Sebuah Perjalanan Panjang

An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang…

Hari ini Minggu, tanggal 5 September 2010 atau merupakan hari ke 26 dari bulan Ramadlan 1431 H. Bulan yang sangat istimewa, karena dibulan itulah saya dilahirkan sehingga namanyapun Ahmad Ramadlan.

Pada hari ini saya mencoba membuat Blog, sebuah niatan lama yang baru terealisasi sekarang. Dulu pernah register untuk sebuah akun Blog, yang karena saking lamanya, nama website-nyapun lupa. Kasihan website-nya, sudah disampahi dengan akun yang gak bermanfaat, hehehe…

Waktu bikin Blog ini di Google, pada tahap ‘Beri Nama Blog Anda’, saya agak tertegun lama, bingung atas pertanyaan ini, karena harus memberi nama atas Blog saya. Saya tinggalkan taraweh dulu, dan pada saat Shalat Taraweh (yang berarti Shalat Tarawehnya kurang khusuk nih, maafkan ya Allah!) saya teringat untuk memberi nama Odyssey, perjalanan panjang, dan biar rada sastra dikit diberi label An Odyssey, Sebuah Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Sengaja pakai bahasa Inggris, karena lebih representatif. Representatif maksudnya, cukup dengan satu kata mempunyai makna yang lebih.

Nama Odyssey awalnya saya tidak tahu artinya. Pertama melihat dari sebuah seri mobil buatan Honda; Odyssey. Karena bentuknya pas dihati, tergelitik untuk mencari apa artinya, saya coba buka di kamus dan artinya adalah: Perjalanan Panjang, Pengembaraan, ataupun Perjalanan yang Penuh dengan Petualangan. Saya kagum pada orang Honda yang telah memberi nama mobil itu dengan Odyssey, karena bentuk mobil itu yang panjang (tetapi tidak terlalu panjang juga), kokoh dan stabil yang sengaja diciptakan untuk  siap  menempuh sebuah perjalanan panjang penuh makna dengan kenyamanan dan rasa aman.

Dan, demikianlah maksud dan keinginan Blog ini dibuat. Blog ini akan bercerita ‘ngalor-ngidul’ gak tentu arah yang merupakan mosaik dari perjalanan saya. Perjalanan yang perlu saya tuliskan karena saya rasa sangat bermanfaat, utamanya untuk saya sendiri. Kalaupun kemudian ada yang mengambil manfaat dari Blog ini, Alhamdulillah!

Ini alamat email saya: ahmadramadlan@yahoo.com

Selamat menikmati Blog saya!

Ditulis pada Uncategorized | Di-tag , | 4 Komentar

Berburu batik Madura…

Dari empat kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) di Madura, sebenarnya semua kabupaten mempunyai pengrajin batik dengan ciri khasnya. Tetapi yang paling intensif dalam pemasaran, dan juga jumlah pengrajin yang cukup banyak ada di dua kabupaten yaitu Bangkalan dan Pamekasan.

Dan, setiap kabupaten mempunyai ciri khas masing-masing. Secara sekilas, batik Bangkalan lebih berwarna gelap dengan pewarnaan alami, desainnyapun cenderung konservatif dan klasik seperti desain lama, corak lebih kasar tetapi detail dan penuh, sedang untuk batik Pamekasan, lebih berani memilih warna-warna yang keluar dari ‘pakem’ seperti orange, hijau menyala, ungu, kuning dan warna pop lainnya. Untuk desain juga, batik Pamekasan lebih berani dan bervariasi dan desainnyapun sangat beragam. Pada batik Pamekasan, biasanya juga diisi dengan ‘serat kayu’ atau istilahnya mo’ ramo’ (akar-akaran) pada bagian yang kosong.

   

Gambar sebelah kiri, batik motif Bangkalan, sebelah kanan, batik motif Pamekasan.

Kalau dibandingkan dengan batik lainnya di nusantara, batik Madura akan kelihatan berbeda. Batik Madura sangat berani dalam warna, kontras dan beradu antar warna, desain tidak monoton dan asimetris, penggambaran desain juga naif dan tidak halus. Desain dan warna Itulah yang menjadikan ciri khas batik Madura yang sekarang ramai diburu.

Harga untuk batik Madura sangat bervariasi, mulai dari kisaran Rp 40 ribuan sampai jutaan, tergantung dari kerumitan desain dan teknik pembatikannya (kalau bahan dapat dipastikan, batik mahal akan memakai bahan yang baik tentunya). Survei ke beberapa tempat penjualan di Bangkalan dan Pamekasan, dengan kisaran harga Rp. 100.000,- kita sudah dapat membawa pulang batik dengan motif dan kwalitas yang bagus untuk dapat kita pakai sehari-hari.

Gambar: Batik Tanjung Bumi Gentongan, motif ‘get oget’..

Batik yang mahal dengan harga jutaan biasanya juga membutuhkan waktu yang lama dalam pembuatannya, memakai pewarna yang alami (seperti saga dan mengkudu), dibatik dengan 2 kali proses pembatikan untuk luar dan dalam (sehingga tidak ada luar dalam) dan ditempat tertentu seperti Tanjung Bumi Bangkalan, dilakukan perendaman dalam gentong untuk membuat warna lebih awet dan semakin ‘muncul’ apabila dicuci. Teknik gentongan ada di Tanjung Bumi Bangkalan, dan dikenal dengan batik gentongan.

Jangan ragu-ragu untuk banyak bertanya kepada penjual batik Madura. Biasanya mereka akan menjawab dengan sebenarnya mana batik tulis, batik cap ataupun tekstil motif batik. Bahkan sekarang ada batik tulis dan cap. Misalnya, untuk sebagian latar seperti sulur-sulurnya yang memakan porsi sebagian besar area kain memakai batik cap, dan pengrajin menambahkan bunga-bunganya dengan tulis. Batik kombinasi cap-tulis ini yang sekarang beredar (walau tidak banyak), dan penjual tetap menamainya batik tulis. Untuk itu, tanyailah dengan detail, apalagi khusus pemburu batik untuk koleksi agar tidak tertipu.

Gambar: Kalau tidak teliti, batik diatas bisa batik cap-tulis, sebagian besar isian adalah cap, dan batik tulisnya hanya pada gambar bunganya saja.

Untuk membedakan batik tulis dengan batik cap-tulis, bagi yang teliti bisa dilihat dari coraknya, batik cap pasti ada sambungan, dan batik cap juga monoton dan simetris. Batik cap biasanya sudah ada jahitan pada tepian kainnya, sedangkan untuk batik yang murni tulis, tidak ada jahitan pada tepi kainnya.

Nah, sekarang dimana tempat di Madura yang banyak menjual batik-batik tersebut? Beberapa tempat akan saya tulis dibawah, terutama yang masih berupa pasar tradisional, karena harganya yang relatif lebih murah daripada kita berbelanja di toko atau butik batik Madura yang sekarang menjamur terutama setelah adanya jembatan Suramadu. Ditempat-tempat itu kita akan banyak pilihan motif batik Madura dari berbagai kabupaten. Meskipun kita berbelanja batik di Bangkalan misalnya, kita juga bisa mendapatkan batik dari kabupaten lainnya di Madura. Inilah beberapa tempat itu:

Bangkalan

Bangkalan merupakan tempat yang paling dekat dengan Surabaya, setelah menyeberang Suramadu, kita akan memasuki kabupaten Bangkalan. Karenanya, Bangkalan menjadi tempat yang paling berkembang dengan banyaknya pengunjung setelah Suramadu dibuka. Ada banyak tempat kuliner, toko souvenir dan oleh-oleh khas Madura, juga banyak toko batik yang buka di Bangkalan. Saya hanya menuliskan tempat jualan batik yang masih tradisional, seperti berikut:

   

Gambar: Pasar Ki Lemah Duwur

Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan. Letaknya ada di ring road kota Bangkalan, setelah Hypermart Bangkalan Plaza kalau dari arah Surabaya. Kalau dari jembatan Suramadu, kita menuju ke arah kota Bangkalan, dan kurang lebih 6 KM dari simpang Suramadu, sebelum masuk ke kota Bangkalan ada lampu merah simpang Junok, belok kiri, dan tidak jauh dari simpang Junok kurang lebih 3 KM setelahnya, kita akan menjumpai pasar Ki Lemah Duwur.

Ada banyak pedagang batik madura di pasar itu, dan ada beberapa toko yang besar dan mempunyai koleksi yang lengkap. Harga sangat bervariasi, mulai dari Rp. 40.000,- sampai sekitar 2 jutaan. Jangan ragu untuk banyak bertanya kepada pedagang dipasar tersebut, mereka cukup ramah dan menerangkan asal kabupaten dari batik tersebut, juga mereka membedakan mana yang tulis, cap, dan tekstil motif batik, juga yang cap – tulis.

   

Gambar: Toko di Tanjung Bumi

Tanjung Bumi Bangkalan. Kalau kita langsung ke Tanjung Bumi Bangkalan, kita bisa langsung ke para pengrajin-nya. Tanjung Bumi merupakan kecamatan di Kabupaten Bangkalan, terletak 46 km ke arah utara kota Bangkalan. Dari arah Suramadu, kalau kita menuju ke Pasar Ki Lemah Duwur, di simpang Junok kita belok kiri, maka untuk menuju ke Tanjung Bumi, di simpang junok, kita lurus terus, dan setelah Rumah Sakit Umum Daerah Bangkalan, ada simpang tiga, belok kanan, dan ikuti jalan besar yang ada. Terus, ikuti jalan besar tersebut, kemudian kita akan bertemu simpang tiga berikutnya lalu belok kanan. Itulah jalan poros menuju kecamatan Tanjung Bumi. Sebelum sampai ke Tanjung Bumi, kita akan melewati kecamatan Arosbaya, Klampis, Sepulu dan baru Tanjung Bumi.

Para penjual batik di Tanjung Bumi tersebar di sekitar pasar Tanjung Bumi. Pada saat masuk ke kecamatan Tanjung Bumi, ada toko batik ‘Sumber Arafat’ yang lumayan besar, dan setelahnya ada beberapa toko yang tersebar baik besar dan kecil. Biasanya pengrajin batik-nya juga ada dibelakang toko tersebut. Ada juga yang seperti rumah biasa. Sebelah Polsek Tanjung Bumi ada gang kecil dimana beberapa rumah pengrajin batik sekaligus penjual bertempat tinggal.

Berkunjung langsung ke Tanjung Bumi kita akan dapat memastikan keaslian dari batik tulis tersebut, disamping kita juga bisa melihat langsung proses pembuatan batik. Kalau dari segi harga, beda tipis dengan yang dijual di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan.

   

Gambar monumen Arek Lancor dan mural yang menghiasi salah satu sudut kota Pamekasan.

Pamekasan

Diantara kota lainnya, Pamekasan merupakan kabupaten yang paling intensif memasarkan batik, dan ingin mengidentikkan kotanya dengan sebutan kota batik. Pamekasan Kota Batik, itu slogan yang diusung. Dan agar gelar itu pantas disandang, Pamekasan memberikan beberapa ruang khusus untuk pedagang batik berjualan. Gapura dan mural bernuansa batik-pun banyak kita jumpai di Pamekasan, menjadikan kotanya terlihat indah dipandang.

Inilah dua tempat yang disediakan oleh pemda Pamekasan sebagai tempat transaksi batik tradisional.

   

Gambar Galeri batik dan suasana ruang dalamnya

Galeri Batik. Berlokasi di Jalan Jokotole Pamekasan. Untuk menuju ke Jalan Jokotole, apabila anda memasuki kota Pamekasan, dipusat kotanya berdiri monumen Arek Lancor yang merupakan landmark kota Pamekasan, putari monumen tersebut dengan mengambil ke arah kanan, kemudian didepan tower PDAM, belok kanan lagi dan langsung ambil kiri, terus, dan setelah lampu merah perempatan, persis setelah jembatan, disebelah kiri, berdiri gedung Perpustakaan Umum Pamekasan, Galeri Batik berada diarea yang sama dengan Perpustakaan Umum tersebut. Terpampang sign board ‘Galeri Batik’. Gedung dua lantai tersebut dikhususkan untuk para pedagang batik, yang menempati lantai dasar dan lantai dua.

Harganya cukup bersaing. Disamping menjual kain batik, pakaian yang siap pakaipun juga banyak dijajakan. Untuk baju misalnya, dengan minimal Rp. 60 ribu kita sudah mendapatkan baju siap pakai dengan kwalitas yang lumayanlah, kalau ingin lebih bagus, yah lebih mahal lagi dong, hehehehe…

   

Gambar Sentra Batik Pamekasan

Sentra Batik Tradisional Pasar 17 Agustus. Berlokasi di Jalan Pamekasan. Kalau dari arah monumen arek lancor, kita mengambil ke arah kiri, melewati Pasar Sore Pamekasan, kemudian kita akan melewati lurus lampu merah pegadaian, setelahnya, didepan SMK Negeri Pamekasan, ada pertigaan, kita ambil ke kanan, lurus, memasuki Jalan Pintu Gerbang dan setelah sekitar 4 km, disebelah kiri ada pasar dan didepannya ada gerbang dengan tulisan Sentra Batik .

Pada hari-hari biasa ada puluhan pedagang batik yang membuka toko disitu, tetapi pada hari pasaran batik, yaitu hari Kamis dan Minggu, tempat ini akan jauh lebih ramai lagi, dimana pengrajin batik juga banyak yang langsung berjualan. Harga sedikit lebih murah, tetapi pandai-pandailah menawar untuk tempat tradisional seperti ini.

Untuk Sampang, tidak ada pasar khusus bagi pedagang batik, beberapa pedagang batik berpencar membuka toko sendiri, itupun tidak terlalu banyak. Sedangkan di Sumenep, ada pasar khusus untuk berdagang batik, yang akan kami buat tulisannya setelah berkunjung kesana, yah doakan aja ada kesempatan untuk mengunjunginya…

Ditulis pada Perjalanan | Di-tag , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Kebaikan adalah kebenaran yang disampaikan secara santun…

Kebaikan adalah suatu perpaduan! Dia gabungan antara isi dan cara penyampaian. Kalau dalam istilah marketing harus ada keserasian antara contents dan packaging, isi dan kemasannya. Jika salah satu dari keduanya jelek, maka respon pasarpun juga akan jelek.

Yang pertama akan membuat orang tertarik, pasti pada kemasannya dulu, sebelum menilik isinya lebih dalam. Setelah kemudian dia membelinya, ia akan menilai isinya, dan apabila isinya ternyata tidak sesuai dengan apa yang ‘dijanjikan’ dalam kemasannya, maka ia akan merasa tertipu dan pasti tidak akan mengulanginya lagi untuk membelinya. Banyak sesuatu yang disampaikan secara santun, tetapi isinya adalah kebohongan, bukan kebenaran, maka yang terjadi adalah penipuan dan pencitraan semata.

Isi yang baik dan bermutu tetapi tidak dikemas dengan indah juga akan gagal di pasaran. Jangankan mencoba isinya, sekedar melirikpun juga emoh! Love at the first sight, cinta adalah pada pandangan pertama, dan pandangan pertama itu adalah pada kemasan!

Demikian juga dengan sebuah kebenaran!!

Sekarang lagi rame penyampaian tuntutan melalui demonstrasi. Mengenai upah kenaikan buruh misalnya, ribuan buruh turun kejalan, tidak bekerja seharian karena demonstrasi, dan membuat macet jalanan, bahkan memblokade jalan tol, seperti yang terjadi pada bulan Januari 2012.

Kebenaran yang ingin mereka sampaikan adalah perlunya kenaikan upah buruh. Upah buruh mereka rasakan tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka karena naiknya harga barang-barang. Dan mereka memilih jalan demonstrasi untuk menyampaikan kebenaran yang ingin mereka sampaikan.

Yang terjadi kemudian justru ramai diperbincangkan efek dari demonstrasi itu. Macetnya jalan telah membuat perekonomian lumpuh sesaat, dan ribuan orang terlantar dan terjebak dalam kemacetan, para karyawan, anak-anak sekolah dan juga ibu-ibu yang akan berbelanja.

Dan penilaian masyarakat terhenti disitu aja, mereka ribut mengenai efek demonstrasi yang merugikannya dan tidak peduli lagi dengan isi tuntutan demonsrasi itu.

Contoh yang paling representatif mengenai kemasan yang tidak santun didalam menyampaikan sebuah kebenaran mungkin adalah FPI (Front Pejuang Islam). Lihatlah bagaimana FPI dengan pentungan, parang dan senjata lainnya mengobrak-abrik tempat-tempat maksiat yang seharusnya tutup pada bulan puasa.

FPI berdalih bahwa mereka tidak tiba-tiba didalam menjalankan operasinya. Eskalasi surat peringatan telah mereka lalui. Mereka mengatakan kalau telah berkirim surat peringatan kepada Kapolsek setempat untuk menutup tempat maksiat itu sesuai dengan peraturan yang ada. Pengakuan mereka, bahwa bukan hanya sekali surat peringatan itu dilayangkan, sebelum akhirnya diputuskan oleh mereka sendiri untuk bergerak memberangus tempat-tempat itu.

Pemberitaan dan penilaian masyarakat kemudian memang bukan pada isi kebenaran tersebut, tetapi cara FPI didalam melaksanakan aksinya. Kecaman ditujukan buat mereka, atas caranya yang tidak santun! Bukan masalah apa yang dikatakan atau diperbuat olehnya, tetapi bagaimana cara mereka mengatakan atau berbuat itu yang lebih utama!

Kebenaran yang tidak disampaikan secara santun adalah anarki!

Bahkan didalam penyampaian sebuah ajaran agama-pun, Allah SWT mensyaratkan untuk disampaikan secara santun sehingga hasil yang didapat efektif.

Ayat-ayat berikut menggambarkan hal tersebut:

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka.

-Qs Al Anaam (6):108-

Dalam ayat tersebut diatas, jelas tergambar, apabila kita menyampaikan sesuatu dengan menghina dan memaki maka efek yang terjadi adalah mereka malah akan membalasnya dengan lebih kejam dan sudah tidak memakai logika lagi.

Demikian juga pada ayat-ayat yang lain:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan HIKMAH dan PELAJARAN yang BAIK dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..

-Qs An Nahl 125-

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu BERSIKAP KERAS lagi BERHATI KASAR, tentulah mereka MENJAUHKAN DIRI dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.

-Qs Al Imran 159-

Itulah sifat sebagian besar manusia, yang memang cenderung melihat sesuatu dari kemasannya dulu.

Manusia yang bijaksana adalah yang mampu melihat sesuatu secara terpisah, bersifat objektif dan dapat mengambil hikmah dari apapun kejadiannya. Ia akan belajar mengenai kesabaran dari orang yang pemarah. Belajar untuk bersikap rendah hati dari orang yang sombong. Dan selalu mengambil pelajaran dan pengalaman dari keadaan yang jelek maupun dari orang-orang yang tidak baik.

Manusia yang bijaksana adalah manusia yang dapat membedakan isi dan kemasannya. Ia dapat mengambil sebuah ‘kebenaran’ meskipun hal itu tidak dikemas dengan baik. Ia dapat mengambil ‘isi’ dari penyampainya baik yang berpendidikan rendah maupun tinggi, baik dari golongan masyarakat strata sosial rendah maupun tinggi, dari berbagai golongan usia bahkan juga dari seorang yang ahli ibadah maupun tukang maksiat.

Seperti dalam sebuah kata-kata hikmah dari Ali Bin Abi Thalib RA: Lihatlah apa yang dikatakan, janganlah melihat siapa yang mengatakan.

Dan setelah kita kemudian memperoleh ‘kebenaran’ itu, apabila ingin menyebarkannya atau mengamalkannya maka sampaikanlah dengan cara yang santun, sehingga akan menjadi suatu kebaikan bagi kita dan dapat abadi dikenang dan memberikan manfaat bagi orang, seperti didalam ayat berikut:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

-Qs Ibrahim (14):25-26-

Semoga kita menjadi penyampai kebenaran yang santun. Yang akan memberikan keteduhan bagi setiap orang, memberikan buah yang bermanfaat dan dapat bertahan lama didalam ingatan bagi yang menerimanya, laksana pohon rindang dengan akarnya yang kuat dan buahnya yang bermanfaat. Aamiin.

Ditulis pada Renungan | Di-tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Semua akan meninggalkan bekas…

Sungguh, Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami-lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (lauh mahfuz).

-Qs Yaasin (36):12-

Tim DVI (Disaster Victim Identification, Identifikasi Korban Bencana) dari Kepolisian RI sedang bekerja keras dengan adanya tragedi Sukhoi SSJ-100 di Gn Salak. Mereka berkonsentrasi untuk menguak siapakah identitas mayat korban Sukhoi SSJ-100 yang telah ditemukan dan kebanyakan dalam keadaan tidak utuh.

Pihak keluargapun diminta bantuannya. Mereka diminta untuk mengumpulkan barang-barang yang sering dipakai oleh korban seperti baju yang belum dicuci, sikat gigi dan apabila ada, juga bagian tubuh seperti rambut ataupun gigi.

Barang-barang bekas korban itu nantinya akan dicocokkan dengan DNA yang diambil dari tubuh korban.

Direktur Eksekutif Tim DVI Indonesia Kombes Anton Chastilani mengatakan sebagian besar jasad korban yang dimasukkan ke kantong tidak lagi utuh. “Tidak ada yang utuh,” ujarnya. Menurut Anton, proses identifikasi sudah dilakukan sejak Sabtu 12 Mei 2012 kemarin. Anton belum bisa memastikan kapan proses identifikasi bisa selesai. Menurutnya, “Minimal (butuh waktu) dua minggu, itu untuk identifikasi DNA saja. Proses identifikasi jenazah seperti menyusun puzzle yang sangat besar,” (Sumber Tempo).

Kemajuan teknologi terkini telah berhasil mengidentifikasi korban (mayat) dari bekas-bekas yang ditinggalkannya.

Semua manusia membawa ‘identitas’nya sendiri secara unik dan itulah yang akan ditinggalkannya pada waktu melakukan suatu perbuatan. Karena unik, maka kemungkinan tertukar menjadi sangat kecil sekali dan mempunyai akurasi yang sangat tinggi!

Sering kita lihat, tim forensik dari Kepolisian bekerja mengungkap kejahatan dengan petunjuk dari sidik jari pelaku yang tanpa ia sadari ia tinggalkan. Sidik jari yang ditinggalkan pelaku yang secara kasat mata tidak jelas terlihat akan dibuat jelas dan teridentifikasi dengan bantuan peralatan khusus. Sidik jari setiap manusia berbeda, dan dengan sendirinya, karena kelembaban dari kulit, akan membuat setiap kita memegang sesuatu benda akan memberikan ‘stempel’ yang dapat ditelusuri.

Bau badan setiap manusia juga unik dan tidak sama pada setiap manusia. Untuk melacak bau tersebut, digunakan anjing pelacak yang mempunyai penciuman yang kuat dan dapat membedakan jenis dari berbagai macam bau. Jika pelaku kejahatan meninggalkan bekas berupa sepatu, sandal atau misalkan pakaian, maka bekas-bekas bau pada benda tersebut tersebut akan dijadikan petunjuk bagi anjing pelacak untuk mengendus kemana arahnya pelaku bergerak. Hebatnya, meskipun telah terjadi beberapa jam setelah kejadian, bekas-bekas tersebut masih dapat tercium oleh anjing pelacak.

Beberapa distrik kepolisian di Amerika dan China telah mempunyai bank data dari bau badan para narapidana yang disimpan dengan kondisi yang khusus, sehingga memungkinkan tetap ‘segar’ baunya ketika akan dipakai. Dengan bank data tersebut, maka ‘bekas-bekas’ bau di suatu tempat kejadian perkara akan dibandingkan dengan bank data untuk mencari pelakunya.

Salah satu teknologi yang telah ditemukan manusia untuk mengetahui usia dari suatu bangunan, candi, fosil atau bekas-bekas peninggalan lainnya adalah dengan perbandingan radiokarbon.

Cara penentuan usia radiokarbon merupakan metoda radiometri yang dapat dipakai untuk menentukan umur mutlak suatu bahan sampai umur 50.000 tahun yang lalu. Penentuan umur ini dapat dilakukan pada bahan yang mengandung unsur karbon (C). Unsur karbon yang dipakai adalah isotop 14C yang terdapat dalam atmosfir yang terikat dalam senyawa CO2. Senyawa organik isotop karbon ini dihasilkan oleh reaksi sinar kosmos dengan unsur nitrogen. Tumbuh-tumbuhan hijau melalui fotosintesis menyerap udara yang mengandung campuran isotop karbon, sedangkan pada organisma campuran isotop karbon diserap melalui rangkaian makanannya.

Nisbah radiokarbon terhadap isotop karbon yang mantap dalam organisma hidup adalah sama dengan nisbahnya dalam atmosfir. Kematian organisma mengakhiri pertukaran CO2 antara organisma dengan atmosfir.  Dalam organisma yang mati, 14C berkurang melalui peremputan radioaktif. Dengan membandingkan derajat keradioaktifan dalam organisma yang mati dengan yang terdapat di dalam organisma hidup, dapat ditentukan sudah berapa lama organisma itu mati. Waktu paruh radiokarbon adalah 5560 ± 40 tahun.

Allah SWT, sang Maha Pencipta, telah membuat setiap manusia unik, berbeda satu sama lain, bahkan pada manusia yang terlahir kembar. Sidik jari, bau badan, rambut, retina mata, anatomi gigi dan yang terkecil adalah DNA yang ada pada setiap organ tubuh kita tercipta sangatlah unik.

Semua yang kita kerjakan baik yang dilakukan terang-terangan maupun dengan sembunyi-sembunyi, akan meninggalkan bekas-bekasnya atas perbuatan tersebut.

Bahkan, ada suatu penemuan yang perlu diadakan penelitian yang lebih intensif, bahwa setiap ingatan, kegemaran ataupun hobi akan tersimpan dan membekas didalam sel. Ini terlihat ketika banyaj pasien penerima transplantasi jantung ternyata kemudian mempunyai kegemaran yang berbeda dengan sebelumnya dan mempunyai kegemaran baru yang sama dengan kegemaran pendonornya. (lebih detail dapat dibaca pada artikel dibawah, dari www.dailymail.uk).

Teknologi yang telah dikembangkan oleh manusia baru bisa menginterpretasikan beberapa hal seperti lama atau usia peninggalan dan identifikasi oknum dengan perbandingan. Masih banyak yang belum dapat terungkap.

Allah SWT berfirman didalam Al Quran dan dengan terang benderang, menyatakan bahwa:

Sungguh, Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami-lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (lauh mahfuz).

-Qs Yaasin (36):12-

Bekas-bekas itulah yang terus diteliti oleh manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuktikan hal tersebut, bahwa manusia meninggalkan bekas-bekasnya didalam perjalanan hidupnya.

Ilmu yang telah manusia ketahui jauh lebih sedikit dari ilmu yang belum manusia ketahui. Dan ilmu Allah SWT, sebagai sang Maha Pencipta akan melebihi semua itu. Kalau manusia hanya bisa mengidentifikasi korban atau peninggalan dari bekas-bekas yang ditinggalkan, maka bagi Allah SWT, apapun yang akan dikehendaki-Nya akan terwujud, seperti menghadirkan ‘film-film’ atas perbuatan kita selama didunia nantinya, ataupun menghidupkan makhluk hidup yang telah mati, bukan merupakan hal yang sulit, seperti dalam ayat berikut:

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab  “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)”. Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan diatas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

-QS Al Baqarah (2):260-

Sangatlah tidak layak membandingkan antara ilmu manusia dengan ilmu sang Maha Pencipta, pemilik segala ilmu, seperti tercantum didalam Al Quran:

Dan seandainya pohon-pohon dibumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

-Qs Lukman (31):27-

Dengan bukti-bukti yang nyata dan terang benderang, masihkah kita akan mengatakan bahwa alam semesta dan seluruh isinya terjadi dengan sendirinya? Masihkah kita mengabaikan Al Quran yang merupakan kitab dari Allah SWT, sang Maha Pencipta?

Subhanallah, semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari-Nya.

——–

Diolah dari berbagai sumber: Al Quran, Wikipedia, Tempo Interaktif dan Abstract: Radiokarbon Bagi Penentuan Umur… Oleh Darwin Alijasa Siregar, Pusat Survei Geologi Bandung.

——–

Man given heart of suicide victim marries donor’s widow and then kills himself in exactly the same way

By PAUL THOMPSON

Last updated at 21:49 07 April 2008

A man who received the transplanted heart of a suicide victim has killed himself in exactly the same way.

And, astonishingly, the same wife is mourning all over again.

Sonny Graham, who had received Terry Cottle’s heart, also went on to marry his widow.

Scroll down for more…

Sonny Graham

Heart transplant recipient Sonny Graham, pictured with wife Cheryl, commited suicide

The couple met after Mr Graham started writing to her after being told her husband was his heart donor.

Twelve years after the successful transplant operation, Mr Graham shot himself dead, leaving his wife a widow for the second time in strikingly similar circumstances.

Friends said Mrs Graham, a nurse, is stunned by the bizarre turn of events.

Officials in Vidalia, Georgia, said Mr Graham, 69, died after shooting himself in the throat with a shotgun.

He was found in a garage at the home the couple shared.

In 1995, Mr Graham had been on the verge of death due to congestive heart failure.

He had less than six months to live when the call came through from the Medical University of South Carolina, telling him that a heart had just become available.

It belonged to Mr Cottle, 33, who had committed suicide by shooting himself in the head.

Mr Graham went to the hospital from his home nearby and the heart was transplanted that day.

He did not know the identity of the donor, only that the heart belonged to a 33-year-old man.

A year later, Mr Graham contacted the organ donation agency wanting to thank the man’s family for the gift of life.

He began writing to Mr Cottle’s young widow Cheryl, a mother of four. The couple later met, fell in love, married and moved to Georgia.

Speaking shortly after their wedding, Mrs Graham said: “It helped me so much.

“Meeting Sonny made it easier for me, knowing something so good came from something so bad.”

Friends of Mr Graham said he had not shown any signs of being depressed.

Scientists say there are more than 70 documented cases of transplant patients having personality changes as they take on some of the characteristics of the donor.

Last month, a woman from Lancashire claimed her literary tastes changed radically following a kidney transplant.

Cheryl Johnson used to enjoy celebrity biographies and best sellers such as The Da Vinci Code.

But now she prefers classics such as Jane Austen’s Persuasion and Dostoevsky’s Crime and Punishment.

Character changes in transplant recipients are known as cellular memory phenomenon.

However, medical experts are sceptical about the concept and insist there is little convincing evidence.

Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/article-557864/Man-given-heart-suicide-victim-marries-donors-widow-kills-exactly-way.html#ixzz1vYgcbAKD

 

Ditulis pada Renungan | Di-tag , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Heboh Lady Gaga…

Konser Lady Gaga batal, Kepolisian RI tidak memberikan ijin untuk kelangsungan konser ini karena alasan keamanan. Banyak pihak yang menyatakan keberatannya dengan hadirnya konser yang sedianya akan dilangsungkan pada 3 Juni 2012 di Gelora Bung Karno.

Saya termasuk yang setuju konser ini dibatalkan, hanya sayangnya, kenapa pembatalannya setelah didesak oleh masyarakat? Kenapa pemerintah seakan-akan (dan lagi-lagi) absen didalam menangani hal ini?

Indonesia adalah negara yang heterogen dengan mayoritas agama penduduknya adalah muslim. Dan mempunyai pemerintahan yang sah. Seharusnya pemerintah merupakan representatif dari ke-heterogen-an itu.

Dari segi penampilan, sudah jelas, kalau kostum yang dikenakan oleh Lady Gaga pasti akan mengumbar aurat dengan model yang tak lazim. Dan, utamanya dari segi isi lagu, bener-bener mencerminkan kebebasan yang tiada batas yang berarti tak bermoral. Dan kalau dicermati, isi lagunya sangat menghina pada agama tertentu, dalam hal ini Kristen.

Lagunya yang berjudul Judas dan Born This Way misalnya, sangat menghina agama Kristen, dan sangat heran juga, kenapa tidak ada organisasi masyarakat dari golongan Kristen yang protes atas penodaan dan penistaan agama mereka? Mengapa mereka rela agamanya dinodai didepan mata mereka sendiri? Apabila kita mencintai dan meyakini sesuatu, tetapi orang lain mengganggu sesuatu yang kita cintai dan yakini, pasti kita akan bereaksi. Akan sangat dipertanyakan ‘kecintaan’ dan ‘keyakinan’ apabila mereka hanya bersikap diam membiarkan penodaan dan penistaan itu terjadi. (Lirik dan terjemahan lagu saya tulis di komentar dibawah).

Secara umum juga, lagunya berlawanan terhadap moral secara universal. Sangat vulgar! Kata-kata yang berbau sex bener-bener telanjang ditampilkan apa adanya. (Maaf) Kata-kata itu misalnya: bitch, pussy, dick dan lainnya. Lihat aja isinya pada lagu Telephone.

Yang kemudian mengambil peran aktif adalah MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang meminta pihak Kepolisian untuk tidak memberikan ijin. MUI sebenarnya sudah gerah sejak lama, dengan diamnya pemerintah, dan malah pemerintah mengomentari volume adzan sebagai panggilan shalat bagi sebagian besar umat islam, ini yang membuat MUI berang dan berkomentar ‘Lebih baik pemerintah mengurusi tentang Lady Gaga daripada ngatur volume adzan’.

Dan yang menjadi sangat terkenal ke seluruh dunia karena penolakannya yang sangat frontal adalah FPI (Front Pejuang Islam).

Pihak Kepolisian, yang memang hanya mengurusi masalah keamanan, menyebutkan bahwa salah satu alasan tidak diterbitkannya ijin atas konser Lady Gaga ini adalah alasan keamanan. Artinya, ancaman FPI-lah yang menjadi penyebab batalnya konser ini, sangat mungkin bila hanya MUI yang mengeluarkan rekomendasi untuk penolakan ini, pihak Kepolisian akan terus memberikan ijin, karena tidak ada masalah dari segi keamanan.

Kemudian pemerintah hanya menjadi penonton. Pemerintah membiarkan konflik horizontal berpotensi terjadi. FPI dihujat masyarakat karena caranya yang kasar (tapi efektif!), dan membuat ia kadang berjibaku sendirian diserang bertubi-tubi dan juga pencitraan terhadap umat Islam pada akhirnya.

Banyak kalangan tidak setuju atas konser lady Gaga ini, tetapi mereka tidak bertindak secara formal. Ketidak setujuannya hanya menjadi pendapat perseorangan, seperti Ketua MPR dan Mendagri. Tetapi Kemenparektif (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menyayangkan pembatalan ini. Artinya, pemerintahan ini sangatlah tidak terintegrasi, semua berjalan sendiri-sendiri dan Presiden selaku pemegang pemerintahan hanya melakukan pembiaran.

Pemerintah seharusnya mempunyai standar karakter bangsanya sendiri baik dari segi politik, ekonomi dan sosial budaya, sehingga dapat memfilter pengaruh asing yang tidak baik, bukan dengan membiarkan elemen bangsanya (terpaksa) berbicara dengan bahasanya sendiri.

Atau apakah memang kita sebenarnya tidak mempunyai pemerintah?

Ditulis pada Opini | Di-tag , , , , , | 1 Komentar

Tragedi Sukhoi SSJ-100…

Selalu meninggalkan tragedi dan trauma yang mendalam, apabila terjadi kecelakaan pesawat terbang. Demikian juga untuk tragedi Sukhoi SSJ-100 yang terjadi pada hari Rabu, 9 Mei 2012, menabrak Gunung Salak Bogor pada saat joy flight untuk mengenalkan produk Sukhoi kepada pasar Indonesia.

Beberapa nama yang termasuk dalam korban Sukhoi ini saya mengenalnya dengan baik, mereka adalah teman-teman di dunia penerbangan. Inilah juga, yang membuat saya begitu berduka atas tragedi ini. Innalilllahi wa inna ilaihi rojiun.

Sebenarnya, kalau dilihat dari prosentase kecelakaan dari moda transportasi udara, dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, adalah yang paling kecil. Dengan kata lain, pesawat udara adalah transportasi yang paling ‘aman’ dibandingkan dengan transportasi lainnya.

Untuk perbandingan dan bayangan secara kasar saja, di bandara Soekarno Hatta Cengkareng saja, ada sekitar 358 ribu take off dan landing sepanjang tahun 2011. Atau sekitar 1000 take off dan landing perhari. Itu baru untuk Bandara Soekarno Hatta, yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, belum dari puluhan bandara lainnya di Indonesia, dan ribuan bandara di dunia.

Dari jutaan pergerakan take off dan landing itu diseluruh dunia, yang terjadi total accident masih bisa dikatakan sedikit, setahunnya. Artinya, dari segi prosentase kecelakaan, memang sangatlah kecil. IATA (International Air Transport Association) misalnya, mencatat rata-rata hanya 1 kali  kecelakaan didalam 1.6 juta kali penerbangan.

Yang menjadi trauma mendalam adalah karena kecelakaan pesawat terbang selalu berakhir dengan fatal, dan hampir semua korban meninggal dalam keadaan yang sulit dikenali. Inilah yang membuat kecelakaan pesawat terbang akan selalu menjadi headline yang serempak diseluruh pemberitaan dunia.

Dampak dari kecelakaan pesawat terbang yang sangat fatal itu sangat disadari pada waktu perancangan dari pesawat terbang itu. The sky is a vast place, but there is no room for error, angkasa merupakan tempat yang sangat luas, tetapi disana tidak ada sejengkalpun area untuk suatu kesalahan. Itulah filosofi yang berlaku di dunia penerbangan.

Dunia penerbangan adalah dunia yang penuh dengan regulasi yang berlapis. Semua dilakukan hanya dengan satu tujuan, meminimalkan angka kecelakaan pesawat.

Sebenarnya, kemajuan teknologi telah berhasil memangkas jumlah kecelakaan pesawat udara. Kemajuan teknologi yang diterapkan pada pesawat udara membuat faktor penyebab kecelakaan pesawat bergeser, dari yang semula dominan oleh faktor pesawat sebagai penyebabnya pada tahun 1960-1970-an, sekarang faktor manusia (human factor) menjadi penyebab utama kecelakaan pesawat. Faktor yang lain adalah external (cuaca, geografis, debu vulkanik, burung dan lainnya). Dan sering terjadi ada dua bahkan tiga faktor sekaligus yang menjadi penyebabnya.

Dari segi prosentasi, human factor sekitar 65%, kondisi pesawat 32% dan faktor external 13%.

Dan kebanyakan, kecelakaan pesawat terjadi pada waktu mendarat atau landing (56%) juga pada waktu tinggal landas atau take off (38%), sementara prosentase pada waktu terbang jelajah (cruising) hanya 6%.

Memang banyak faktor yang membuat terjadinya suatu peristiwa kecelakaan. Segala usaha dilakukan agar tingkat kecelakaan bisa ditekan seminimal mungkin.

Ada airline tertentu dengan tingkat kecelakaan yang sangat rendah (Qantas Airways tercatat tidak ada kecelakaan dalam 50 tahun terakhir) juga ada pesawat dengan catatan kecelakaan yang rendah, seperti misalnya Concorde, yang hanya terjadi crash sekali dalam operasional 30 tahunnya. Disamping itu ada juga airline dengan rekor kecelakaan tinggi dan juga pesawat yang mempunyai catatan kecelakaan yang panjang, itu artinya bahwa tingkat kecelakaan dapat diusahakan untuk diminimalkan.

Ditulis pada Opini | Di-tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Sakit gigi…

Saya mempunyai kesehatan gigi yang kurang baik. Sejak kecil sudah akrab menjadi langganan dokter gigi. Sudah tak terhitung berapa dokter gigi yang telah mencabik-cabik mulutku, melakukan perawatan buat gigi-gigi saya.

Jumlah gigi sudah tidak utuh lagi, kalau di buku-buku dibilang, jumlah gigi untuk orang dewasa sekitar 32 gigi, maka punya saya kurang dari itu. Yang tersisapun juga ada yang mempunyai tambalan.

Pagi ini kunjungan saya yang kesekian kalinya ke Drg Yanti yang berpraktek di Jl Sawojajar Bogor. Semalam gigi saya linu tak tertahankan, dan akhirnya saya minum asam mefenamat untuk penghilang nyeri agar saya bisa tidur.

Lubang digigi nomer 8 (istilahnya dokter gigi sih, hehehe, gigi nomer 8 adalah gigi geraham) saya itu memang sudah besar, sudah 75% dari area giginya. Ini tambalan yang kedua kalinya, setahun yang lalu saya tambal gigi di tempat yang sama, tetapi ternyata giginya berlubang lagi, sehingga harus ditambal lagi. Sebisa mungkin saya berusaha mempertahankan  agar gigi saya tidak dicabut, sebesar apapun tambalannya, kecuali dokter sudah menyerah dan memvonis untuk mencabutnya!

Karenanya, saya menduga, kalau ada sesuatu yang salah dengan tambalan terakhir gigi nomer 8 saya itu seminggu yang lalu.

Diperiksalah gigi saya, termasuk gigi nomer 8 itu. Ternyata tambalannya gak masalah, dan diketahui ada lubang baru yang cukup dalam di gigi nomer 7 sebelah  gigi nomer 8 itu. Dan, meskipun lubangnya kecil, tapi cukup dalam, sehingga sampai kesaraf gigi, itulah yang bikin saya sakit.

Saraf dan pembuluh darah pada gigi adalah bagian yang paling dalam dan paling sensitif, karenanya dia terletak dibagian yang paling terlindungi, di bagian dalam. Bila lubang telah mencapai saraf, sehingga saluran saraf dan pembuluh darah menjadi terbuka dan tidak terlindungi, akan membuat ‘sentuhan’ dari sisa makanan yang mengumpul dan gerakan mengunyah akan membuatnya linu. Suhu ekstrim minuman seperti dingin juga akan membuatnya ngilu.

Syaraf bertugas menyalurkan informasi dari gigi ke otak, sedangkan pembuluh darah bertugas menyuplai darah yang berisi nutrisi dan oksigen ke gigi sehingga gigi tetap hidup.

Akhirnya gigi nomer tujuh dilakukan perawatan dahulu, disterilisasi dan dimatikan sarafnya sebelum dilakukan penambalan. Artinya masih ada dua atau tiga kali kunjungan ke drg Yanti, hhmmm, mau gak mau saya harus bertemu dengan peralatan gigi yang siap mencabik-cabik mulut saya lagi, hehehe.

Dilain sisi saya berpikir, betapa ringkihnya tubuh manusia. Lubang yang sangat kecil telah membuat saya sakit luar biasa. Ada banyak ‘bom waktu’ pada tubuh kita yang akan membuat sakit tidak terperi pada kita sendiri. Selama semuanya berjalan normal, tidak akan menunjukkan gejala apa-apa dan sangat menunjang kehidupan kita, tetapi akan lain bila kita ditimpa penyakit. Organ tubuh seperti ginjal, hati, jantung, mata, tangan dan kaki adalah ‘bom waktu’ bagi diri kita sendiri bila kita tidak merawatnya dan yang paling penting adalah mensyukuri karunia-Nya atas semua ini.

Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? –Qs Ar Rahman (55):13-

Ditulis pada Sekelebatan | Di-tag , , , , , | Tinggalkan Komentar

Tujuh saksi…

Lagi heboh tentang video Koboy Palmerah, seorang oknum TNI AD yang tertangkap kamera bertindak arogan dengan pentungan besi dan senjata api (dibantah katanya hanya air soft gun) menghardik dan melawan seorang pengendara motor sipil di jalan Palmerah, pada hari Senen lalu (tanggal 30 April 2012).

Sebelumnya juga heboh tentang video panas dua anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan di sebuah apartemen di Jakarta. Kasusnya bergulir, entah, apakah nanti akan sama berakhir dibui seperti kasus sebelumnya yaitu video Ariel Peterpan dengan Luna Maya dan Cut Tari.

Di persidangan juga begitu. Angelina Sondakh memberikan saksi bagi tersangka Nazaruddin. Nantinya, dalam waktu dekat, bukan tak mungkin Nazaruddin akan memberikan saksi bagi tersangka Angelina Sondakh. Ada saksi dan ada tersangka, keduanya saling memberikan saksi. Ada saksi meringankan, ada saksi yang memberatkan.

Bagi kasus Ariel Peterpan, jelas video itu menjadi barang bukti, ‘saksi’ bagi kelakuan tidak senonohnya. Jika tidak ada saksi ‘video’ itu, Ariel Peterpan tidak akan mendekam di bui, karena tidak terbukti.

Saksi bagi Nazaruddin adalah manusia, sedangkan ‘saksi’ bagi Ariel Peterpan adalah video, benda yang oleh kita disebut benda mati, karenanya kemudian dinamakan barang bukti.

Itulah didunia, peradilan manusia. Dan Allah sebagai sang Maha Pencipta, telah menyiapkan saksi-saksi yang lebih canggih yang akan membuat setiap perbuatan baik ataupun buruk walaupun sebesar zarrah (atom) akan terbalaskan.

Kelak, di akhirat nanti, di hari pertanggungjawaban dan di hari pembalasan, akan ada tujuh saksi yang ‘berbicara’ mengenai kelakuan kita di dunia ini. Ke tujuh saksi tersebut adalah:

  • 1. Hati Nurani. Pada saat kita berbuat dosa, sebenarnya yang terdekat yang memberikan ‘perlawanan’ adalah hati nurani. Dia menjadi juru dakwah pertama bagi kita. Dia memperingatkan kita jika kita berbuat dosa, tetapi dia kita abaikan. Karenanya, tidak akan tercatat sebagai dosa, jika kita ‘akan’ berbuat dosa, tetapi kemudian kita tidak melaksanakannya, karena tunduk pada nasehat hati nurani.
  • 2. Anggota tubuh kita. Pada saat kita didunia, mata, pendengaran, mulut, tangan dan kaki kita dapat kita arahkan sekehendak hati kita. Kita perintahkan kaki melangkah ke mushalla, dia akan ikut, kita perintahkan kaki kita ke lokalisasi dia juga akan ikut. Mata dapat mengikuti apa yang kita mau, melihat yang baik ataupun sebaliknya. Semua anggota tubuh kita selama didunia mengikuti apa yang kita mau. Tetapi kelak di akhirat, semua anggota tubuh kita akan bersaksi terhadap perbuatan kita. Kita sudah tidak mempunyai kendali atas mata, pendengaran, tangan, kaki dan mulut kita sendiri, semuanya akan ‘berbicara’ memberikan saksi atas perbuatan kita.

Pada hari, (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

-Qs An Nur (24):24-

Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamubahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

-Qs Fushshilat (41):22-

  • 3. Malaikat. Menjadi bahan pengajaran agama sejak kita di bangku SD, bahwa ada dua malaikat yang bertugas menjadi pencatat perbuatan baik dan buruk kita. Dua malaikat tersebut adalah Malaikat Raqib dan malaikat Atid.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

-Qs Qaaf (50):16-18-

  • 4. Jin. Jin termasuk makhluk gaib, mempunyai dimensi yang berbeda dengan manusia. Sebagian besar manusia tidak dapat melihat jin, sedangkan jin dapat melihat manusia. Disekeliling kita terdapat banyak jin, dan iblis termasuk dari bangsa jin.

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

-Qs Al Jin (71):1-

  • 5. Benda-benda disekitar kita. Kita menyangka bahwa benda-benda disekitar kita adalah benda mati, padahal mereka adalah makhluk Allah yang juga ‘hidup’, mereka semua bertasbih memuji Allah. Ketika kita berbicara diruangan benda-benda yang disekitar kita menjadi saksi. Ketika kita berjalan ke masjid untuk shalat Subuh, benda-benda yang kita lalui dalam perjalananpun akan menjadi saksi keberangkatan kita. Semua benda akan menjadi saksi, bumi yang kita injak, kursi yang kita duduki, bolpoin yang kita pergunakan untuk menulis, baju yang kita pakai, semua menjadi saksi!

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

-Qs Al Isra (17): 44-

  • 6. Manusia. Seperti hal-nya peradilan di dunia, manusia juga akan menjadi saksi bagi kita di hari pembalasan kelak. Fakir miskin yang kita santuni, orang-orang yang berhubungan dagang dengan kita, tetangga kita yang tiap hari berjumpa dengan kita, saudara-saudara kita, orang tua kita dan juga orang-orang yang pernah kita perlakukan tidak adil dan kita dzalimi, semua akan menjadi saksi di akhirat kelak.

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

-Qs Al Baqarah (2):143-

  • 7. Allah SWT. Puncak dari segala saksi adalah Allah SWT, kita tidak dapat berpaling dari-Nya, yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Adil.

Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

-Qs Al Israa (17):96-

Tidakkah kita melihat bahwa kita tidak bisa lari dari saksi-saksi tersebut ketika kita melakukan suatu perbuatan! Masihkah kita akan berbuat maksiat ketika tahu bahwa kita tidak bisa lari dari Hari Pembalasan!

Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus! Sehingga kami dapat melakukan perbuatan yang Engkau ridhai!

Ditulis pada Renungan | Di-tag , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

May Day…

Setiap tanggal 1 Mei, diperingati sebagai Hari Buruh Internasional! Ini termasuk sedikit hari yang diperingati secara internasional, kompak! Dan bisa dipastikan, pada peringatan Hari Buruh tersebut, akan ada gelombang unjuk rasa, yang biasanya membuat ketar-ketir pemerintah, apakah berlangsung anarkis atau damai.

Entah faktor kebetulan atau kesengajaan, Hari Buruh Internasional kerap disebut dengan May Day, dan untuk sinyal internasional bagi keadaan darurat adalah mayday. Di Indonesia, undang-undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan adalah UU No 13 Tahun 2003. Tiga belas adalah angka yang dipercaya sial oleh sebagian orang. Apakah memang nasib buruh selalu bersifat kritis dan sial?

Salah satu yang menjadi tuntutan dari kaum buruh adalah perjanjian kerja dengan sistem kontrak melalui pihak ketiga (outsourcing atau alih daya). Sistem ini dirasa sewenang-wenang, dan lebih berpihak ke pengusaha.

Lebih berpihak ke pengusaha? Bisa jadi! Pada waktu pembuatan Undang-Undang tersebut, pasti spirit-nya adalah memajukan iklim investasi di Indonesia. Memajukan iklim investasi di Indonesia berarti memang condong kepada kepentingan pengusaha. Pengusaha tidak mau direpotkan dengan hal-hal yang bersifat ‘non teknis’ yang membuat usahanya jadi terhambat yang membuat uangnya berputar lambat, disisi lain, uang tidak mempunyai kewarganegaraan, setiap saat apabila disuatu tempat tidak kondusif untuk berinvestasi, ia akan lari ke negara lain dengan mudahnya.

Spirit-nya juga, apabila iklim usaha kondusif, maka investor akan berbondong-bondong datang, mendirikan banyak pabrik dan usaha baru, dan tenaga kerjapun akan banyak yang terserap. Kalau banyak usaha tumbuh, bukan tidak mungkin malah tenaga kerja yang menjadi langka, bukan pengangguran yang marak. Malaysia, Hongkong dan Singapore adalah contoh negara yang malah kekurangan tenaga kerja dan mendatangkan tenaga kerja dari negara lain.

Sebenarnya kalau berpikiran positif tidak ada yang salah dengan suatu Undang-Undang. The truth is out there! Kebenaran ada diluar sana, yang perlu dibenahi adalah dari dalam kita sendiri untuk beradaptasi dan menyikapi suatu perubahan diluar.

Saya adalah pekerja (penginya jadi pengusaha tapi gak action-action, hehehe!!), sudah berpindah ke banyak perusahaan, mulai dari BUMN, Swasta Nasional dan Swasta Asing. Pernah mengalami menjadi karyawan tetap dan sekarang adalah karyawan kontrak (outsourcing juga!). Dan terus terang, status karyawan kontrak tidak menggelisahkan saya, karena kenyataannya ‘tidak ada bedanya’ dengan karyawan tetap kalau dilihat dari ‘job security’.

Job security yang dirasakan oleh karyawan tetap pada dasarnya adalah semu, dimana ia merasa aman bekerja tanpa harus mencari kerja lagi apabila waktu kontrak telah berakhir. Dan juga, ia merasa akan lebih diutamakan hak-haknya jika terjadi suatu keadaan darurat misalnya bangkrut atau dalam likuidasi.

Pasti semua orang yang membaca tulisan saya ini berang dan siap dengan argumennya masing-masing, tapi please dengarkan dulu (maksudnya bacanya tuntasin dulu, kalo udahan dan mau baca-baca artikel saya yang lain di blog ini juga gak papa sih, hehehehehe).

Job security yang sebenarnya adalah diri kita sendiri. The truth is out there! Banyak hal yang terjadi diluar sana, cocok atau ngga dengan jiwa kita, tapi bagaimanapun itu adalah diluar sana, dan itu adalah kebenaran, kitalah yang harus pandai menyikapi ‘kebenaran’ itu!

Dulu saya mempunyai banyak teman kerja di Hongkong karena memang bisnis perusahaan tempat saya bekerja waktu itu dikendalikan dari Hongkong untuk wilayah asia. Angka keluar masuk pekerja di Hongkong sangatlah tinggi, hampir tiap minggu saya mendapatkan email ‘farewell letter’ yang isinya ‘bahwa terhitung mulai tanggal sekian bulan sekian saya sudah tidak bekerja lagi di perusahaan ini, dan mohon maaf apabila ada bla bla bla dan bla…’ Semua pekerjaan di Hongkong kebanyakan sebagai karyawan tetap (Perjanjian Kerja Waktu Tak Tentu), dan itu tidak membuat mereka betah bekerja di suatu tempat. Disamping karena independensi masing-masing pekerja sangat kuat, perusahaan yang amat banyak di Hongkong (karena iklim investasi yang nyaman), sehingga tenaga kerja berkualitas selalu dicari dan perusahaan-perusahaan berlomba memberikan tawaran yang menggiurkan bagi pegawai baru yang memenuhi kriteria.

Disatu sisi, dalam perjalanan karir saya, saya juga pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, di PHK secara massal karena perusahaan tempat saya bekerja tutup. Tidak ada bedanya perlakuan antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak, semua di PHK, tanpa terkecuali, demikian juga dengan hak-haknya!

Dari contoh diatas saya hanya ingin menggambarkan, bahwa dunia disekeliling kita penuh dengan ketidakpastian. Yang pasti didunia ini adalah ketidakpastian. Tidak ada yang dapat merubah diri kita sendiri kecuali kita sendiri yang mengubahnya. Berjuang untuk merubah lingkungan adalah hal yang banyak memakan energi yang lebih baik digunakan untuk merubah diri kita sendiri.

Kalau seorang pekerja mempunyai sifat yang rajin, professional, berprestasi dan mempunyai komitmen yang tinggi, saya yakin dia juga akan mendapatkan hak-nya dengan baik. Kalaupun dia merasa diperlakukan sewenang-wenang ditempat ia bekerja sekarang, dengan mudahnya ia akan disambut dengan karpet merah di perusahaan lain.

Saya sering mendengar cerita, bagaimana seorang PNS yang semula rajin dan bersemangat kerja pada waktu honorer tetapi akan menjadi memble dan sering bolos justru setelah diangkat menjadi karyawan tetap sebagai PNS.

Dari contoh tentang PNS itu ada dualisme yang dapat ditarik. Jangan-jangan pengusaha lebih suka agar status karyawan sebagai honorer sehingga mempunyai semangat kerja karena mempunyai ‘harapan’ ingin diangkat jadi karyawan tetap. Tapi disatu sisi, jangan-jangan pekerja berjuang agar menjadi karyawan tetap, sebab dengan menjadi karyawan tetap maka akan merasa ‘aman’ sehingga dapat bersantai-santai  dengan nyaman. Semoga bukan dualisme itu yang terjadi!

Saya hanya beropini dan melihat satu tuntutan itu saja. Banyak tuntutan buruh yang lain, yang memang perlu didengar oleh pemerintah.

Selamat hari buruh! Hidup pekerja! Kerja adalah cinta yang mengejawantah, bekerjalah dengan cinta dan sebagai ibadah!

Ditulis pada Opini | Di-tag , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan Komentar

Harddisk terbesar di dunia 1 Yottabyte Versus DNA…

Inilah gambaran hard disk terbesar di dunia…

National Security Agency (NSA) sedang membangun sebuah ruangan seluas 92.903 m2 sebagai tempat penyimpanan hardisk dengan biaya sekitar USD 2 Milyar. Rencananya tempat ini nantinya mampu menyimpan data sebesar 1 Yottabytes yang diprediksi akan terealisasi pada tahun 2015.

          

Pasti akan bertanya-tanya , berapa sih 1 Yottabytes itu? Inilah ilustrasinya:

– 1.000 Gigabytes (GB) = 1 Terabytes (TB)
– 1.000 Terabytes (TB) = 1 Petabytes (PB)
– 1.000 Petabytes (PB) = 1 Exabytes (EB)
– 1.000 Exabytes (EB) = 1 Zettabyte (ZB)
– 1.000 Zettabytes (ZB) = 1 Yottabytes (YB)

Gambaran lebih mudahnya, apabila anda mempunyai harddisk dengan kapasitas 1 TB (1000 GB), maka 1 Yottabytes sama seperti kapasitas 1.000 milyar hard disk. Pantaslah kalau diperlukan area seluas 92.903 M2 untuk hard disk dengan kapasitas sebesar itu. Luas 92.903 M2 berarti seluas kira-kira 13 lapangan sepakbola.

Gambar artist Facebook Data Center di Lulea Swedia dengan luas 27.000 M2 yang akan beroperasi pada akhir tahun 2012. Sengaja dibangun ditempat yang sangat dingin agar hard disk dapat bekerja optimal.

Sementara itu…

Unit terkecil dari semua makhluk hidup adalah sel; gen terdapat dalam setiap sel dan menentukan fungsi dari sel. Pada setiap sel terdapat inti sel yang disebut nukleus sel yang mengandung asam deoksiribonukleat (DNA) itulah yang disebut dengan gen.

Didalam gen terdapat kode genetik manusia yang diidentifikasi oleh para ahli dalam bentuk huruf dengan kode: A, T, C dan G. Sangat tidak terbayangkan oleh kita, bahwa didalam setiap DNA mengandung tiga miliar huruf-huruf ini. Seandainya dicetak dalam sebuah buku, maka DNA akan merupakan sebuah buku kode sebanyak 3000 buku dimana masing-masing buku mempunyai tebal 1000 halaman. Artinya, ada tiga juta halaman buku, dan setiap halaman mengandung 1000 huruf atau karakter. Sehingga bisa dikatakan bahwa terdapat tiga miliar karakter dalam setiap DNA. Tiga miliar karakter sama dengan 3 miliar bytes, atau 3 juta KB (Kilobytes), atau 3 ribu MB (Megabytes) atau 3 GB (Gigabytes).

Seberapa besarkah sebuah DNA? Sebuah DNA dengan tiga miliar huruf genetiknya tersimpan dalam untai-untai berukuran miskroskopik yang memiliki berat hanya satu per 200 miliar gram dan lebar hanya 1/500.000 milimeter-namun jika direnggangkan, mereka memiliki panjang sekitar dua sampai tiga meter. Saking kecilnya sebuah DNA, apabila kita mengumpulkan DNA seluruh populasi dunia saat ini yang berjumlah enam miliar orang, kumpulan semua DNA tersebut hanya akan menjadi seberat SATU BUTIR BERAS saja.

Enam miliar DNA seberat satu butir beras. Jika setiap DNA mengandung informasi senilai 3 GB, maka untuk enam miliar DNA seluruh populasi dunia senilai dengan 18 miliar GB. Delapan belas miliar GB sama dengan 18 juta TB, dan itu hanya seberat satu butir beras!

Nah sekarang bisa diperbandingkan antara hard disk terbesar didunia dengan kapasitas penyimpanan dari DNA dengan ilustrasi sebagai berikut:

‘Sebutir beras’ DNA mempunyai kapasitas 18.000.000 Terabytes, sedangkan hard disk terbesar didunia yang sedang dibangun mempunyai kapasitas 1 Yottabytes, sehingga jumlah ‘butir beras’ DNA untuk menyamai kapasitas hard disk tersebut adalah:

(1 Yottabytes = 1000 Milyar Terabytes) / 18 Juta Terabytes = 55.555 ‘butir beras’ DNA

Dari suatu peneliltian bahwa 1 KG beras berisi kurang lebih sebanyak 50.000 butir beras. Sehingga berat ‘butir beras’ DNA yang berjumlah 55.555 butir yang setara dengan kapasitas penyimpanan 1 Yottabytes adalah: 1.1 KG beras!

Sehingga kita bisa mengatakan, bahwa manusia memerlukan lahan seluas 92.903 M2 untuk dapat menyimpan data sebanyak 1 Yottabytes yang sama dengan kapasitas penyimpanan yang dikandung dalam 1.1 Kg beras DNA.

Perbandingan akan lebih ‘sangat tidak’ seimbang, jika kita mengatakan bahwa hard disk tersebut baru akan tercipta pada tahun 2015, sementara DNA yang didalamnya terdapat informasi gen manusia sudah ada sejak manusia diciptakan oleh Allah SWT.

Lebih mudahnya mungkin kita dapat perbandingkan kalo DNA yang mengandung 3 Gigabytes data gen, wujudnya tidak dapat terlihat oleh mata telanjang, tetapi harus dengan mikroskop atom, sedangkan USB Flash Disk kita yang mempunyai kapasitas 3 Gigabytes dapat kita tenteng kemana-mana.

Allah Maha Halus, Allah Maha Teliti, Allah Maha Besar! Subhanallah!

Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (dibumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini.

-Qs Al Jatsiyah (45):4-

Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang dilangit maupun yang dibumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).

-Qs Saba (34):3-

———–

Tulisan ini saya olah dari beberapa sumber yaitu: Kaskus, Wikipedia dan buku ‘The Miracle of DNA’ karya Kazuo Murakami, PhD (Ahli Genetika terkemuka dunia, pemenang Max Planck Research Award dan Japan Academy Prize).

Ditulis pada Renungan | Di-tag , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Cerita tentang hard disk…

Saya mau bercerita (ya cerita aja mas, hehehe) perkembangan pesatnya dunia Informasi Teknologi (IT) yang saya alami khususnya untuk peralatan penyimpan data (data storage).

  

Perkenalan pertama dengan PC (Personal Computer) ketika mendiang ayah saya membeli PC pada tahun 1989. Saya ingat banget harganya, Rp. 2.500.000,-, untuk PC dengan spesifikasi prosesor Intel 8086XT (Extended Technology) dan kecepatan 10/12 MHz. Saya lupa berapa RAM-nya, dan yang jelas gak ada internal disk. Untuk penyimpanan data program, biasanya ada dua disk drive yang merupakan drive untuk floppy disk berukuran 8 inch dengan kapasistas penyimpanan HANYA 360 KB. Saking kecilnya kapasitas memory pada saat itu, untuk menuliskan nama file saja dibatasi hanya 8 karakter. Dan untuk operating system, belum ada Microsoft Windows pada saat itu!

Untuk harga, apabila dibandingkan dengan harga PC sekarang, harga PC yang saya beli pada waktu itu bisa dikatakan sangat mahal! Dengan uang Rp. 2.500.000, sekarangpun kita bisa mendapatkan PC rakitan dalam negeri. Padahal dulu uang Rp. 2.500.000,- dapat digunakan untuk membeli sepeda motor bebek baru!

(Iseng-iseng googling harga logam mulia (emas 99.99%) tahun 1989 sekitar Rp. 21.000/gram, berarti harga PC pada waktu itu setara dengan 119 gram LM. Dan apabila harga LM sekarang Rp 500.000,- per gram, maka 119 gram LM setara dengan Rp. 59.500.000,-, atau sama dengan harga PC branded sebanyak 12 buah).

Sedangkan untuk kapasitaas penyimpanan data, anda akan tertawa, bayangkan, untuk floppy disk dengan diameter 8 inch hanya mampu menyimpan data 360KB, padahal kalau sekarang, untuk sebuah lagu MP3 berkisar sekitar 5 MB, dan untuk sebuah gambar dengan resolusi sekitar 12 MP, dibutuhkan ruang memory sekitar 4 MB. Hehehe, betapa terbelakangnya jaman dahulu, pantes lagu-lagu waktu itu masih pake pita kaset (apa hubungannya, hehehe!!).

Kemudian saya masuk kuliah pada tahun 1990.  Ada sedikit perkembangan berarti dari teknologi penyimpanan data. Pada waktu itu sudah ada floppy disk yang diameter 3.5 inch dengan kapasitas yang lebih besar sampai 1.2 MB (atau 1.44 MB, kalo gak salah). Kapasitas 1.44 MB berarti 3 kali lipat dari kapasitas sebelumnya, dengan ukuran hanya sepertiganya dari pendahulunya.

External hard disk juga mulai ada. Kalo gak salah, sekitar tahun 1993-an, saya inget ketika teman kuliah saya dengan bangganya mengatakan kalo punya Hard Disk dengan kapasitas 40 MB, yang sama dengan 40 floppy disk pada saat itu, hehehe…

   

Pada tahun 2001, mulai dikembangkan flash disk. Penemuan flash disk termasuk revolusi didalam teknologi penyimpanan data, baik dari segi ukuran maupun kapasitas penyimpanan. Pada awal dikembangkan USD flash disk mempunyai kapasitas 8 MB, dan kemudian terus berkembang dengan pesat. Kapasitas terbesar dari USB flash disk yang pernah saya temui saat ini sekitar 64 GB. Bentuk dari flash disk pun sangat beragam, mulai dari USB flash disk, memory stick, micro SD dan lain-lain dengan aplikasi yang juga sangat luas, selain untuk komputer juga kamera, handphone, recorder dan lainnya.

Pada awal adanya USB flash disc, yang masih merupakan barang mewah (karena memang sangat mahal), banyak orang mengalungkannya di leher, disamping karena masih mahal juga pamer, hehehe. Saya ingat, saudara saya membeli flash disk dengan kapasitas 500 MB seharga sekitar Rp 450.000,-, hhmmm murah pada saat itu (jika dibandingkan dengan membeli banyak floppy disk) dan mahal saat sekarang! Sekarang kita dapat membeli USB flash disk dengan harga kurang dari Rp 100.000,- untuk kapasitas 4 GB.

Selain itu juga terdapat pilihan Compact Disk yang berupa cakram padat dengan kapasitas sampai 600 MB, juga DVD yang bisa menyimpan data sampai 1 GB (sepertinya ada yang bisa lebih dari 1 GB)

Untuk Hard Disk, perkembangannya juga pesat. Sekarang sudah ada hard disk dengan kapasitas 1 TB (Tera byte, atau 1000 GB).  Harganya juga dapat ditekan jauh lebih murah jika dilihat dari kapasitasnya, kurang dari Rp. 800.000,-

Membandingkan teknologi penyimpanan data antara tahun 1990-an dengan jaman sekarang sungguh sangat luar biasa perkembangannya. Bila dibandingkan dari segi besaran atau volume fisik, ukurannya berkembang menjadi sangat kecil dengan volume penyimpanan yang semakin membesar.

Anda pasti akan berdecak kagum terhadap perkembangan ini, tetapi akan lebih kagum lagi ketika tahu teknologi penyimpanan data ciptaan Allah SWT pada posting berikutnya.

Link posting: Harddisk terbesar di dunia 1 Yottabyte, alangkah kecilnya!   http://wp.me/p13JDc-9e

Ditulis pada Sekelebatan | Di-tag , , , | 2 Komentar