Ramadhan Bulan Tarbiyah….

Masih dalam rangkaian Ramadhan 1440 H di Masjid Riyadhus Shalihin Kebun Raya Residence, Pasir Kuda – Bogor, komplek dimana saya tinggal.

Kalo sebelumnya mengisi Hikmah Taraweh, sekarang Hikmah Subuh. Ini dia materi yang saya sampaikan. Alhamdulillah, dengan mengisi tausyiah baik Hikmah Taraweh dan Hikmah Subuh, ‘terpaksa’saya banyak belajar agama, ngumpulin materi dari berbagai sumber, dan kadang ditambah pengetahuan yang saya miliki.

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil alaminwassholatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du.

Robbis rohli shodri wayassirli amri wahlul uqdatan mil lisani yafqohu qawli

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin,

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadlirat Allah SWT karena atas ijin dan karunianya kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama menjalankan shalat Subuh berjamaah pada hari ke-9 di bulan Ramadhan ini.

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan juga kepada para pengikutnya hingga akhir jaman nanti. 

Jamaah masjid Riyadhus Shalihin yang berbahagia

Hikmah Subuh yang saya bawakan mengambil thema ‘Ramadhan Bulan Tarbiyah’. Semoga apa yang saya sampaikan, dapat memberi manfaat, khususnya kepada saya pribadi dan kepada para jamaah semuanya

Bapak-bapak dan ibu-ibu Jamaah masjid Riyadhus Shalihin

Firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183 yang menjadi landasan kita berpuasa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Puasa yang wajib dilaksanakan oleh seorang mukmin adalah puasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh. Dan selama kurun waktu tersebut, bulan Ramadhan menjadi bulan tarbiyah, atau bulan pendidikan.

Ada beberapa alasan mengapa Ramadhan disebut sebagai bulan tarbiyah.

Pertama, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan lebih lama dibandingkan amalan ibadah lain, seperti shalat, zakat, dan haji. Shalat dapat diselesaikan dengan waktu yang cukup singkat, demikian juga dengan zakat.

Ibadah haji, sebenarnya bisa selesai dalam waktu lima atau enam hari, 8-13 Dzulhijjah.

Sementara, Ramadhan men-tarbiyah seorang mukmin sebulan penuh, rentang waktu yang cukup panjang dan lama.

Secara umum, ada 3 tujuan dalam suatu pendidikan, yaitu:

  1. Pembentukan Aspek Pengetahuan
  2. Pembentukan Aspek Keterampilan dan
  3. Pembentukan Aspek Sikap atau Perilaku.

Untuk membentuk aspek pengetahuan, proses pendidikan yang ditempuh waktunya biasanya sebentar, bisa lewat ceramah, pelajaran di sekolah ataupun mungkin seminar sehari.

Pendidikan untuk membentuk aspek keterampilan akan lebih lama daripada membentuk aspek pengetahuan, karena harus latihan berkali-kali sehingga menjadi ahli atau terampil.

Dan untuk pendidikan yang diarahkan bagi pembentukan sikap atau perilaku, akan memakan waktu lebih lama lagi. Pengetahuan akan melahirkan tindakan, tindakan akan melahirkan kebiasaan, dan kebiasaan melahirkan sikap atau perilaku.

Demikian juga puasa Ramadhan, bahwa aspek yang ingin dicapai selama kita mendapat pelajaran sebulan penuh adalah perubahan sikap atau perilaku yang lebih bertakwa.

Kedua, Pendidikan di Bulan Ramadhan adalah Pendidikan yang holistic atau menyeluruh.

Banyak ibadah lain juga dihadirkan pada bulan mulia ini,  sebagai pendukung terbentuknya pribadi yang bertakwa.

Selain puasa yang merupakan ibadah wajib juga ada shalat tarawih, tadarus, itikaf, ada juga sedekah dan zakat serta ada pula umrah yang memperoleh keutamaan jika dilakukan di Bulan Ramadhan.

Semua ibadah yang wajib dan sunah yang dikaitkan dengan puasa Ramadhan membentuk suatu pendidikan yang holistic atau menyeluruh.

Ketiga, Bahwa pahala yang dilipatgandakan menjadi bukti kehadiran Ramadhan ditujukan untuk mendidik seorang hamba untuk menjaga motivasi semua amal kebaikannya.

Dalam bulan Ramadhan, amal sunah diganjar pahala wajib. Amal wajib dilipatgandakan dengan kelipatan yang tak terhingga.

Bahkan, pahala puasa begitu spesial karena Allah yang menetapkan nilainya.

Sebagaimana dalam hadist qudsi

“Puasa adalah untuk-Ku. Dan, hanya Aku yang membalasnya.” (HR Buhari)

Keempat adalah Berkelanjutan. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berkelanjutan. Dalam istilah pendidikan modern dikenal dengan istilah ‘Long life education’ atau pendidikan sepanjang hayat, mulai dari buaian sampai ke liang lahat.

Bisa dikatakan bahwa  tarbiyah Puasa Ramadhan selama satu bulan, tidak berhenti ketika Bulan Ramadhan berakhir, tetapi diharapkan terus berlanjut dengan puasa-puasa sunah yang dilakukan diluar bulan Ramadhan, ada puasa syawal, puasa ayyamul bidh, puasa senin kamis, puasa Daud dan sebagainya, sehingga ketakwaan kita dapat terus terjaga.

Terakhir, kita sebagai siswa dari sekolah pendidikan yang bernama ‘Bulan Ramadhan’harus berusaha menjadi siswa yang terbaik untuk mendapatkan balasan yang terbaik langsung dari Allah SWT dan kita berharap dapat dipertemukan pada bulan Ramadhan yang akan datang.

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s