Lebay…

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

-Qs Al A’raaf 7:31-

Pernah ngobrol dan nanya-nanya dengan seorang pakar HRD yang telah malang melintang didalam rekrutment karyawan ‘Sifat apa yang dijadikan salah satu parameter untuk memilih karyawan yang tepat?’ Spontan beliau menjawab ‘Orangnya tidak berlebihan!’

Hhmmm, kalo istilah anak sekarang ‘tidak lebay!’ Saya memikirkannya, membandingkannya dengan pengalaman pribadi dalam berinteraksi dengan orang lain sebelum mengiyakan bahwa apa yang dikatakan beliau itu benar!

Untuk orang yang kasar kata-katanya dan kurang ajar alias tidak beretika, sudah jelas orang-orang akan banyak menghindarinya,  tetapi dalam pengalaman saya, ada orang yang sangat beretika, seseorang yang berani memuji dan menyanjung kita dengan berlebihan, memperlakukan kita bak seorang raja dan selalu berusaha tampil tanpa cacat didepan kita akan berpotensi menjadi orang yang menjelek-jelekkan kita dibelakang, menjatuhkan kita dan berbuat sangat kejam apabila kita telah menjadi orang biasa!

Orang lebay selalu berapi-api menceritakan success story yang telah ia bikin (?). Penggunaan kata ‘aku’ dan ‘saya’ lebih sering dari kata ‘kita’ sebagai pertanda menafikan peran serta orang lain. Sebaliknya, apabila ia mempunyai masalah, ia akan berteriak paling kuat dan nyaring, seakan-akan masalah itu terberat yang tidak pernah dialami oleh manusia yang lain, menuduh orang lain telah meninggalkannya dan bahkan hujatan juga ditujukan kepada Tuhan yang dituduh tidak adil karena telah menimpakan masalah itu kepadanya.

Dalam sesaat, pujian dari orang lebay kepada kita memang akan membuat kita ‘terangkat’ dan membubung tinggi, seolah kita menjadi orang yang berprestasi. Dalam sesaat, kisah heroik dalam success story dari orang lebay akan membuat kekaguman yang tiada tara. Dalam sesaat, keluhan dari orang lebay akan dapat meraih simpati kita, karena hati kita menjadi tersentuh sehingga menganggap ia sebagai orang paling menderita didunia. Dan dalam sesaat juga, janji-janji dari orang lebay akan membuat kita mempunyai harapan berlebih, sehingga membuat kita akan menjadi lebih bersemangat dalam hidup.

Tetapi kemudian semuanya berbalik, setelah semuanya berjalan seiring waktu. Pujian dan kata-kata cinta mendalam akan berubah menjadi hinaan yang paling menyakitkan. Kisah heroiknya hanya isapan jempol yang miskin saksi. Janji-janjinya ditutupi dengan alasan-alasan yang lain, karena ia memang pandai membuat keluh kesah.

Orang-orang lebay adalah orang-orang yang tidak pernah memikirkan orang lain, ia hanya memikirkan dirinya sendiri dan kesalahan selalu ia katakan berada dipihak orang lain, bukan pada dirinya!

Orang-orang yang memuji berlebihan, orang-orang yang mengeluh berlebihan, orang-orang yang membuat janji-janji yang berlebihan dan orang-orang yang bercerita tentang dirinya sendiri yang berlebihan adalah orang-orang lebay! Hati-hatilah terhadap orang lebay!

Pantaslah kalau dikatakan, bahwa orang-orang hebat adalah orang-orang yang kaya dalam prestasi tetapi sederhana dalam bersikap! Sejarah menunjukkan hal tersebut!

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s