Berhati-hati, meski sedang berhaji…

Wukuf di Arofah

Kebanyakan orang menduga, bahwa tanah suci adalah tempat yang 100% aman dan tidak ada kejahatan sama sekali. Mereka membayangkan bahwa yang berada di tanah suci adalah orang ‘baik-baik’ saja yang semuanya datang dengan tujuan beribadah, bahkan yang agak naif, mereka beranggapan, bahwa seakan-akan adzab dari Allah akan langsung menimpa kepada orang yang berbuat dosa disana.

Memang, secara umum bisa dikatakan kota Mekkah dan Medinah sebagai tempat utama tujuan perjalanan haji adalah aman dengan tingkat kejahatan yang rendah, tetapi tidak berarti tidak ada kejahatan!!

Nih dia pengalaman yang bisa saya bagi agar kita tetap berhati-hati meski sedang berhaji:

Tiga kali saya didatangi orang yang mengaku jemaah haji asal Palestina. Biasanya mereka memanfaatkan isu pendudukan zionis Israel untuk mengundang iba jemaah haji yang lain. Kali pertama ketika habis shalat di Masjidil Haram dekat pintu King Abdul Azis. Seorang jemaah dengan wajah arab, datang ke saya memakai bahasa arab campur Inggris, sambil mengasih tanda dengan tangannya kalo ia minta sedekah dan berucap ‘Fisabilillah for Palestine’. Saya langsung merasa curiga, kemudian saya nanyakan identitas dia. Dia kemudian cepat-cepat berlalu ketika saya semakin gencar bertanya tentang Palestina.

Kali yang kedua waktu shalat subuh di sekitaran pintu King Abdul Azis juga, tetapi lebih mendekati ke Kabah. Begitu sampai, saya shalat sunnah dulu, dan selesai shalat, teman sebelah, anak muda dengan pakaian lumayan rapi mengajak berkenalan dan mengaku dari Palestina. Berbahasa Inggris lumayan fasih. Kelihatannya dia ingin bercerita banyak tentang Palestina, tapi gak saya tanggapi karena saya akan melanjutkan dengan shalat tahajud karena waktu subuh yang masih lama. Kelamaan menunggu saya selesai, dia kemudian meninggalkan saya.

Kali yang ketiga ketika berada dilantai paling atas yang merupakan atap Masjidil Haram. Berada di atap Masjidil haram mempunyai keindahan tersendiri. Dari atap ini kita bisa melihat Kabah di bawah dan juga sekeliling Masjidil Haram yang dikitari banyak Hotel. Karenanya, atap Masjidil Haram merupakan spot foto yang ramai. Setelah shalat Ashar dan menunggu Maghrib, didatangi seorang anak muda, dengan berbahasa Inggris, ia mengaku dari Palestina dan meminta sedekah karena merasa Fi Sabilillah. Ia berkelit ketika saya mintai identitas haji, dia mengatakan kalo dia adalah mahasiswa Palestina yang mendapatkan beasiswa program Hafidz Al Quran. Ia juga tidak bisa menunjukkan Kartu mahasiswa dan identitas lainnya. Akhirnya, karena dia mengaku mahasiswa Tahfidz, saya minta dia membaca QS Al Mulk. Ternyata dia hanya hafal 7 ayat, padahal QS Al Mulk kan termasuk Surah yang sering dibaca. Akhirnya, setelah habis saya kerjain dan ditanyain macem-macem,  saya kasih 5 Reyal, dia terima, sambil dia minta tambahan 5 Reyal lagi. Waduh, jelas kalo seperti itu adalah mental penipu! Kalo sedekah ya seikhlasnya-lah…

Kejadian kriminal terjadi juga waktu di Mina. Rombongan KBIH saya memang mengambil program Tarwiyah atau program yang mengikuti sunah rasul dalam berhaji. Tanggal 8 Dzulhijjah kita sudah berada di Mina, dan berangkat wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dari Mina. Kalo program pemerintah, masuk ke Mina setelah dari Arafah. Melempar jumrah, jika sebagian besar jemaah haji Indonesia, mengikuti Nafar Awal, maka untuk program tarwiyah kita mengambil Nafar Sani, yang mengharuskan kita tinggal lebih lama di Mina.

Nah, pada saat jemaah haji yang lain telah meninggalkan Mina, kita masih bermalam semalam lagi, pada saat itu, untuk shalat berjemaah kita mengambil tempat di tenda yang telah kosong, sedangkan barang-barang tetap ditenda asal. Pada waktu kita mau shalat Maghrib dan Isya (dijamak tapi tidak di qashar), semua jemaah sedang berada di tenda sebelah untuk shalat. Beberapa saat kemudian, seorang petugas haji mendatangi tenda shalat kami dan meminta kami agar memeriksa apakah ada barang yang hilang, karena baru saja ia mengejar seorang maling. Dan benar saja, ketika masuk ke tenda kami untuk memeriksanya, beberapa handphone yang lagi di charge sudah hilang gak berbekas. Total ada 7 handphone yang digondol maling saat itu.

Seorang teman bercerita juga kalo uangnya hilang pada waktu mau perjalanan untuk melempar jumrah. Dan seorang saudara juga pernah kecopetan ketika sedang tawaf di Masjidil Haram.

Apapun, dan dimanapun, kita harus selalu berhati-hati menjaga barang kita. Jangan meninggalkan koper atau tas dalam keadaan terbuka. Berhati-hati ketika kita berada di kerumunan. Selektif melayani orang-orang yang minta sedekah. Dan jangan terpancing dengan tawaran-tawaran yang aneh-aneh, seperti joki mencium Hajar Aswad, tawaran bayar dam yang murah, atau yang lainnya.

Ikuti segala petunjuk resmi dari Pemerintah Saudi ataupun Pemerintah Indonesia, dan banyaklah bertanya kepada petugas haji Indonesia yang jumlahnya lumayan banyak dan tersebar serta selalu bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan!

Pos ini dipublikasikan di Perjalanan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Berhati-hati, meski sedang berhaji…

  1. Mia berkata:

    Assalamualaikum wrwb…
    Mas maaf boleh tahu nama travel hajinya?
    Kebetulan saya lagi nyari travel haji yang nafar tsani tapi agak sulit krn kebanyakan travel2 tsb nafar awal.

    Thanks,
    Mia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s