Bentuk baru industri migas…

Roda berputar, tahun-tahun terakhir ini merupakan tahun berat bagi industri migas dunia.

Sebelumnya, industri migas terkenal sebagai industri ekslusif, premium dan anti resesi, akhirnya terkena juga! Perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri migas merupakan nama-nama terkenal yang sering dilindungi oleh pemerintahnya karena perputaran cashflow dan nilai politisnya yang tinggi. Ada Shell di Belanda, Total di Perancis, Caltex,Exxon Mobil dan Chevron di America, dan yang terakhir perusahaan-perusahaan China seperti CNOOC, Sinopec dan Petrochina. Belum lagi puluhan perusahaan lain yang juga tidak kalah raksasa seperti Aramco, British Petroleum, AMOCO, Petronas dan tentunya Pertamina.

Perputaran uang untuk satu pelaku usaha industri migas raksasa saja, seperti Exxon, dalam tahunannya bisa sampai 2 kali lipat dari nilai APBN Indonesia! Mencapai ribuan trilyun!

Tapi tiba-tiba industri migas sempoyongan. Penyebabnya harga minyak yang melorot tajam, sehingga margin yang semakin tipis, dan memaksa pelaku industri migas untuk melakukan efisiensi dan ongkos produksi ditekan serendah mungkin, untuk tetap mempertahankan keuntungan.

Gelombang PHK di kalangan industri migas kemudian terjadi, dan perusahaan migas tidak banyak melakukan langkah ekspansi, yang membuat industri pendukungnya juga menjadi mati suri. Penghematan di dalam perusahaanpun sudah menyentuh ke hal yang bersifat kebutuhan dasar, seperti fasilitas buat pegawai dan operasional kantor.

Bahkan, untuk negara seperti Saudi Arabia yang pemasukan negaranya hampir seluruhnya dari migas, sampai memotong gaji mentrinya karena imbas turunnya pemasukan dari jualan minyaknya.

Turunnya harga migas juga diprediksi berlangsung lama, bahkan naik turunnya sudah sangat tipis, sudah sama seperti barang-barang industri massal yang  mudah tersedia di pasaran seperti mobil, elektronik bahkan baju dan makanan. Migas sudah bukan lagi barang ekslusif dan premium!.

Amerika Serikat adalah negara yang boros energi, merupakan negara industri yang konsumsi migasnya sangat besar dan karenanya mempengaruhi harga minyak dunia. Amerika, sebagai negara adidaya, tentu sangat tidak mau menjadi negara yang tergantung pada negara lain dalam hal energi. Pengembangan teknologi terus dilakukan, dan akhirnya ditemukan teknologi untuk mengeksploitasi shale gas dengan biaya yang sangat murah.

Teknologi konvensional migas melakukan pemboran migas pada titik-titik yang telah diidentifikasi mempunyai kandungan migas. Proses identifikasi titik-titik kaya potensi migas dilakukan dengan operasi seismik. Operasi seismik pada dasarnya sama seperti melakukan proses USG pada tubuh manusia untuk mengetahui gambaran dalam tubuh manusia. Dengan operasi seismik, gambaran perut bumi dapat diketahui. Dibaca oleh para ahli, dan diketahui bagian-bagian yang kemungkinan mengandung potensi migas. Migas didalam perut bumi merupakan suatu aliran seperti sungai, dan pada  titik-titik tertentu membentuk suatu kantong atau cekungan yang merupakan penampungan dari aliran migas tersebut. Kantong-kantong yang diduga berisi kandungan migas itulah yang kemudian dilakukan pemboran untuk mengetahui isi kandungan yang sebenarnya. Bisa berupa air, gas, minyak, dan kondisinya bervariasi mana yang dominan, apakah minyaknya, air, atau gasnya. Tentu, yang akan kemudian dieksploitasi adalah yang mengandung minyak atau gas dengan jumlah yang ekonomis.

Sampai saat ini, teknologi yang ada belum bisa menentukan apakah cekungan atau kantong dalam lapisan bumi itu berupa air, minyak atau gas kecuali dengan pemboran. Hanya dengan pemboran bisa diketahui apa isi cekungan dalam perut bumi tersebut. Karenanya, proses pemboran mengandung unsur resiko juga, sebab tidak semua cekungan mengandung potensi migas. Secara kasar, hanya 3 dari 10 pemboran yang cekungannya berisi migas. Dan dari 3 tersebut, hanya 1 yang secara ekonomis dapat dilakukan eksploitasi migas. Yang lainnya biasanya ditinggal dan ada kemungkinan dilakukan eksploitasi suatu saat nanti bila kandungan migasnya sudah ekonomis untuk dieksploitasi.

Cekungan-cekungan yang kaya minyak tersebut, bisa dimisalkan sebagai kantong penyimpan migas, dan tidak semua cekungan dapat menyimpan dengan rapat-rapat migas yang ada didalamnya karena struktur batuannya. Pada lokasi geografis tertentu, potensi migas juga ditemukan pada batuan serpihan yang dikenal dengan istilah shale gas.

Shale gas adalah gas alam yang terdapat di dalam batuan shale, yaitu sejenis batu lunak (serpih) yang kaya akan minyak ataupun gas. Oil shale merupakan batuan sedimen yang mengandung material organik. Dengan teknologi baru, serpihan-serpihan minyak dan gas alam diekstrak setelah air, pasir, dan zat-zat kimia dipompa ke bawah tanah pada tekanan tinggi agar batu-batu terpecah. Proses ini umumnya disebut sebagai teknologi Hydraulic Fracturing atau lebih dikenal dengan ‘fracking’. (Referensi lebih detail mengenai shale gas bisa di-googling, berikut yang menurut saya termasuk lengkap: http://www.migasreview.com/post/1422425864/teknik-shale-gas-butuh-reservoir-seperti-kerupuk.html)

Eksploitasi migas selama ini hanya dilakukan dengan proses pemboran ke kantung-kantung migas yang ada dalam perut bumi. Pemboran dilakukan bisa sampai puluhan kilometer untuk menuju titik kantong migas. Dan itu membutuhkan biaya investasi yang sangat besar.

proses-shale-gas

Dan, Amerika menemukan teknologi untuk memanfaatkan shale gas dalam skala industri. Amerika kemudian berjaya dan berswasembada di bidang energi. Kebutuhan energi dalam negerinya terpenuhi. Pasar kelebihan pasokan, sehingga minyakpun dijual dengan murah.

Apa efek berantai yang kemudian terjadi dengan turunnya harga migas? Akibat langsung sudah pasti, konsumen dapat membeli bahan bakar dengan harga yang lebih bersahabat, harapannya industri lain juga meningkat, karena energi merupakan penggerak utama sektor industri lainnya. Selain itu, industri-industri sampingan dari minyak juga menjadi murah. Industri karet mendapatkan keuntungan dengan harga karet sintetis (yang merupakan produk sampingan dari minyak bumi) yang lebih murah, membuat karet alam harganya jatuh dan petani karetpun terkena imbasnya.

Efek lain, usaha-usaha riset untuk menemukan energi alternatif juga melambat kalau tidak mau dikatakan terhenti. Dulu pada waktu harga minyak diatas USD 100 per barrel, riset untuk energi alternatif bermunculan, seperti energi surya, energi panas bumi, energi angin dan lainnya. Bahkan, ada usaha bio-diesel, dimana menggunakan minyak nabati dari tumbuhan sebagai campuran dari minyak bumi, walau kadar minyak nabatinya hanya sekitar 5%.

Efek yang lain, seperti dikatakan di awal artikel ini, industri migas tidak lagi menjadi industri yang ekslusif, premium dan digdaya seperti sebelum-sebelumnya. Ia sama seperti industri massal lainnya, seperti otomotif, elektronik, tekstil dan lainnya yang harus menekan biaya produksi karena kerasnya persaingan.

Sejatinya hal ini lumrah dalam perjalanan sebuah bisnis. Awal kemunculan suatu produk biasanya mahal, karena pengusaha yang bermain masih dapat dihitung dengan jari. Tetapi kemudian bila produknya sudah menjadi produk massal, dimana cara memproduksi barang tersebut sudah banyak diketahui oleh yang lainnya, maka ketersediaan barang menjadi berlimpah, dan harganya akan otomatis turun. Konsumen diuntungkan!

Dulu otomotif hanya dikuasai oleh segelintir negara Eropa dan Amerika, kemudian Jepang juga bisa memproduksi, dan menyusul Korea setelahnya India, China dan bahkan Malaysia. Harga semakin murah, karena produknya sudah menjadi produk massal.

Barang elektronikpun juga begitu. Merk-merk awal peralatan elektronik seperti Radio, Televisi dan peralatan rumah tangga adalah merk-merk Eropa dan Amerika, sekarang hampir semua negara sudah bisa memproduksi. Produsen barang elektronik sudah tidak ekslusif lagi, semua bisa membikin, menjadi produk massal, dan hargapun murah.

Dibidang jasa, pelayanan penerbangan pada jaman dahulu merupakan pelayanan transportasi hanya untuk kalangan atas. Ongkos untuk mendapatkan pelayanan sangatlah mahal. Perusahaan penerbangan merupakan usaha yang ekslusif dan premium, tetapi sekarang sudah terbalik, bahkan perusahaan penerbangan-pun bersaing dengan perusahaan moda transportasi lainnya dalam penentuan harga. Tiket pesawat tidaklah lebih mahal dari tiket kereta api ataupun tiket kapal laut.

Pergeseran itu sekarang menimpa industri migas. Ia tidak lagi menjadi industri yang ekslusif dan premium, tetapi menjadi industri yang juga harus bersaing menekan ongkos produksi untuk tetap mendapatkan margin yang bagus karena harga keekonomiannya yang terus menurun.

Dan industri migaspun tidak lagi menjadi kampiun sebagai industri papan atas, itu sangat jelas terlihat dari penurunan nilai perusahaan migas dari segi kapitalisasi pasar dalam deretan indstri dunia lainnya. Jika pada tahun 2006 masih ada 3 perusahaan migas, sekarang hanya 1 perusahaan migas yang bercokol dalam 6 besar deretan perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di dunia.

chartoftheday_5403_most_valuable_companies_2006_vs_2016_n

Industri migas telah menjadi industri yang lebih ‘inklusif’ dan harus lebih berkompetitif. Konsumen diuntungkan, dengan harga migas yang lebih bersahabat.

Dipublikasi di Opini | Tag , | Meninggalkan komentar

Prabowo, Anies, Sandiaga dan Pertemuan Hambalang…

Momen itu pasti tidak saya lupakan, salah satu sejarah dalam hidup saya. Akhirnya saya bisa ketemu langsung dengan Pak Prabowo Subianto. Sudah setahun yang lalu, dibulan September juga.

Bagi saya, yang pernah punya ‘kebencian’ terhadap sosok PS, berada di Hambalang, dirumahnya, saya merasakan sebagai suatu keajaiban. Memang tidak diterima khusus sih, bersama ratusan masyarakat lainnya, dalam berbagai wadah organisasi, tetapi itu sudah membuatku melayang bangga, hehehe…

Tahu dapat kesempatan ketemu dengan PS, saya minta tambahan satu seat untuk sohib saya yang juga pernah punya kebencian yang sama terhadap PS, tapi sayangnya ditolak, ternyata ketemu dengan PS tidak gampang, disamping karena kesibukannya, permintaan untuk bertemu dengan dia udah segunung, hadeh, akhirnya saya sendiri yang berangkat…

Dan momen itu seakan berputar dan hadir kembali didepan mata ketika saya melihat PS di TV mengangkat tangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, waktu keduanya diumumkan sebagai Cagub – Cawagub DKI Jakarta, tanggal 23 September kemarin.

Setahun yang lalu, ketika saya bertemu langsung dengan PS, beliau dengan bergelora dan dengan stamina yang tinggi berpidato dan berdiskusi selama sekitar 4 jam! Selama 4 jam, ratusan audiens seolah tersihir, diam mendengarkan, karena memang pidatonya bernas, menginspirasi dan penuh wawasan, dan tak satupun yang ingin meninggalkan aula Hambalang.

Ketika saya melihat TV, dan juga putusan PS untuk memilih Anies dan Sandiaga seakan-akan mengkonfirmasi beberapa hal tentang PS pada pertemuan Hambalang setahun yang lalu.

prabowo-anies-uno

Foto PS dengan Anies dan Sandiaga dengan background Jenderal Sudirman, seakan simbol kepercayaan beliau kepada generasi muda.

PS sangat suka pada anak muda, generasi muda dan generasi penerus. Dia suka menyemangati anak muda dan memberi kepercayaan kepada anak muda.

Pada diskusi di pertemuan tersebut, beberapa orang yang termasuk generasi senior meminta PS untuk lebih aktif mengkritisi pemerintah dan mereka siap mendukungnya termasuk juga misal diperlukan untuk berdemo. PS-pun menjawab, bahwa kalah dan menang merupakan konsekwensi dari demokrasi, dan yang lebih penting dilakukan adalah, untuk jangka pendek bagaimana Gerindra dapat memenangkan sebanyak mungkin calon yang diusungnya di Pilkada serentak 2016, serta bagaimana dapat memenangkan Pileg 2019, dengan Gerindra mendapatkan suara mutlak sehingga dapat mengusung presiden sendiri, untuk hal tersebut PS meminta dukungan dari audiens. Jawaban yang normatif dari seorang pemimpin parpol, sama sekali tidak terprovokasi dan menganggap sepi tawaran siap demo dari pendukungnya.

Lain ketika seorang generasi muda menanyakan hal yang senada, dan meminta petunjuk apa yang harus dilakukannya untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Jawaban PS lebih bergelora! Dia sangat mengharapkan generasi muda sebagai agen perubahan dan selalu berada di garis terdepan perjuangan bangsa. Dia mencontohkan dengan fasih, pahlawan-pahlawan bangsa yang masih belia seperti: Daan Mogot, Bung Tomo, Usman – Harun, Wolter Monginsidi dan Jendral Sudirman.

PS menyebutkan bahwa ditangan pemuda-lah perubahan suatu bangsa. Diusia sekitar 20 – 30 tahun, merupakan usia yang sangat produktif. Satu persatu pejuang muda yang disebut diatas, dikisahkan oleh PS dengan detail. Daan Mogot gugur di usia 17 tahun, Monginsidi gugur di usia 24 tahun, Usman – Harun di usia 25 dan 21 tahun. Bung Tomo waktu memimpin perlawanan di Surabaya masih sangat belia, di usia 25 tahun, dan Sudirman, yang menyandang gelar Jenderal Besar, pun juga masih belia, karena beliau wafat masih di usia 34 tahun.

Saya kaget waktu itu, mengetahui betapa belianya tokoh-tokoh yang disebutkan PS. Saya menyangka nama-nama pahlawan tersebut direntang usia 40 tahun keatas, karena ketokohannya dan juga kapabilitasnya yang jauh melampaui usianya.

Tokoh-tokoh muda seakan-akan menginspirasi perjalanan hidup PS. Orang-orang disekitar PS adalah anak-anak muda. Tokoh-tokoh Gerindra kebanyakan anak muda. Dan dia tidak ragu memberikan kepercayaan kepada anak muda, termasuk kepada Sandiaga Uno. Dia juga lebih memilih Anies Baswedan daripada Yusril Ihza Mahendra untuk mendampingi Sandiaga Uno. Sama seperti ketika PS memilih Jokowi dan Ahok pada pilkada DKI 2012 yang lalu.

Sekarang kenapa Anies Baswedan? Kenapa PS tidak dendam kepada Anies Baswedan, yang berseberangan pada waktu pilpres? Bahkan Anies Baswedan produktif menyerang PS sewaktu pilpres yang lalu.

Jangankan untuk dendam, saya yakin, bahkan PS pun tidak tahu pernyataan-pernyataan apa yang dilontarkan oleh Anies kepada dirinya. PS adalah kepribadian yang selalu berpikiran besar, berbicara tentang masa depan dan gagasan-gagasan, daripada ngerasanin tentang orang perorang. Selama 4 jam lebih pertemuan Hambalang, tidak satupun PS berbicara tentang kekalahannya di Pilpres, atau menjelek-jelekkan lawan politiknya atau pemerintahan yang sekarang. Padahal saat itu ia berada di tengah pendukungnya, yang bahkan ada yang menawarkan siap demo segala, dan ia tidak terpengaruh sedikitpun!

PS, dalam istilah Stephen Covey adalah seorang yang efektif dan menang dalam hidupnya, karena dia lebih memperbesar lingkar pengaruh (circle of influence) daripada lingkar peduli (circle of concern).

Dalam bukunya ‘Seven Habits of Highly Effective People’ yang terkenal, Covey berpendapat bahwa dalam kehidupan pribadi maupun profesional, setiap orang selalu dikelililngi oleh dua lingkaran, yaitu lingkar pengaruh dan lingkar peduli. Lingkar pengaruh adalah hal-hal yang bisa dikendalikan dan dikerjakan oleh masing-masing individu, sedangkan lingkar peduli adalah hal-hal yang setiap individu peduli, namun hal itu diluar kendali mereka.

Orang yang reaktif, lingkar pedulinya sangat besar, dan dalam bertindak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya yang tidak bisa dikendalikannya, sehingga hal itu akan menjadi energi negatif yang memperkecil lingkar pengaruhnya. Semakin kita peduli kepada omongan orang yang negatif terhadap kita, membuat kita sibuk dan menghabiskan waktu untuk menjawab tudingan orang tersebut.

Sementara orang yang proaktif, alih-alih mempedulikan omongan orang, ia sibuk dengan gagasan-gagasan, terus bekerja dan berbuat maksimal sejauh yang ia bisa, dengannya orang akan melihat hasil yang nyata, dan memperbesar lingkar pengaruhnya.

Sering kita tidak menyadari, lingkar peduli kita yang terlalu besar sehingga menjadikan kita pribadi yang tidak produktif. Kita terlalu peduli dengan gosip-gosip tentang orang, yang bahkan tidak kita kenal secara langsung, seperti tentang gosip artis dan para pesohor lainnnya. Kita kadang juga sibuk menghabiskan waktu dengan mengomentari harusnya si A begini dan si B begitu. Padahal itu semua diluar kendali kita dan kadang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehidupan kita.

Jadi kalo orang berpikiran, kenapa PS tidak dendam pada Anies? Setelah saya tahu PS, saya mellihat, bahkan untuk ‘sempat dendam’-pun PS tidak pernah, karena jangankan untuk dendam, dia malah mungkin tidak tahu apa yang harus didendamkan?

Melihat PS pada waktu deklarasi Anies – Sandiaga, membuat kenangan saya pada pertemuan Hambalang setahun yang lalu berputar kembali. PS yang percaya pada anak muda dan PS yang berjiwa besar!.

Oh ya, ada hal yang kelihatannya sepele dan selalu dilakukan PS, ia selalu berterima kasih atas kedatangan kita, minta maaf kepada kita dan selalu menanyakan apakah sudah makan? Hehehe, pada waktu di Hambalang begitu, dan terlihat kembali pada waktu deklarasi Anies – Uno. PS mengapresiasi dan berterima kasih pada para wartawan yang telah gigih menunggu deklarasi ini, minta maaf karena telah menunggu lama dan menanyakan: “Sudah dikasih makan kan tadi?!?”.

Hal kecil yang membawa makna besar karena kita merasa di-orangkan!

Sempat minta foto-foto juga, dapat tanda-tangan dan pesan setelah mengetahui saya memulai suatu usaha di perikanan. Nih dia pesannya (untuk foto yang dengan PS buat koleksi pribadi aja ya, gak perlu dimuat, hehehe)

sign-prabowo

Dipublikasi di Opini | Tag | 1 Komentar

Inovasi…

Steven Jobs

Inovasi, itulah yang membedakan antara Pemimpin dan Pengikut. Steven Jobs.

Steven Jobs yang menyatakan Quote itu, dan saya melihatnya, ia tidak hanya menyatakan, tetapi telah membuktikan apa yang dikatakannya adalah benar.

Steven Jobs adalah CEO dari Apple Inc, produknya sangat inovatif (pada jamannya), sehingga selalu ditunggu dan bahkan pre-sale nya selalu menumpuk, meski pelanggan belum tahu seperti apa sebenarnya kinerja dari produk yang ia pesan. Pada waktu launching hari pertama produknya, orang antri mengular untuk menjadi barisan para pemakai yang pertama.

Seperti misalnya pada saat peluncuran iPhone pada tahun 2007, langsung menyedot perhatian publik, dan langsung nama iPhone menjadi nama yang bergengsi untuk smartphone. Padahal, itu kali pertama Apple mengeluarkan smartphone, setelah sebelumnya konsentrasi di bisnis PC.

iPhone sangat pantas untuk dimiliki pada saat itu. Tersemat banyak inovasi didalamnya. Mulai dari layar sentuh, pilihan aplikasi yang beragam, push mail, dan lainnya.

Setelahnya juga muncul iPad, dan langsung menyodok perhatian para pengguna gadget dan smartphone waktu itu. iPad lahir dengan inovasi yang luar biasa, dan masih sangat jarang waktu itu. Layar touch screen, tombol yang sederhana (hanya satu tombol), aplikasi yang banyak dan juga micro SIM Card yang semuanya pertama ada pada sebuah gadget. Disamping itu, Apple seakan menjawab keinginan masyarakat pengguna gadget, yang memungkinkan bentuk antara smartphone dengan laptop dengan fungsi yang optimal. Langsung iPad menjadi primadona bagi pemburu gadget, dan menempatkan Apple sebagai pemimpin untuk pasar tablet.

Dan sebelum iPhone dan iPad, Apple dikenal dengan iPod-nya. Bentuknya yang mini, tetapi mampu memainkan ratusan lagu dengan format MP3, langsung menyisihkan produk sejenis yang waktu itu masih berukuran besar. Alatnya sangat kecil, bahkan disimpan disakupun juga tidak terlalu menonjol.

Selain Apple, nama BlackBerry juga sempat menjadi sebuah fenomena. Inovasinya adalah: push mail dan BBM. Bagi orang kantoran yang setiap hari berkorespondensi dengan email, perangkat BlackBerry sangat membantu. Saya termasuk pengguna BlackBerry generasi awal, sangat merasakan manfaatnya. Apabila kita berlangganan secara corporate, ada banyak fasilitas lain yang bisa kita dapatkan. Semua alamat email yang ada di-server kantor kita juga terintegrasi dengan perangkat BlackBerry yang ada di pemakainya, jadi kita tidak perlu mencatat alamat email lagi apabila sudah ada di-server kantor, dan juga terintegrasi dengan scheduler yang ada di Microsoft Outlook, yang mengingatkan kita apabila ada agenda-agenda kerjaan kantor.  Fasilitas desktop yang diboyong ke sebuah smartphone!!

Steven Jobs sudah meninggal, dan sepertinya inovasi-inovasi baru jarang bermunculan di produk-produk Apple yang baru, mahkota leader sepertinya tidak lagi ditangannya, pangsa pasarnya semakin tertinggal.

Demikian juga dengan BlackBerry, yang kembang kempis mempertahankan eksistensinya. Aplikasi BBM yang menjadi andalannya, sudah dijual secara terpisah, dan bisa digunakan oleh perangkat android yang lain. Push mail yang dulu juga menjadi andalannya, juga sangat mudah diaplikasikan di Android, dan sepertinya BlackBerry juga lebih ‘gagap’ dibandingkan hape Android jika dipasang aplikasi sosial media yang sedang menjamur: Line, Path, Instagram, Telegram, Whatsapp dan lainnya. Tidak ada lagi keunggulan pada BlackBerry yang memberikan alasan kepada penggunanya untuk terus memakainya.

Perlu memunculkan inovasi-inovasi baru untuk tetap menjadi leader, dan itu perlu stamina kreatifitas yang mumpuni!!

Dipublikasi di Motivasi, Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sial, membeli power bank abal-abal!!

Teknologi batere hape sepertinya masih terengah-engah dan belum bisa memenuhi kebutuhan smartphone yang multifungsi. Akibatnya, sampai sekarang, tidak ada smartphone yang bisa ON terus seharian penuh apabila kita pakai dalam keadaan normal sekalipun.

Kebanyakan smartphone, batere-nya akan habis sekitar 8 jam untuk pemakaian normal, seperti nelpon, chating dan browsing. Apabila ‘data selular’ dimatikan, dan hanya untuk terima telpon dan sms-an aja, maka bisa seharian penuh. Karenanya power bank menjadi jawabannya…

Suatu hari, tanpa direncanakan sebelumnya, saya membeli power bank merk ASUS, dengan harga Rp 130.000,- Pada waktu beli, penjaga tokonya sudah menyampaikan bahwa merk ASUS tersebut bukan merk original. Saya berpikir, OK-lah, meski gak original, karena harganya yang murah, saya beli saja, dan saya berpikir, ya bisa-lah untuk nge-charge batere hape minimal 1 kali sampai penuh.

Tapi ternyata memang benar-benar mengecewakan, jangankan mengisi 1 kali penuh batere hape, saya coba ternyata hanya bisa meningkatkan kapasitas batere sekitar 20-30%. Kebangetan!

Agar pembaca tidak tertipu –seperti saya-, ini saya beri tipsnya untuk memilih power bank yang bagus:

  1. Power bank yang baik itu tidak ringan, harus berat. Sebagai perbandingan, berat dari smartphone itu sekitar 40 – 60%-nya adalah berat dari batere-nya. Jadi bila batere kita mempunyai kapasitas sekitar 2000 mAH, dan jika kita membeli power bank dengan kapasitas 6000 mAH, maka beratnya sekitar 1.5 kali berat hape kita.
  2. Beli yang ber-merk dan bergaransi. Rata-rata merk bagus ada garansinya. Merk-merk bagus yang sudah terkenal seperti ASUS Zen Power, Sony, Panasonic ataupun Energizer memang bagus, tapi harganya lumayan mahal. Merk yang bagus dengan harga menengah yaitu: Hippo, Yoobao, Vivan, wellcome dan Advance juga memberikan garansi (kebanyakan 1 tahun) yang artinya mereka pede dengan produknya, dan harganya juga gak mahal-mahal amat. Saya membeli salah satu dari merk tersebut, dan kwalitasnya cukup bagus, harganya juga beda tipis dengan merk abal-abal yang saya beli itu.
  3. Harganya diatas Rp 100.000,-. Untuk tipe kecil dengan kapasitas 3000 mAH dijual sekitar Rp. 100.000,- dan apabila untuk 6000 mAH kisaran Rp. 150.000,- keatas. Bila kurang dari itu, rasanya harus dipertimbangkan kembali, kecuali memang lagi ada diskon besar-besaran atau bundling dengan pembelian lain. Setidaknya harga patokan ini untuk saat ini, ada kemungkinan memang harga batere semakin murah, seperti kecenderungan harga elekronik lainnya.

Sekedar tips memilih power bank, dan tidak tertipu seperti saya, hehehe…

Berikut gambar dari power bank abal-abal saya, jangan beli yang seperti ini ya, bentuknya sih stylish dan tipis, juga sangat ringan. Saya bongkar dan saya bandingkan isinya dengan batere Samsung Grand Duos 2100 mAH. Bagaimana mungkin, power bank yang tipis bisa nge-charge batere sampai penuh yang ukurannya lebih besar dan berat….

Power Bank 2Power Bank 1

Dipublikasi di Tips dan Trik, Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Semua ditundukkan oleh Allah untuk manusia…

Lukisan Gua 2

Pernahkah anda membayangkan, awal kehidupan manusia ketika pertama kali kita diciptakan? Saya membayangkan yang ada hanyalah daratan dengan hutan yang masih perawan. Ada beragam jenis hewan yang tumbuh didalamnya. Juga ada lautan yang membentang luas, yang didalamnya terdapat ikan dan binatang lainnya. Kemudian udara segar, dengan ragam burung beterbangan bebas di angkasa. Tidak lebih dari itu!

Saya membayangkan pakaian yang saya kenakan hanyalah dari kulit binatang yang berhasil saya buru. Dagingnya untuk dimakan, dan kulitnya untuk dibuat pakaian. Saya juga makan buah-buahan dari tanaman yang tumbuh subur. Minum dengan mengambil air disungai, dan juga mandi di sungai. Rumah dari kayu, dengan atap dari daun-daun yang disusun. Jika saya bepergian, tidak ada kendaraan lain, selain dengan jalan kaki, atau naik kuda. Peralatan untuk berburu juga sangat sederhana, langsung dari alam, mengambil berbagai macam bentuk batu untuk kemudian menjadi senjata.

Kemudian diwahyukan kepada manusia, agar manusia membuat api. Api adalah salah satu penemuan manusia yang sangat revolusioner. Nyala api yang berasal dari tumpukan kayu-kayu kering yang dinyalakan dengan percikan api dari dua batu yang bertumbukan, membuat nyala api  yang bisa dimanfaatkan. Dengan api daging bisa dilunakkan untuk kemudian dimakan, api juga membuat penerangan dimalam hari, dan api juga banyak mengubah bentuk benda menjadi benda yang lain, yang padat menjadi cair dan yang cair menjadi uap, semua karena api.

Beribu tahun kemudian, kehidupan kita berubah drastis. Pagi kita dibangunkan oleh jam weker yang kita set sebelumnya. Kemudian kita masuk kekamar mandi, memutar kran air dan memilih untuk mandi dengan air hangat yang dihasilkan dari waterheater yang kita pasang. Kemudian kita mengusap seluruh tubuh dengan sabun, juga shampoo untuk rambut dan menggosok gigi.

Selesai mandi kemudian shalat, dan bersiap-siap untuk kekantor. Kita kenakan baju dan celana dengan mode dan warna yang terang. Melilitkan sabuk ke pinggang, mengenakan arloji, mamakai parfum dan deodorant dan gak lupa bawa handphone dan tablet.

Sarapan dengan nasi yang diambil dari Rice Cooker, dengan daging atau ikan yang diawetkan di lemari es dan dimasak dengan menggunakan kompor gas.  Dan kemudian berangkatlah kita menuju kekantor. Berkendaraan dengan mobil, sambil mendengarkan informasi lalulintas dari radio, dan juga memantau kemacetan dari GPS yang terpasang di dashboard.

Di kantor kita masuk ke dalam ruangan melalui lift, kemudian ke ruangan kerja, duduk  dan berhadapan dengan komputer yang sudah ada jaringan internet, menerima telpon ataupun rapat internal maupun dengan klien. Demikian terus berjalan, kehidupan yang ada disekeliling kita saat ini.

Bandingkan antara kehidupan kita dijaman purba dengan kehidupan jaman modern sekarang!

kehidupan desa

Lalu dari manakah datangnya semua yang ada di jaman sekarang dan gak ada di jaman dulu seperti: jam, kran air, water heater, sabun, shampoo, pasta gigi, baju, celana, ikat pinggang, handphone, rice cooker, dispenser, lemari es, mobil, radio, GPS, lift, komputer dan lainnya?

Bukankah kita, manusia, saat ini hanya ‘sendiri’ di jagat ruang angkasa yang sangat luas dan kita tidak punya saudara lain yang tinggal di planet lain? Tidak pernah kita mendapatkan kiriman dari planet lain berupa barang-barang yang kemudian kita pakai. Kiriman dari ruang angkasa, sesekali berupa meteorit yang masih berupa bahan baku.

Bahkan, tidak pernah ada setetes airpun kiriman dari planet lain. Air yang kita pakai sekarang, adalah air yang dipakai oleh nabi Adam dan leluhur-leluhur kita sebelumnya, tidak berkurang dan juga tidak bertambah.

Semua sudah tersedia di bumi, Allah sudah menyediakan semuanya didalam bumi ini!

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya).

Qs An Nahl (16) : 12

Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.

Qs An Nahl (16) : 13

Didalam bumi sudah ada minyak, besi, baja, aluminium, kaca, nikel, perunggu, emas dan plastik. Kemudian dari tumbuhan kita bisa dapatkan kayu, kapas, karet, minyak goreng, kertas, bedak, obat, juga kita mendapatkan bahan-bahan lainnya dari hewan.

Tetapi semuanya masih berupa bahan baku semua. Allah tidak memberikan besi langsung berupa batangan, tidak juga memberikan kaca yang sudah siap pakai, atau juga karet yang sudah jadi ban mobil. Tetapi semuanya harus melalui proses.

Proses itu adalah usaha dan akal untuk berpikir menciptakan sesuatu dari bahan baku yang sudah disediakan oleh Allah.

Dulu komunikasi hanya bisa dilakukan ketika kita berhadap-hadapan dan berbicara langsung, kemudian berevolusi komunikasi jarak jauh melalui perantara alat seperti kentongan dengan kode-kode tertentu. Kemudian diciptakan telegram dan morse, karena waktu itu suara belum bisa dikirimkan, dengan kode tertentu ditransmisikan kemudian diubah menjadi kata kata. Kemudian ditemukan telepon dan suarapun bisa ditransmisikan sehingga komunikasi bisa jarak jauh. Berkembang, bukan hanya suara yang bisa ditrasnmisikan, tetapi juga data yang bisa berupa gambar ataupun video.  Dan teknologi-pun semakin canggih, karena keinginan untuk menuju sempurna sehingga data yang dikirim bisa cepat dan jelas. Dan berkembanglah teknologi, dari semula yang tidak bisa mengirimkan data, kemudian bisa, lalu dengan pesat berkembang teknologi GSM, EDGE, 2G, 3G dan 4G LTE dan sebagainya.

Dengan perkembangan teknologi tersebut seperti GSM, EDGE, 2G, 3G, 4G LTE dan entah apa lagi nanti, apakah ada udara atau susunan atmosfir yang menjadi media dari transmisi data tersebut ada yang berubah? Tidak sama sekali, semua persis seperti jaman dahulu. Atmosfir jaman dulu sama seperti sekarang, tetapi dulu belum ada teknologi pengiriman transmisi data lewat udara. Dan kita tidak tahu teknologi transmisi data apalagi yang bisa dikembangkan dengan atmosfir yang seperti sekarang. Artinya, Allah telah menyediakan semuanya melebihi apa yang diketahui manusia saat ini.

inside-dubai-international-airport

Dulu waktu jaman purba tidak ada handphone canggih, tetapi ternyata Allah telah menyediakan handphone canggih tersebut tetapi kita belum menemukannya. Allah selalu menantang manusia untuk berpikir, dan Allah sangat menghargai orang yang berilmu dengan menempatkannya pada posisi yang lebih tinggi derajatnya.

Dulu waktu jaman purba tidak ada mobil, kapal selam, pesawat terbang, satelit, kapal induk, smartphone, komputer, kamera, listrik dan lainnya, tetapi ternyata Allah telah menyediakan semua bahan bakunya sejak dari dulu untuk kita semua, dan kita baru menemukannya pada jaman sekarang, dan kita tidak tahu potensi apa lagi yang terus bisa dikembangkan dari bahan baku yang disediakan dimuka bumi ini dan telah ditundukkan oleh Allah SWT untuk kepentingan manusia.

Untuk hal yang sederhana, tapi sering membikin saya takjub, bagaimana Allah memberikan kecukupan makanan kepada manusia. Allah menciptakan beragam bibit tanaman yang kemudian menghasilkan beragam buah-buahan untuk dimakan. Tanaman pepaya menghasilkan buah pepaya, dan dari biji pepaya dapat dibuat tanaman pepaya lagi sehingga menghasilkan banyak buah pepaya.

Hanya dengan satu biji kecil buah pepaya yang ditanam ditanah, kemudian tumbuhlah pohon pepaya. Biji kecil tersebut seolah-olah suatu pabrik yang mengubah kandungan nutrisi dalam tanah menjadi sebuah tanaman pepaya yang kemudian bekerja untuk menghasilkan buah pepaya yang dimakan untuk manusia. Ditempat yang sama, apabila kita menanam biji yang lain, seperti misalkan biji tomat, akan menghasilkan tanaman tomat yang bekerja untuk menghasilkan buah tomat. Dari tanah yang sama kandungannya, tetapi karena bijinya berbeda, maka akan menghasilkan tanaman yang berbeda dengan buah yang berbeda. Subhanallah!!

Dipublikasi di Renungan, Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Teladan…

teladan

Kadang, kita terlalu melambung tinggi, mencari teladan dari orang terkenal, sosialita, selebriti atau pesohor yang namanya selalu menghiasi jagad informasi. Dan kemudian kita hanya kecewa, karena orang-orang yang kita kagumi jauh dari sikap teladan. Mungkin kita pernah ngotot mati-matian membela seorang calon Kepala Daerah pada waktu Pilkada, tapi ternyata setelah terpilih, Kepala Daerah yang mati-matian untuk diusung, seorang yang ingkar janji. Atau kita kagum pada seorang selebritis yang pemberitaannya hampir tanpa cela, tetapi kemudian suatu hari ditangkap karena skandal seks yang gak wajar, dan sebagainya…

Sesungguhnya, sering sosok teladan ada di sekitar kita! Hanya kita tidak memperhatikannya.

Ada seorang sopir yang sering melayani saya pada waktu saya bekerja disebuah kantor disuatu daerah. Dari sopir tersebut saya mendapatkan teladan: selalu mengucapkan ‘Terima Kasih’ atas pemberian atau ketika ia habis diajak makan. Sebenarnya, suatu ‘kewajiban’ dari pengguna mobil untuk memberi atau mengajak sopirnya makan jika sudah waktunya. Dan sah-sah aja apabila menganggap hal ini sebagai suatu kebiasaan dan tidak perlu ‘berterima-kasih’ dengan diucapkan.

Tapi sopir yang satu ini sangatlah istimewa!

Rasanya tak satupun luput ia untuk mengucapkan ‘Terima Kasih’ sesudah makan selama sekitar 4 tahun ia bersama saya! Setiap habis dari Restoran besar, makan di Hotel, di Rumah Makan, Warung pinggir jalan ataupun dari rumah orang-tua saya, ia akan bilang ‘Terima kasih boss!’.

Satu teladan lain yang ia tunjukkan lagi adalah bagaimana caranya ‘mengisi waktu luang’. Sopir bisa dikatakan adalah pekerjaan yang mempunyai ‘waktu luang’ atau ‘waktu tunggu’ yang lumayan banyak.  Biasanya, kebanyakan sopir akan memanfaatkan waktu luangnya dengan merokok, ngobrol ngalor-ngidul, tiduran atau kegiatan tidak produktif lainnya.

Dan, sopir yang satu ini beda, disela ‘waktu tunggu’-nya untuk menyupiri mobil dinas saya, sangatlah produktif. Ia menanami halaman di sekitar kantor dengan tanaman cabe, pepaya dan lainnya. Ia membuat bangku yang dipakai duduk-duduk oleh Sekuriti, ada kalanya ia memangkas rambut temannya. Kalo waktu luangnya banyak, ia pergi memancing dibelakang kantor, ikannya buat tambahan lauk. Pernah juga ia saya lihat memijat anak sekuriti yang terkilir jatuh, dan kelihatannya cukup berhasil karena kemudian pasiennya juga bertambah, hehehe. Mencuci mobil bila terlihat berdebu, atau terlihat sedang membaca koran dan yang paling luar biasa adalah kebiasaan membaca Al Quran disela-sela waktunya.

Orang seperti dia, adalah teladan buat saya!

Dipublikasi di Renungan | Tag , , | 5 Komentar

Dananya ada, uangnya ada, tinggal kita mau bekerja apa gak…

Jokowi_MPR

Masih ingat kata-kata itu kan. Jawaban dari Jokowi ketika ditanya oleh Prabowo mengenai dana-dana yang akan dia pakai buat merealisasikan janji-janji kampanyenya. Waktu itu di acara Debat Calon Presiden, dan Prabowo menanyakan ‘Pak Jokowi mengatakan akan buat kartu ini, kartu itu, tetapi apakah dananya ada? Memang dananya turun dari langit!’, dan Jokowi-pun menjawab ‘Dananya ada, uangnya ada, tinggal kita mau bekerja apa gak?’

Entah apa yang terlintas dipikiran Jokowi waktu itu, hanya Tuhan dan Jokowi-lah yang tahu. Mungkin ia berpikiran, bahwa jika didalam sebuah rancangan APBN dituliskan bahwa pendapatan adalah Rp. 2.000,- Trilyun misalnya, kemudian dia menganggap uang itu ada didepan mata?

Kenyataannya, setelah menjadi Presiden, dengan mudahnya Jokowi menaikkan harga BBM yang kemudian menghapus sama sekali subsidinya. Itupun ditambah dengan hutang sana-sini, yang mencatat rekor terbesar dalam waktu singkat sebuah rejim kepresidenan. Lalu dimanakah yang disebut ‘Dananya ada, uangnya ada…’.

Seperti halnya anggaran sebuah rumah tangga, demikian jugalah dengan APBN.

Bagi orang yang berkecukupan dan kelas menengah, misalnya seorang karyawan dengan gaji yang lumayan, didalam satu bulan kedepan, untuk pengeluaran-pengeluaran rutin yang akan dihadapinya dalam satu bulan kedepan, dia tidak merasa khawatir, karena sudah tercukupi dari penghasilannya bahkan ia bisa menabung sedikit.

Dalam daftar pengeluarannya, sudah tertulis biaya transportasi, biaya untuk rumah, biaya makan, jalan-jalan, pendidikan, hobi olahraganya, mengirim buat ortu dan kemudian yang perlu disisihkan untuk ditabung. Jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan pendapatannya turun drastis, ia masih mempunyai tabungan untuk membiayai pengeluarannya beberapa bulan kedepan.  Ini gambaran kehidupan pekerja kelas menengah.

Orang yang dengan kehidupan yang mapan juga akan berbeda, didalam mengatur anggaran keluarganya. Untuk semua pengeluaran primer dan sekunder telah terpenuhi, bahkan dengan kualitas kehidupan yang lebih baik. Rumahnya berada dikawasan yang baik dan terjaga keamanannya, mobilnya bukan mobil yang umum terlihat di jalan raya, karena mahal dan bergengsi, anak-anaknya sekolah ditempat yang mahal. Makan dan berliburpun juga harus mengeluarkan kocek yang lebih dalam, karena memang tempatnya memang mewah. Itupun penghasilannya masih berlebih, dan kemudian dia menyimpannya di Bank, yang oleh Bank dicatat sebagai customer Prioritas, Platinum, Gold atau apapun namanya.

Angan-angan orang dengan kemampuan beli yang tinggi  juga lebih panjang. Dia ingin investasi disegala macam. Yang berteman dengan diapun juga banyak dan menawarin kerjasama. Jangankan untuk pengeluaran satu bulan kedepan, untuk pengeluaran bertahun-tahun kedepan pun bisa ia cukupi. Ada ungkapan, tidak akan habis dimakan oleh tujuh turunan.

Lalu bagaimana dengan keluarga yang pas-pasan? Katakanlah buruh pabrik dengan upah setara UMR. Karena pendapatan yang setara UMR, otomatis dia tidak bisa ngapa-ngapain. Didalam komponen UMR, semua detil biaya seperti transportasi, makan, pendidikan, komunikasi, kesehatan dibuat dalam dana minimum. Artinya, apabila ada goncangan sedikit saja, ya harus cari tambahan dana untuk menutupi kekurangannya. Cari tambahan dana, artinya bekerja lagi ekstra keras, ngais-ngais kira-kira apa yang bisa dijadikan uang. Kalo tenaganya masih kuat dan masih punya waktu, ia akan jualan sebisanya atau misalnya ngojek. Kalopun jualan dan ngojek juga gak bisa nutupin, ya kadang harus jual propertinya, motor yang sudah butut dijual, sawah warisan orang tua dijual dan lainnya. Dan kadang hal itu juga masih tidak mencukupi, ya terpaksa harus cari utangan ke orang lain.

Orang lainpun yang mau ngasih utang ke dia-nya juga masih mikir-mikir. ‘Nih orang kalau saya kasih utangan kuat bayar gak ya?!?’. Karena itu ‘privacy’ orang pas-pasaan diobrak-abrik, istilah kerennya diaudit, dinilai oleh calon pemberi utang. Ditanyain, penghasilannya berapa, property apa yang masih dimiliki, pengeluarannya untuk apa saja, kira-kira aman gak ditempat kerjanya yang jadi sumber penghasilannya, bagaimana keluarganya. Masih disuruh juga ngelengkapin data-data pendukung seperti sertifikat tanah, BPKB motor kalo ada, bahkan kadang tagihan PBB dan rekening listrik juga diajukan. Setelah itu baru diputusin kalo dia dikasih utang dengan jumlah tertentu yang ada itung-itungannya.

Kalo dia dikasih utang, maka si pemberi utang harus punya jaminan kalo utangnya gak bakalan bad debt atau kredit macet. Makanya si pemberi utang nanya-nanya pendapatan yang mau dikasih utangan, dan masih dikonfirmasi lagi kepada atasannya benar tidaknya besar pendapatannya itu.  Yah, dalam taraf aman jika rasio antara utang dengan pendapatan sekitar 30-40%. Artinya, maksimal si pengutang harus menyisihkan 30-40% dari pendapatannya untuk cicilan hutang, sedangkan sisanya untuk biaya kehidupan sehari-harinya. Dengan catatan pula, ada jaminan yang diagunkan untuk hutang tersebut, sertifikat atau BPKB ditahan oleh pemberi hutang.

Sekarang bagaimana dengan anggaran untuk negara? Prinsipnya hampir sama, tergantung kita berada pada posisi negara yang mana? Negara miskin, menengah atau kaya?

Dalam APBN dituliskan rancangan untuk besaran perkiraan pendapatan dan juga pengeluaran. Disebutkan detail misal untuk pendapatan berasal dari migas, pajak, pariwisata dan pendapatan lainnya. Demikian juga untuk pengeluaran, dirinci dengan belanja-belanja yang akan dilakukan pada tahun yang akan datang.

Jangan dibayangkan uangnya sudah ada duluan untuk satu tahun kedepan baru kita belanja!!

Semuanya masih bersifat ‘Anggaran’, juga untuk yang pendapatan. Untuk pendapatan, uangnya akan datang sesuai dengan waktu yang berjalan. Misal untuk pendapatan dari pajak, maka misal pada bulan Januari menghasilkan beberapa trilyun, itu langsung dibelanjakan. Ibaratnya, bagi keluarga pas-pasan, begitu gajian langsung dimasukkan ke dalam posnya masing-masing.

Kadang belanja sudah harus dilakukan, tetapi uang belum datang. Itulah yang kemudian menimbulkan defisit, sehingga pemerintah sering mengeluarkan Surat Utang Negara (SUN) atau Obligasi Republik Indonesia (ORI). Kadang juga mencari pinjaman keluar negeri.

Bagi negara yang sudah kaya, anggaran belanja untuk satu tahun kedepan sudah ada, bahkan masih ada sisa sehingga bisa diberikan pinjaman kepada negara lain. Sama persis seperti keuangan orang kaya, disamping belanja terjamin, masih bisa nabung dan ada dana lebih untuk memberikan pinjaman kepada negara lain.

Suatu hari saya berdiskusi dengan seseorang dari Pemda penghasil migas. Beliau adalah seorang pejabat Pemkab. Dia mengeluhkan turunnya secara drastis APBD daerahnya karena berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari pusat. Bayangkan, rancangan APBD-nya sebesar Rp 1.6 Trilyun, tetapi realisasinya hanya Rp 900 Milyar. Berkurang Rp 700 Milyar, dan kebanyakan berasal dari berkurangnya pendapatan dari sektor migas karena harga minyak yang melorot drastis. Kalo misalkan uangnya sudah ada, gak perlu terjadi seperti ini kan?!?

Apa yang terjadi dengan berkurangnya pendapatan itu? Banyak proyek infrastruktur pembangunan yang dibatalkan. Karena didalam APBD, yang diutamakan adalah belanja rutin, yang kebanyakan adalah belanja rutin pegawai seperti gaji-gaji para pegawai.

Jadi, saya tidak mengerti apa yang ada di bayangan Jokowi ketika mengatakan ‘Dananya ada, uangnya ada, tinggal kita mau bekerja apa tidak!’ disisi lain pemerintahan Jokowi menghilangkan banyak subsidi (BBM, Listrik dan Transportasi) dan juga masih menambah utangan dari luar negeri…

Dipublikasi di Opini, Uncategorized | 2 Komentar

Penghematan rupiah dengan berkendara secara hemat BBM…

Tol Cipularang 2

Sumber Gambar: http://iwing.wordpress.com

Dalam suatu kesempatan pergi ke Bandung mengendarai mobil sendiri, dan kebetulan tidak ada acara yang mendesak, karena hanya pergi jalan-jalan saja, saya ingin test drive dengan cara berkendara yang hemat BBM.

Cara berkendara yang hemat BBM banyak ditulis di media otomotif. Yang paling utama, cara gas kendaraan yang pelan dan tidak tiba-tiba, kemudian putaran mesin dipertahankan pada kisaran 2000 – 3000 RPM, dan tidak berhenti atau berangkat dengan tiba-tiba.

Gampang kan caranya, yang sulit untuk dipraktekkan langsung, karena ‘berkendara’ adalah karakter kita. Apabila kita suka ngebut, pasti tips-tips itu bakalan lewat begitu saja, tidak diindahkan!

Saya juga tipe pengendara yang ‘tidak suka berlama-lama’ di jalan apalagi dengan mengekor kendaraan yang berjalan lambat didepan. Walau juga tidak dibilang ngebut, kalo saya berkendara, minimal kecepatan 100 KPJ, dan apabila terus tidak dikontrol, biasanya sampai sekitar 130 – 160 KPJ. Tentu, apabila kita ikutan tips-tips berkendara hemat BBM, ada hasrat yang harus dikorbankan oleh saya, kecepatan harus lebih lambat, dan woles bro, hehehe, nah sekarang apakah penghematan yang saya lakukan memberikan penghematan uang yang sesuai dengan hasrat yang saya korbankan, mari kita lihat.

Berangkat dari Bogor, mobil saya ini bensin premium full tank! Kemudian tripmeter saya reset ke posisi 0 (nol). Tujuan ke arah bandung, rute melalui Tol Cipularang. Waktu itu, pagi, 17 Juli 2015, adalah lebaran hari pertama, suasana di tol ramai lancar, tidak ada kemacetan panjang, hanya sedikit waktu mau masuk Bandung di Pintu Tol Pasteur. Kalau saya lihat, meski ini lebaran hari pertama, lalu lintas juga normal, tidak terlalu sepi, tidak seperti dugaan saya yang mengira jalanan bakal lengang.

Di Bandung kemudian check in di Citarum Hotel, hotelnya bagus dan bersih, breakfastnya juga lumayan. Beruntung dapat hotel ini, karena dalam perjalanan waktu saya telpon beberapa hotel, semuanya penuh. Hotel yang saya telpon: Amaris, Fave, Whiz dan Rumah Tawa (ini hotel saya iseng nelpon karena namanya yang aneh, hehehe, juga hotel syariah dan di trip advisor comment-nya lumayan bagus!).

Habis check in gak keluar-keluar lagi, sampai keesokan harinya, keliling-keliling kota Bandung, kearah Cibaduyut, Cihampelas dan Jalan Juanda.

Nginap hanya 2 malam, pada hari ketiga keluar ke arah Cileunyi, kemudian balik lagi ke arah Pasteur untuk masuk tol menuju arah pulang, Bogor!!

Di Tol Cipularang arah Jakarta, lalu-lintas ramai lancar, lebih padat sedikit dibandingkan dengan waktu berangkatnya, dari arah Jakarta – Bandung.

Seperti di tips-tips yang biasa kita baca di media otomotif, saya atur agar RPM berkisar antara 2000 -3000 RPM. Berarti kecepatan saya konstan sekitar 80 – 100 KPJ. Pada waktu pulang di Tol Cipularang arah Jakarta, jalanan menurun, sehingga sering gas tidak saya injak, saya biarkan saja, dan itu juga sudah memberikan putaran mesin sekitar 2500 RPM pada kecepatan sekitar 90 KPJ.

Nah tibalah saat pembuktian, moment of the truth. Begitu di Bogor, bensin saya isi penuh lagi, dan waktu itu diisi sebanyak 30.8 Liter dengan tripmeter menunjukkan di angka 438.8 KM.

Berarti perhitungannya:

Konsumsi BBM dengan Fuel Saving Mode = Jarak tempuh / Konsumsi BBM = 438.8 KM / 30.8 Liter, atau sekitar 14.247 KM per Liter BBM.

Apabila saya berkendara dengan cara yang biasa, biasanya untuk luar kota, konsumsi BBM saya berkisar 11 – 12 KM per Liter. Anggaplah, 12 KM/Liter, maka konsumsi BBM untuk jarak 438.8 KM, adalah: 438.8 KM/12 KM per Liter = 36.57 Liter.

Jika berkendaraan biasa = 36.57 Liter untuk jarak 438.8 KM dan,

Jika berkendaraan dengan cara hemat BBM = 30.8 Liter untuk jarak yang sama 438.8 KM.

Diperoleh penghematan sebanyak = 36.57 – 30.80 = 5.77 Liter atau 15.8% dari pemakaian normal.

Bila diuangkan, harga premium saat ini Rp. 7.400,- sehingga total penghematan Rp. 42.698,-. Hhmmm sebuah angka yang lumayan hanya untuk satu trip perjalanan, apabila kita melakukan sehari-hari, dalam setahun lumayan juga kan angkanya. Hehehe…

Kesimpulan saya, dengan berkendara cara hemat BBM, penghematan yang diperoleh lumayan menguntungkan, ditambah lagi dengan penghematan yang lain seperti umur mesin dan spare part lain yang lebih panjang. Nah, apabila ini menjadi suatu gerakan nasional, hasil penghematan yang diperoleh lumayan juga kan!!
Sepertinya, saya akan berkendara dengan cara hemat BBM setelah menghitung sendiri penghematan yang bisa kita peroleh!

Oya, kendaraan yang dipakai adalah Grand Livina 1500 CC, Type Ultimate, Transmisi Matic, tahun pembuatan Desember 2011.

Dipublikasi di Tips dan Trik | Tag , , , , , | 6 Komentar

Mobil berkelambu, agar tidur tak terganggu…

Berawal dari saya yang harus nungguin Ibu waktu dirawat inap di sebuah Rumah Sakit di Surabaya. Jarak yang cukup jauh dari rumah dengan Rumah Sakit, membuat mobil menjadi posko, tempat segala macam barang keperluan dan juga untuk tidur.

Tidur di mobil, harus menghidupkan AC mobil biar nyaman, tapi tentunya tidak bisa terus menerus berjam-jam, karena berada dalam mobil dengan mesin yang hidup tetapi dalam keadaan tidak berjalan, terasa kurang aman. Jika jendela dibuka, agar tidak terasa panas dan udara tetap masuk, tapi jadinya nyamuk dan serangga lainnya akan masuk dengan leluasa, tahu sendiri Surabaya kan, nyamuknya ganas-ganas!!

Akhirnya terpikir untuk membuat kelambu mobil, ide sederhana, murah tetapi sangat efektif untuk membuat tidur nyenyak tanpa gangguan nyamuk!

Biayanya sekitar Rp. 20.000,- saja, beli kain brokat, yang biasanya buat kebaya atau pakaian buat ibu-ibu, terus kemudian dijahit atau dineci berbentuk kantong yang ukurannya menyesuaikan dengan pintu mobil. Sesudah jadi, bisa langsung dipasangkan pada pintu mobil (lebih baik pada pintu penumpang), dan kemudian kaca mobil bisa diturunkan untuk membuat udara leluasa masuk. Usahakan agar kaca mobil jangan terlalu turun untuk menjaga keamanan. Dan tidurpun tidak terganggu!!

Bagi anda yang lagi mudik atau suka bepergian dengan mobil dan sering menginap, kelambu ini wajib dimiliki, hehehe, murah meriah!!

Cara Kelambu Modil     Cara Kelambu Modil2

Dipublikasi di Tips dan Trik | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Amal yang Saleh, Bukan Amal yang Salah!

Malam di Hongkong

Saya pernah tinggal di Denpasar Bali selama hampir setahun. Dibandingkan dengan kebanyakan daerah lain di Indonesia, tinggal di Bali sangatlah berbeda suasananya. Bali dikenal sebagai tempat tujuan wisata internasional, dan penduduk Bali juga mayoritas adalah Hindu yang berbeda dengan mayoritas agama penduduk Indonesia. Itulah yang membuat suasananya sangat berbeda.

Jika orang Minang mempunyai peribahasa ‘Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah’ yang artinya bahwa setiap aktifitas hidup dari orang Minang harus berdasarkan atas tuntunan dan syariat agama Islam, menandakan bahwa suku Minang identik dengan Islam, atau (dulunya) orang Minang 100% menganut agama Islam. Demikian juga dengan orang Bali dengan Hindu-nya, bisa dikatakan bahwa (dulunya) orang Bali 100% menganut agama Hindu. Semua aktifitas hidup dari orang Bali kebanyakan berdasarkan atas tuntunan agama Hindu.

Yang saya kagumi selama saya tinggal di Denpasar adalah banyaknya perayaan adat yang harus mereka jalankan sesuai dengan ajaran Hindu. Dan kebanyakan dari perayaan itu sifatnya adalah berjemaah atau kolosal. Teman-teman kantor yang di Bali bercerita, betapa mereka menghargai setiap perayaan hari besar agamanya, tidak ingin melewatkan, dan seakan mendapat ‘hukuman sosial’ dari warga bila tidak menghadirinya.

Banyaknya perayaan itu mengharuskan mereka saling bertemu. Dalam persiapan perayaan, biasanya mereka akan membuat hidangan atau persiapan acara lainnya berupa tarian dan budaya lainnya yang dilakukan bersama-sama. Banjar, atau semacam balai RW akan sering menjadi media untuk bertemu. Untuk kota besar seperti Denpasar, banyaknya aktifitas di Banjar atau Balai RW yang merupakan ruang publik mungkin akan jarang ditemui di kota besar lainnya di Indonesia.

Dengan seringnya mereka bertemu antar warga, efek positifpun mulai mengalir.

Sering bertemu akan membuat mereka saling mengenal, sehingga orang Bali sangat percaya dengan keamanan lingkungannya, sampai dulu ada kepercayaan diantara mereka bahwa jika ada pencurian atau kejahatan lainnya, pasti dilakukan oleh orang luar Bali. Yang saya rasakan pada waktu itu, memang Bali relatif aman dengan tingkat kejahatan yang rendah meski menampung jutaan turis dari luar dan dalam Indonesia.

Dengan sering bertemu, saling mengenal maka komunikasi bisnis juga terjalin diantara mereka. Semua orang di Bali seakan menjadi ‘calo’ atau ‘makelar’. Jika kita butuh sewa mobil, sepeda motor ataupun hotel, orang Bali pasti akan bisa menunjukkannya. Jika misal mobil yang ditempat sewanya habis, segera mereka akan menghubungi temannya untuk memenuhi orderan itu. Mereka juga tidak terlalu banyak mengambil untung, meski udah lewat makelar, sehingga tidak memberatkan pada konsumen. Rejekipun mengalir, karena pesanan akan berulang oleh pelanggan yang puas yang kemudian akan bercerita kepada lainnya dan akan memberikan pelanggan baru.

Kehidupan di Bali

Saya juga pernah tinggal sekitar 2 tahun di daerah pinggiran timur Jakarta. Yang saya rasakan adalah keamanan yang semakin tidak terjamin dibandingkan antara pada saat saya masuk dengan pada saat saya mau pindah dari daerah tersebut. Beberapa hari sebelum pindah, saya dikejutkan dengan penjambretan dijalan umum yang dilakukan pada pagi hari sekitar jam 6. Malamnya saya ikutan ngumpul-ngumpul dengan warga dan membicarakan penjambretan tersebut. Pada waktu itu kita berkesimpulan bahwa semakin banyaknya warga pendatang yang membuat mereka saling tidak mengenal lagi sehingga keamanan menjadi lebih rawan. Awalnya mereka adalah warga yang guyub, tetapi semakin lama semakin menjadi terasa asing di kampung sendiri, ketika semakin banyak warga luar yang kost atau membangun rumah dan pindah kesitu dan mereka saling hidup sendiri-sendiri.

Dari dua fenomena tersebut, saya merasakan besarnya manfaat silaturahmi. Silaturahmi sangat dianjurkan dalam Islam. Fenomena pertama menunjukkan kerukunan warga dan seringnya mereka saling bertemu bersilaturahmi berpengaruh terhadap keamanan dan masalah sosial lainnya, sedangkan fenomena kedua memberikan gambaran hilangnya tali silaturahmi yang tergerus oleh arus urbanisasi berdampak negatif pada lingkungan tersebut.

Islam sangat memperhatikan hubungan sosial, seperti penghormatan kepada tetangga dan tamu, yang merupakan bagian dari silaturahmi.

Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi. (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yg baik atau diam. Dan barangsiapa yg beriman kepada Allah & hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah & hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya. (HR. Muslim No.67).

Dalam Islam, pelaksanaan ibadah sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berjemaah atau bersama-sama. Ibadah shalat dianjurkan untuk berjemaah, dan bagi laki-laki disunahkan untuk dilaksanakan berjemaah di Masjid.

Apabila sunah untuk melaksanakan shalat berjemaah di Masjid banyak yang melaksanakan, dengan sendirinya silaturahmi akan berjalan, sehingga manfaatpun akan banyak dirasakan, warga saling mengenal, dengan mengenal mereka akan saling menjaga sehingga keamanan lebih terjamin, dan dengan seringnya berkomunikasi manfaat sosial lainpun akan dipetik, kesalahpahaman antar warga bisa dihindari, masalah bersama bisa segera dipecahkan, kebersamaan dalam membangun lingkungan dan insya Allah rejeki akan lebih berkah dan mengalir.

Apabila kita perhatikan, didalam Rukun Islam, pelaksanaan ibadah agama Islam mengalir dari dalam ke luar. Dimulai dari membaca kalimah syahadah, yang merupakan kalimat persaksian dan komitmen diri untuk mempercayai Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian setelahnya adalah kewajiban melaksanakan Shalat lima waktu. Didalam pelaksanaan ibadah shalat ini, bisa dilaksanakan sendiri tetapi lebih dianjurkan atau disunahkan untuk dilaksanakan berjemaah di Masjid. Dari yang semula persaksian diri, sekarang sudah melebar ke sosial dengan melibatkan orang sekitar untuk melaksanakan ibadah bersama.

Setelah shalat lima waktu, muslim diwajibkan untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan. Kalau pada waktu shalat, pelibatan ibadahnya hanya dengan masyarakat sekitar dan dengan waktu yang berbeda-beda, pada ibadah puasa lebih membesar lagi, melibatkan seluruh muslim di penjuru dunia dalam waktu yang relatif bersamaan.

Setelah puasa penuh selama bulan Ramadhan, kemudian muslim diwajibkan untuk membayar zakat yang merupakan bentuk kepedulian sosial.

Dan terakhir adalah kewajiban untuk beribadah haji bagi muslim yang mampu melaksanakannya. Haji hanya diadakan bulan tertentu, dan pada saat itu, muslim seluruh dunia berkumpul pada saat dan tempat yang sama, untuk menjalankan ibadah Allah, dan pada waktu itu kesempatan bagi muslim seluruh dunia untuk bertatap muka dan bersilaturahmi.

Semua pelaksanaan ibadah dalam agama Islam, sarat dengan nuansa sosial dan silaturahmi. Silaturahmi didalam Islam merupakan salah satu amal saleh yang sangat dianjurkan.

Panorama SZGM

Didalam Al Quran, kerap disebutkan berdampingan antara Iman dan Amal Saleh:

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. QS Al Baqarah 2 : 82

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. QS Ali Imran 3 : 57

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, QS Al Kahfi 18 : 107

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. QS Ar Ra’d 13 : 29

Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. QS Al Hajj 23 : 50

Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), QS Thaha 20 : 75

Selain ayat-ayat tersebut diatas, masih ada puluhan ayat lagi firman Allah SWT yang menyebutkan Iman dan Amal Saleh secara berdampingan. Memakai kata penghubung ‘dan’ yang berarti bahwa bukan hanya Iman yang diperlukan untuk beribadah kepada Allah SWT tetapi mempunyai persyaratan lain yaitu Amal Saleh.

Amal saleh adalah perbuatan yang mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara, baik berupa perbuatan, ucapan maupun sikap. Disebutkan berdampingan dengan Iman, berarti amal saleh tersebut didasarkan kepada Iman dengan tuntunan syariah Islam.

Banyak sekali contoh dari perbuatan amal saleh. Kepada diri sendiri, contoh amal saleh adalah tidak merokok, tidak minum minuman keras, memakan makanan yang baik dan halal, berolah-raga, istirahat yang cukup dan tidak tidur larut malam bila tidak memberikan manfaat, disiplin pribadi, menjaga kebersihan badan, rajin, tekun, hemat dan tidak berlebihan dan sebagainya.

Perbuatan amal saleh kepada lingkungan sekitar dan tetangga contohnya: tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon di rumah dan lingkungan kita, pengaturan septic tank dengan sumur di lingkungan tetangga, menjaga hak-hak tetangga, tidak berbuat gaduh di lingkungan, ikut berpartisipasi di kegiatan lingkungan, dan sebagainya.

Sedangkan perbuatan amal saleh untuk tempat kerja, bangsa dan negara misalnya: tidak korupsi di tempat kerja, tidak mengurangi timbangan, tidak menggelembungkan harga, membayar pajak-pajak dengan baik seperti pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, pajak kendaraan bermotor dan lainnya, memiliki identitas penduduk KTP, memiliki SIM bila diperlukan, mematuhi peraturan lalu lintas, disiplin,  antri ditempat umum, dan sebagainya.

Banyak orang yang telah beriman, tetapi perbuatan amalnya salah. Banyak juga orang yang beramal yang saleh, meski ia tidak beriman.

Tempat kerja saya yang dulu mempunyai beberapa cabang dikawasan Asia Pasifik dengan pusat komando di Hongkong.  Beberapa kali saya perjalanan dinas ke Hongkong dan sebaliknya seringkali juga mereka berkunjung ke kantor Jakarta.

Kolega saya di Hongkong, kebanyakan mereka mengaku bukan orang yang beragama, tidak seperti dugaan saya yang menduga mereka menganut agama Budha.

Walaupun mereka mengaku tidak beragama ataupun beragama non Islam, saya lebih banyak melihat amal yang saleh dalam keseharian mereka di kota Hongkong. Waktu saya berjalan di area pedagang kaki lima di Hongkong, suasananya bersih, banyak pedagang makanan yang menggelar dagangan disana, dan kita tidak merasa jijik untuk makan disitu. Saya juga ke Toilet Umum yang ada disekitar area itu, bersih dan wangi, dan selalu terlihat petugas yang membersihkannya, dan yang penting tidak perlu bayar. Lalu lintasnya lancar dan pengemudinya disiplin, di kereta Mass Rapid Transport (MRT) atau tempat umum, antrian terlihat tertib mengular dan tidak menggerombol.

Di escalator atau tangga berjalan, yang banyak sekali terdapat disana, terutama didaerah stasiun MRT, aliran manusia yang menggunakan escalator itu terlihat lancar. Ternyata disana ada semacam peraturan tidak tertulis, waktu kita di escalator apabila kita ingin diam saja dan tidak berjalan, maka kita diam di sisi kiri, tetapi apabila kita di escalator sambil terus berjalan, maka kita berjalan di sisi kanan. Dengan demikian, orang yang diam di escalator tidak akan mengganggu arus orang yang berjalan di escalator itu. Perbuatan atau amal saleh yang sederhana, tetapi banyak mendatangkan manfaat untuk kepentingan bersama.

Lain di Hongkong lain di Jakarta. Pada waktu atasan saya yang dari Hongkong datang ke  kantor kami di Jakarta, atasan saya mengeluhkan adanya pengeluaran ekstra dibawah meja untuk mengeluarkan barang kami yang ada di Bea dan Cukai Bandara. Perusahaan kami sering berhubungan dengan pelayanan Bea dan Cukai, kecepatan untuk mengeluarkan barang kami sesingkat mungkin dan mengantarkannya ke pelanggan menjadi parameter kinerja kami. Dan untuk hal tersebut, kami dikondisikan oleh keadaan untuk membayar biaya tambahan. Yang membuat saya merasa malu, atasan saya tersebut membandingkannya dengan kondisi Bea dan Cukai bandara Hongkong yang cepat dan tanpa mengeluarkan biaya tambahan lagi! Ia juga membandingkan, kalo biaya operasional kantor di Hongkong lebih mahal seperti biaya sewa ruangan, listrik, air dan telpon dibandingkan dengan di Jakarta, tetapi di Hongkong tidak ada pengeluaran biaya tambahan lagi yang setelah dihitung secara keseluruhan biaya operasional di Hongkong bisa lebih murah dibandingkan di Jakarta.

Mungkin, petugas Bea dan Cukai di bandara Jakarta itu beriman, tetapi mereka melakukan perbuatan atau amal yang salah.

Suatu kali saat teman saya dari Hongkong saya ajak keliling kota Jakarta, banyak hal yang membuat mereka terperangah, ada metro mini yang berhenti sembarangan, bis yang isinya penuh sesak dengan penumpang dan tanpa AC, sepeda motor yang dengan bebas berseliweran disela-sela kendaraan lainnya dan nggak jelas jalurnya, pejalan kaki yang menyeberang sembarangan belum lagi ketika melewati daerah aliran sungai yang kebanyakan keruh, ada sampahnya dan banyak ditempati gubug-gubug kumuh. Semua amal yang salah itu terpampang nyata didepan mata temanku itu, yang membuat saya harus banyak bicara untuk sekedar mengalihkan perhatiannya.

Jika seorang kontraktor bangunan, mendapatkan proyek untuk membangun sebuah gedung perkantoran, maka amal saleh yang bisa dilakukan adalah: dirancang dan telah diperhitungkan sebelumnya dengan baik, menggunakan baja yang dimasukkan dalam beton sesuai dengan ketentuan, campuran semen yang digunakan sesuai tidak dikurangi, peralatan kamar mandi yang digunakan berkualitas dan sesuai dengan perjanjian, peralatan listriknya yang dipasang bukan yang abal-abal, pekerjaan dilaksanakan sesuai dan tepat waktu, tidak menyuap dan kongkalikong dengan pimpinan pemilik proyek untuk mengurangi mutu bangunan, dan segala amal saleh yang lainnya.

Apabila telah melaksanakan hal tersebut, dijamin bangunan akan menghasilkan bangunan yang baik pula, walaupun yang membuat bangunan itu seorang yang tidak percaya kepada Tuhan. Allah SWT menjamin hal tersebut:

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. QS Huud 11 : 15

Lalu apa yang membedakan amal saleh yang dilakukan oleh orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman, dijelaskan lebih lanjut dalam ayat berikutnya:

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. QS Huud 11 : 16

Seharusnya, apabila amal saleh dikerjakan oleh orang yang beriman, akan lebih dahsyat hasilnya. Amal saleh yang dikerjakan dengan keimanan tidak akan perlu pengawasan dari orang tua, atasan, polisi, calon mertua ataupun karena ada CCTV, tetapi semua ditujukan karena Allah SWT, dan balasannya di akhirat nanti.

Amal saleh yang dikerjakan oleh orang beriman juga tidak akan rapuh ataupun hampa.

Sering kita menyaksikan suatu bangsa yang maju, semua fasilitas dunia ada dengan teknologi terkini, bangunannya megah, kotanya bersih, semuanya serba modern, tetapi diisi oleh orang-orang yang rapuh: perzinahan merajalela, rumah tangga yang berantakan, orang-orang yang sibuk bagaikan robot, anak-anak muda yang mencari pelarian ke narkoba dan minuman keras, penduduk yang dihitung sebagai angka bukan sebagai manusia, orang tua yang telantar di akhir usianya dan berbagai macam permasalahan sosial lainnya. Semua itu tidak akan terjadi, jika kemajuannya dicapai oleh amal saleh yang berdasarkan keimanan.

Dan untuk bangsa Indonesia, yang sebagian besar sudah beriman, alhamdulillah, yang harus kita lakukan sekarang adalah, perbanyaklah berbuat amal saleh dalam perbuatan sosial kita!

Insya Allah, kemajuan pembangunan bangsa ini akan lebih cepat dan berkah!

Dipublikasi di Renungan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar