Tujuh saksi…

Lagi heboh tentang video Koboy Palmerah, seorang oknum TNI AD yang tertangkap kamera bertindak arogan dengan pentungan besi dan senjata api (dibantah katanya hanya air soft gun) menghardik dan melawan seorang pengendara motor sipil di jalan Palmerah, pada hari Senen lalu (tanggal 30 April 2012).

Sebelumnya juga heboh tentang video panas dua anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan di sebuah apartemen di Jakarta. Kasusnya bergulir, entah, apakah nanti akan sama berakhir dibui seperti kasus sebelumnya yaitu video Ariel Peterpan dengan Luna Maya dan Cut Tari.

Di persidangan juga begitu. Angelina Sondakh memberikan saksi bagi tersangka Nazaruddin. Nantinya, dalam waktu dekat, bukan tak mungkin Nazaruddin akan memberikan saksi bagi tersangka Angelina Sondakh. Ada saksi dan ada tersangka, keduanya saling memberikan saksi. Ada saksi meringankan, ada saksi yang memberatkan.

Bagi kasus Ariel Peterpan, jelas video itu menjadi barang bukti, ‘saksi’ bagi kelakuan tidak senonohnya. Jika tidak ada saksi ‘video’ itu, Ariel Peterpan tidak akan mendekam di bui, karena tidak terbukti.

Saksi bagi Nazaruddin adalah manusia, sedangkan ‘saksi’ bagi Ariel Peterpan adalah video, benda yang oleh kita disebut benda mati, karenanya kemudian dinamakan barang bukti.

Itulah didunia, peradilan manusia. Dan Allah sebagai sang Maha Pencipta, telah menyiapkan saksi-saksi yang lebih canggih yang akan membuat setiap perbuatan baik ataupun buruk walaupun sebesar zarrah (atom) akan terbalaskan.

Kelak, di akhirat nanti, di hari pertanggungjawaban dan di hari pembalasan, akan ada tujuh saksi yang ‘berbicara’ mengenai kelakuan kita di dunia ini. Ke tujuh saksi tersebut adalah:

  • 1. Hati Nurani. Pada saat kita berbuat dosa, sebenarnya yang terdekat yang memberikan ‘perlawanan’ adalah hati nurani. Dia menjadi juru dakwah pertama bagi kita. Dia memperingatkan kita jika kita berbuat dosa, tetapi dia kita abaikan. Karenanya, tidak akan tercatat sebagai dosa, jika kita ‘akan’ berbuat dosa, tetapi kemudian kita tidak melaksanakannya, karena tunduk pada nasehat hati nurani.
  • 2. Anggota tubuh kita. Pada saat kita didunia, mata, pendengaran, mulut, tangan dan kaki kita dapat kita arahkan sekehendak hati kita. Kita perintahkan kaki melangkah ke mushalla, dia akan ikut, kita perintahkan kaki kita ke lokalisasi dia juga akan ikut. Mata dapat mengikuti apa yang kita mau, melihat yang baik ataupun sebaliknya. Semua anggota tubuh kita selama didunia mengikuti apa yang kita mau. Tetapi kelak di akhirat, semua anggota tubuh kita akan bersaksi terhadap perbuatan kita. Kita sudah tidak mempunyai kendali atas mata, pendengaran, tangan, kaki dan mulut kita sendiri, semuanya akan ‘berbicara’ memberikan saksi atas perbuatan kita.

Pada hari, (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

-Qs An Nur (24):24-

Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamubahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

-Qs Fushshilat (41):22-

  • 3. Malaikat. Menjadi bahan pengajaran agama sejak kita di bangku SD, bahwa ada dua malaikat yang bertugas menjadi pencatat perbuatan baik dan buruk kita. Dua malaikat tersebut adalah Malaikat Raqib dan malaikat Atid.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

-Qs Qaaf (50):16-18-

  • 4. Jin. Jin termasuk makhluk gaib, mempunyai dimensi yang berbeda dengan manusia. Sebagian besar manusia tidak dapat melihat jin, sedangkan jin dapat melihat manusia. Disekeliling kita terdapat banyak jin, dan iblis termasuk dari bangsa jin.

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

-Qs Al Jin (71):1-

  • 5. Benda-benda disekitar kita. Kita menyangka bahwa benda-benda disekitar kita adalah benda mati, padahal mereka adalah makhluk Allah yang juga ‘hidup’, mereka semua bertasbih memuji Allah. Ketika kita berbicara diruangan benda-benda yang disekitar kita menjadi saksi. Ketika kita berjalan ke masjid untuk shalat Subuh, benda-benda yang kita lalui dalam perjalananpun akan menjadi saksi keberangkatan kita. Semua benda akan menjadi saksi, bumi yang kita injak, kursi yang kita duduki, bolpoin yang kita pergunakan untuk menulis, baju yang kita pakai, semua menjadi saksi!

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

-Qs Al Isra (17): 44-

  • 6. Manusia. Seperti hal-nya peradilan di dunia, manusia juga akan menjadi saksi bagi kita di hari pembalasan kelak. Fakir miskin yang kita santuni, orang-orang yang berhubungan dagang dengan kita, tetangga kita yang tiap hari berjumpa dengan kita, saudara-saudara kita, orang tua kita dan juga orang-orang yang pernah kita perlakukan tidak adil dan kita dzalimi, semua akan menjadi saksi di akhirat kelak.

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

-Qs Al Baqarah (2):143-

  • 7. Allah SWT. Puncak dari segala saksi adalah Allah SWT, kita tidak dapat berpaling dari-Nya, yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Adil.

Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

-Qs Al Israa (17):96-

Tidakkah kita melihat bahwa kita tidak bisa lari dari saksi-saksi tersebut ketika kita melakukan suatu perbuatan! Masihkah kita akan berbuat maksiat ketika tahu bahwa kita tidak bisa lari dari Hari Pembalasan!

Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus! Sehingga kami dapat melakukan perbuatan yang Engkau ridhai!

Pos ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s