berarti paling benar. Mereka memandang objek yang sama, dengan sisi pandang yang berbeda!

Setiap orang mempunyai kecenderungan untuk melihat sesuatu dari satu sisi pandang saja. Dari sisi pandang dirinya, posisi atau kedudukannya dan juga dari standarnya. Padahal, orang mempunyai sisi pandang yang berbeda, yang sesuai juga dengan apa yang telah biasa ia alami, posisi dan kedudukannya juga, disamping standar hidupnya sendiri.

Kita perlu mendengarkan sisi pandang orang lain, sehingga kita memperoleh gambaran yang utuh. Pada contoh tulisan ‘FLY’ misalnya, apabila kita hanya memberikan perhatian pada latar grafis hitamnya, maka kita hanya menemukan grafis balok-balok dengan bentuk gak beraturan. Beberapa orang sangat sulit untuk berubah pandangan, sehingga sampai berjam-jam untuk mengamati dan menemukan bahwa didalam gambar tersebut ternyata kita menemukan ‘sesuatu’ yang lain yang tersembul dari gambar tersebut, yaitu tulisan FLY.

Orang-orang yang sebelumnya kesulitan menemukan kata FLY dan kemudian menemukannya, ia pasti tidak akan habis berpikir, kenapa dia tidak bisa menemukan kata FLY tersebut sebelumnya! Sama halnya dengan orang-orang yang ngeyel pada pendiriannya sebelumnya, yang kemudian tercerahkan setelah memahami sisi pandang yang lain dari orang lain.

Jadi, ada baiknya kita berubah sisi pandang, atau melihat dari sisi pandang yang lain. Mereka yang ngotot mempertahankan sisi pandangnya saja adalah sebuah kebodohan, dia akan mudah terjebak kepada kekeliruan karena pandangannya yang tidak utuh.

Pos ini dipublikasikan di Sekelebatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s