Prabowo, Anies, Sandiaga dan Pertemuan Hambalang…

Momen itu pasti tidak saya lupakan, salah satu sejarah dalam hidup saya. Akhirnya saya bisa ketemu langsung dengan Pak Prabowo Subianto. Sudah setahun yang lalu, dibulan September juga.

Bagi saya, yang pernah punya ‘kebencian’ terhadap sosok PS, berada di Hambalang, dirumahnya, saya merasakan sebagai suatu keajaiban. Memang tidak diterima khusus sih, bersama ratusan masyarakat lainnya, dalam berbagai wadah organisasi, tetapi itu sudah membuatku melayang bangga, hehehe…

Tahu dapat kesempatan ketemu dengan PS, saya minta tambahan satu seat untuk sohib saya yang juga pernah punya kebencian yang sama terhadap PS, tapi sayangnya ditolak, ternyata ketemu dengan PS tidak gampang, disamping karena kesibukannya, permintaan untuk bertemu dengan dia udah segunung, hadeh, akhirnya saya sendiri yang berangkat…

Dan momen itu seakan berputar dan hadir kembali didepan mata ketika saya melihat PS di TV mengangkat tangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, waktu keduanya diumumkan sebagai Cagub – Cawagub DKI Jakarta, tanggal 23 September kemarin.

Setahun yang lalu, ketika saya bertemu langsung dengan PS, beliau dengan bergelora dan dengan stamina yang tinggi berpidato dan berdiskusi selama sekitar 4 jam! Selama 4 jam, ratusan audiens seolah tersihir, diam mendengarkan, karena memang pidatonya bernas, menginspirasi dan penuh wawasan, dan tak satupun yang ingin meninggalkan aula Hambalang.

Ketika saya melihat TV, dan juga putusan PS untuk memilih Anies dan Sandiaga seakan-akan mengkonfirmasi beberapa hal tentang PS pada pertemuan Hambalang setahun yang lalu.

prabowo-anies-uno

Foto PS dengan Anies dan Sandiaga dengan background Jenderal Sudirman, seakan simbol kepercayaan beliau kepada generasi muda.

PS sangat suka pada anak muda, generasi muda dan generasi penerus. Dia suka menyemangati anak muda dan memberi kepercayaan kepada anak muda.

Pada diskusi di pertemuan tersebut, beberapa orang yang termasuk generasi senior meminta PS untuk lebih aktif mengkritisi pemerintah dan mereka siap mendukungnya termasuk juga misal diperlukan untuk berdemo. PS-pun menjawab, bahwa kalah dan menang merupakan konsekwensi dari demokrasi, dan yang lebih penting dilakukan adalah, untuk jangka pendek bagaimana Gerindra dapat memenangkan sebanyak mungkin calon yang diusungnya di Pilkada serentak 2016, serta bagaimana dapat memenangkan Pileg 2019, dengan Gerindra mendapatkan suara mutlak sehingga dapat mengusung presiden sendiri, untuk hal tersebut PS meminta dukungan dari audiens. Jawaban yang normatif dari seorang pemimpin parpol, sama sekali tidak terprovokasi dan menganggap sepi tawaran siap demo dari pendukungnya.

Lain ketika seorang generasi muda menanyakan hal yang senada, dan meminta petunjuk apa yang harus dilakukannya untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Jawaban PS lebih bergelora! Dia sangat mengharapkan generasi muda sebagai agen perubahan dan selalu berada di garis terdepan perjuangan bangsa. Dia mencontohkan dengan fasih, pahlawan-pahlawan bangsa yang masih belia seperti: Daan Mogot, Bung Tomo, Usman – Harun, Wolter Monginsidi dan Jendral Sudirman.

PS menyebutkan bahwa ditangan pemuda-lah perubahan suatu bangsa. Diusia sekitar 20 – 30 tahun, merupakan usia yang sangat produktif. Satu persatu pejuang muda yang disebut diatas, dikisahkan oleh PS dengan detail. Daan Mogot gugur di usia 17 tahun, Monginsidi gugur di usia 24 tahun, Usman – Harun di usia 25 dan 21 tahun. Bung Tomo waktu memimpin perlawanan di Surabaya masih sangat belia, di usia 25 tahun, dan Sudirman, yang menyandang gelar Jenderal Besar, pun juga masih belia, karena beliau wafat masih di usia 34 tahun.

Saya kaget waktu itu, mengetahui betapa belianya tokoh-tokoh yang disebutkan PS. Saya menyangka nama-nama pahlawan tersebut direntang usia 40 tahun keatas, karena ketokohannya dan juga kapabilitasnya yang jauh melampaui usianya.

Tokoh-tokoh muda seakan-akan menginspirasi perjalanan hidup PS. Orang-orang disekitar PS adalah anak-anak muda. Tokoh-tokoh Gerindra kebanyakan anak muda. Dan dia tidak ragu memberikan kepercayaan kepada anak muda, termasuk kepada Sandiaga Uno. Dia juga lebih memilih Anies Baswedan daripada Yusril Ihza Mahendra untuk mendampingi Sandiaga Uno. Sama seperti ketika PS memilih Jokowi dan Ahok pada pilkada DKI 2012 yang lalu.

Sekarang kenapa Anies Baswedan? Kenapa PS tidak dendam kepada Anies Baswedan, yang berseberangan pada waktu pilpres? Bahkan Anies Baswedan produktif menyerang PS sewaktu pilpres yang lalu.

Jangankan untuk dendam, saya yakin, bahkan PS pun tidak tahu pernyataan-pernyataan apa yang dilontarkan oleh Anies kepada dirinya. PS adalah kepribadian yang selalu berpikiran besar, berbicara tentang masa depan dan gagasan-gagasan, daripada ngerasanin tentang orang perorang. Selama 4 jam lebih pertemuan Hambalang, tidak satupun PS berbicara tentang kekalahannya di Pilpres, atau menjelek-jelekkan lawan politiknya atau pemerintahan yang sekarang. Padahal saat itu ia berada di tengah pendukungnya, yang bahkan ada yang menawarkan siap demo segala, dan ia tidak terpengaruh sedikitpun!

PS, dalam istilah Stephen Covey adalah seorang yang efektif dan menang dalam hidupnya, karena dia lebih memperbesar lingkar pengaruh (circle of influence) daripada lingkar peduli (circle of concern).

Dalam bukunya ‘Seven Habits of Highly Effective People’ yang terkenal, Covey berpendapat bahwa dalam kehidupan pribadi maupun profesional, setiap orang selalu dikelililngi oleh dua lingkaran, yaitu lingkar pengaruh dan lingkar peduli. Lingkar pengaruh adalah hal-hal yang bisa dikendalikan dan dikerjakan oleh masing-masing individu, sedangkan lingkar peduli adalah hal-hal yang setiap individu peduli, namun hal itu diluar kendali mereka.

Orang yang reaktif, lingkar pedulinya sangat besar, dan dalam bertindak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya yang tidak bisa dikendalikannya, sehingga hal itu akan menjadi energi negatif yang memperkecil lingkar pengaruhnya. Semakin kita peduli kepada omongan orang yang negatif terhadap kita, membuat kita sibuk dan menghabiskan waktu untuk menjawab tudingan orang tersebut.

Sementara orang yang proaktif, alih-alih mempedulikan omongan orang, ia sibuk dengan gagasan-gagasan, terus bekerja dan berbuat maksimal sejauh yang ia bisa, dengannya orang akan melihat hasil yang nyata, dan memperbesar lingkar pengaruhnya.

Sering kita tidak menyadari, lingkar peduli kita yang terlalu besar sehingga menjadikan kita pribadi yang tidak produktif. Kita terlalu peduli dengan gosip-gosip tentang orang, yang bahkan tidak kita kenal secara langsung, seperti tentang gosip artis dan para pesohor lainnnya. Kita kadang juga sibuk menghabiskan waktu dengan mengomentari harusnya si A begini dan si B begitu. Padahal itu semua diluar kendali kita dan kadang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehidupan kita.

Jadi kalo orang berpikiran, kenapa PS tidak dendam pada Anies? Setelah saya tahu PS, saya mellihat, bahkan untuk ‘sempat dendam’-pun PS tidak pernah, karena jangankan untuk dendam, dia malah mungkin tidak tahu apa yang harus didendamkan?

Melihat PS pada waktu deklarasi Anies – Sandiaga, membuat kenangan saya pada pertemuan Hambalang setahun yang lalu berputar kembali. PS yang percaya pada anak muda dan PS yang berjiwa besar!.

Oh ya, ada hal yang kelihatannya sepele dan selalu dilakukan PS, ia selalu berterima kasih atas kedatangan kita, minta maaf kepada kita dan selalu menanyakan apakah sudah makan? Hehehe, pada waktu di Hambalang begitu, dan terlihat kembali pada waktu deklarasi Anies – Uno. PS mengapresiasi dan berterima kasih pada para wartawan yang telah gigih menunggu deklarasi ini, minta maaf karena telah menunggu lama dan menanyakan: “Sudah dikasih makan kan tadi?!?”.

Hal kecil yang membawa makna besar karena kita merasa di-orangkan!

Sempat minta foto-foto juga, dapat tanda-tangan dan pesan setelah mengetahui saya memulai suatu usaha di perikanan. Nih dia pesannya (untuk foto yang dengan PS buat koleksi pribadi aja ya, gak perlu dimuat, hehehe)

sign-prabowo

Pos ini dipublikasikan di Opini dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Prabowo, Anies, Sandiaga dan Pertemuan Hambalang…

  1. Retno berkata:

    Wowwww…mantaaabbb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s